Edit

BERANDA

LP Ma’arif NU dan Pergunu Tersono Gelar Silaturahim dan Halal Bi Halal

Bagikan :

Tersono, NU Batang
Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) dan Pimpinan Anak Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kecamatan Tersono menggelar Silaturahim dan Halal Bi Halal di Gedung Serba Guna (GSG) MWC NU Kecamatan Tersono Kabupaten Batang. Acara tersebut dihadiri sekitar 200 peserta yang terdiri dari Kepala Sekolah, guru dan karyawan KB, PAUD, RA, MI, MTs, SMP, dan SMA dibawah naungan LP Ma’arif NU, Sabtu (21/5).

Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Tanjungsari menjadi tuan rumah dan panitia Halal Bi Halal merupakan MI yang berprestasi dengan jumlah siswa terbanyak 235 siswa di Tersono. Terdapat beberapa penampilan dari siswa-siswi berbakatnya untuk mengisi acara dan menghibur peserta yang hadir, diantara penampilannya Tari Sufi oleh Dinda Syifa Marcelia siswi kelas 2A, Sholawat Nahdliyah dan Sholawat Jibril dilantunkan oleh Hasbi Najatullah siswa kelas 4A peraih juara favorit lomba cover sholawat yang diadakan oleh MTS Nurussalam Tersono, dan Story Telling atau mendeongeng Berbahasa Inggris oleh Sakinah Naila Rahman siswi kelas 4A peraih juara 3 lomba Story Telling Online Tingkat Nasional Kampung Pusat Bahasa English Competition.

Acara Halal Bi Halal ini dihadiri Bapak Ma’mun Sa’dun, M.Si selaku ketua Tanfidziah MWC NU Kecamatan Tersono yang juga memberikan sambutan. Dalam sambutannya, beliau menyampaiakan bahwa LP Ma’arif harus bergerak bersama dengan transformasi mentalitas defensive dan progresif.

“Artinya sekolah dibawah naungan LP Ma’arif NU Tersono harus memiliki mental menyerang dan maju dalam artian mau berlomba-lomba meningkatkan kualitas dan kuantitas siswa dengan beragam inovasi dan prestasi agar mampu bersaing dengan sekolah lain,” kata Ma’mun.

Acara ini juga dihadiri oleh Kiai Minanur Rohman dari Kecamatan Bawang yang sekaligus mengisi mauidoh hasanah, beliau menyampaikan, bahwa guru harus menjadi teladan yang baik bagi murid, baik ucapan maupun tingkah laku dan guru dalam mengajar harus memiliki niat baik untuk menyalurkan ilmu  karena hidayah datangnya dari Allah, cerdas atau tidaknya siswa itu hak preogatif Allah. Beliau juga menyarankan, Sebelum mulai mengajar guru mengajak siswa untuk membaca surat Fatihah bersama sama agar mendapat keberkahan ilmu.

Pewarta : Rofiqoh
Editor : M Asrofi