Edit

BERANDA

Kaji Kitab Hujjah Ahlussunnah Wal Jamaah, Ansor Limpung Perdalam Ideologi

KH Sulthon Syair sedang menyampaikan kajian kitab aswaja

Bagikan :

Limpung, NU Batang
Dalam rangka memperdalam pemahaman ideologi Ahlussunnah Wal Jamaah, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor (GP) Ansor Limpung menggelar kegiatan kajian kitab Hujjah Ahlussunnah Wal Jamaah. Acara ini dihadiri oleh 63 peserta dari ranting yang antusias untuk meningkatkan pengetahuan agama dan memperkuat ideologi yang dianut, Sabtu (8/7).

Acara yang berlangsung di Gedung Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdatul Ulama (NU) Kecamatan Limpung, dimulai dengan sambutan pembukaan oleh Romli selaku Ketua PAC GP Ansor Limpung, yang berharap acara ini lancar dan memberikan keberkahan bagi semua peserta. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Departemen Dakwah dan Rijalul Ansor yang telah menyelenggarakan acara ini, serta berharap agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan lebih sering dan sukses di masa mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Romli juga mengumumkan dua agenda kegiatan yang akan datang. Pertama, pelatihan qori’ yang akan diselenggarakan setiap malam Kamis. Ia mengajak ranting-ranting yang belum mengirimkan kader untuk segera berpartisipasi. Kedua, Infokom akan menyelenggarakan pelatihan jurnalistik untuk membuat berita. Pelatihan ini dijadwalkan akan dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2023 dengan tujuan agar setiap kegiatan memiliki liputan berita. Harapannya, setiap ranting dapat mengikuti minimal dua kegiatan tersebut.

Selain itu, acara ini juga membahas perkembangan seragamisasi Banser, dengan biaya pembuatan seragam sebesar 185.000 rupiah per set. Diskusi interaktif pun diadakan untuk memperkuat dakwah yang harus bersifat rasional, berbeda dengan zaman dahulu. Hal ini merupakan tantangan bagi seluruh kader Ansor. KH Sulthon Syair, selaku pembicara dalam acara tersebut, mengungkapkan bahwa Ansor adalah pesantren kilat untuk mencapai tujuan NU, dan ini adalah kesempatan bagi semua peserta untuk berkontribusi.

Dalam penyampaiannya, KH Sulthon juga menekankan pentingnya membaca sebagai pintu menuju ilmu. Ia mengatakan bahwa dalam lima tahun mendatang, NU akan menghadapi tantangan yang berbeda. Oleh karena itu, saat ini adalah saat yang tepat untuk membangun kritikalitas dan semangat keilmuan di kalangan Ansor. Kritik akan membawa aroma baru yang positif dalam perkembangan gerakan ini.

KH Sulthon juga memapaparkan tentang pilar keberhasilan dakwah Rasulullah, di antaranya melibatkan Abu Bakar sebagai sahabat yang lebih tua dan dermawan, Umar bin Khattab sebagai pemuda gagah berani dan tegas, tidak hanya ikut-ikutan saja, Utsman sebagai orang kaya yang dermawan, Ali sebagai pemuda gagah berani dan selalu ikhlas tidak minta bayaran, dan Khadijah sebagai perempuan yang kaya dan dermawan. Kelima pilar ini dianggap sebagai kekuatan yang dahsyat, dan saat ini Islam menjadi kekuatan besar di dunia. Maka Ansor dalam berdakwah perlu memegang erat pilar-pilar tersebut agar berhasil dalam berdakwah.

Di akhir acara, para peserta disemangati untuk menjadi pribadi yang kritis, berani, dan semangat dalam memperjuangkan ideologi Ahlussunnah Wal Jama’ah yang dianut oleh GP Ansor. Harapannya, Ansor Limpung dapat menjadi kekuatan yang semakin kuat dan berkontribusi positif dalam masyarakat.

Dengan keberhasilan acara kajian kitab Hujjah Ahlussunnah Wal Jamaah ini, diharapkan peserta dapat membawa ilmu dan semangat yang didapat untuk menginspirasi perubahan positif di tengah masyarakat.

Pewarta : Muhammad Asrofi