Batang, NU Batang

NU Care-LAZISNU (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqah) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Batang menyalurkan dana zakat produktif senilai Rp60 juta kepada 20 pelaku usaha mikro di Kabupaten Batang.

Setiap penerima manfaat memperoleh bantuan modal usaha sebesar Rp3 juta melalui Program Inkubasi Usaha Mikro. Penyaluran bantuan dilaksanakan secara langsung dengan mengunjungi tempat usaha masing-masing penerima di berbagai wilayah Kabupaten Batang pada 25–27 Agustus 2026.

Berbagai jenis usaha yang menerima bantuan antara lain pedagang jajanan keliling, pedagang gorengan, produsen keripik rumahan, pemilik toko kelontong, penjahit rumahan, pedagang es keliling, pedagang asongan, serta usaha mikro lainnya.

Kepala Cabang NU Care-LAZISNU PCNU Kabupaten Batang, M Sofa, mengatakan bahwa program zakat produktif ini merupakan upaya agar dana zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi mampu menjadi penggerak kemandirian ekonomi masyarakat.

“Melalui dana zakat ini kami berharap dapat membantu para pelaku usaha super kecil dalam mengembangkan usahanya. Selain itu, kami ingin menumbuhkan semangat berzakat, berinfak, dan bersedekah sehingga akan lahir muzakki-muzakki baru. Hari ini mereka masih menjadi mustahik atau penerima zakat, namun kami berharap di masa mendatang mereka menjadi muzakki yang ikut menyalurkan zakat kepada sesama,” ujarnya.

Ia optimistis, apabila usaha para penerima manfaat berkembang, maka dalam beberapa bulan ke depan akan muncul dana zakat dan infak baru yang berasal dari mereka untuk kembali disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Kami yakin dana yang terhimpun dari para muzakki baru nantinya dapat ditasyarufkan kembali kepada tetangga, saudara, maupun pedagang kecil lainnya yang membutuhkan tambahan modal usaha melalui program yang sama,” tambahnya.

Lebih lanjut, M Sofa mengungkapkan sebagai bentuk pendampingan, NU Care-LAZISNU tidak hanya memberikan bantuan modal, tetapi juga menugaskan pendamping bagi setiap penerima manfaat. Pendamping tersebut akan melakukan monitoring perkembangan usaha secara berkala, sementara para penerima diwajibkan menyampaikan laporan perkembangan usahanya setiap satu bulan sekali.

Salah seorang penerima manfaat, Mbak Ulmi, yang menjalankan usaha gorengan dan es keliling, mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan modal tersebut.

“Program zakat produktif ini sangat membantu untuk menambah modal usaha kami, apalagi di tengah kenaikan berbagai kebutuhan sehari-hari. Kami juga dilatih untuk berinfak sebesar Rp2.000 setiap hari dari hasil usaha. Nantinya, infak yang terkumpul akan disalurkan kepada saudara-saudara yang membutuhkan modal usaha seperti yang kami rasakan saat ini,” tuturnya.