Rabu, April 8, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 20

Optimalkan Pendataan SISNU, PRNU Kalibeluk Inisiasiatif Membuat Bimtek Mandiri

0
Bimtek Mandiri Sistem Informasi Strategis Nahdlatul Ulama (SISNU) oleh Pimpinan Ranting (PR) NU Kalibeluk, Kecamatan Warungasem,

Warungasem, NU Batang

Pimpinan Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Kalibeluk Kecamatan Warungasem menggelar Bimbingan Teknis Sistem Informasi Strategis Nahdlatul Ulama (SISNU) secara mandiri yang bertempat di rumah H. Ikhwanudin, Ahad (2/2).

Dengan didampingi oleh admin SISNU Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Warungasem, dijelaskan bahwa SISNU merupakan program pendataan warga NU yang dibuat Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah sejak setahun yang lalu (Tahun 2024).

Kegiatan ini sebagai perwujudan dan sosialisasi sejak dini yang dilakukan oleh PRNU Kalibeluk terkait sistem yang sedang dibangun oleh PWNU Jawa Tengah guna mendata seluruh warga NU serta mengetahui persebarannya.

Dalam kesempatan tersebut, sekretaris MWCNU Warungasem Nur Rohman menjelaskan bahwa pendataan warga sangat penting untuk mengetahui kondisi yang ada di masyarakat. Pendataan warga harus dilakukan dengan teliti dan transparan.

“Dengan pendataan yang akurat, kita dapat membuat program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kita harus tahu seluk beluk warga dan syukur bisa door to door, minta persetujuan warga yang bersangkutan, apakah bersedia untuk didata” ucapnya.

Menurutnya, pendataan warga NU dilingkup MWCNU Warungasem telah dilakukan sejak 4 tahun lalu dengan melibatkan admin dari setiap PRNU dimasing-masing wilayah. “Empat tahun lalu sudah terbentuk di MWCNU Warungasem, dan ada 2 admin tiap ranting” katanya.

Ia berharap untuk saat ini harus ada admin SISNU di tiap Bafan Otonom (Banom) NU supaya pelaksanaan pendataan warga lebih efektif dan efisien, “Harapannya saat ini harus ada admin SISNU perbanom NU, agar pergerakannya bisa lebih efektif dan efisien” tambahnya.

Wakil ketua Bidang Organisasi Pengurus Cabang (PC) NU Kabupaten Batang H. Ikhwanudin turut andil dalam kegiatan bimtek tersebut, ia menjelaskan bahwa output dari pendataan SISNU ialah agar setiap PRNU yang hendak melaksanakan program kerja bisa disesuaikan dengan kondisi geografis yang ada diwilayah masing-masing, dengan dibekali data yang ada pada sistem.

“Jika dalam suatu Desa mayoritas petani, maka dari PRNU setempat bisa membuat subuah program yang sesuai dengan keadaan masyarakatnya. Dengan itu sebagai warga NU akan merasa diayomi oleh pengurusnya” ujarnya.

“Nantinya, setiap warga NU yang sudah terdata dalam sistem akan mendapatkan KTA berupa soft file. Jika menghendaki dicetak dapat menghubungi admin SISNU melalui MWCNU setempat dengan biaya yang sudah disepati bersama seluruh ketua Tanfidziah MWCNU Se-Kabupaten Batang sebesar 20 ribu” tegasnya.

Dengan demikian, diharapkan seluruh warga NU agar menyambut dengan baik kehadiran admin SISNU disetiap ranting agar lebih maksimal. Sehingga dalam jangka panjang dapat membantu dalam merumuskan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Pewarta : Abed

MWCNU Kecamatan Reban Ingatkan Warga NU Untuk Bergerak Memajukan Organisasi Sesuai Tuntutan Zaman

0
Selapanan Rutin NU Kecamatan Reban dilaksanakan setiap Ahad Kliwon dengan tempat bergilir dari ranting ke ranting Se-Kecamatan Reban.

Reban, NU Batang

Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Reban, Bapak Ahmad Sholeh ingatkan kepada seluruh warga nahdliyin Se-Kecamatan Reban untuk selalu bergerak maju ke depan mengikuti tuntutan zaman.

Hal tersebut ia sampaikan dalam Selapanan Rutin MWC NU Kecamatan Reban yang bertempat di Pengurus Ranting (PR) NU Desa Polodoro, Kecamatan Reban, sekaligus bersamaan dengan Silaturahim Kelembagaan Pengurus Cabang (PC) NU Kabupaten Batang pada Ahad (2/2).

Ia menegaskan bahwa organisasi NU harus menjadi organisasi yang maju dan selalu menjadi yang terdepan dalam segala hal, “NU harus maju dan selalu menjadi yang terdepan!” tegas Bapak Sholeh.

Senada dengan beliau, utusan dari PCNU Kabuaten Batang Bapak Saiful Huda juga berpesan bahwa Nahdlatul Ulama memiliki misi “Bergerak Memuliakan Umat” yang diharapkan agar pengurus NU di semua tingkatan supaya bisa memelihara umat serta memberikan kontribusi yang berarti untuk jam’iyyah.

Wakil Ketua Bidang Pendidikan PCNU Batang tersebut mengatakan untuk merealisasikan misi tersebut, seluruh kompenan harus bersinergi serta bekerja sama dengan baik. “Untuk bisa mencapai tujuan tersebut, kita harus bersinergi satu sama lain baik NU, Badan Otonom (Banom), serta pihak-pihak yang lain dengan baik” katanya.

Acara dilanjutkan dengan Silaturahim Kelembagaan oleh PCNU Kabupaten Batang yang dipimpin oleh Bapak Ikhwanudin sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan PCNU Batang, ia memberikan arahan tentang tata kelola NU sebagai organisasi masyarakat sesuai dengan Aturan Dasar dan Aturan Rumah Tangga yang berlaku, antara lain penataan manajemen organisasi, persiapan penilaian kinerja organisasi hingga sosialisasi pendataan warga NU lewat aplikasi Sistem Informasi Strategis Nahdlatul Ulama (SISNU).

Beliau menambahkan tujuan berdirinya NU salah satunya adalah sama seperti dengan tujuan Allah mengutus Nabi yaitu sebagai Rahmatan lil’alamiin, “NU berdiri itu salah satu tujuannya seperti Allah mengutus Nabi di muka bumi yaitu menjadi Rahmatan Lil’alamin rahmat bagi seluruh alam” imbuh beliau.

Sehingga beliau mengharapkan kepada warga Nahdliyyin agar terus bisa berpegang pada tujuan tersebut agar bisa bermanfaat untuk kemaslahatan umat, “Kami berharap seluruh warga NU agar ters berpegang pada tujuan tersebut supaya dapat bermanfaat untuk kemaslahatan umat” harap beliau.

Sebagai informasi, kegiatan selapanan rutin MWCNu Reban merupakan program MWCNU Reban yang dilaksanakan setiap Ahad Kliwon, acara diawali dengan Tahtimul Qur’an Bil Ghoib oleh Jam’iyyah Qura’ Wal Huffazh (JQHNU), dilanjutkan dengan Bahtsul Masail oleh Lembaga Bahsul Masail (LBMNU), ditutup dengan Mauidhoh Khasanah oleh Rais Syuriah MWCNU Reban.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Pengurus Harian Syuriah dan Tanfidziah, Banom dan Lembaga MWCNU Kecamatan Reban yakni Muslimat NU, Fatayat NU, Gerakan Pemuda Ansor, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), LBMNU, dan LTMNU.

Pewarta : Anita Alfajr

Kepala MA NU 01 Banyuputih Lepas Siswa untuk Program Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat

0
Kepala MA NU 01 Banyuputih, Mukhsin, secara resmi melepas siswa kelas 12 untuk mengikuti Program Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (P3M) pada Senin (3/2/2025)

Banyuputih, NU Batang
Kepala Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MA NU) 01 Banyuputih, Mukhsin, secara resmi melepas siswa kelas 12 untuk mengikuti Program Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (P3M) pada Senin (3/2/2025) di halaman MA NU 01 Banyuputih. Program ini menjadi agenda wajib bagi siswa kelas 12 sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sebelum mereka menyelesaikan pendidikan di madrasah.

Dalam sambutannya, Mukhsin menegaskan bahwa P3M merupakan bagian penting dalam perjalanan akhir siswa di madrasah dan harus diikuti dengan penuh tanggung jawab.

“Hari Senin ini kalian akan diberangkatkan ke lokasi P3M. Program ini adalah program yang sudah lama kita jalankan sehingga program ini bagian dari akhir kelas 12. Karena itu, program ini bersifat wajib dan harus diikuti. Saya mohon kalian ikuti program ini dengan baik,” ujarnya.

Mukhsin menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai wadah bagi siswa untuk berlatih hidup bermasyarakat dan bersosialisasi dengan baik. Ia juga berpesan agar siswa menjaga nama baik madrasah selama kegiatan berlangsung.

“Program ini kita akan laksanakan selama empat hari di Madrasah Diniyah (Madin) se-Kecamatan Banyuputih. Karena itu, saya pesan pertama, laksanakan dengan baik karena ini program terakhir. Kedua, jaga nama baik sekolah. Karena kalian akan bersikap di masyarakat, jangan sampai kegiatan ini menimbulkan citra yang tidak baik,” tambahnya.

Selain itu, Mukhsin juga meminta kepada para guru pendamping untuk turut serta mengawal dan membimbing siswa dalam menjalankan program ini agar berjalan dengan tertib dan sesuai aturan.

Wakil Kepala Bidang Humas MA NU 01 Banyuputih, Mashfufi, menambahkan bahwa agenda utama hari ini adalah penerjunan langsung siswa ke lokasi pengabdian. Ia juga mengingatkan semua peserta untuk menaati peraturan yang berlaku selama kegiatan berlangsung.

“Kegiatan ini akan dilaksanakan dari tanggal 3 sampai 6 Februari 2025,” ujarnya.

Acara pelepasan P3M ini ditutup dengan pembacaan Surah Al-Fatihah sebagai bentuk doa bersama agar kegiatan berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi siswa maupun masyarakat.

Bantu Korban Banjir Batang, Ansor Batang Galang Donasi Lewat Parade Drumband

0
Aksi Peduli Banjir Batang GP Ansor Kecamatan Batang dengan penampilan parade Drumband Glagar Wisanggeni pada ruas jalan di Kecamatan Batang, Ahad (2/2/2025).

Batang, NU Batang

Dalam upaya membantu korban terdampak Banjir di Kecamatan Batang, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kecamatan Batang  adakan aksi sosial galang donasi lewat parade Drumband Glagar Wisanggeni sepanjang jalan di Kecamatan Batang, Ahad (2/2).

Kegiatan parade yang didukung dan diikuti oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Batang beserta banomnya ini berjalan dari Jalan Ahmad Yani menuju Jalan Ahmad Dahlan melewati Jalan Gajah Mada hingga sampai di Jalan Brigjen Katamso Batang. Walau sempat diguyur hujan, acara parade ini berhasil mengumpulkan uang sejumlah Rp. 2.066.000,- yang didapatkan dari donasi masyarakat.

Koordinator Drumband GP Ansor Kecamatan Batang Waryudi mengatakan bahwa, seluruh personil drumband yag dipimpinnya siap melakukan parade walau hujan deras melanda dari pagi, “Kami sudah siap dari pagi meskipun hujan deras turun di wilayah Batang kegiatan aksi ini harus tetap dijalankan pada hari ini!” tegas Waryudi.

Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Batang Sahabat Haryono mengatakan kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan solidaritas GP Ansor terhadap korban banjir di Kecamatan Batang, “Aksi sosial ini adalah wujud kepedulian dan solidaritas kami kepada para korban terdampak banjir yang melanda wilayah Kecamatan Batang” katanya.

Ia menjelaskan wilayah yang terkena banjir dan disertai lumpur ialah Kelurahan  Karangasem Utara, Kelurahan Proyonanggan Tengah, dan Desa Klidang Lor, ia dan timnya dari Banser Siaga Bencana (Bagana) serta Tim NU Peduli MWCNU Batang berkomitmen untuk selalu siap dalam hal penanganan kebencanaan yang terjadi di wilayah Batang.

“Kami dari Bagana Banser selalu siap siaga dan berkoordinasi dengan Tim NU Peduli MWCNU Kecamatan Batang untuk penanganan tanggap darurat bencana” tegas Haryono.

Dari kegiatan ini, Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Batang KH. Damzun Zaeroni memberikan ucapan erima kasih Kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya Galang Donasi, “Semoga ikhtiar ini bisa meringankan beban para korban terdampak banjir dan bencana, dan semua yang terlibat mendapat pahala dari Allah” harap beliau.

Aksi sosial ini mendapat respon yang positif, di sepanjang jalan yang dilalui banyak warga menyumbang juga merasa senang dan terhibur, nantinya uang donasi akan disalurkan kepada warga yang terdampak bencana melalui NU Care Lazisnu (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sodaqoh Nahdlatul Ulama) Kecamatan Batang.

Pewarta : Anis

Tingkatkan Kualitas Dakwah di Masyarakat, MWCNU Batang Gelar Diklat Khotib, Imam, dan Bilal Sholat Jum’at

0
Upacara pembukaan Diklat Khotib, Imam, dan Bilal Sholat Jum'at MWC NU kecamatan Batang yang bertempat di Aula SMK Bardan Wasalaman Batang, Sabtu (1/2/2025).

Batang, NU Batang

Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Batang gelar kegiatan Diklat Khotib, Imam, dan Bilal Shalat Jumat. yang diselenggarakan di Aula SMK Bardan Wasalaman Batang pada Sabtu (1/2).

Melalui Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) dan Lembaga Takmir Masjid  Nahdlatul Ulama (LTMNU) Kecamatan Batang, acara yang masuk dalam peringatan Harlah NU ke-102 ini diikuti oleh 80 peserta yang merupakan yang berasal dari delegasi Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Se-Kecamatan Batang.

Dengan dipimpin oleh Anggota LDNU Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Jawa Tengah KH. Muhammad Nurul Haq, Lc., M.Pd.I, sebagai narasumber dalam kegiatan, para peserta di-didik untuk menjadi Khatib, Imam, dan Bilal shalat jum’at yang berkualitas yang nantinya akan menerapkan ilmunya ke masyarakat di wilayah Kecamatan Batang.

Pengasuh PPQ Nurul Huda Simbang Al Falah Kulon Pekalongan tersebut menekankan pentingnya kualitas Khatib, Imam, Bilal Shalat Jumat. Beliau memberikan materi tentang tata cara menjadi khotib, imam, dan bilal yang baik dan benar sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Ia juga meminta para peserta untuk membuat teks khutbah sederhana, mempraktikkannya, serta mengikuti sesi tanya jawab untuk memperdalam pemahaman.

Ketua panitia kegiatan Agus Salim, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi para khotib, imam, dan bilal dalam menjalankan tugasnya di masyarakat.

“Diklat ini kami selenggarakan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan ibadah Jumat di Kecamatan Batang” katanya.

Ia menambahkan, sebagai kader Nahdlatul Ulama peting sekali peran Khotib, Imam, dan Bilal Sholat Jum’at yang kompeten dalam berdakwah di masyarakat. “Kami menyadari pentingnya peran khotib, imam, dan bilal dalam memimpin ibadah” ujar Pak Agus sapaan akrab beliau.

“Mereka tidak hanya bertugas secara teknis, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang relevan dengan kondisi masyarakat” tutup Agus Salim.

Sementara itu, Ketua Tanfidziah MWC NU Batang H. Damzun Zaironi berharap agar para peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang mereka dapatkan di masjid yang berada di wilayah masing-masing. “Kami juga berharap kegiatan ini dapat memper-erat ukhuwah islamiyah di antara para kader NU di Kecamatan Batang” kata beliau.

“Semoga ini menjadi langkah awal untuk membentuk kader-kader yang siap mengemban amanah dan berkontribusi positif bagi masyarakat,” lanjut beliau.

Acara ini turut dihadiri oleh Mustasyar MWC NU Batang, Drs. H. Miswadi, M.Pd., Rais Syuriah MWC NU Batang, K. Abdul Rozak yang memberikan sambutan dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.

Pewarta : Adib

Sambut Bulan Sya’ban, Fatayat NU Reban Ziarah ke Makam Walisongo

0
Foto bersama Pengurus Pimpinan Anak Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama Kecamatan Reban yang mengikuti kegiatan Ziarah dan Rekreasi (Zarkasi) ke Demak, Kudus, dan Jepara, Jum'at (31/01/2025)

Reban, NU Batang

Demi menyambut datangnya bulan Sya’ban 1446 H, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (Fatayat NU) Kecamatan Reban laksanakan ziarah ke makam Walisongo yang berada di Kabupaten Demak, Kabupaten Kudus, hingga Kabupaten Jepara,  Jum’at (31/1).

Ada empat makam yang menjadi tujuan dalam kegiatan ini antara lain Makam Sunan Kalijaga (Raden Said) di Kabupaten Demak, Makam Ja’far Shodiq (Sunan Kudus) dan Raden Umar Said (Sunan Muria) di Kabupaten Kudus, hingga Makam Ratu Kalinyamat di Kabupaten Jepara.

Kegiatan yang dinamai Zarkasi (Ziarah dan Rekreasi) ini diikuti oleh 34 pengurus PAC Fatayat NU Kecamatan Reban ini bertujuan untuk mencari barokah dan ridho Allah SWT. dengan melalui wasilah Para Wali Allah diharapkan dapat menjadi refleksi dan sarana meneladani apa yang telah dilakukan oleh para wali dalam menjalankan ibadah kepada Allah SWT.

Ketua PAC Fatayat NU Kecamatan Reban sahabat Puji Umaedah, S.Pd.I mengatakan  bahwa, dengan adanya kegiatan ini diharapkan bisa membangkitkan semangat & motivasi pengurus Fatayat NU dalam berkhidmat pada organisasi, “Dari kegiatan Zarkasi, diharapkan dapat menjadi motivasi kepada pengurus supaya lebih semangat dalam berkhidmat di organisasi Fatayat NU ini” katanya.

Ibu Puji sapaan akrab beliau juga mengatakan, dari kegiatan ini ia mengingatkan bahwa semua makhluk yang hidup pasti akan menemui kematian sehingga perlu adanya peningkatan dalam hal ketaqwaan kepada Tuhan yang maha esa, “Dari kegiatan ziarah ini dapat menjadi pengingat kita terhadap kematian, supaya kita harus meningkatkan ketaqwaan kepada Allah!” tegas beliau.

Selesai berziarah ke makam wali, acara diakhiri dengan mengunjungi destinasi wisata Pantai Kartini yang berada di Desa Bulu, Kecamatan Jepara, Jepara untuk melakukan tadabbur alam sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.

Pewarta : Anita Al-Fajr

Galang Dana Didistribusikan Korban Bencana di Surjo Bawang

0

Bawang, NU Batang

Beberapa wilayah di Kabupaten Batang mengalami bencana alam yang diakibatkan oleh kondisi iklim dengan curah hujan yang meningkat, termasuk di Batang bagian Selatan hingga mengakibatkan terjadinya banjir, tanah longsor bahkan sampai terputusnya akses jalan antar desa dan antar kecamatan. Menyikapi hal demikian masyarakat Batang bahu membahu galang donasi untuk membantu korban bencana.

Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Bawang turut ambil bagian dalam memberikan Bantuan untuk warga terdampak banjir dan longsor di Dukuh Kuripan Desa Surjo, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang. Bantuan tersebut didistribusikan oleh Pengurus NU Care LAZISNU Bawang, Muhammad Adib Khamdan, Asep Awaludin, Maslahah dan jajaran pengurus MWC NU lainnya, diterima secara simbolis oleh Ketua Pimpinan Ranting (PR) NU 01 Desa Surjo, Ustadz Shofiyudin dan disaksikan oleh perwakilan tokoh masyarakat dukuh Kuripan, Wagio dan Ustadz Subkhi, Kamis (23/1/2025).

Bantuan berupa berupa paket sembako yang terdiri dari mie Instan, beras, minyak, telur, pakaian, pampers dan beberpa barang keperluan wanita. Selain itu, diberikan juga uang sebesar Rp. 40.944.000,- (Empat puluh juta sembilan ratus empat puluh empat ribu rupiah). Bantuan yang terkumpul bersumber dari doansi warga masyarakat se-Kecamatan Bawang, baik dikelola oleh instansti pendidikan maupun gerakan galang dana oleh lembaga, badan otonom dan pengurus NU di tingkat ranting se-Kecamatan Bawang.

Ketua NU Care LAZISNU Kecamatan Bawang, Muhammad Adib menyatakan turut prihatin dan menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah yang menimpa warga di Dukuh Kuripan Desa Surjo Kecamatan Bawang. Adib berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan penderitaan yang dirasakan oleh masyarakat, dan membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka meskipun tentu saja belum bisa maksimal.

“Masyarakat harus selalu waspada dengan kondisi yang terjadi saat ini, karena bencana alam bisa terjadi sewaktu-waktu tanpa bisa di prediksi. Tetap semangat untuk bangkit dan melanjutkan hidup, karena dengan semangat gotong royong dan kebersamaan yang kita miliki, insya Allah kondisi akan semakin membaik dan kita akan melewati masa ini bersama-sama”, tambah Adib.

Senada dengan itu, Koordinator Posko Bantuan Dusun Kuripan, Desa Surjo, Wagio mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan oleh seluruh masyarakat di Kecamatan Bawang, terlebih warga NU dikoordininasi secara kolektif oleh NU Care LAZSNU Kec. Bawang.

“Saya mohon kepada seluruh jajaran pengurus dan warga NU di Kecamatan Bawang untuk tak hentinya memberikan do’a, support dan dukungan kepada warga masyarakat dukuh Kuripan, agar kondisi masayarakat Dukuh Kuripan segera pulih dan membaik, baik kondisi mental maupun infrastruktur secara keseluruhan,” pungkasnya.

Pewarta: Sami Edy (Wakil Sekretaris MWC NU Bawang).

Perkuat Tata Kelola Organisasi, PC IPNU & IPPNU Batang Selaraskan PPC dengan PPW

0
Rapat PC IPNU dan IPPNU yang berlangsung pada Rabu, (29/1) di Zieda Garden, Limpung.

Limpung, NU Batang
Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Batang selenggarakan rapat koordinasi guna menyelaraskan Pedoman Peraturan Cabang (PPC) dan Pedoman Peraturan Wilayah (PPW). Kegiatan ini diikuti oleh Badan Pengurus Harian (BPH), yang terdiri dari Wakil Ketua, Wakil Sekretaris, Wakil Bendahara, serta Koordinator Departemen dan Lembaga. Rapat berlangsung pada Rabu, (29/1) di Zieda Garden, Limpung.

Wakil Ketua Departemen Organisasi, Muhammad Murndoko, menuturkan bahwa PPC memiliki peran krusial sebagai pondasi awal organisasi. Ia menjelaskan bahwa PPC berfungsi sebagai aturan hukum yang menjadi kompas dalam menjalankan roda organisasi di tingkat cabang maupun tingkatan di bawahnya.

“Tanpa adanya pedoman yang jelas, peran serta kontribusi kita dalam organisasi hanya bersifat emosional dan kepentingan semata. Akibatnya, disiplin organisasi yang kuat tidak dapat terbentuk, padahal hal itu sangat penting untuk mendorong daya kritis dan menggerakkan seluruh elemen di dalamnya. Oleh karena itu, PPC perlu diterbitkan agar dapat menjadi pedoman yang mempermudah pelaksanaan organisasi di tingkat PAC, PR, maupun PK,” ujarnya.

Ketua PC IPPNU Batang, Ita Qolimatul Ilmiyah, turut menyampaikan bahwa seiring berjalannya waktu dan pergantian kepengurusan, Pimpinan Cabang merasa perlu untuk memperbarui berbagai regulasi dan aturan. Penyempurnaan PPC ini dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai masukan dari BPH PC IPNU-IPPNU Batang, yang juga mewakili setiap Pimpinan Anak Cabang (PAC) di Kabupaten Batang.

“Penyelarasan regulasi ini bertujuan agar seluruh tingkatan organisasi memiliki pedoman yang lebih jelas dan terarah dalam menjalankan tugasnya. Oleh karena itu, dalam rapat ini, kami bersama seluruh BPH membahas serta mempertimbangkan setiap aspek yang diperlukan dalam penyempurnaan PPC,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PC IPNU Batang, Ulinuha, menekankan bahwa tujuan utama dari rapat ini adalah memastikan PPC dapat diterapkan secara efektif dalam satu periode kepengurusan ke depan. Ia berharap regulasi yang disusun dapat mempermudah jalannya organisasi di tingkat PAC, PR, maupun PK.

“Salah satu kebijakan yang akan segera diterapkan adalah uji kelayakan dalam Konferensi PAC serta Rapat Anggota PR/PK. Dengan demikian, esensi dari setiap agenda penting ini dapat tersampaikan dengan lebih baik. Selain itu, Pimpinan Cabang juga akan menyusun rencana strategis bagi lembaga dan badan di dalam organisasi, sehingga setiap kegiatan yang dijalankan memiliki arah yang lebih jelas dan terukur,” tambahnya.

Pewarta : Solekha

Peringati Isra Mi’raj, JQH NU Bawang Gelar Silaturahmi Pecinta Al-Qur’an

0
PRNU Pasusukan Bawang Menyelenggarakan Silaturahmi Pecinta Al-Qur'an

Bawang, NU Batang

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama ( JQH NU) Kecamatan Bawang menyelenggarakan acara triwulan dan Peringatan Isra Mi’raj dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh hafidz-hafidzah di Masjid Baitul Muttaqin Desa Pasusukan, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang Jawa Tengah, Selasa (28/1/2025).

JQH NU merupakan Badan Ototom (Banom) NU yang beranggotakan para qari-qariah, hafiz-hafizah, dan para pecinta Al-Qur’an. Akan tetapi, di kalangan umum masyarakat NU masih asing terhadap Banom tersebut. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua PAC JQH NU, Bawang Kiai Nasikhin sebagai alasan dasar mengelar silaturahmi hafidz hafidzah. Selain membumikan kembali JQHNU, terlebih JQH merupakan kekayaan NU yang perlu dilestarikan karena berkaitan dengan Al Qur’an sebagai petunjuk umat Islam.

“JQH merupakan kekayaan Nahdlatul Ulama yang perlu kita jaga dan lestarikan karena ini berkaitan dengan pedoman umat Islam yaitu Al Qur’an,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris PAC JQH NU Bawang, Khairil Umam menyampaikan bahwa Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD ART) JQH NU merupakan Banom yang sah dan didirikan oleh KH Ahmad Wahid Hasyim pada tahun 15 Januari 1951. Menurutnya, wadah besar ini harus ditingkatan secara eksistensi, salah satunya melalui peringatan Isra’ Mi’raj dan silaturahmi. Di samping itu, juga supaya orang mengenal bahwa di NU ternyata terdapat Banom yang mewadahi para pecinta Al Qur’an.

“Di wadah besar ini harus ditingkatan eksistensi lagi melalui peringatan Isra’ Mi’raj dan silaturahmi, supaya orang mengenal bahwa di NU Ternyata ada Banom yang mewadahi para pecinta Al Qur’an,” ujar Khairil.

Selain itu, Ketua Pimpinan Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Pasusukan, Mahyan Syarif  menyampaikan terimakasih sekaligus mengapresiasi, apalagi acara ini dilaksanakan dengan konsep melantunkan Al Qur’an bukan hanya di satu titik masjid. Desa Pasusukan mempunyai 8 mushala. Menurutnya, perihal ini menjadikan desa ramai dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an.

“Desa Pasusukan menjadi ramai dengan isi Ayat suci Al-Qur’an dalam setiap sudut desa, karena diisi lantunan disemua masjid dan mushala di Desa Pasusukan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, acara silaturahmi dan Peringatan Isra Mi’raj dihadiri oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU), JQH NU Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Batang, hafidz dan hafidzah se-Kecamatan Bawang.

Pewarta: Anif Syariffudin

Editor: Septy Aisah

Masifkan Manajemen Masjid, PCNU Batang Adakan Diklat

0
Diklat Manajemen Masjid LTM PCNU Batang di SMA Wahid Hasyim Tersono

Tersono, NU Batang

Lembaga Takmir Masjid (LTM) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Batang gelar kegiatan Diklat Manajemen Masjid. Kegiatan dengan peserta dari 15 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) se-Kabupaten Batang, masing-masing mendelegasikan tiga orang, yakni Wakil Ketua Bidang Keagamaan MWC NU, Ketua dan Sekretaris LTM MWC NU, bertempat di Sekolah Menengah Atas (SMA) Wahid Hasyim Tersono, Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada Rabu (29/1/2025).

Materi dalam Diklat Manajemen Masjid LTM PCNU Batang diantaranya, kebijakan aturan pengolaan masjid disampaikan oleh Wakil Ketua Bidang Keagamaan PCNU Batang, H Sodikin; manajemen masjid oleh Ketua LTM PCNU Batang, H Munif; dan administrasi pengelolaan masjid diterangkan oleh Sekretaris LTM PCNU Batang, Akhmad Farikhin.

Ketua Tanfidzyah PCNU Batang, Ahmad Munir Malik menyampaikan, kegiatan ini bertujuan memberikan bekal kepada seluruh pengurus LTM MWC NU se-Kabupaten Batang, dalam pengelolaan Masjid dengan baik, sesuai regulasi yang terdapat di Peraturan Direktur Jenderal (Perdirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Nomor 802 Tahun 2014.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bekal kepada seluruh pengurus LTM MWCNU dalam pengelolaan Masjid dengan baik, sesuai regulasi yang ada Perdirnen Bimas No. 802 Tahun 2014,” jelas Munir.

Selain itu, ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut pendataan masjid dan mushala NU dalam upaya pengamanan aset, berupa tempat ibadah yang dimiliki oleh NU. Hal itu dilakukan guna menghindari sengketa, supaya tidak terdapat sangketa aset kembali.

“Kegiatan ini kedepan adalah menindaklanjuti dengan pendataan masjid dan mushala yang dimiliki oleh NU, dalam upaya pengamanan aset, berupa tempat ibadah yang dimiliki NU, sehingga kedepan tidak ada sengketa, seperti banyak terjadi akhir ini,” ujar Munir.

Selanjutnya, Munir berharap setelah diadakan diklat manajemen masjid secara masif oleh LTM MWC NU se-Kabupaten Batang, dapat menindaklanjuti pendataan masjid dan mushala NU serta sosialisasi tentang bagaimana pengelolaan masjid sesuai regulasi, mengingat mayoritas masjid di Batang belum mempunyai struktur takmir secara jelas.

“Harapan setelah mengikuti kegiatan ini, secara masif LTM MWC NU se-Kabupaten Batang menindaklanjuti dengan pendataan masjid dan mushala NU dan sosialisasi tentang bagaimana pengelolaan masjid sesuai dengan regulasi, karena mayoritas masjid di Batang struktur takmirnya masih belum sesuai,” ujarnya.