Kamis, April 9, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 24

PAC IPNU IPPNU Bandar Paparkan Program Kerja kepada Pimpinan Ranting dan Komisariat

0
Rapat Pimpinan Anak Cabang IPNU dan IPPNU Kecamatan Bandar

Bandar, NU Batang
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Bandar memaparkan program kerja selama satu periode ke depan kepada Pimpinan Ranting dan Pimpinan Komisariat (PK) pada Ahad (8/12/2024).

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Pimpinan Anak Cabang (RAPIMANCAB) di Desa Wonodadi, Kecamatan Bandar. Ketua PAC IPNU Kecamatan Bandar, Slamet menjelaskan bahwa RAPIMANCAB ini menjadi wadah bagi PAC untuk menyampaikan agenda kerja kepada Pimpinan Komisariat dan Pimpinan Ranting.

“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai media penyampaian program kerja dari PAC IPNU dan IPPNU Kecamatan Bandar ke Pimpinan Komisariat (PK) maupun Ranting agar dari PK maupun Ranting tahu dan bisa berpartisipasi dalam menyukseskan agenda maupun program kerja dari PAC, dan dari ranting pun bisa mengusulkan pendapat ataupun harapannya,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, setiap departemen dari Badan Pengurus Harian (BPH) memaparkan program kerja yang telah dirancang. Beberapa program besar menjadi fokus utama pembahasan, seperti Latihan Kader Muda (Lakmud), Diklatama, Konfercab, Porseni, dan Serasi. Program-program ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas kader dan memperkuat keberlanjutan organisasi.

Dalam diskusi, Slamet memberikan tanggapan dan menjelaskan mekanisme pelaksanaan program-program tersebut, termasuk memberikan opsi lokasi kegiatan. Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Kaderisasi Abdi, memaparkan rencana pelaksanaan Makesta yang direncanakan untuk melibatkan peran aktif Pimpinan Ranting.

Setiap ranting juga diberikan kesempatan untuk mengajukan diri menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan kegiatan besar tersebut. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan rasa memiliki dan kontribusi dari masing-masing ranting dalam mendukung agenda PAC.

“Kami berharap dari terlaksananya kegiatan ini, Pimpinan Ranting maupun PK dapat ikut andil serta berkontribusi dalam menyukseskan agenda ataupun program kerja dari PAC, karena banyak program kerja besar yang akan berlangsung di PK maupun Ranting,” pungkas Slamet.

 

Pewarta: Lintang Fitriana
Editor: Muhammad Asrofi

PCNU Batang Ajak Warga Ciptakan Suasana Damai dan Nyaman di Pilkada 2024

0
Ketua PCNU Batang A. Munir Malik (kiri) bersama sekretaris Nur Topan (kanan).

NU Batang, Batang.

Memasuki masa tenang tahapan Pilkada Serentak 2024, Ketua PCNU Batang Ahmad Munir Malik menghimbau kepada warga Nahdliyyin khususnya dan warga masyarakat Batang umumnya untuk tetap menjaga kedamaian dan kenyamanan di dalam menjalankan proses berdemokrasi.

“Pemilihan Bupati-Wakil Bupati Batang dan Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Tengah pada tanggal 27 November 2024 nanti adalah momentum rakyat menentukan pemimpinnya. Gunakan hak pilih dengan penuh tanggungjawab dengan tetap meneguhkan niat yang baik demi masa depan yang lebih baik dan mencari ridho Allah SWT,”demikian pinta Ketua PCNU Batang.

Selanjutnya Munir menyatakan bahwa fenomena yang muncul tentang kesadaran sebagian masyarakat di dalam berpolitik yang lebih didominasi oleh tendensi irasional karena iming-iming material, tidak terelakkan masih mewarnai pesta demokrasi saat ini.

“Ini jelas bukan demokrasi terbaik yang dicita-citakan pendiri republik. Akan tetapi, seburuk apapun kondisi demokrasi saat ini, setiap warga negara yang baik harus menggunakan hak pilihnya seraya ikut menjaga suasana yang kondusif. Bagi masyarakat yang sadar bahwa satu suara akan sangat berharga bagi nasib masyarakat 5 tahun ke depan, tentu akan menggunakan hak pilihnya secara ikhlas dan bertanggungjawab. Sebagaiman kaidah fiqh; Ma la yudroku kulluh la yutroku kulluh, sesuatu yang belum dapat dilakukan secara ideal seluruhnya maka jangan ditinggalkan semuanya”, jelasnya.

Oleh karena itu, pastikan niat yang baik di dalam berpartisipasi politik dengan tujuan utama menentukan pemimpin yang mampu membawa kemaslahatan.

Semoga Allah swt meridhoi ijtihad politik warga masyarakat Batang di dalam menentukan pemimpin masa depan Batang, yang memahami pentingnya komitmen mewujudkan segala upaya untuk memuliakan umat/rakyat.

Sebagaimana kaidah fiqh  yang menyatakan: “Tasharruful imam ‘alar ra’iyyah manuthun bil maslahah: Kebijakan pemimpin harus berorientasi kepada kemaslahatan rakyatnya,” demikian tegas Munir Malik.

 

GKMNU Batang Didik IPNU dan IPPNU untuk Menjadi Kader Keluarga Maslahat

0
Satgas GKMNU Batang tengah memberikan materi Keluarga Maslahat kepada para peserta IPNU & IPPNU

NU Batang, Batang

Satuan Tugas Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (SATGAS GKMNU) bersama Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Islam Negeri KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan memberikan materi di acara Training of Fasilitator (ToF) Keluarga Maslahat kepada kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Batang.

Acara yang berlangsung selama dua hari (23-24/11) itu diselenggarakan sebagai upaya membangun Indonesia maju lewat perspektif keluarga. Ketua Tim PkM, Dr. Ali Muhtarom, M.H.I mengatakan, Keluarga merupakan  satuan hidup masyarakat yang memiliki fungsi amat vital dan strategis dalam mewujudkan tatanan sosial masyarakat yang ideal, dan keluarga merupakan unit terkecil yang mempunyai peran yang sangat besar. Ia berpendapat bahwa ketidakserasian hubungan dalam keluarga dapat berdampak negative di masyarakat.

“Keluarga yang tidak serasi, sangat besar kemungkinan anggota keluarganya menjadi parasit bagi masyarakat” tuturnya.

Acara yang berlangsung di Aula Pascasarjana UIN Gusdur tersebut diikuti oleh perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU dan IPPNU Se-Kabupaten Batang. H. Suwandi selaku Satgas GKMNU mengatakan, bahwa pemahaman keluarga masalahat bagi generasi muda seperti IPNU dan IPPNU ini sangat penting, karena dari mereka akan lahir kader-kader hebat. Kang Wandi sapaan akrab beliau menjelaskan kepada kader IPNU dan IPPNU tentang konsep dasar keluarga maslahat, orientasi berkeluarga hingga realitas di lapangan.

Kegiatan ToF ini merupakan rangkaian program kerja PkM yang dilaksanakan selama beberapa bulan ini. Mulai dari Focus Group Disscussion (FGD) dalam rangka memetakan Sumber Daya Manusia (SDM), analisis problem di lapangan dan merencanakan materi modul ToF Keluarga Masalahat Anti Kenakalan Remaja dan Anti Bulliying.

Selain itu, ToF ini adalah sarana membekali kader IPNU dan IPPNU Batang untuk turut serta dalam menanggulangi kenakalan remaja dan bullying yang terjadi khususnya di wilayah kabupaten Batang, sekaligus memberikan wawasan kepada mereka tentang keluarga maslahat. Harapannya, pasca kegiatan ToF ini akan ada tindak lanjut berupa sosialisasi dan pendampingan penyuluhan ke sekolah-sekolah dan lingkungan sekitar tentang kenakalan remaja, dan bulliying.

Hadir dalam kegiatan ini, tim PkM Dr. Ali Muhtarom, M.H.I, Khafid Abadi, M.H.I, Qurrata A’yun, M.H., Miqdam Y.A., M.Ag. dan Narasumber Ibu Cintami Farmawati, M.Psi., Nadhifatuz Zulfa, M.Pd., H. Suwandi Satgas GKMNU Kabupaten Batang.

Ketua PCNU Batang Lantik Pengurus Lembaga MWC NU Bandar

0
Suasana Pelantikan Pengurus Lembaga MWC NU Bandar. Foto: istimewa

Bandar, NU Batang
Dalam suasana penuh khidmat, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Batang, Kiai Ahmad Munir Malik, secara resmi melantik pengurus baru lembaga-lembaga di bawah naungan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Bandar (13/11/2024).

Acara pelantikan yang berlangsung di Jaya Bersama Motor Bandar ini dihadiri oleh para tokoh masyarakat, alim ulama, serta perwakilan organisasi NU dari berbagai wilayah di Kabupaten Batang.

Dalam sambutannya, Kiai Ahmad Munir Malik menyampaikan pentingnya pelantikan ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat organisasi di tingkat kecamatan. Ia juga menekankan perlunya penguatan kaderisasi untuk menjaga keberlanjutan Nahdlatul Ulama di masa mendatang.

“Kaderisasi adalah kunci utama untuk memastikan keberlangsungan NU. Kita juga harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk memanfaatkan teknologi informasi untuk memperluas jangkauan dakwah dan meningkatkan efektivitas organisasi,” ujar Kiai Ahmad Munir Malik.

MWC NU Bandar telah mempersiapkan berbagai program unggulan untuk meningkatkan kualitas kader, mulai dari pelatihan keagamaan, kepemimpinan, hingga pengembangan kewirausahaan. Ketua MWC NU Bandar yang baru dilantik, KH. Nur Hamid, menyatakan komitmennya untuk mencetak kader yang tidak hanya kuat secara spiritual tetapi juga tangguh secara profesional.

“Kami ingin kader NU memiliki keseimbangan antara ilmu agama dan keterampilan hidup, sehingga mereka mampu berkontribusi nyata dalam masyarakat,” tutur KH. Nur Hamid.

Adapun lembaga-lembaga di bawah MWC NU Bandar yang dilantik pengurus barunya mencakup Lembaga Pendidikan Ma’arif dan Lembaga Takmir Masjid.

Pelantikan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan diskusi untuk merumuskan langkah-langkah strategis ke depan. Melalui sinergi yang kuat antara PCNU dan MWC NU, diharapkan program-program kerja yang dirancang dapat berjalan optimal dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

Pewarta: Amnu, Sinta
Editor: M. Asrofi

Lesbumi PCNU Batang Ikut Mensukseskan Festival Drama Pelajar Se-Kabupaten Batang

0
KH Ahmad Munir Malik Ketua PCNU Batang (tengah) bersama pengurus Lesbumi. foto:istimewa

Batang, NU Batang
Lembaga Seni dan Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang ikut mendukung dan berpartisaipasi dalam acara Festival Drama Pelajar (FDP) Se-Kabupaten Batang yang di selenggarakan oleh Forum Teater Batang di Ballroom Hotel Dewi Ratih tanggal 11 hingga 15 November 2024.

Hal itu dilakukan sebagai wujud nyata dukungan lesbumi sebagai sebuah leumbaga NU yang mewadahi para seniman dan budayawan yang tentunya tidak hanya bergerak dalam bidang seni tradisional dan keagamaan saja akan tetapi juga dalam seni peran moderen, sebagaimana yang disampaikan oleh Yohan selaku ketua Lesbumi Batang.

“Kami ingin Lesbumi hadir dan berperan aktif dalam semua kegiatan seni yang ada di Kabupaten Batang baik yang sifatnya tradisional, keagamaan dan juga seni modern seperti acara festival Drama pelajar ini,” katanya

Dari beberapa Peserta yang mengikuti festival ini juga diikuti dari madrasah yang berada dibawah Lembaga Pendidikan Ma’arif NU.
“Terlebih para peserta yang mengikuti kegiatan ini banyak sekolah yang berada di bawah naungan LP Ma’arif NU, jadi sekaligus memantau para bibit seniman pelajar NU,” ucap Yohan.

“Pada acara tahun ini kami mengisi stand yang telah disediakan oleh panitia dengan memamerkan beberapa karya seni kreatif karya seniman yang ada di wilayah kabupaten batang, harapan saya kedepan lesbumi bisa lebih berperan aktif dan bisa mengadakan festival seni yang diselenggrakan oleh lesbumi sendiri,” imbuhnya.

Sementara itu acara FDP ini sebagai wujud kepedulian para pegiat teater yang ada di kabupaten batang terhadap seni peran yang diharapkan melalui acara ini bisa dijadikan sebgai pembentukan karakter para pelajar memlalui seni peran, hal itu disampaikan oleh ketua panitia Fuad dalam sambutanya.

“Acara ini terselenggara dari kepedulian dan kecintaan para pegiatan seni peran yang ada di kabupaten batang yang diharapkan selain sebagai wadah berekspresi dan berkarya para seniman juga sebagai Langkah pendidikan karakter para pelajar khusunya memalaui bidang seni” katanya.

Festival drama pelajar tahun 2024 ini di ikuti oleh 19 pegiat teater dari tingkat SLTP dan SLTA dan memperebutkan berbagai kategori kejauraan yang telah disediakan oleh panitia.

Pewarta: Yuhan
Editor: M. Asrofi

Gaet Generasi Muda, Pelajar NU Subah Kenalkan Program Kerja Lewat Selapanan

0

Subah, NU Batang

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kecamatan Subah mengadakan acara Ta’aruf sekaligus pembukaan kegiatan Selapanan di Gedung MWC NU Subah. Acara ini dihadiri oleh para pengurus PAC, anggota ranting, serta anggota komisariat dari seluruh kecamatan Subah.

Ketua Mandataris IPPNU, Erma Safitri, menjelaskan bahwa kegiatan Ta’aruf ini bertujuan untuk memberikan wawasan mengenai program kerja yang akan dijalankan ke depannya.

“Tujuan dari kegiatan ini guna menyampaikan gambaran atau wawasan program kerja yang akan dilakukan ke depannya,” terangnya saat di temui di Gedung MWC NU Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Sabtu (10/11/2024).

Sementara itu, Ketua Mandataris IPNU, Ahmad Fathurrohman, menegaskan pentingnya aspirasi dari seluruh anggota dalam mendukung jalannya kegiatan PAC.

“Bahwasannya seluruh anggota menyiapkan aspirasinya guna jalannya kegiatan PAC untuk kedepannya,” tegasnya.

Rakor NU Kabupaten Batang: Sinergi Lembaga untuk Pengamanan dan Standarisasi Aset Keagamaan

0

Limpung, NU Batang

Sebagai upaya untuk membangun sinergi antara tiga lembaga penting di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU): Lembaga Takmir Masjid (LTM), Lembaga Wakaf dan Pertanahan (LWP), serta Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang menggelar Rapat Koordinasi (rakor) yang diinisiasi oleh Ketua Tanfidziyah PCNU, KH Ahmad Munir Malik. Rakor ini bertempat di Gedung SMK Ma’arif NU 01 Limpung yang berlangsung pada Jum’at, (08/11/2024) kemarin.

Saat ditemui tim media NU Batang, Bapak Ahmad Farihin selaku sekretaris Lembaga Takmir Masjid (LTM) PCNU Batang menjelaskan bahwa inisiatif ini diperlukan mengingat adanya tantangan terkait degradasi akhlak yang dihadapi masyarakat Indonesia, terutama dari pihak-pihak yang berupaya mengikis peran NU dalam mempertahankan keutuhan NKRI. Fokus utama LTM adalah melakukan pendataan masjid dan mushola, serta menerbitkan sertifikat kepemilikan (syahadah) untuk aset-aset tersebut. Sertifikasi ini diharapkan tidak hanya untuk kepentingan administratif, tetapi juga sebagai langkah pengamanan yang serius atas aset-aset NU.

”Target kita nanti, kalau di LTM khususnya ya, dari sekitar empat ribu lebih masjid dan mushola yang ada di Kabupaten Batang itu ter-syahadah semuanya dalam kurun waktu lima tahun ke depan sampai di tahun 2029. Kemudian juga kaitan dengan masjid juga nanti kita seragamkan kaitan dengan kepengurusannya karena, sekarang masjid itu bukan yang sekadar masjid tempat ibadah, tetapi juga bisa untuk diisi dari sisi kebudayaan, kemudian kesenian, ekonomi, bisa syiar-syiar keagamaan dan yang lain,” jelasnya.

Selain LTM, LWP juga memiliki peran vital dalam memastikan legalitas tanah-tanah yang digunakan untuk masjid, mushola, maupun tempat pendidikan NU agar statusnya dapat dilindungi sebagai wakaf. LWP berkomitmen untuk melakukan sertifikasi wakaf yang dapat menjaga aset ini di bawah kepemilikan NU secara legal.

“Kemudian tidak kalah pentingnya juga kaitan dengan LWP (Lembaga Wakaf) itu nanti kaitan dengan posisi keamanan tanah dari aset NU itu (masjid, mushola) bahkan mungkin nanti dari RMI-nya yang menyisir di madrasah diniyah-nya, tempat-tempat pendidikan non-formal yang kita miliki. Sehingga dari sisi LWP (Lembaga Wakaf) ini nanti kaitan dengan pengamanan asetnya. Jadi itu sinergi antara tiga lembaga dan kenapa hari ini harus bertemu,” tambah Bapak Ahmad Farihin selaku sekretaris LTM PCNU Batang.

Di samping itu, Ketua MWCNU Gringsing, Bapak Ahmad Muslih menanggapi terkait pentingnya sinergi antara Pengurus Cabang, MWC, hingga Pengurus Ranting, serta menyatakan harapannya agar kegiatan rakor ini dapat memacu kembali semangat para anggota MWC untuk bergerak bersama. Ia menyoroti tantangan yang dihadapi di tingkat bawah, terutama terkait status hukum lembaga-lembaga keagamaan seperti TPQ dan madrasah diniyah yang sulit mendapatkan badan hukum resmi karena aturan pemerintah.

Dengan adanya syahadah atau pengganti badan hukum dari NU, keberadaan lembaga-lembaga ini akan lebih diakui oleh pemerintah. “Harapannya tentu dari lembaga-lembaga yang dilibatkan ini tentunya kita akan bergerak bersama-sama, karena teman-teman yang ada di bawah, yang punya lembaga keagamaan itu sampai saat ini belum punya badan hukum, agak sulit untuk berbadan hukum lewat kemenkumham, karena adanya aturan peraturan menteri agama no. 19, itu yang mengatur terkait dengan perkumpulan keagamaan, jadi harus seizin menteri agama, ini kan menyulitkan kita.

Nah, jika apa yang dirumuskan hari ini bisa maksimal nanti InshaAllah dengan menerbitkan syahadah pengganti badan hukum yang akan memudahkan teman-teman yang di bawah untuk legal formal keberadaan lembaga itu diakui oleh pemerintah,” tuturnya.

Sementara itu, KH Ahmad Munir Malik, Ketua PCNU Kabupaten Batang, berharap rakor ini dapat memperkuat kesatuan dan solidaritas seluruh pengurus MWC se-Kabupaten Batang. Ia juga berpesan agar seluruh jajaran kepengurusan, baik di tingkat cabang, MWC, maupun ranting, mampu bergerak aktif dan melayani umat dengan penuh kesungguhan. “Tagline kita, ‘Bergerak Memuliakan Umat,’ bukan sekadar slogan, tapi harus terwujud nyata di lapangan,” ujar KH Munir Malik.

Rakor ini diharapkan mampu memperkuat fondasi NU di Kabupaten Batang dalam menjaga aset-aset keagamaan serta mengembangkan manajemen masjid yang lebih baik dan inklusif, sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal oleh umat.

Pewarta : Yuni, Nurul, Unun, Inna

Peduli Potensi Ranting, PCNU Batang Fasilitasi Pelatihan Pembuatan Minuman Herbal

0
Foto bersama antara instruktur dengan peserta Pelatihan Pembuatan Minuman Herbal PCNU Batang di Desa Kemiri Barat, Subah.

Subah, NU Batang.
Bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang Jawa Tengah, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang Adakan Pelatihan Pembuatan Minuman Herbal untuk Ibu-ibu di Desa Kemiri Barat, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang.

Pelatihan dilaksanakan di MA Darussalam Kemiri Barat dan diikuti oleh 16 peserta yang berasal dari perwakilan Fatayat dan Muslimat Desa Kemiri Barat Kecamatan Subah. Pelatihan ini dijadwalkan sejak 25 Oktober 2024 sampai dengan 16 November 2024 mendatang.

Kiai Ahmad Munir Malik, Ketua PCNU Batang menjelaskan bahwa diadakannya pelatihan minuman herbal di desa Kemiri Barat dilatarbelakangi karena posisi strategis Kemiri Barat menjadi ring satu Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) untuk pengembangan potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) warga. Selain itu, Pemerintahan Desa melalui Kepala Desa sangat mendukung agenda pemberdayaan Ranting NU melalui kader-kader Badan Otonom (Banom) NU yang ada.

Selain di Kemiri Barat, Kiai Munir mengatakan bahwa sebelumnya PCNU juga telah mengadakan Pelatihan Olah Sampah yang diselenggarakan di Desa Jlamprang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang. Menurutnya, Pelatihan seperti ini merupakan bagian dari Piloting Program Pemberdayaan Ranting yang sedang digencarkan oleh PCNU Batang.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD-Pontren) Kementrian Agama Kabupaten Batang itu juga berharap, setelah selesai pelatihan nanti, dapat ditindaklanjuti dengan agenda-agenda pemberdayaan dan pengembangan ekonomi lokal di berbagai sektor potensi desa lainnya sesuai dengan yang ada di ranting setempat. Selain itu, agenda Pemberdayaan Ranting NU ini dapat berjalan di semua ranting yang ada, sesuai potensi lokal masing-masing.

“Meskipun butuh waktu, saya yakin agenda Pemberdayaan akan dapat terwujud dengan ikhtiar yang sungguh-sungguh dan komitmen kuat para pengurus NU dan Banom di semua tingkatan di Kabupaten Batang”, tegas Kiai Munir.

Pelatihan dan program pemberdayaan warga memiliki tujuan jangka panjang agar semua NU Ranting beserta semua Banomnya benar-benar menjalankan agenda jam’iyah memuliakan umat, sebagaimana program-program yang telah diputuskan melalui Forum-forum permusyawaratan seperti Konfercab, Muskercab, Konferwacab, Muswacab, Musran, maupun permusyawaratan Banom seperti Konfercab, Konferancab dan Rapat Anggota Banom yang ada.

Pelatihan yang diberi nama Tailor Made Training oleh BBPVP Semarang ini berisi tentang pemberian edukasi dan ketrampilan kepada peserta dalam memanfaatkan rempah-rempah lokal menjadi minuman herbal yang berkhasiat dan bernilai jual tinggi, acara terbagi menjadi dua sesi.

Sesi yang pertama adalah pemaparan materi pembuatan minuman herbal yang disampaikan oleh Ibu Ana Mustafidha selaku Instruktur, sekaligus Produsen minuman herbal. Setelah peserta dirasa sudah cukup paham, para peserta masuk ke dalam sesi kedua, yaitu praktik pembuatan minuman herbal. Dimulai praktik pemilahan rempah-rempah yang segar, penghalusan rempah-rempah, proses ekstrak dengan gula, hingga tahap akhir pengemasan.

Proses Praktik Pembuatan Minuman Herbal oleh Peserta Pelatihan

Pada saat sesi kedua, para peserta terlihat sangat antusias dalam mencoba memproduksi minuman herbal. Ibu Winarsih salah satu peserta pelatihan mengatakan, selain dapat bersilaturahmi dengan sesamanya, ia juga mendapat ilmu yang bermanfaat.
“Saya sangat senang mengikuti kegiatan pelatihan minuman herbal. Selain dapat berkumpul dan bersilahturahmi dengan sesama Ibu-ibu, dari kegiatan ini saya jadi mengerti terkait proses pembuatan minuman herbal yang praktis dan mudah”, tutur anggota Muslimat NU Ranting Desa Kemiri Barat tersebut.

Ibu Ana salah satu peserta pelatihan juga mengatakan selama mengikuti Program Pelatihan ini, ia mendapat wawasan baru dan ide peluang usaha yang mudah dan praktis dibidang minuman herbal,
“Minuman herbal serbuk dalam kemasan dapat menjadi satu alternatif produk yang praktis dan efisien karena mudah cara membuatnya, sehingga hal ini dapat menjadi peluang usaha rumahan dan dapat dipasarkan secara online” tutur Ibu Ana anggota Fatayat NU Desa Kemiri Barat.

Para peserta pelatihan 23 hari tersebut juga berharap lebih banyak lagi program pelatihan yang serupa yang dapat melatih skill khususnya Ibu-ibu di Desa Kemiri Barat
“Semoga ke depan ada kegiatan follow up dan dapat menjadi penghasilan tambahan untuk para Ibu-ibu di Desa Kemiri Barat” harap Ummul, salah satu peserta pelatihan.

Pewarta : Hikmah Lita 

Ramaikan Peringatan Hari Santri Nasional, MWC NU Kecamatan Batang Adakan Pengajian Akbar

0

Batang, NU Batang.

Peringati Hari Santri Nasional (HSN) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Batang gelar acara Pengajian Akbar Santri sebagai wadah silaturahmi antar santri se-Kecamatan Batang.

Acara yang digelar di ruas Jalan Dr. Cipto, Kelurahan Proyonanggan Tengah, Batang pada Jum’at malam (1/11) ini berlangsung ramai dan meriah, dengan diikuti oleh para santri dari seluruh Pondok Pesantren yang berada di wilayah Kecamatan Batang, serta Pengurus NU Ranting se Kecamatan Batang  beserta badan otonomnya.

Turut hadir Rois Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang, KH. Muhammad Lutfi dalam acara yang memberikan tanggapan yang positif terkait diadakannya acara Pengajian Akbar dalam memperingati HSN pada tahun 2024 ini, menurut beliau acara demikian adalah bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.

“Pengajian akbar ini merupakan bentuk syukur kita atas nikmat yang Allah SWT berikan. Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari acara ini dan terus semangat dalam berjuang,” ujar Abah Luthfi, sapaan hangat beliau.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Inaaroh Kecamatan Wonotunggal tersebut menyampaikan selain sebagai wadah silaturahmi antar santri, juga sebagai momentum memperkuat kesatuan dan persatuan bangsa.

“Acara pengajian akbar ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antar sesama warga Nahdliyin, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan dan persatuan dalam membangun bangsa” ujarnya.

Dengan tema “Mengembangkan Juang Merengkuh Masa Depan”, Acara diisi oleh Gus Reza Ahmad Zahid seorang Pengasuh dari Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri. Menurut Gus Reza dalam tausiyahnya, seorang santri tidak hanya fokus ngaji dan belajar ilmu ilmu agama saja, namun juga harus menjadi pelopor perubahan.

“Santri harus jadi pelopor, pelopor perubahan” tegas beliau.

Beliau mengajak seluruh hadirin, khususnya para santri, untuk terus mengasah potensi diri dan menjadi generasi emas yang mampu menjawab tantangan zaman.

“Santri tidak hanya dituntut untuk menguasai ilmu agama, tetapi juga ilmu pengetahuan lainnya. Kombinasi antara ilmu agama dan ilmu umum akan melahirkan generasi yang berakhlak mulia, cerdas, dan inovatif” ujar beliau.

Lebih lanjut, Gus Reza juga menekankan pentingnya bagi santri untuk aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. “Santri harus menjadi pelopor perubahan di tengah masyarakat. Dengan ilmu dan semangat yang dimiliki, santri dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa,” imbuhnya.

Turut meriahkan acara dengan penampilan hadrah dan shalawat yang dibawakan oleh grup Az – Zahra dan Al – Hijaz. Suasana semakin semarak dengan adanya bazar buku dan makanan yang menyediakan berbagai macam pilihan.

Pewarta : Amnu

Tangkal Kenakalan Remaja dan Edukasi Positif Lewat Makesta IPNU & IPPNU Gringsing

0
Peserta dan Tamu Undangan MAkesta Zona Barat PAC IPNU & IPPNU Kecamatan Gringsing

Gringsing, NU Batang.

Sebagai wadah edukasi cegah kenakalan remaja, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Gringsing gelar Makesta

Kegiatan dengan nama Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) di zona barat Kecamatan Gringsing itu diikuti lima ranting IPNU dan IPPNU berlangsung di Desa Ketanggan pada sabtu sampai dengan ahad (26-27/10). Kegiatan yang diikuti oleh 42 peserta bagian dari pembukaan Bulan Kaderisasi, PAC IPNU dan IPPNU Kecamatan Gringsing berharap dengan adanya Makesta ini dapat memperkuat kecintaan pelajar pada NU serta semangat berorganisasi sejak dini.

Ketua IPPNU PAC Kecamatan Gringsing, Nada Nabila menjelaskan bahwa IPNU IPPNU memiliki peran strategis dalam mencegah kenakalan remaja. “IPNU IPPNU bisa menjadi wadah bagi remaja untuk menyalurkan energi positif mereka dari pada ikut gangster-gangster-an”, ujar Nabila.

IPNU IPPNU tidak hanya fokus pada pencegahan kenakalan remaja, tetapi juga berperan dalam membentuk generasi penerus NU yang militan dan loyal. “Kami ingin mencetak kader NU yang memahami ajaran Aswaja An-Nahdliyah dan siap melanjutkan perjuangan NU”, tegas Nabila.

Ketua Panitia Kegiatan, Mukhairudin, menyampaikan kepuasan dan apresiasinya terhadap capaian Makesta. “Target awal kami hanya 30 peserta, tapi alhamdulillah mencapai 42 peserta. Ini menunjukkan antusiasme tinggi dari pelajar NU di sini”, ujarnya.

Mukhairudin melihat dukungan dari Banom NU sangatlah penting. “Ranting-ranting NU dari Kutosari, Plelen, Sawangan 01, Sawangan 02, dan Ketanggan memberikan banyak support. Ini membuat kami lebih termotivasi menjalankan acara dengan optimal”, jelasnya.

Kegiatan Makesta Zona Barat Gringsing bukan sekadar ajang pertemuan peserta antar ranting, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan Nahdlatul Ulama. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat lahir generasi muda NU yang memiliki kompetensi, integritas, dan komitmen yang tinggi terhadap organisasi dan bangsa.

Para peserta Makesta menyadari bahwa tantangan yang dihadapi oleh generasi muda saat ini semakin kompleks. Oleh karena itu, mereka berkomitmen untuk terus belajar dan mengembangkan diri, serta mengajak teman-temannya untuk ikut terlibat dalam berbagai kegiatan positif yang diselenggarakan oleh NU.

Pewarta : Wafiqul Huda