Minggu, April 12, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 59

Rois Syuriah NU Batang KH Abdul Manaf, Resmikan Toko Lintang 9

1

Keluarga besar Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdatul Ulama (NU) Kecamatan Tersono mendirikan sebuah Toko Retail dengan nama Lintang 9 yang terletak di sebelah selatan Jalan Raya Pujut – Tersono. Toko ini secara resmi dibuka oleh KH Abdul Manaf Rois Syuriah Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang, pada Rabu (10/2).

Toko Lintang 9 ini didirikan dengan saham bersama, yaitu dari NU Ranting Pujut saham sebesar 51 persen, Banom NU dan perorangan warga NU 49 persen.

KH Abdul Manaf saat sambutan di atas panggung.

KH Abdul Manaf dalam sambutannya berharap Lintang 9 menjadi contoh nyata kemampuan warga NU dalam mengelola sebuah usaha ekonomi secara bersama-sama. Ia mengatakan bahwa selama ini sudah banyak bidang ekonomi dikuasai oleh orang NU tetapi semua itu bersifat pribadi atau perorangan.

Toko Retail ini diharapkan mampu melayani kebutuhan warga lokal, kemudian sebagian keuntungan akan kembali kepada warga lokal tersebut.

“Toko ini sahamnya dari warga NU. Artinya, berdirinya toko ini adalah karena adanya kepercayaan yang besar dari warga NU terhadap Pengurus NU yang sekaligus sebagai pemegang manajemen toko ini,” ujar Miftahul Munir Manajer Toko Lintang 9.

Ia optimis sambil berharap toko kerakyatan semacam ini dapat berkembang dan mampu mengerem lajunya minimarket-minimarket yang keuntungannya tidak kembali ke masyarakat lokal.

“Toko ini dari warga, milik warga dan untuk warga,” pungkasnya.

Tampak hadir dalam peresmian toko ini: Makmun Ketua Tanfidziyah, KH Sohibul Anwar Rois Syuriah serta Banom MWC NU Tersono

Pewarta : AS Shidqon

Editor : Asrofi

NU Kandeman: Harlah ke-16 LAZISNU, Salurkan Bantuan Alat Bantu Dengar

0

Pengurus NU-Care Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sadaqah Nahdatul Ulama (LAZISNU) Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdatul Ulama (NU) Kecamatan Kandeman, melaksanakan kegiatan penyaluran alat bantu dengar kepada puluhan masyarakat di Pondok Pesantren (PP) Darul Ulum Desa Tragung, Selasa (09/2/21).

Kegiatan yang digelar untuk memperingati Harlah ke-16 LAZISNU itu dihadiri KH. Maulana Zainul Iroqi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Batang dan Pengasuh PP. Darul Ulum, H.A Zahro Ketua MWC NU Kandeman,  Pengurus NU-Care LAZISNU MWC NU Kandeman, perwakilan ketua ranting NU se-Kecamatan Kandeman, serta para penerima bantuan alat bantu dengar.

H.A Zahro Ketua MWC NU  Kandeman menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur yang telah mengamanahkan bantuan berupa puluhan alat bantu dengar, kemudian kami salurkan kepada masyarakat yang sangat membutuhkan.

“Kebetulan penerima bantuan rata-rata warga masyarakat lanjut usia yang betul sangat membutuhkan,” ujarnya

Adapun penerima bantuan ini merupakan perwakilan dari 13 ranting NU yang ada di Kecamatan Kandeman.

Ponjo (55) warga desa Tragung, salah satu penerima bantuan alat bantu dengar, menyampikan rasa terima kasih kepada NU-Care LAZISNU yang sudah memberi alat bantu dengar, sehingga pendengaran yang terganggu bisa terbantu untuk mendengar.

Dengan adanya program penyaluran bantuan alat bantu dengar ini, bisa menjadi wujud kehadiran dan kepedulian NU-Care LAZISNU di tengah-tengah masyarakat. Tentu nantinya masih ada banyak program lain,  yang menyasar kepada lapisan masyarakat yang sangat membutuhkan.

Pewarta : Sarjito

Editor    : Asrofi

Peduli Korban Banjir, LAZISNU Batang Dirikan Posko Dapur Umum

0

Banjir pada tanggal 6-7 Februari 2021 mengakibatkan aktivitas masyarakat di beberapa daerah Kota Batang terganggu. Daerah paling parah adalah kecamatan Batang Utara: Klidang, Karangasem, Denasri, Kalipucang Wetan dan sekitarnya.  Kondisi banjir ini rata-rata di atas lutut orang dewasa.

As Shidqon Ketua NU-CARE Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Batang  mempelopori pengadaan posko dapur umum di Jl.Ahmad Dahlan 9A Kauman Batang. Posko ini membuka sumbangan dari masyarakat Batang terutama warga Nahdhatul Ulama (NU) untuk berpartisipasi meringankan saudara-saudaranya yang sedang terkena bencana banjir.

“Alhamdulillah saat musibah banjir melanda warga Batang, warga masyarakat baik dari organisasi seperti NU, kelompok kelompok profesi, komunitas dan jamaah pengajian, partai politik dan warga secara perorangan tergerak untuk menyumbang berbagai kebutuhan masyarakat yang terkena banjir,” tuturnya.

Kegiatan ini dibantu secara teknis oleh berbagai elemen NU mulai dari pengurus LAZISNU, MWC NU Batang, Banser Tanggap Bencana (BAGANA), Muslimat, Fatayat, GP Ansor, IPNU dan IPPNU.

Dengan tenaga relawan yang begitu banyak serta dukungan logistik dari masyarakat yang memadai, Lembaga di bawah NU ini mampu menyediakan 2000 bungkus makanan setiap hari. Kemudian seperti selimut, pempes, susu untuk anak anak balita, dan makanan ringan lainnya.

“Terima kasih untuk semua yang telah membantu posko NU peduli banjir, tanpa bantuan saudara saudara, kami tidak bisa berbuat banyak. Semoga Allah membalas sedekah dan infaq saudara-saudara semua dengan balasan yang berlipat ganda,” ujar Shidqon.

Posko ini secara resmi ditutup hari Senin sore, mengingat kondisi banjir sudah mulai surut, masyarakat yang terdampak banjir sudah mulai bisa pulang ke rumah masing masing.

Editor : Asrofi

Fatayat NU Desa Sidorejo Resmi Dilantik

0

Nahdlatul Ulama tidak bisa dipandang sebelah mata karena merupakan organisasi keagamaan terbesar di Kabupaten Batang bahkan negara Indonesia. Hal ini disampaikan Ketua Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Batang, Erna Dewi Palupi di acara Pelantikan Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU Desa Sidorejo.

Pelantikan yang mengusung tema “Bersama Fatayat NU Kita Wujudkan Perempuan Cerdas, Berdaya dan Mandiri,” di kediaman Inayah, Dukuh Krandon, Desa Sidorejo, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang pada Jumat (5/2) Siang.

Dalam sambutanya, Erna mengatakan bahwa anggota Fatayat NU Desa Sidorejo pada awalnya sedikit sekarang semakin bertambah, terus rangkul anggota baru untuk berkhidmat bersama.

“Secara kuantitas NU di Desa Sidorejo terbilang banyak. Karena itu, jadikan kekuatan untuk eksis dalam berkhidmat,” katanya.

Senada dengan Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Warungasem, Tatimaturiskiyah berharap, Fatayat NU Desa Sidorejo bisa aktif sehingga kepengurusan organisasi dapat berjalan dengan lancar serta mewarnai program – program yang hendak dilaksanakan oleh NU Desa Sidorejo.

“Tidak hanya di Sidorejo, seluruh anggota Fatayat di PAC Kecamatan Warungasem diharapkan untuk membantu berjalannya organisasi,” harapnya.

Sementara itu, Ketua PR Muslimat NU Desa Sidorejo, Hj. Sofiyah mengatakan orang NU harus paham betul mengenai ajaran Alhussunah Wal Jamaah supaya tidak menyimpang.

Ketua PR Fatayat NU Desa Sidorejo masa khidmat 2019 – 2022, Ida Hamida yang merupakan guru Madrasah Tsanawiyah Salafiyah (MTS) Wahid Hasyim menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh anggota Fatayat NU Desa Sidorejo karena mempercayainya sebagai ketua.

“Semoga saya mampu menjalankan amanat ini dengan baik, mohon bimbingannya dari Badan Otonom (BANOM) NU Desa Sidorejo untuk memajukan Fatayat NU Desa Sidorejo,” ucapnya.

Bu Ida, begitu ia akrab disapa mengatakan, program kemarin yang belum dilaksanakan semoga dapat terlaksana. Akan fokuskan pada program koprasi Fatayat yang semakin hari semakin berkembang dari aset yang mulanya satu setengah juta sekarang bertambah menjadi sekitar lima juta.

“Insyaallah program berikutnya akan dilaksanakan ziarah dan rekreasi menunggu pandemi covid-19 berakhir,” pungkasnya.

Acara tersebut dihadiri oleh PC Fatayat NU Kabupaten Batang, PAC Fatayat NU Kecamatan Warungasem, PR Fatayat NU Desa Sidorejo, Muslimat NU Desa Sidorejo, Ansor – Banser Desa Sidorejo serta PR IPNU IPPNU Desa Sidorejo yang terlaksana cukup tertib sesuai protokol kesehatan.

Penulis          : Septy Aisah

Muliakan Harlah NU ke-95 dengan Do’a Bersama, Nahdliyin Sidorejo Cadong Berkah

0

nubatang.or.id – “Bahwa keberkahan akan selalu dilimpahkan untuk orang yang mau berkhidmat di nahdlatul ulama.” Hal itu disampaikan oleh Muhammad Fatkhudin Sekretaris Pimpinan Ranting (PR) Nahdlatul Ulama (NU) Desa Sidorejo, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dalam acara Do’a Bersama dalam memperingati Hari Lahir (HARLAH) Nahdlatul Ulama ke 95 tahun yang bertempat di Mushala Baiturrahman, Dukuh Talok, Desa Sidorejo pada Ahad (31/1) malam.

Fatkhudin berharap, semoga keluarga NU Desa Sidorejo makin rukun dan solid, tetap dalam satu barisan demi menguatkan NU Desa Sidorejo.

“Baik secara kelembagaan, struktural, maupun kultural supaya NU Desa Sidorejo diwarnai pemuda pemudi yang cerdas demi masa depan bersama, ” ungkapnya.

Senada dengan Fatkhudin, Fatayat NU Desa Sidorejo Eni Ruliati mengatakan, NU Desa Sidorejo mempunyai kader militan. Karena itu, menurutnya diperlukan wadah edukasi  yang bertujuan mengembangkan kualitas kader.

“NU Desa Sidorejo memiliki banyak kader kreatif, terutama pelajar NU,” tambahnya.

Tampak hadir Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) Desa Sidorejo: Muslimat Fatayat NU, Ansor Banser serta IPNU dan IPPNU Desa Sidorejo dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Tokoh Desa Sidorejo Ustadz Mufan, menjelaskan bahwa NU jangan untuk identitas jangan pula untuk pelindung tetapi sebagai kader harus paham betul mengenai perjuangan para ulama pendahulu. Beliau mempertanyakan, sejauh mana kita berperan dalam mengembangkan NU terutama di Desa Sidorejo.

Ustadz Mufan menambahkan, untuk mengormati perjuangan para ulama kita perlu mendoakan mereka, tidak hanya ketika rutinan tetapi setiap saat.

Sesuai dengan tema hari lahir nahdlatul ulama yang ke 95 tahun, “Khidmah NU : Menyebarkan Aswaja dan Meneguhkan Komitmen Kebangsaan.” Ustadz Mufan menyampaikan, dalam NU bukan hanya menggelar acara ritual keagamaan namun tetap menjunjung tinggi komitmen kebangsaan sesuai dengan kaidah undang undang dasar dan pancasila.

“Kita harus berjuang demi NU,” tegasnya.

Pewarta : Septy Aisah

Editor : Asrofi

Obituari: Kiai Nur Hadi, Kiai Humoris dari Klawen Bawang

0

Jumat, 29 Januari 2021 M yang bertepatan dengan 16 Jumadil akhir 1442 H adalah hari berpulangnya seorang kiai humoris, yang berdakwah dengan bahagia. Orang-orang memanggilnya Mbah Nur Hadi Nglawen. Nama lengkapnya adalah KH Nur Hadi Sulaiman. Beliau adalah pengasuh pondok Pesantren Asasul Huda 2 yang terletak di Desa Klawen, Kecamatan Bawang.

Tidak hanya keluarga dan para santri beliau yang kehilangan, masyarakat Kabupaten Batang juga kehilangan sosok beliau. Selain mendidik santri-santrinya, beliau juga seorang dai/mubaligh kondang.


Mbah Kiai Nur Hadi terkenal sebagai kiai yang dalam membawakan ceramah keagamaan sangat kental dengan humornya. Sehingga jika seorang menghadiri sebuah pengajian kemudian tahu mubaligh nya adalah beliau dalam hati pasti akan tersenyum riang gembira tidak sabar menyimak isi pengajian. Ini yang penulis dan kawan-kawan alami.

Masyarakat awam pun terlihat sangat bersemangat dalam mendengarkan ceramah beliau. Mungkin alasannya sederhana, antara lain lantaran banyak humor yang dilontarkan beliau. Jadi tidak membuat mengantuk dan tidak membosankan. Setelah selesai pengajian, sering kali materi ngaji beliau yang sarat dengan humor diperbincangkan, melekat.


Beberapa kali mengikuti pengajian beliau, saya menyaksikan Kiai Nur Hadi tertawa lepas di sela-sela pengajian, dan ini memecah ketegangan sehingga yang hadir tidak sungkan untuk ikut tertawa.


Saya masih ingat dalam salah satu pengajian beliau melontarkan sebuah joke. Beliau mengaku sebagai kiai alternatif terakhir.

“Saya itu kiai rupek, kalau sudah tidak ada kiai lain pasti ngundangnya Mbah Nur Hadi, tidak udah sowan cukup sms saja, pasti datang” kelakar beliau dengan disambut tawa para hadirin.


Tentu itu bentuk kerendahan hati beliau. Tentu tidak mungkin orang yang ingin menggundang beliau hanya lewat SMS, tidak sowan. Apalagi beliau adalah tergolong kiai sepuh.

Dalam berceramah beliau mengutip dalil dari Al-Qur’an dan hadis secukupnya, dan beliau menjabarkannya dengan bahasa yang akrab dengan masyarakat awam.

Beliau adalah sosok kiai yang selalu tampil apa adanya, rendah hati, dekat dengan masyarakat awam, selalu semangat dan riang gembira dalam pengajian-pengajiannya.


Hari ini beliau wafat, menghadap Allah Sang Pecipta. Masyarakat Batang khususnya tentu sangat kelihangan.

Selamat jalan, Mbah Kiai, semoga kami bisa meneruskan perjuangan panjenengan.

Ahfadzul Athfal, Santri yang sedang belajar bertani

Selapanan Rutin, Ansor Rowosari Gelorakan Semangat Kader Baru

0

Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda  (GP) Ansor Desa Rowosari Kecamatan Limpung Kabupaten Batang menggelar Selapanan Rutin di rumah sahabat Khoirul Hadi pada Selasa malam (26/1).

Kegiatan yang dilaksanakan setiap malam rabu pon ini, diikuti oleh pengurus dan anggota. Selapanan ini dimeriahkan oleh grup rebana Al Mursyid Adiloko.

Acara dimulai jam 20.30, diawali dengan pembukaan, pembacaan tahlil, pembacaan maulid simtudduror, sambutan-sambutan pengarahan dari ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Limpung, pembahasan program kerja dan diakhiri membaca hamdalah sebagai penutup.

Khoirozi Ketua PR GP Ansor Rowosari (Memegang Microfon), sebelah kanannya Hamam Nasrudin Ketua PAC GP Ansor Limpung.

Khoirozi Ketua GP Ansor Rowosari mengatakan kepengurusan saya akan selesai pada bulan depan yaitu februarai. Harapan kedepanya untuk pengganti saya, bisa tambah semangat, tambah anggota nya dan siapa saja yang akan dicalonkan semoga sudah siap untuk dicalonkan.

“Harapanya semua dukuh tambah maju, tambah semangat. Tidak hanya dukuh adiloko yang terus bertambah anggotanya tetapi kedepanya untuk menarik anggota-anggota baru. Dari Rowosari, Paten, Pencar Ayolah lebih semangat lagi,” pungkasnya.

Turut hadir Hamam Nasrudin Ketua PAC GP Ansor Limpung memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada sahabat Rozi dan segenap pengurus, selama satu periode ini alhamdulillah  bisa berjalan dengan baik. Paling tidak selapanan Rutin ini menjadi ruh pergerakan di ranting.

“Dari selapanan rutin ini  kita nanti akan mengurai segalanya. Jenengan nanti punya agenda lain-lain bisa membahas tuntas apa yang akan kita laksanakan,” tuturnya.

Hamam juga menyambung lidah, amanat dari Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor, ada tiga program yang harus kita fokuskan.

“Pertama Penguatan Ideologi Ahlussunnah Wal Jama’ah An Nahdiyah, implementasi nya kita melaksanakan selapanan rutin didalamnya ada tahlilan, ada maulidan. Kedua Penguatan Kaderisasi dan yang ketiga adalah Penguatan Ekonomi.” katanya.

Hadi selaku sohibul bait mengucapkan terimakasih atas kehadiran  panjenengan semua yang sudah meluangkan waktu, meski dengan keadaan atis dan hujan. Semoga tidak mengurangi rasa syukur kita kepada Allah SWT.

Pewarta : Muhammad Asrofi

Aditya dan Tiya, Nahkoda Baru IPNU IPPNU Sidorejo

0

nubatang.or.id – Nahkoda baru Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’ (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama’ (IPPNU) Desa Sidorejo Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang Jawa Tengah.

Hal ini melahirkan sosok leader yaitu Muhammad Aditya Irfani sebagai ketua IPNU yang baru, masa khidmat 2021-2023 dari hasil keputusan Rapat Anggota IPNU, sedangkan Dwi Listiani menjadi ketua IPPNU terpilih masa bakti 2021-2023 hasil dari keputusan Konferensi Ranting (KONFERTING) IPPNU Desa Sidorejo.

Acara yang dipusatkan di Gedung Raudlatul Athfal Masyithoh Desa Sidorejo, dilaksakan pada Ahad (24/1). Dihadiri pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU dan IPPNU Kecamatan Warungasem, anggota IPNU dan IPPNU Desa Sidorejo dan Wakil Ketua Tanfidziyah NU Desa Sidorejo Ustadz Ubaydillah sekaligus membuka acara.

Setelah terpilih, Aditya mengungkapkan bahwa diberikan amanah memimpin organisasi itu susah-susah gampang, di sisi lain mendapatkan kepercayaan mempimpin organisasi IPNU adalah suatu anugerah.

“Akan tetapi saya akan menjaga kepercayaan ini dengan baik, tentunya menjalankan amanah  bersama-sama untuk mewujudkan cita-cita pelajar berkreasi dan berinovasi,” terangnya.

Aditya juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan oleh pengurus dan anggota IPNU Desa Sidorejo.

“Mohon do’a dan bimbinganya, semoga saya dapat menjalankan amanah ini dengan baik.  Semoga IPNU IPPNU Desa Sidorejo jiwa solidaritasnya semakin meningkat,” tambahnya.

Senada dengan yang disampaikan ketua IPPNU terpilih Dwi Listiani, bahwa dirinya akan semaksimal mungkin atas amanah yang diberikan, nantinya akan fokus penjaringan minat dan bakat anggota IPPNU Desa Sidorejo supaya mudah terealisasikan.

“Saya yakin anggota IPPNU Desa Sidorejo mempunyai passion dibidang masing – masing, saya sangat mengapresiasi bakat tersebut,” kata Tiya.

Tiya juga mengajak seluruh anggota untuk mewujudkan Pelajar NU Desa Sidorejo yang bekualitas dan berpotensi.

“Jangan malu-malu di sini kita belajar dan berkembang bersama, tanpa kalian saya tidak dapat mewujudkan cita-cita untuk menuju pelajar yang produktif,” terangnya.

Lanjutnya, progam kepengurusan sebelumnya sudah baik, akan kami pertahankan dan tingkatkan progam yang belum sempat terealisasikan. Jangan berhenti berkreasi serta berinovasi.

“Saya dan pengurus memohon do’a restu serta bimbingan dari pembina, senior juga seluruh anggota,’’ pungkasnya.

Kontributor  : Septy Aisah

Editor : Muhammad Asrofi

Sarapan Gratis dari MWC NU Banyuputih

1

Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Banyuputih menyelenggarakan pembagian sarapan gratis yang dimulai dari Pukul 06.00 – 07.00 WIB di depan gedung MWC NU Banyuputih, Batang (Jumat, 22/01/2021).


Pembagian ini ditujukan kepada pengguna jalan yang melewati gedung MWC NU Banyuputih. Ada kisaran 550 bungkus nasi yang diperoleh dari donatur selama seminggu. Donasi tersebut bisa berupa sebungkus nasi ataupun berupa uang tunai yang nantinya akan diperbelanjakan menjadi bungkusan nasi dan akan dibagikan setiap pagi hari Jumat.


Guna mencegah penyebaran COVID-19 saat pembagian, panitia tidak lupa untuk mencuci tangan sebelum pembagian dan memakai masker ketika memberikan bungkusan tersebut. Banyak partisipan yang membantu dalam pembagian ini. Ada yang dari Ansor & Banser, Fatayat, IPNU IPPNU, dan tidak ketinggalan pula Crew Angkringan Barokah penjaga angkringan MWC NU Banyuputih juga berpartisipasi membagikan bungkusan tersebut.
Pembagian ini sudah berjalan selama 7 putaran ini dan terbilang sukses karena selalu habis dalam pembagiannya.


H. Makmuri, S.Ag selaku Ketua Panitia mengatakan bahwa tujuan diadakannya Pembagian Sarapan Gratis ini ialah untuk sebagai amal kita diakhirat nanti, karena suatu saat nanti kita belum tentu bisa bersedekah yang disebabkan oleh banyaknya orang kaya raya. Oleh karena itu, mari kita bersedekah semampu kemampuan kita, bisa berupa uang, tenaga maupun pikiran.


“Tujuan diadakannya pembagian sarapan gratis ini ialah untuk sebagai amal kita di akhirat nanti, karena suatu saat nanti kita belum tentu bisa bersedekah yang disebabkan oleh banyaknya orang kaya raya. Oleh karena itu, mari kita bersedekah semampu kemampuan kita, bisa berupa uang, tenaga maupun pikiran,” terangnya.

Sebagai Wadah Evaluasi, IPNU & IPPNU Kecamatan Bawang Adakan Rapat Koordinasi Anak Cabang

0

Bawang – nubatang.or.id || Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Bawang Kabupaten Batang, menggelar Rapat Koordinasi Anak Cabang (Rakorancab) 2 masa khidmat 2019-2021, di Madin Hidayatutthulab, Dukuh Reco, Desa Gunungsari, Kecamatan Bawang, Sabtu, (16/1/21).

Kegiatan ini dihadiri oleh Majlis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Bawang, Ketua Gerakan Pemuda Anshor Kecamatan Bawang, Tanfidziah NU Desa Gunungsari, Muslimat NU, Fatayat NU Desa Gunungsari, serta Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU dan IPPNU se – Kecamatan Bawang. 

Menurut ketua PAC IPNU Kecamatan Bawang, Miftakhul Adib mengatakan, “Kegiatan kali ini mengusung tema “Mumpung Anom Ngudiya Laku Utama”, yang mempunyai arti, selagi masih muda selalu berupaya menjadi yang terbaik, dan berperan dalam kebaikan”, ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Pimpinan Anak Cabang menyampaikan lembar pertanggung jawaban masa kepengurusan selama setengah periode, serta penyusunan program kerja baru oleh setiap departemen, badan, dan lembaga Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU dan IPPNU Kecamatan Bawang.

Masih dengan Miftakhul Adib, Ketua PAC IPNU Bawang ini menyampaikan bahwa kegiatan rakorancab merupakan sarana silaturrahmi organisasi, evaluasi dari beberapa kegiatan sebelumnya, serta peningkatan kinerja kader dalam mencapai target maksimal program kerja.

“Inilah langkah kita untuk mengevaluasi program kerja selama setengah periode, kesempatan kita untuk memperbaiki program apa yang belum terlaksana”, imbuhnya.

Menurut Adib, penekanan protokol kesehatan tetap menjadi prioritas dalam menyelenggarakan kegiatan. “Masa pandemi ini memberikan tekanan yang luar biasa terhadap jalannya roda organisasi. Kegiatan selama pandemi ini masih dilaksanakan secara sederhana. Namun demikian, tidak menyurutkan niat segenap pengurus untuk senantiasa selalu bersemangat memberikan kontribusinya dengan menciptakan trobosan-trobosan yang mungkin masih bisa dilakukan”, ungkapnya.

Di akhir kegiatan, Pembina PAC IPNU Kecamatan Bawang, Hidayatunnafi’ berharap agar program kerja yang baru disusun, dapat terlaksana dengan baik.

“Pemuda yang sejati, adalah pemuda yang mempunyai keinginan tinggi. Keinginan untuk merealisasikan program-program kerja yang telah disusun dengan baik, demi kemajuan organisasi IPNU dan IPPNU di Kecamatan Bawang”, terangnya.

Pewarta : Solekha