Senin, April 13, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 60

Wujud Cinta Organisasi, DKAC CBP & KPP Bawang, Ikuti RAKORCAB PC IPNU & IPPNU Batang

0

Bawang – nubatang.or.id | Corp Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) Bawang ikuti kegiatan Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) dan Workhsop Protokoler di desa Pretek, Pecalungan. Minggu (17/1)

Kegiatan diikuti puluhan kader IPNU dan IPNU, CBP dan KPP yang berasal dari utusan masing-masing PAC di seluruh Kabupaten Batang.

Pada Rakorcab tersebut membahas antara lain : Penguatan Organisasi dan Kaderisasi PAC se-Kabupaten Batang, Sosialisasi Pedoman Administrasi, Sosialisasi Sistem Informasi dan Kaderisasi.

Dalam acara pembukaan Rakorcab ketua PC IPPNU Kabupaten Batang Rekanita Maulinatussolikha mengatakan, kegiatan dimaksudkan sebagai wadah evaluasi dan menampung aspirasi para kader IPNU dan IPPNU Kabupaten Batang. Aspirasi tersebut, nantinya menjadi sebuah keputusan baru untuk kemajuan IPNU dan IPPNU di Kabupaten Batang.

“Keputusan Rakorcab, nantinya menjadi pijakan PC IPNU dan IPPNU Kabupaten Batang baru untuk mengisi kinerja-kinerja yang selama ini belum dilaksanakan”, ungkapnya.

Meskipun demikian, Rekanita Maulinatus Solikhah mengatakan, rekomendasi dari hasil Rapimcab tersebut tidak dapat dilaksanakan secara maksimal, tanpa adanya dukungan dan kerjasama dari seluruh kader IPNU dan IPPNU Kabupaten Batang di setiap kepengurusan.

“mari kita bersama-sama membangun IPNU dan IPPNU Kabupaten Batang lebih progresif dan berkualitas lagi”, harapnya.

Dalam sambutannya Rekan Saripudin menegaskan bahwa, fokus utama gerakan IPNU Kabupaten Batang saat ini yaitu, perihal membangun kualitas anggota dan kader. Sebab di Kabupaten Batang, jumlah kuantitas anggota dan kader IPNU dan IPPNU terhitung sangat banyak.

Setelah pembacaan doa diakhir pembukaan acara Rakorcab, Rekan Saripudin meminta setiap PAC dan CBP KPP untuk masuk keruangan masing-masing yang sudah ditentukan. Untuk melakukan kegiatan workshop di bidangnya.

Pewarta: Ida Suryaningsih

Mengenang Gus Huda yang Banser Itu

0

Kang Misbah, begitulah teman-teman di pesantren Nurul Ummah Kotagede, Jogja, memanggil Misbakhul Huda. Denganku, umurnya beberapa bulan saja di atas. Orangnya halus, suka ngeledek dan iseng. jika terdengar agak keras, itu cuma pura-pura saja. Pernah suatu hari selepas Subuh di bulan Ramadan, membangunkanku dari tidur. Dia memakai “gaya bahasa” yang berbeda:

“Kang, pengen ngaji Romo Kiai Mboten?”

Kang Misbah, dengan uslub pertanyaan itu, harapannya semua yg ditanya akan “terpojok”. Tapi saya menjawab “mboten”. Dia kaget lalu tanya lagi, “Loh kok Mboten?”

Saya jawab, “Saya sudah memilih dan mengikuti semua jadwal pengajian tiap waktu, kecuali bakda Subuh.”

“Ooh nggih sampun,” kang Huda yang keamanan pondok itu berlalu.

Kang Huda bertubuh bongsor, besar dan tinggi. Sehingga kalau memakai seragam Banser akan tampak gagah. Iya, di pondok, saat santri dan mahasiswa, dia sudah aktif di GP Ansor, jadi Banser. Dan di Nurul Ummah inilah saya tahu, yg namanya Banser bukanlah pemuda biasa, tapi mahasiswa dan juga ustaz.

Beberapa tahun setelah kami boyongan dari Jogja, saya 3-4 kali main ke rumahnya, di Subah Batang. Karena saya sering mudik ke Batang. Dan dia juga saudaraan dengan Mas Burhan As yang juga sering saya silaturahim. Meski dia kiai muda, mengasuh pesantren, dan dipanggil Gus, dia tetep jadi Banser. Kecintaannya pada Banser menurutku lahir dan batin.

“Kalau ada Banser kok berperilaku militer iku jenengi belum paham ruhnya Banser,” katanya.

“Kalaupun mau diidentikan dengan kegiatan fisik, Banser itu kayak pencak silat, gemulai tapi kokoh,” begitu begitu perumpamaannya.

Tiga tahunan lalu ke rumahnya. Duduk lesehan di lantai. Rumah tuanya yang terbuat dari kayu menciptakan suasana adem ayem. Dia sakit gula, badannya sudah tidak bongsor lagi. Tapi waktu itu sedang pulih, jadi tampak sehat dan sehat. Tentu saja kami bertemu lengkap dengan makan-makan dan canda-canda ala santri.

Pagi tadi, selepas Subuh. Sepupu dia, Mas Nurul H. Maarif via WhatsApp mengabarkan bahwa sahabat Misbakhul Huda ini telah berpulang ke Rahmatullah di usia ke-42 tahun.

Saya hanya bisa berdoa dari jauh. Semoga husnul khotimah. Keluarga, anak dan istri diberi kekuatan untuk melanjutkan perjuangan almarhum.

Alfatihah…

Hamzah Sahal, sahabat Gus Huda di Jogja

Obituari: Gus Huda dan Cintanya kepada Ansor

0

Sedih sekali pagi ini mendengar KH Misbakhul Huda wafat. Saya mengenal Gus Huda sudah lama, tapi mulai dekat dan akrab tahun 2014. Gus Huda adalah sosok Gus yang sangat sederhana, supel dan merakyat. Enak diajak bergaul dan tidak membeda-bedakan.

Saya mengenal Ansor dan kemudian masuk di Ansor juga atas dorongan beliau. Sampai ahirnya saya dipaksa untuk menggantikan beliau sebagai ketua PAC. GP. Ansor Subah 2015-2018.

Sebelumnya beliau menjadi ketua PAC. GP. Ansor Subah 2009-2015. Semenjak tidak menjabat sebagai ketua beliau masih aktif membimbing kepengurusan. Saya dan ketua setelah saya sering minta saran dan masukan dari beliau. Atau beliau yang menegur kami langsung jika ada hal-hal yg kurang pas menurut beliau.

Gus Huda adalah orang hebat. Tiga tahun beliau berjuang melawan diabet, tapi selalu menyembunyikan rasa sakitnya. Saat kami menjenguk, beliau tetap tersenyum dan mengajak guyonan.

Saya masih ingat, setiap kami berkunjung, yang ditanyakan beliau adalah bagaimana Ansornya? Bagaimana kegiatannya? Ada masalah atau tidak? Kalau ada iuaran dan lain-lain, beliau meminta dikabari, padahal ketika itu beliau sudah menderita diabet.

Ketika kami tanya bagaimana kondisi diabetnya, beliau menjawab:

“Tidak apa-apa, Insya Allah sembuh”

Semoga kami bisa meneledani kebaikan panjengangan. Segeng tindak, Gus. Allahu yarham…

Kiai Sugeng Romadlon, sahabat dan junior Gus Huda di Ansor Subah

Innalillahi, Ketua RMI NU Batang KH Misbakhul Huda Wafat

0

Innalillahi wa inna ilaihi roji’un, kabar duka datang dari Kemeri Subah Batang. Dikabarkan KH Misbakhul Huda (Gud Huda) wafat pagi tadi menjelang Subuh di RS QIM Batang (Jumat, 22/01/2021).

Gus Huda adalah Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU Batang sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Kemiri Subah Batang.

Gus Huda dikenal sebagai orang yang kalem dan mudah bergaul. Beliau juga pernah menjabat sebagai ketua PAC GP Ansor Subah periode 2009-2015.

Gus Huda wafat diusia 43 tahun. Menurut informasi, jenazah beliau akan dimakamkan pukul 13.00 WIB bakda shalat Jum’at.

Sugeng kundur, Gus. Jenengan tiang sae…

Menghadapi Era Modernisasi, Pelajar NU Harus Melek Media

0
Penyampaian materi desain grafis dalam RTL MAKESTA SIAP (Foto: Ais)

WARUNGASEM – nubatang.or.id Media dalam komunikasi berasal dari kata mediasi, sebab mereka hadir diantara pemirsa dan lingkungan. Istilah ini sering disebut dengan media massa. Cara kreatif ditunjukan oleh alumni MAKESTA SIAP (Masa Kesetiaan Anggota) Desa Sidorejo, Cepagan dan Pejambon kecamatan Warungasem dengan menggelar kegiatan pelatihan jurnalistik dan desain grafis sebagai rencana tindak lanjut yang ke 5. Kegiatan ini bertempat di Markas Rebana Athfalul Musthafa, Cluluk Sidorejo pada Ahad (10/1) tadi.

Pelatihan ini menghadirkan Fajar Sodik, redaksi ipnujateng.or.id sebagai pemateri jurnalistik dan Ahmad Rifai, desainer grafis pelajarnubatang.or.id sebagai pemateri desain grafis. Tidak hanya alumni MAKESTA SIAP, rekan rekanita dari PAC IPNU IPPNU Bandar juga turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Ketua RTL MAKESTA SIAP Aris Mujiono menjelaskan, dengan  menggelar kegiatan pelatihan jurnalistik dan desain grafis dapat menumbuhkan skill baru bagi Pelajar NU.

“Pelatihan ini memegang peran penting bagi organisasi untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat,” katanya.

“Bukan semata mata membentuk regenerasi yang lihai dalam jurnalistik dan desain grafis, Pelajar NU harus berintelektual tinggi dalam menghadapi jaman yang maju semakin pesat supaya terhindar dari pandangan yang melenceng,” imbuhnya.

            Redaksi ipnujateng.or.id Fajar Sodik menyampaikan semakin banyak membaca maka semakin luas cara pandang serta ilmu pengetahuan.

“Berita sudah pasti peristiwa tetapi peristiwa belum tentu berita,” ucap Fajar Sodik pada sela – sela penyampaian materi.

Maksudnya, tidak semua peristiwa dikatakan sebagai berita. Dapat disebut berita apabila mempunyai unsur keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat.

Pewarta: Septy Aisah

Anniversary Kedua Ngalong Diperingati Dengan Mengulas Sejarah Batang.

0

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Bawang Kabupaten Batang mengadakan diskusi dengan membincang sejarah Kabupaten Batang. Diskusi ini dilakukan dalam rangka anniversary kedua Ngaji Longgar (Ngalong) di Aula Gedung Aswaja Center Bawang, Sabtu (2/1/21).

Ngalong merupakan kegiatan diskusi rutin tiap awal bulan yang digagas oleh PAC IPNU & IPPNU Kecamatan Bawang yang sudah berjalan selama dua tahun. Acara ini diikuti oleh puluhan jamaah ngaji longgar (ngalongers) PAC IPNU & IPPNU Kecamatan Bawang, serta dihadiri oleh beberapa komunitas seperti Sorban Wali, dan komunitas mahasiswa Lemah Abang.

Kegiatan tersebut diawali dengan pembacaan tahlil bersama dan dimeriahkan dengan musik oleh tim accoustik dari pelajar NU Candigugur Bawang Batang.

Berkesempatan hadir pada kegiatan tersebut, dua pembicara, antara lain Mbah Supriyo Laksono (Sejarawan Batang), serta Kyai Faizin Al-Fikri (Jogo Al-Bentuly) pegiat sejarah Bawang.

Ketua PAC IPNU Bawang, Miftakhul Adib mengatakan, bahwa sangat penting generasi muda NU mengulas kembali sejarah.

“Mengulas sejarah adalah hal penting, guna memperdalam pengetahuan, agar semakin tinggi rasa cinta terhadap daerah asal,” kata Adib.

Ia juga menghimbau semua kalangan ormas supaya sering mengulas sejarah Kabupaten Batang.

“Kami selalu mengajak generasi muda harus melek sejarah. Karena sejarah adalah tumpuan dari maju serta keberlangsungan peradaban suatu daerah,” lanjutnya.

Kepala Suku Ngalong, Anif Syarifudin yang juga hadir mengatakan, walaupun kegiatan ini dikemas dengan sederhana, namun tetap kondusif.

“Di masa pandemi kegiatan kita tak bisa seperti biasanya. Dalam setiap kegiatan kita harus menggunakan protokol kesehatan”, tuturnya.

Kang Thoha, selaku moderator dalam diskusi, membuka diskusi dengan sebuah pertanyaan perihal bagamana cara kita mempelajari sejarah.

“Mempelajari sejarah itu tidak hanya mempelajari sejarah saja, namun mempelajari ilmu-ilmu masa lampau”, ungkapnya.

Acara berjalan dengan lancar, dan ditutup dengan pemberian tali asih atau kenang-kenangan kepada narasumber serta pemotongan tumpeng anniversary kedua Majlis Ngaji Longgar (Ngalong) PAC IPNU & IPPNU Kecamatan Bawang.

Kontributor : Solekha

Resmi di Lantik, Ansor Limpung Perkuat Tiga Program

0

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Limpung, Batang, Jawa Tengah  masa khidmat 2020-2022 resmi dilantik pada Sabtu Pagi (02/01/2021), di Gedung Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdhatul Ulama Kecamatan Limpung.

Acara pelantikan ini berlangsung secara khidmat meskipun dihadiri dengan tamu undangan yang terbatas.

Acara pelantikan sekaligus rapat kerja satu dimulai pukul 08.00 WIB, dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Semua pengurus yang dilantik memakai masker serta duduk dikursi dengan berjarak kurang lebih satu meter.

Hamam Nasrudin Ketua Ansor Limpung dalam sambutanya menyampaikan setelah pelantikan ini, kami akan melaksanakan rapat kerja satu. Ada tiga titik utama yang akan menjadi program kerja kedepan. Yang pertama penguatan kaderisasi, kedua penguatan ideologi Ahulussunnah wal jama’ah dan ketiga penguatan ekonomi.

“Memohon do’a restu dan dukungannya kepada MWC NU dan LAZISNU untuk kesuksesan program kerja kedepan,” tuturnya

Dalam kesempatan ini, hadir pula Sekretaris Majelis Wakil Cabang Nahdhatul Limpung, Listiyono. Ia mengatakan kepada yang barusan saja dilantik kami berharap waktu panjenengan untuk dua tahun kedepan ini bukan waktu yang panjang, waktu yang singkat maka kami berharap dirapat kerja satu dapat memunculkan ide-ide, gagasan-gagasan yang tepat, yang cerdas, yang mensikapi situasi saat ini.

“Karena jenengan pirsani bahwa situasi politik di indonesia, Ansor ini sangat berperan disini. NU sudah mampu membuktikan dengan jelas bersama pemerintah untuk mempertahankan Negara kesatuan Republik ini. Untuk ini panjenengan pasang telinga,pasang mata secerdas-cerdasnya, selalu koordinasi,” pungkasnya

Tampak hadir juga Muspika Limpung, PC GP Ansor Bidang Kaderisasi, Sekretaris MWC NU Limpung Bapak Listiyono dan Pembina GP Ansor Limpung

Pewarta : Asrofi

Tingkatkan Kualitas Kader, IPNU IPPNU Blado Gelar LAKMUD

0

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama’ (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdhatul Ulama’ (IPPNU) Kecamatan Blado, menggelar Latihan Kader Muda (LAKMUD) di Agro Wisata Selopajang Desa Selopajang Timur, Jumat-Ahad (25-27/12).

Acara yang dilaksanakan di tempat wisata ini, mengusung tema “Mewujudkan organisasi yang mandiri melalui kader yang bertanggung jawab dan loyalitas tinggi“.

Sebanyak tiga puluh delapan peserta, selama tiga hari digembleng untuk menjadi kader yang militan dan siap terjun didunia masyarakat.

Slamet Nurul Arifin Ketua PAC IPNU Kecamatan Blado mengatakan, “Melaksanakan LAKMUD 2 kali ini yang pertama pada tahun 2016 yang dilaksanakan di Villa Pagilaran dan yang ke dua pada tahun 2020 di Agro Wisata Selopajang. Yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kader-kader IPNU IPPNU Kecamatan Blado agar mempunyai jiwa kepemimpinan,” katanya

Acara LAKMUD diawali dengan upacara pembukaan. Dilanjutkan sambutan dari Rekan Halim ketua panitia menyampaikan Laporan pendanaan dan berterima kasih kepada MWC NU Blado, Ansor, Fatayat, Muslimat, Pimpinan Cabang IPNU IPPNU, Pimpinan Anak Cabang IPNU IPPNU Blado dan Peserta LAKMUD.

Ada sebelas materi yang disampaikan kepada peserta Latihan Kader Muda. Materi tersebut disampaikan Narasumber dari tokoh tingkat Kecamatan, Kabupaten, Wilayah dan Nasional.

Untuk menjaga kesehatan para peserta, panitia menyertakan senam pagi di hari ke dua dan ke tiga. Senam diins oleh salah satu peserta LAKMUD.

Turut hadir para tamu undangan yaitu: Ketua Tanfidziyah MWC NU Blado beserta Badan Otonomnya, Pimpinan Wilayah(PW), PC IPNU dan IPPNU  Batang dan Pimpinan Anak Cabang lain.

Pada penghujung acara, peserta LAKMUD mengucapkan Janji Kader yang dipimpin langsung oleh ketua PAC IPNU Kecamatan Blado.

Pewarta : Muktiati dan Aliyah sari

Editor :  Asrofi

Rubah Paradigma Tentang IPNU IPPNU, Pelajar NU Banyuputih Selenggarakan Pertandingan Olahraga

0
foto panitia IPNU IPPNU CUP#1

Pimpinan Ranting(PR) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’ (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama’ (IPPNU) Desa Banyuputih menyelenggarakan Lomba olahraga di MANU 01 Banyuputih.

Lomba diselenggarakan sejak hari Kamis sampai Sabtu (24-26/12) diikuti oleh lima ranting, tiga komisariat dan empat pedukuhan yang ada di Desa Banyuputih, dengan cabang yang dilombakan meliputi sepak takraw dan tenis meja.

Fahri Khusaini Ketua IPNU Desa Banyuputih mengatakan bahwa dengan adanya IPNU IPPNU CUP #1 nama kegiatan tersebut, ialah mengenalkan bahwasanya di IPNU IPPNU tidak hanya diisi oleh ngaji saja yang biasa diketahui anggota pada umumnya.

“Tujuan diadakannya Lomba IPNU IPPNU CUP#1 ini adalah untuk Mengajak orang-orang agar mau mengikuti IPNU IPPNU dan memperkenalkan bahwa kegiatan IPNU IPPNU itu bukan hanya mengaji saja tetapi olahraga pun juga ada” katanya.

Walau hanya dua cabang yang dilombakan namun, kegiatan ini terbilang sukses karena mendapat respon yang positif dari peserta maupun masyarakat sekitar.

“Acara ini sangat ramai, menambah teman juga, kegiatan ini kegiatan positif bisa dilaksanakan tiap tahun” ujar Aji Santoso Peserta IPNU IPPNU CUP#1

Dalam cabang sepak takraw juara satu dimenangkan oleh Tim Lokojoyo B, disusul oleh tim istiqomah selaku juara dua, dan tim luwung B sebagai juara tiga.

Adapun cabang lomba tenis meja juara satu dimenangkan oleh Afif Lukman Hakim, Rifki Okta Ramadhani, dan Ery Rustanto.

Pewarta : Bagas Adiaksa

Editor : Hafedz Maschun

IPNU-IPPNU Bawang Tutup Pelatihan Jurnalistik dengan Talk Show Literasi

0

Bawang – nubatang.or.id | Sebagai upaya mencetak kader penulis, dan melek media, Lembaga Pers dan Jurnalistik Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Bawang Kabupaten Batang menggelar Talk Show Literasi (13/12).

Acara.bertempat di Gedung Majlis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Bawang diikuti oleh tiga puluh peserta. Acara ini juga dimeriahkan oleh tim accoustic dari PAC IPNU & IPPNU Kecamatan Bawang.

Talk Show literasi ini merupakan rangkaian acara pelatihan jurnalistik yang telah berjalan selama empat tahap, yang meliputi pelatihan menulis berita, menulis artikel, dan sastra. Talk show ini merupakan tahap kelima atau penutup. Di talk show ini, panitia memberikan sertifikat kepada peserta sebagai apresiasi.

Dalam sambutannya, Ketua PAC IPNU Kecamatan Bawang, Rekan Miftakhul Adib menyampaikan, bahwa peserta pelatihan jurnalistik pada tahap kelima ini jumlahnya berbeda dengan pelatihan tahap sebelumnya. Menurutnya, belajar menjadi penulis bukanlah hal yang mudah. Tak sekali jadi dan butuh istiqomah.

“Tak semua peserta mampu bertahan. Dan kalian adalah peserta yang bertahan, yang lolos seleksi proses” katanya.

Ia juga menghimbau kepada para peserta untuk tak lelah mencari, mengamalkan dan menularkan ilmu. .

“Ketika misalkan kalian punya minuman satu gelas, tidak pernah diminum, apakah gelas itu akan kalian isi lagi? Pasti tidak. Tapi ketika air itu kalian minum, habis setengah, habis seperempat, saya yakin ketika kalian minum lagi, kalian isi lagi. Nah, seperti itu. Dan ingat, ketika kalian mencari ilmu, jadilah sesuatu yang ilmu itu mengalir seperti air” imbuhnya.

Pimimpin redaksi PC IPNU Kabupaten Batang, Anif Syarifudin yang menjadi salah satu pemateri dalam acara ini mengajak para peserta untuk menikmati proses belajar.

“Saya punya tekad, karna yang terpenting bagi saya adalah saya harus menikmati proses. Kalian juga harus demikian” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, bahwa jurnalistik tidak hanya sekedar menulis, namun juga menyampaikan.

“Berpikir bahwa jurnalistik hanya tentang menulis adalah anggapan saya ketika awal suka menulis. Ternyata tidak. Yang terpenting adalah bagaimana kita menyampaikan. Yang namanya menyampaikan bukan hanya secara tulisan, namun juga secara lisan, dan secara gambar pun bisa” jelasnya.

Narasumber yang lain, Rekanita Dewi Krisnawati juga memberikan motivasi menulis bagi para rekan dan rekanita. Menurutnya, menulis itu merupakan pekerjaan yang jarang orang suka. Namun seiring waktu pasti akan suka.

“Semua itu berawal dari tidak suka, kadang tidak suka sesuatu akhirnya bisa suka. Ketidaksukaan kalian itu dinikmati dulu, kemudian nanti semakin kesini akan semakin tertarik. Tidak suka itu juga tidak tahu, kemudian akan mencari tahu, dan tertarik. Dan tips menulis itu disiplin, dan buatlah daftar harapan, serta perbanyak baca buku” ujarnya.

Talk show ini juga menghadirkan narasumber dari PW IPNU Yogyakarta, Yuhry Ihsan.

Dalam pemaparannya, Ihsan mengatakan bahwa literasi itu tidak sebatas menulis.

“Tidak suka nulis tidak apa-apa, kalau suka dengan public speaking juga bisa tanya-tanya, gimana caranya agar bisa ngomong yang enak, gimana cara musikalisasi puisi, gimana caranya bisa jadi artis, tidak cuma nulis, mungkin bisa buat podcast” katanya.

“Harapan saya tidak terbatas pada nulis, suara-muda.com itu keren banget, itu silahkan dikembangkan. Isi sesuatu yang tidak cuma berita, yang tidak hanya cerita bersambung, yang tidak cuma itu-itu saja. Kalau bisa ada banyak karena suara muda itu juga menyuarakan keresahan-keresahan anak muda, itu boleh dituangkan di sana” lanjutnya.

Pewarta : Solekha