Batang, NU Batang 

Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Batang menggelar Seminar Pendidikan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026. Kegiatan yang dirangkai dengan Pelantikan Pengurus PERGUNU PAC Batang Periode 2026-2030 tersebut berlangsung khidmat di Gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang, Sabtu (17/10/2026) pagi.

Seminar ini mengangkat tema besar “Melalui Seminar Pendidikan Kita Tingkatkan Profesionalisme dan Perlindungan Hukum Bagi Guru” dengan sub tema yang menggugah semangat, yaitu “Jaga lentera peradaban, dekap guru dengan payung keadilan”.

Kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB dan dihadiri oleh puluhan guru dari berbagai jenjang, mulai dari RA, MI, MTs, MA, hingga guru-guru sekolah umum yang tergabung dalam keluarga besar Nahdlatul Ulama di wilayah Kecamatan Batang. Turut hadir jajaran Pengurus PCNU Batang, Pengurus PC PERGUNU Kabupaten Batang, serta tokoh pendidikan dan keagamaan setempat.

Dalam sambutannya, Ketua PAC PERGUNU Kecamatan Batang, Boni Santoso menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri Nasional tidak hanya dimaknai sebagai seremoni, tetapi harus menjadi momentum refleksi dan penguatan peran guru santri dalam menjaga peradaban bangsa.

“Jika santri adalah penjaga tradisi dan moral bangsa, maka guru adalah penjaga lentera peradabannya. Lenteranya harus terus kita jaga agar tetap menyala. Namun, penjaga lentera itu sendiri, yaitu guru, juga harus kita dekap dengan payung keadilan, yaitu perlindungan hukum,” ungkapnya.

Ia menambahkan, di era saat ini banyak guru yang mengalami dilema. Di satu sisi guru dituntut untuk tegas dalam mendidik dan membentuk karakter siswa, namun di sisi lain guru dihadapkan pada risiko kriminalisasi dan pelaporan hukum dari masyarakat. Oleh karena itu, seminar ini menjadi sangat relevan dan mendesak untuk dilaksanakan.

Hadir sebagai narasumber utama, Miqdam Yusria Ahmad, yang merupakan pakar di bidang pendidikan dan hukum. Dalam paparannya, ia mengupas tuntas dua poin penting.

Pertama, tentang Profesionalisme Guru. Menurutnya, profesionalisme guru di era Kurikulum Merdeka dan digitalisasi bukan hanya soal menguasai materi ajar, tetapi mencakup empat kompetensi utama: pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial. Guru NU, kata dia, harus mampu menjadi teladan yang mengintegrasikan nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah dalam proses pembelajaran.

Kedua, tentang Perlindungan Hukum Bagi Guru. Narasumber menjelaskan secara detail payung hukum yang melindungi guru, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008, serta Permendikbud Nomor 10 Tahun 2017 tentang Perlindungan Bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan.

“Guru memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan hukum dari tindak kekerasan, ancaman, perlakuan diskriminatif, intimidasi, dan perlakuan tidak adil dari pihak manapun, termasuk dari peserta didik, orang tua, maupun masyarakat. Guru juga berhak mendapatkan bantuan hukum dan perlindungan profesi dari organisasi profesi,” jelas Miqdam Yusria Ahmad.

Ia juga memberikan langkah-langkah praktis yang harus dilakukan guru jika menghadapi persoalan hukum, mulai dari pentingnya dokumentasi, pelaporan berjenjang kepada kepala sekolah dan organisasi profesi, hingga akses bantuan hukum melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang disediakan oleh PERGUNU dan NU.

Usai sesi seminar yang berlangsung interaktif dengan banyaknya pertanyaan dari peserta, acara dilanjutkan dengan agenda utama kedua, yaitu Pelantikan Pengurus Persatuan Guru Nahdlatul Ulama PAC Batang Periode 2026-2030. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Pengurus Cabang PERGUNU Kabupaten Batang dan disaksikan oleh seluruh peserta.

Dengan dilantiknya kepengurusan baru, diharapkan roda organisasi PERGUNU di tingkat kecamatan dapat berjalan lebih aktif, solid, dan progresif. Kepengurusan baru diamanahkan untuk menjadi wadah perjuangan guru-guru NU dalam meningkatkan kesejahteraan, kompetensi, dan martabat guru.

“Kami berharap pengurus yang baru dilantik hari ini dapat menjadi motor penggerak. Bukan hanya aktif dalam kegiatan seremonial, tetapi benar-benar hadir menjadi rumah dan pembela bagi guru-guru di Kecamatan Batang,” pungkas Ketua PC PERGUNU Kabupaten Batang.

Kegiatan seminar dan pelantikan ini ditutup dengan doa bersama dan foto bersama seluruh peserta dengan membawa bendera PERGUNU dan NU sebagai simbol semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus menjaga peradaban melalui pendidikan.

Pewarta: Miftah Aditya Irfana