Banyuputih, NU Batang
Sebanyak 21 peserta didik MA NU 01 Banyuputih Kabupaten Batang mengikuti pelatihan fotografi dan videografi untuk meningkatkan keterampilan di bidang dokumentasi dan media digital.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (22/9/2026) menghadirkan praktisi fotografi, Yuhan, dan videografi Kamal sebagai pemateri yang membagikan pengetahuan sekaligus pengalaman kepada para peserta.
Dalam pemaparannya, Yuhan menegaskan bahwa fotografi merupakan keterampilan yang tidak cukup dipelajari melalui teori semata. Menurutnya, kemampuan seorang fotografer akan berkembang melalui latihan yang berkesinambungan.
“Pada dasarnya fotografi itu paling afdal harus praktik. Teori hanya sekitar 30 persen, sedangkan praktik itu 70 persen. Semakin sering memotret, semakin terasah kemampuan kita,” ujar pria yang juga Ketua Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) PCNU Batang.
Ia menjelaskan, terdapat tujuh kompetensi dasar yang perlu dikuasai seseorang apabila ingin menjadi fotografer yang profesional. Ketujuh kompetensi tersebut meliputi memilih jenis kamera, menentukan elemen pencahayaan, menentukan sudut pengambilan gambar, menyusun komposisi foto, mengatur variabel pencahayaan, menentukan perangkat penyinaran, serta melakukan olah foto digital dasar.
Menurut Yuhan, pemahaman terhadap aspek-aspek tersebut akan membantu fotografer menghasilkan foto yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu menyampaikan pesan kepada penikmatnya.
Dalam sesi materi, ia juga mengenalkan berbagai jenis kamera beserta perkembangan teknologinya dari masa ke masa. Peserta diperkenalkan dengan kamera analog yang menggunakan roll film sebagai media perekam gambar. Meskipun tergolong teknologi lama, kamera analog hingga kini masih menghasilkan karakter foto yang khas dan sulit ditiru oleh teknologi digital.
“Tidak ada yang bisa benar-benar mengalahkan karakter kualitas foto analog,” jelasnya.
Selain kamera analog, peserta juga dikenalkan dengan kamera Polaroid yang dapat langsung mencetak hasil foto sesaat setelah dipotret. Selanjutnya, Yuhan menjelaskan perkembangan menuju kamera digital yang tidak lagi menggunakan film sebagai media penyimpanan gambar.
Materi kemudian berlanjut pada pengenalan kamera digital kompak, kamera DSLR, mirrorless, hingga kamera bawah air (underwater camera). Menurutnya, setiap jenis kamera memiliki fungsi, keunggulan, serta karakteristik yang berbeda sesuai kebutuhan penggunanya.
Yuhan menerangkan bahwa perbedaan utama kamera DSLR dan mirrorless terletak pada sistem kerjanya. Kamera DSLR menggunakan cermin (mirror) untuk memantulkan cahaya menuju jendela bidik, sedangkan kamera mirrorless tidak lagi menggunakan cermin sehingga cahaya langsung diterima oleh sensor.
Ia juga mengingatkan peserta agar berhati-hati ketika membersihkan atau mengganti lensa kamera, terutama pada kamera mirrorless. Sensor kamera merupakan komponen yang sangat sensitif dan memiliki harga yang relatif mahal sehingga tidak boleh disentuh sembarangan.
“Kalau nanti praktik mengganti lensa, jangan sampai menyentuh sensor kamera karena bagian itu sangat sensitif,” pesannya.
Koordinator Mansaba Media Izazul Huda mengatakan melalui pelatihan tersebut, diharapkan para peserta mampu mengembangkan keterampilan fotografi dan videografi sebagai bekal mendukung kegiatan dokumentasi sekolah, publikasi media sosial, dokumentasi kegiatan, bekal berkarya pada masa mendatang.
“Ilmu yang sudah didapat bisa diamalkan. Suatu saat kalau ada kegiatan di madrasah kalian yang bertugas dokumentasi,” pesannya.

