Rabu, April 8, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 16

Peringati Nuzulul Qur’an, MA NU 01 Banyuputih Ikuti Program Kemenag Indonesia Khataman Al-Qur’an

0
Siswa MA NU 01 Banyuputih saat sedang membaca Al Qur'an pada Ahad (16/3/2025). (Foto: Akhmad Lutfi)

Banyuputih, NU Batang
Dalam rangka memperingati Nuzulul Qur’an, MA NU 01 Banyuputih Kabupaten Batang turut serta dalam program nasional Indonesia Khataman Al-Qur’an yang diinisiasi oleh Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia pada Ahad (16/3/2025).

Kepala MA NU 01 Banyuputih, H Mukhsin, menyatakan bahwa keterlibatan siswa dalam program ini mendukung upaya madrasah dalam membentuk karakter religius dan menanamkan nilai-nilai akhlak yang baik.

Menurutnya sebanyak 505 siswa kelas X dan XI, bersama guru serta karyawan madrasah, melaksanakan khataman Al-Qur’an secara serentak. Ia menambahkan bahwa siswa kelas XII tidak dilibatkan karena sedang menjalani ujian madrasah.

“Kami berharap kegiatan ini semakin memotivasi siswa untuk lebih mendalami serta mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari penguatan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan,” ujar H Mukhsin.

Mengutip laman resmi Kemenag RI, Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin, menyampaikan bahwa program ini berhasil menghimpun 350 ribu khataman Al-Qur’an dari berbagai elemen masyarakat di seluruh Indonesia.

“Ramadhan adalah bulan suci bagi umat Islam dan momen turunnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Ini menjadi kesempatan untuk semakin mendekatkan diri dengan Al-Qur’an,” ujarnya.

Diharapkan, melalui program ini, semakin banyak generasi muda yang mencintai Al-Qur’an dan menerapkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

Mengenang KH Nawawi Plumbon Kiprahnya di NU dan Masyarakat

0
KH Nawawi Plumbon (mengenakan kemeja putih) saat bersama masyarakat. (Foto: dok. Ponpes Al Hikmah Plumbon)

Di sebuah desa yang asri di Batang, Jawa Tengah, lahirlah seorang tokoh yang kelak menjadi panutan dan cahaya bagi banyak orang. Pada tanggal 17 Agustus 1949, KH Nawawi Plumbon hadir ke dunia. Sejak kecil, KH Nawawi Plumbon tumbuh dalam keluarga yang menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman. Ayahnya, Kiai Syahri, dikenal sebagai sosok yang taat beribadah dan memiliki kepedulian tinggi terhadap pendidikan agama. Kehidupan sehari-hari KH Nawawi dipenuhi dengan ajaran moral dan spiritual, yang membentuk karakter serta ketekunannya dalam menimba ilmu agama.

Dalam asuhan keluarganya yang religius, Kiai Nawawi tumbuh dengan kedisiplinan dan kecintaan mendalam terhadap ilmu agama. Sang ayah, Kiai Syahri, bukan hanya mengajarkan nilai-nilai keislaman, tetapi juga menanamkan ketekunan dan keikhlasan dalam menuntut ilmu serta mengabdi kepada masyarakat. Kepribadian beliau yang santun, suka memuliakan tamu, serta sifat dermawannya sudah terlihat sejak usia muda. Selain itu, beliau juga memiliki kegemaran dalam olahraga, sebuah kebiasaan yang kelak menjadi bagian dari cara beliau merangkul generasi muda.

Meniti Jalan Keilmuan

Perjalanan pendidikan Kiai Nawawi dimulai pada tahun 1955 ketika beliau menginjakkan kaki di Sekolah Dasar. Enam tahun berlalu, dan pada tahun 1961, beliau melanjutkan pendidikannya ke TPI Al-Hidayah di Desa Plumbon, Kecamatan Limpung. Selama sepuluh tahun, beliau mengasah keilmuan agama, mendalami Al-Qur’an, hadis, dan ilmu-ilmu keislaman lainnya. Namun, dahaga ilmunya belum terpuaskan.

Pada tahun 1971, atas amanah sang ayah, Kiai Nawawi melanjutkan perjalanannya ke Cirebon. Di sana, ia menimba ilmu di Pondok Pesantren Buntet, salah satu pesantren tertua dan paling berpengaruh di Nusantara. Di pesantren ini, beliau semakin mendalami berbagai disiplin ilmu keislaman, memperkuat pemahaman fiqih, tasawuf, dan ilmu-ilmu lain yang kelak menjadi bekal bagi perjuangannya dalam membina umat.

Mendirikan Pondok Pesantren atas Dawuh Gurunya

Setelah merampungkan pendidikannya di berbagai pesantren, Kiai Nawawi kembali ke kampung halamannya. Namun, beliau tidak kembali hanya sebagai seorang santri yang telah selesai belajar, melainkan sebagai pribadi yang siap menyalurkan ilmunya. Atas dasar dawuh dari gurunya yaitu KH Syair Plumbon, dengan penuh keikhlasan, beliau mendirikan Pondok Pesantren Al-Hikmah yang terletak di RT 01 RW 01, Desa Plumbon, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang.

Meski secara resmi pesantren ini berdiri pada tahun 1988, aktivitas keilmuan di sana telah dimulai sejak tahun 1985 dengan adanya santri yang mengikuti sistem ngaji kalong. Dari sinilah cikal bakal pesantren berkembang, menjadi pusat pendidikan agama yang terus berkontribusi bagi masyarakat hingga kini.

Pondok ini bukan sekadar tempat belajar agama, tetapi juga menjadi pusat pembinaan moral dan spiritual bagi masyarakat sekitar. Para santri datang dari berbagai penjuru untuk menimba ilmu dari beliau. Dalam kesehariannya, Kiai Nawawi tidak hanya mengajarkan kitab-kitab kuning, tetapi juga membimbing santri dalam membangun karakter yang kuat dan berakhlak mulia.

Kecintaan Kiai Nawawi kepada masyarakat tidak terbatas di lingkungan pesantren. Beliau aktif berinteraksi dengan warga di kampung-kampung, mengisi pengajian, memimpin tahlil, serta mengajak umat untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui istighosah. Kehadirannya selalu dinanti, karena bukan hanya ilmunya yang bermanfaat, tetapi juga kelembutan dan ketulusan hatinya yang mampu menyentuh siapa saja yang berjumpa dengannya.

Kiprah di Nahdlatul Ulama dan Masyarakat

Sebagai seorang tokoh, Kiai Nawawi juga memiliki peran yang sangat aktif dalam organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU). Beliau pernah menjadi pengurus aktif sebagai Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Limpung, di mana beliau turut serta dalam berbagai kegiatan untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah di tingkat lokal.

Namun, kepeduliannya tidak hanya terfokus pada dakwah dan pendidikan agama. Kiai Nawawi memahami bahwa pemuda adalah harapan bangsa dan harus dibimbing dengan cara yang tepat. Oleh karena itu, beliau membangun pendekatan unik dalam dakwahnya dengan merangkul generasi muda melalui olahraga, terutama sepak bola. Dengan olahraga, beliau tidak hanya menciptakan kebersamaan di antara para pemuda, tetapi juga menanamkan nilai-nilai disiplin, kerja sama, dan sportivitas yang sangat penting dalam kehidupan mereka.

KH Nawawi Plumbon menjadi sosok yang menginspirasi banyak orang. Beliau tidak hanya meninggalkan jejak dalam bentuk ilmu yang diwariskan kepada para santri, tetapi juga dalam bentuk nilai-nilai kehidupan yang tetap dikenang oleh masyarakat. Kesederhanaan, kebijaksanaan, dan keikhlasannya dalam berjuang menjadikan beliau sosok yang dicintai dan dihormati oleh banyak orang.

Hingga kini, namanya tetap hidup dalam doa dan kenangan mereka yang pernah belajar darinya atau sekadar bertemu dengannya. Kiai Nawawi Plumbon adalah bukti bahwa seorang guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pelita yang menerangi jalan bagi banyak orang dalam meniti kehidupan yang lebih bermakna.

Sumber: diolah dari keterangan zuriatnya

Gelar Pesantren Kilat di SMP N 1 Warungasem, Pelajar Dibekali Pemahaman Aswaja

0
Pesantren Kilat di SMP N 1 Warungasem

Warungasem, NU Batang
Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU dan IPPNU Warungasem sukses menggelar Pesantren Kilat (PK) pertama di SMP N 1 Warungasem. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta didik yang antusias dalam meramaikan acara tersebut.

Pesantren Kilat ini merupakan program tahunan PAC IPNU dan IPPNU Warungasem yang berlangsung selama tujuh hari, dari 10 hingga 19 Maret 2025. Kegiatan yang dilaksanakan di beberapa sekolah ini bertujuan membentuk karakter, menumbuhkan keimanan, serta meningkatkan pemahaman Ahlussunnah wal Jamaah di kalangan generasi muda.

SMPN 1 Warungasem menjadi sekolah pertama yang menyelenggarakan kegiatan ini dengan antusiasme tinggi dari para siswa. Pesantren Kilat ini tidak hanya berfokus pada pembelajaran teori keagamaan, tetapi juga menekankan praktik dan pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Para peserta mengikuti berbagai kegiatan yang terstruktur dan intensif, mulai dari kajian keislaman, ibadah bersama, hingga pelatihan akhlak mulia.

Ketua PAC IPNU Warungasem, Rekan M. Irsyad, berharap kegiatan ini dapat terus diadakan dan memberikan manfaat bagi peserta didik.

“Harapan ke depannya, kegiatan ini bisa lebih kompak dan memberikan dampak positif bagi para peserta, sehingga dapat menciptakan siswa yang berakhlakul karimah serta berlandaskan Ahlussunnah wal Jamaah,” ujarnya.

Kepala SMPN 1 Warungasem juga menyampaikan apresiasi dan harapan agar kegiatan ini terus berlanjut setiap tahunnya.

“Terima kasih kepada rekan dan rekanita PAC IPNU dan IPPNU Warungasem yang telah berpartisipasi dalam acara Pesantren Kilat ini. Kehadiran dan kontribusi kalian membuat acara ini sukses dan bermakna. Dari antusiasme siswa, terlihat mereka senang mendapatkan ilmu baru, pengalaman baru, serta teman baru. Kami berharap program ini dapat terus berlanjut setiap tahunnya dengan kerja sama yang semakin baik,” tuturnya.

Dengan terselenggaranya Pesantren Kilat ini, diharapkan semakin banyak siswa yang termotivasi untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan mereka serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di kalangan pelajar.

Pewarta: Ika

Sambangi Ngaliyan, PAC GP Ansor Limpung Dorong Keaktifan Ranting

0
PAC GP Ansor Limpung menyambangi Pimpinan Ranting GP Ansor Desa Ngaliyan pada Jumat (14/3/2025).

Limpung, NU Batang
Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Limpung terus mendorong keaktifan ranting dengan menyambangi ke Pimpinan Ranting GP Ansor Desa Ngaliyan. Kegiatan Turba (Turun ke Bawah) ini digelar pada Jumat malam (14/3) di RM Waroeng Jowo Ngaliyan sebagai bagian dari program Departemen Pengembangan Keorganisasian dan Kerja sama antar Lembaga PAC GP Ansor Limpung.

Ketua PAC GP Ansor Limpung, Akhmad Maskon menegaskan bahwa standar keaktifan organisasi mencakup legalitas kepengurusan melalui Surat Keputusan (SK), pelaksanaan kegiatan rutin, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan di tingkat PAC.

“Sebetulnya Ranting Ngaliyan ini sudah cukup baik, sudah ada kegiatan rutin. Namun hanya perlu koordinasi lebih lanjut, mengurus SK Kepengurusan, serta aktif dalam kegiatan PAC,” jelasnya.

Ia berharap dengan adanya Turba ini, GP Ansor Ranting Ngaliyan semakin baik dalam administrasi dan semakin aktif dalam melaksanakan kegiatan organisasi demi kemaslahatan bersama.

Ketua Pimpinan Ranting GP Ansor Desa Ngaliyan, Robby menyampaikan bahwa beberapa kegiatan telah berjalan di tingkat ranting. Namun, ia mengakui masih ada kekurangan dalam aspek administrasi dan publikasi kegiatan.

“Mohon pendampingannya dari pengurus PAC, serta support bagaimana seharusnya pengurus Pimpinan Ranting bisa melaksanakan kegiatan dengan baik. Sebenarnya di tingkatan Ranting sudah berjalan beberapa kegiatan, namun memang secara administrasi maupun kegiatannya belum terekspos keluar,” ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Pengurus Harian PAC GP Ansor Limpung, Ketua  PAC GP Ansor Limpung Akhmad Maskon, Leo Achmad Kasatkoryon Banser Limpung, Khoirul Ibad Sekretaris PAC GP Ansor Limpung, Miftahudin Bendahara PAC GP Ansor Limpung, Amin Subkhan Wakil Ketua VII PAC GP Ansor Limpung, dan Masrukhan Wakil Sekretaris Bidang Dakwah PAC GP Ansor Limpung.

Pewarta: Khoirul Ibad

Bulan Ramadhan, Ratusan Siswa MA NU 01 Banyuputih Hadapi Ujian Madrasah 2025

0
Apel Pembukaan Ujian Madrasah 2025 di MA NU 01 Banyuputih pada Jumat (14/3/2025). (Foto: Ayuni Az Zahra)

Banyuputih, NU Batang
Di tengah suasana bulan Ramadhan, sebanyak 233 siswa kelas XII Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MA NU) 01 Banyuputih Kabupaten Batang tampak antusias dalam menghdapai Ujian Madrasah (UM) Tahun 2025 pada Jumat (14/3).

Hal ini didorong karena Ujian Madrasah memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kelulusan siswa. Sebagai salah satu syarat utama dalam proses kelulusan, ujian ini menjadi tolok ukur untuk menilai pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari selama menempuh pendidikan di madrasah.

Kepala MA NU 01 Banyuputih, H Mukhsin mengungkapkan bahwa Ujian Madrasah merupakan salah satu syarat kelulusan yang wajib diikuti oleh seluruh siswa. Saat apel pembukaan ujian madrasah, beliau berpesan kepada siswa untuk mempersiapkan diri dengan baik.

“Pastikan semua sudah dipersiapkan. Mudah-mudahan kalian diberikan kesehatan, kesuksesan, dan dimudahkan dalam menghadapi soal-soal ujian,” ujarnya.

Menurut Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Ahmad Hasan, pelaksanaan ujian mencakup berbagai mata pelajaran sesuai dengan kurikulum yang berlaku, baik mata pelajaran umum maupun khas madrasah. Pelaksanaan Ujian Madrasah akan berlangsung selama 6 hari mulai tanggal 14 hingga 20 Maret 2025.

Selain itu, pihak madrasah juga telah menyiapkan berbagai fasilitas penunjang agar pelaksanaan ujian berjalan lancar. “Kami memastikan siswa tetap disiplin dalam selama pelaksanaan ujian. Semoga semua peserta dapat menyelesaikan ujian dengan baik dan mendapatkan hasil yang memuaskan,” tambahnya.

Hiasi Ramadhan 1446 H, MTs Tholabuddin Masin Batang Gelar Pesantren Kilat

0

 

Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan, MTs Tholabuddin Masin Batang mengadakan kegiatan Pesantren Kilat bagi para siswa. Program ini berlangsung mulai 6 hingga 20 Maret 2025 dengan tujuan meningkatkan pemahaman agama Islam, memperkuat nilai-nilai moral, serta membiasakan siswa dalam mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala MTs Tholabuddin Masin, Muhammad Kasi, S.Ag., menjelaskan bahwa Pesantren Kilat ini merupakan bagian dari upaya pembinaan karakter Islami bagi siswa.

“Program ini tidak hanya bertujuan untuk menambah wawasan keislaman, tetapi juga membentuk akhlak yang baik. Kami ingin anak-anak tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan pemahaman agama yang mendalam,” ujarnya.

Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya ibadah puasa di bulan Ramadhan.

“Anak-anak yang saya cintai, berpuasa di bulan Ramadhan adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang beriman. Bahkan, umat-umat terdahulu juga diwajibkan berpuasa, meskipun dengan cara yang berbeda,” tambahnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para siswa yang terlihat antusias dalam mengikuti setiap sesi yang telah disusun panitia. Selama Pesantren Kilat, suasana madrasah semakin hidup dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an serta diskusi keagamaan yang aktif.

Salah satu siswa, Muhammad Arda Billy, yang juga menjabat sebagai Ketua Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) MTs Tholabuddin Masin, mengungkapkan kegembiraannya atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Pesantren Ramadhan ini menjadi kesempatan berharga bagi kami untuk memperdalam wawasan keislaman dan memperbaiki diri agar lebih baik dalam menjalankan ajaran Allah,” ungkapnya.

Dengan adanya Pesantren Kilat ini, diharapkan para siswa semakin termotivasi untuk mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya selama Ramadhan, tetapi juga dalam keseharian mereka di masa mendatang.

Pewarta: Ismuhadi

Antusiasme Warga NU Kalibeluk dalam Meneladani Puasa Ala Rasulullah SAW

0

Warungasem – NU Batang

Pada hari kedua pelaksanaan ngaji sore rutin di Masjid Jami’ Al-Amin, Desa Kalibeluk, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, antusiasme warga NU Kalibeluk masih terlihat tinggi. Jumlah jamaah yang hadir diperkirakan lebih banyak dibandingkan hari sebelumnya, terbukti dengan penuhnya serambi masjid oleh para jamaah.

Pada kesempatan ini, tema kajian yang dibahas dalam ngaji sore hari Rabu, 5 Maret 2025, adalah “Tata Cara Berpuasa Ala Rasulullah SAW.”

“Setiap orang yang berpuasa akan menemukan dua kebahagiaan, yaitu saat berbuka dan ketika bertemu Allah SWT kelak serta melihat hasil (pahala) dari amal ibadahnya. Ini adalah salah satu hikmah dari berpuasa yang diambil dari hadits Nabi SAW,” ujar Ustaz Faruq Iqbal Fata saat menyampaikan kajian.

Beliau menekankan pentingnya memahami tuntunan puasa sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

“Jangan sampai puasa kita hanya sebatas menahan haus dan lapar. Apa yang akan kita petik kelak di akhirat nanti jika tidak memahami esensi puasa? Oleh karena itu, kita perlu mengetahui bagaimana Rasulullah SAW berpuasa. Sebab, bukan hanya pahala yang didapat, tetapi juga pelipatgandaan pahala atas puasa tersebut,” jelasnya.

Dalam kajian tersebut, Ustaz Iqbal menyampaikan bahwa Nabi Muhammad SAW selalu memperhatikan lima poin penting agar puasanya lebih berkualitas.

“Hal pertama adalah niat. Meskipun terlihat sepele, niat sangat penting karena setiap perbuatan harus didasari dengan niat. Kedua, mengakhirkan sahur, dan ketiga, menyegerakan berbuka. Rasulullah SAW selalu berbuka dengan sederhana, cukup dengan kurma dan air putih,” terangnya.

“Selain tiga poin tadi, Nabi Muhammad SAW juga selalu menjaga diri dari perbuatan yang dapat mengurangi pahala serta esensi puasa. Beliau juga senantiasa memperbanyak amal ibadah yang dapat meningkatkan nilai puasanya,” tambahnya.

Di akhir sesi, Ustaz Iqbal menyampaikan pesan kepada para jamaah yang hadir, “Meskipun secara hakikat kita tidak akan bisa meniru puasa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW secara sempurna, tetapi kita harus tetap berusaha mencapai kesempurnaan dalam beribadah.”

Pewarta: Abed

Sambut PPDB, MA Takhasus Al Syairiyah Limpung Gelar Champion Friendship League

0
Suasana Champion Friendship League MA Takhasus Al Syairiyah Limpung

Limpung, NU Batang
MA Takhasus Al-Syairiyah Limpung menggelar Champion Friendship League, sebuah ajang kompetisi dan pertunjukan kreativitas dalam rangka menyambut Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Acara ini dihadiri oleh seluruh siswa kelas 9 dari MTs NU Al Syairiyah Limpung pada Jumat (27/2/2025).

Kegiatan diawali dengan pelepasan balon sebagai simbol pembukaan acara, diikuti oleh berbagai pertunjukan menarik seperti Peraturan Baris-Berbaris (PBB), Kolonel Tongkat, dan Semaphore. Hal ini menunjukkan bahwa MA Takhasus Al Syairiyah Limpung memiliki berbagai organisasi aktif, salah satunya Pramuka. Para siswa kelas 9 tampak antusias dan bersemangat dalam memeriahkan acara tersebut.

Selain itu, pertunjukan pencak silat dari Pagar Nusa dan PSHT turut disajikan. Aksi-aksi spektakuler yang ditampilkan membuat para penonton terkesima, bahkan ada yang sampai menutup mata karena terkejut.

Tidak hanya menampilkan keterampilan bela diri, acara ini juga dimeriahkan oleh fashion show dari sebagian siswa kelas 10. Para peserta menampilkan berbagai tema busana unik seperti “Cewek Yali-Yali”, “Cowok Skena”, “Orang Memancing”, dan “Cinderella”. Meskipun sederhana, panitia tetap bersemangat dalam menyukseskan acara ini. Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Romli turut memberikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras. “Terima kasih kepada seluruh panitia yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikirannya. Semoga acara ini berjalan lancar tanpa hambatan,” ujarnya.

Sebagai penutup sesi penampilan, acara dilengkapi dengan stand-up comedy yang mengundang gelak tawa para peserta.

Setelah rangkaian hiburan, acara dilanjutkan dengan Champion Friendship League, yang terdiri dari perlombaan jasmani dan rohani. Kompetisi ini bertujuan untuk mengasah kemampuan berpikir, melatih mental, dan menguji bakat para peserta.

Perlombaan jasmani mencakup futsal, voli, takraw, dan tenis meja, yang diikuti oleh berbagai tim dari MTs dan MA. Sementara itu, perlombaan rohani meliputi lomba puisi dan cerdas cermat Amtsilati. Kompetisi ini dirancang secara seimbang, di mana peserta laki-laki lebih banyak berpartisipasi dalam lomba jasmani, sementara peserta perempuan mendominasi lomba rohani. Dari awal hingga akhir perlombaan, seluruh peserta tampak antusias dan menikmati setiap pertandingan.

Keesokan harinya, 28 Februari 2025, pertandingan final voli yang sempat tertunda kembali digelar. Laga sengit antara tim MTs dan tim MA berlangsung dalam dua set yang penuh ketegangan. Suporter dari masing-masing tim memberikan dukungan meriah, hingga akhirnya tim MA keluar sebagai pemenang.

Sebagai penutup acara, panggung gembira menjadi momen yang paling dinantikan. Seluruh siswa dari MTs dan MA turut serta dalam kemeriahan dengan menyanyikan berbagai lagu serta menyaksikan prosesi penyerahan hadiah bagi para pemenang perlombaan.

Acara Champion Friendship League ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antarsiswa dalam semangat sportivitas dan kreativitas.

Pewarta: Agit

Ansor-Banser Didorong Aktif dalam Pembangunan Desa, Wakil Ketua PAC GP Ansor Limpung: Jangan Ragu Bersinergi dengan Pemerintah

0
Suasana saat tarling PAC GP Ansor Limpung

Limpung, NU Batang
Wakil Ketua I Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Leo Achmad Safii Tumono, mendorong kader Ansor dan Banser untuk lebih aktif berperan dalam pembangunan desa. Hal ini disampaikannya dalam acara Tarawih Keliling (Tarling) di Masjid Al Mursyid Dukuh Adiloko Desa Rowosari Sabtu (8/3/2025).

“Saya mohon sahabat Ansor Banser bisa berperan aktif. Kula pasarahaken niki Ansor Banser. Kalau ada apa-apa di pemerintahan desa, tolong dijawil. Mboten usah pekewoh,” ujarnya di hadapan perangkat Desa Rowosari dan jamaah tarling.

Kasatkoryon Banser Limpung itu menegaskan bahwa peran aktif Ansor-Banser dalam pembangunan desa sejalan dengan arahan Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf yaitu NU hadir untuk kemaslahatan umat. Selain itu, Pimpinan Pusat GP Ansor melalui Addin Jauharudin telah merumuskan kerja sama strategis dengan Kementerian Desa (Kemendes), yang memungkinkan sinergi antara Pimpinan Ranting Ansor dengan pemerintah desa.

“Secara otomatis, Pimpinan Ranting Ansor harus bisa bekerja sama dengan Pemerintah Desa. Ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Kita harus memberdayakan masyarakat NU, yang juga berarti memberdayakan desa,” jelasnya.

Leo juga menekankan bahwa keberadaan NU dan desa tidak bisa dipisahkan. Dengan mengabdi kepada desa, secara otomatis Ansor-Banser juga mengabdi kepada NU. “Kita ngawula nang desa, ya ngawula nang NU. Sebab isinya orang desa itu orang NU,” tegasnya.

Ia berharap adanya dorongan ini kader Ansor dan Banser di Kecamatan Limpung semakin aktif berperan dalam mendukung kebijakan pemerintah desa, terutama dalam hal pemberdayaan masyarakat berbasis ke-NU-an.

Pendataan Warga NU di Limpung Tembus 12.967, Cetak Kartanu Capai 191 Buah

0
Pendataan Warga NU saat di Desa Wonokerso

Limpung, NU Batang
Proses pendataan warga Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Limpung menunjukkan perkembangan positif. Hingga rekap terakhir pada 8 Maret 2025, jumlah warga yang terdata telah mencapai 12.967 orang, sementara pencetakan Kartu Tanda Anggota NU (Kartanu) terus meningkat dengan total 191 kartu yang telah dicetak.

Ketua Tim Pokja MWC NU Limpung, Akhmad Mubarok, menyampaikan bahwa hasil pendataan ini merupakan langkah maju dalam memperkuat basis keanggotaan NU di tingkat ranting.

“Alhamdulillah, pendataan warga NU terus meningkat, dan pencetakan Kartanu juga mengalami kemajuan. Kami akan terus mendorong agar semakin banyak warga memiliki kartu keanggotaan resmi ini,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, rincian pendataan warga dan pencetakan Kartanu di setiap ranting sebagai berikut:

  1. Desa Amongrogo: 70 warga, 16 Kartanu
  2. Desa Babadan: 2.182 warga, 1 Kartanu
  3. Desa Dlisen: 747 warga, 10 Kartanu
  4. Desa Donorejo: 320 warga, 1 Kartanu
  5. Desa Kalisalak: 447 warga, 1 Kartanu
  6. Desa Kepuh: 246 warga, 4 Kartanu
  7. Desa Limpung: 358 warga, 6 Kartanu
  8. Desa Lobang: (Belum terdata)
  9. Desa Ngaliyan: (Belum terdata)
  10. Desa Plumbon: 912 warga, 42 Kartanu
  11. Desa Pungangan: 358 warga
  12. Desa Rowosari: 1.334 warga
  13. Desa Sempu: 379 warga
  14. Desa Sidomulyo: 168 warga, 82 Kartanu
  15. Desa Sukorejo: 2.107 warga, 1 Kartanu
  16. Desa Tembok: 1.732 warga, 2 Kartanu
  17. Desa Wonokerso: 1.792 warga, 25 Kartanu

Dari data yang ada, Desa Sidomulyo menjadi ranting dengan pencetakan Kartanu terbanyak, yakni 82 kartu. Disusul oleh Desa Plumbon dengan 42 kartu dan Desa Wonokerso dengan 25 kartu.

Admin SISNU MWC NU Limpung, Khoirul Ibad, optimistis bahwa tren peningkatan ini akan terus berlanjut. “Kami terus melakukan sosialisasi agar warga NU memahami pentingnya Kartanu, baik sebagai identitas keanggotaan maupun akses ke berbagai program NU. Dengan dukungan pengurus ranting, kami yakin pencetakan Kartanu akan semakin meningkat,” katanya.

Pokja MWC NU Limpung berkomitmen untuk terus mempercepat proses administrasi dan memperluas jangkauan pencetakan Kartanu, sehingga lebih banyak warga NU yang terdata dan memiliki kartu keanggotaan resmi.