Rabu, April 8, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 17

Banser Bagana Batang Jalankan Misi Kemanusiaan Cari Anak Hilang di Sungai

0
Banser Tanggap Bencana (Bagana) Batang saat pencarian anak hilang. Foto: Bagana

Gringsing, NU Batang
Di tengah kesibukan menjalankan ibadah puasa Ramadhan, Banser Tanggap Bencana (Bagana) Kabupaten Batang Jawa Tengah menjalankan misi kemanusiaan dengan terjun langsung dalam pencarian seorang anak yang hilang sejak Kamis (6/3/2025).

Sugeng Santoso, anggota Banser Bagana Batang, mengungkapkan bahwa informasi mengenai kejadian ini pertama kali diterima melalui telepon dari perangkat desa Madugowongjati, sesaat sebelum Magrib. Tanpa menunda waktu, tim segera berkoordinasi melalui grup komunikasi internal.

“Begitu mendapat laporan, kami langsung bergerak. 6 personel berangkat setelah berbuka puasa, kemudian disusul 1 anggota lagi. Kami melakukan penyisiran hingga pukul 23.30 malam dengan peralatan seperti senter, helm, pelampung, dan tali. Pagi harinya, pencarian dilanjutkan dengan tambahan 13 personel,” ujar Sugeng pada Sabtu (8/3/2025).

Menurut laporan, anak yang hilang tersebut bernama Dafa Fayat Islami (12), warga Dukuh Jati RT 02 RW 01, Desa Madugowongjati, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang. Ia diduga hanyut di sungai sebelah utara desa pada Kamis, 6 Maret 2025, sekitar pukul 12.30 siang. Kejadian ini diketahui setelah teman bermainnya, Tiara seorang anak TK kembali ke rumah dalam keadaan menangis ketakutan.

Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Batang, H Abdus Syakur, mengapresiasi upaya tim relawan yang telah bekerja tanpa mengenal lelah dalam misi kemanusiaan ini.

“Ada laporan yang masuk ke kami (Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Batang) hari Jumat kemarin. Laporan bahwa tim Bagana mulai melakukan pencarian terhadap anak yang hilang. Saya sangat berterima kasih kepada sahabat-sahabat Banser yang sudah ikut bekerja keras tergabung dalam tim relawan,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan agar seluruh relawan tetap waspada mengingat kondisi cuaca yang masih sering hujan dan banjir di beberapa wilayah.

“Karena cuaca yang sangat sampai sekarang ini masih banyak curah hujan, banyak banjir sehingga sahabat-sahabat semua dalam menjalankan tugas kemanusiaan ini saya himbau untuk selalu berhati-hati dan selalu berdoa dan tawakal kepada Allah. Karena apapun yang terjadi dengan korban yang hanyut ini adalah semua takdir dari Allah,” tutur H Syakur.

“Sahabat-sahabat semua tetap semangat untuk selalu ikhlas menolong sesame. Ikhlaslah berbuat kebaikan untuk kemanusiaan,” pesannya.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim Bagana bersama warga dan pihak terkait.

Warga NU Kalibeluk Warungasem Diajak Untuk Bergembira Dalam Menyambut Bulan Ramadhan

0

NU Batang, Warungasem

Pengurus Ikatan Remaja Masjid (IRMA) Desa Kalibeluk kembali adakan Ngaji Sore dan buka puasa bersama. Kegiatan ini berlangsung setiap sore selama 22 hari selama bulan ramadhan dengan diisi oleh Kyai dan Ustadz Se Desa Kalibeluk.

Pada pembukaan ngaji ini, diisi oleh salah satu tokoh masyarakat Kalibeluk, Ustadz M. Furqon dengan tema “Marhaban ya Ramadhan”.

Beliau menyampaikan sebagai umat islam yang beriman, sudah seharusnya kita menyambut kedatangan bulan ramadhan ini dengan penuh kegembiraan.

“Kegembiraan atas datangnya bulan ramadhan dapat dilihat dari sikap kita dalam bulan tersebut. Salah satu sikap nyata yang saat ini masih kita lakukan adalah dengan berbondong-bondong meramaikan masjid, untuk ngaji, tadarus al-Qur’an, dan lain-lain”, ucapnya.

Beliau menambahkan bahwa menyambut datangnya bulan ramadhan dengan penuh kegembiraan adalah kewajiban bagi setiap muslim. Dalam kitab Durrotun Nasihin terdapat sebuah hadits yang sudah sering kita dengar, disebutkan hikmah menyambut Ramadhan dengan hati gembira, Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka.

“Terdapat salah satu hadits Nabi SAW. yang sering kita dengar, “Barangsiapa yang gembira atas datangnya bulan ramadhan, maka Allah SWT. mengharamkan jasadnya masuk neraka” HR. . Lantas apakah kita termasuk dalam golongan orang yang senang atas kedatangan bulan ramadhan? apa wujud nyata atas rasa senang atau gembira itu?”, tambahnya.

Beberapa hal yang bisa kita lakukan adalah dengan memperbanyak amal baik dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah.

“Meramaikan masjid dengan diisi kajian-kajian Keislaman, Muamalah, dan lain sebagainya juga termasuk amal baik sebagai wujud gembira atas kedatangan bulan ramadhan”, tegasnya.

Diakhir sesi ngaji sore beliau mengajak kita agar tidak hanya rajin beribadah saat bulan ramadhan saja. Namun dihari-hari biasa pun kita harus senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Dibulan ramadhan banyak orang yang mendadak rajin membaca al-Qur’an, sedangkan ketika hari-hari biasa jarang sekali membacanya, bahkan membukanya pun seringkali malas. Padahal seharusnya, amalan yang sebagaimana kita lakukan sehari-hari itulah yang perlu ditingkatkan. Bukan hanya sekedar rajin ketika ramadhan datang, namun ketika sudah melewatinya kembali ke setelan pabrik”, pungkasnya.

Pewarta : Abed

Bersama Masyarakat, KBNU Tombo Gelar Tradisi Megengan Tuk Sambut Ramadhan

0
'Megengan' Acara tahunan Masyarakat Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Batang yang diinisiasi oleh KBNU Desa Tombo.

Bandar, NU Batang

Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Batang bersama masyarakat menggelar tradisi Megengan di halaman Ricemill Iza, Tombo, pada kamis malam (27/2). Tradisi tahunan ini menjadi momen sakral bagi warga dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Megengan, yang berasal dari bahasa jawa berarti “menahan”, mencerminkan makna menahan hawa nafsu selama Ramadhan. Tradisi ini sudah ada sejak masa Kerajaan Demak sekitar tahun 1500 M dan menjadi bukti akulturasi budaya Jawa dan Islam yang diwariskan oleh para Walisongo.

Acara dimulai selepas Maghrib dengan pembacaan tahlil dan shalat Isya berjamaah, diikuti dengan makan malam bersama. Setelah itu, peserta disuguhkan pemutaran video profil KBNU Tombo sebagai pengantar menuju acara inti, yakni Talk Show dengan tema “Kenapa Kita Harus Ber-NU?”.

Dengan menghadirkan dua narasumber antara lain KH. Sugeng Somadhon dari Santri Ndalan serta Kiai Masykur, S.Ag. dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang, Masyarakat Desa Tombo mendapat wawasan tentang sisi lain dibalik pendirian Nahldatul Ulama yang kini menjadi Organisasi Masyarakat Islam terbesar.

Founder Santri Ndalan, KH. Sugeng Romadhon membuka diskusi dari perspektif historiografi Islam. Ia mengatakan,Nabi Muhammad pernah bersabda bahwa Islam akan terbelah menjadi 73 golongan.

“Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda ‘Kaum Yahudi telah terpecah menjadi tujuh puluh satu (71) golongan atau tujuh puluh dua (72) golongan, dan kaum Nasrani telah terpecah menjadi tujuh puluh satu (71) atau tujuh puluh dua (72) golongan, dan umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga (73) golongan” kata Kiai Sugeng sapaan akrab beliau mengutip dari Hadis Riwayat (HR) Tirmidzi.

Ia menambahkan, dari 73 golongan tersebut hanya satu golongan yang akan mendapatkan keselamatan yaitu golongan yang memiliki banyak jamaahnya (mayoritas), dan yang berada ditengah-tengah (Ummatan Wassathon/Moderat), “dari 73 golongan tadi hanya satu yang akan mendapatkan keselamatan, yaitu umat yang mayoritas dan berada di pertengahan atau Ummatan Wassathon” imbuh beliau.

Ia menuturkan bahwa Nahdlatul Ulama menganut haluan Ahlu Sunnah Wal Jamaah yang menurutnya masuk dalam kategori umat yang selamat tersebut, “NU ini menganut haluan Ahlu Sunnah Wal Jamaah yang moderat, jadi NU ini masuk dalam kategori umat yang selamat tersebut” tuturnya.

Disamping itu, Kiai Masykur menyinggung tentang proses didirikannya Jam’iyyah Nahdlatul Ulama yang tak lepat dengan ikhtiyar spiritiual dari para pendirinya, “Menilik dari proses didirikannya NU, melalui riyadloh bathiniyyah / ikhtiyar spiritual dari mulai nama, lambang, dengan begitu sangat yaqin bahwa NU berdiri atas Ridlo Allah SWT., dan Baginda Rasulullah” kata Kiai Masykur.

Selain diskusi keagamaan, acara ini juga dimeriahkan oleh berbagai hiburan, seperti pertunjukan Tari Methik Teh, Stand-Up Comedy, dan pertunjukan sulap yang semakin memeriahkan suasana.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Pengurus Gerakan Pemuda Ansor, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Tombo sebagai bagian dari upaya melestarikan tradisi keislaman yang berpadu dengan budaya lokal. Dengan adanya Megengan, masyarakat diajak untuk semakin mempererat kebersamaan dan menyiapkan diri dalam menyambut bulan Ramadan dengan penuh kesadaran dan kebahagiaan.

Pewarta : Ali Rochman

PAC GP Ansor Limpung Hidupkan Ramadhan dengan Tadarus Al-Qur’an

0
Tangkapan layar Pembukaan Tadarus Al Qur'an PAC GP Ansor Limpung

Limpung, NU Batang
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Limpung Kabupaten Batang kembali menghidupkan suasana Ramadhan dengan menggelar tadarus Al-Qur’an secara rutin. Kegiatan ini menjadi tradisi tahunan yang bertujuan untuk memperkuat nilai keislaman, meningkatkan semangat ibadah, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di antara para pengurus dan anggota.

Ketua PAC GP Ansor Limpung, Akhmad Maskon menyampaikan bahwa kegiatan tadarus ini merupakan agenda tahunan yang telah menjadi tradisi.

“Kegiatan tadarus ini sudah menjadi rutinan. Kita mulai dengan bismillah bersama, nanti hadoroh akan dipimpin oleh Gus H Choirul Anam. Mari kita sukseskan bersama-sama, untuk kegiatan ini mari kita berdoa bersama, apa yang menjadi program PAC GP Ansor Limpung,” kata Maskon saat pembukaan kegiatan tadarus Al-Qur’an pada Sabtu (1/3/2025) secara daring.

Dosen Sekolah Tinggi Islam Kendal itu berharap semoga dengan diawali tadarus Al-Qur’an diberikan kemudahan dalam menjalankan segala program. Semoga diberi kelancaran, keberkahan.

“Terima kasih kepada Departemen Dakwah dan Rijalul Ansor yang telah memprogramkan kegiatan tadarus Al-Qur’an ini. Setelah dibuka bisa dilanjutkan dengan tadarus sesuai waktunya masing-masing. Semoga lancar dan lancar. Terima kasih yang sudah hadir mengikuti,” ujarnya.

Tadarus yang diikuti oleh pengurus PAC GP Ansor Limpung diawali oleh Ketua PAC GP Ansor Limpung sejak awal Ramadhan dan akan mencapai puncaknya dengan khataman yang dijadwalkan pada 21 Maret pukul 16.00 WIB. Acara ini juga akan menjadi momen kebersamaan dengan diadakannya buka puasa bersama.

Semarak Dies Natalis Ke-69 MI Salafiyah Candigugur, Wujud Syukur dan Komitmen Pendidikan

0

Bawang, NU Batang.

Madrasah Ibtidaiyah (MI) Salafiyah Candigugur, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, merayakan Dies Natalis ke-69 dengan penuh semangat dan rasa syukur. Perayaan ini menjadi bentuk terima kasih kepada Allah SWT atas perjalanan panjang yang telah ditempuh hingga tahun ke-69. Selain itu, momentum ini juga menegaskan komitmen MISCAND untuk terus beristiqomah dalam perjuangan di dunia pendidikan, mencerdaskan anak bangsa, serta melestarikan nilai-nilai perjuangan para pendiri madrasah.

Rangkaian acara dimulai pada Selasa, 25 Februari 2025 yang diawali dengan pawai ta’aruf berangkat dari Alun-Alun Bawang menuju MI Salafiyah Candigugur sebagai lokasi utama perayaan. Pawai ini dibuka secara resmi oleh Bapak Sobirin, M.Pd.I., selaku Pengawas MI Kecamatan Bawang. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapannya agar MI Salafiyah Candigugur terus berkembang dan memberikan manfaat bagi dunia pendidikan.

“Perayaan ini bukan sekadar seremonial, tetapi juga momentum untuk merefleksikan perjalanan panjang madrasah dalam mendidik generasi bangsa. Saya berharap MISCAND semakin maju, berkualitas, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai pendidikan Islam,” ujar Bapak Sobirin, M.Pd.I.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa MI Salafiyah Candigugur dari kelas 1 hingga 6, termasuk peserta ekstrakurikuler seperti marching band, Pagar Nusa, paduan suara, serta anak-anak dari RA/TK di lingkungan madrasah. Suasana semakin meriah dengan kehadiran marching band dari para alumni yang turut memeriahkan acara.

Sesampainya di MI Salafiyah Candigugur, peserta pawai disambut hangat oleh para wali murid dan tamu undangan. Acara dibuka dengan penampilan grup rebana dari siswa ekstrakurikuler, diikuti dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol bertambahnya usia MISCAND yang ke-69. Kepala MI Salafiyah Candigugur, Bapak Aminudin, S.Pd.I, dalam sambutannya menegaskan komitmen madrasah untuk terus memberikan pendidikan terbaik.

“Kami bersyukur atas usia ke-69 ini. MI Salafiyah Candigugur akan terus berkomitmen dalam memberikan pendidikan yang berkualitas, berlandaskan nilai-nilai Islam, dan menjaga warisan perjuangan para pendiri madrasah. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam perjalanan panjang ini,” ujar beliau.

Sebagai puncak acara, doa bersama dipimpin oleh Simbah Yai Slamet Abror untuk memohon keberkahan dan kelancaran perjalanan madrasah ke depannya. Kemeriahan acara ditutup dengan penampilan dari anak-anak TK/RA yang turut memberikan warna dalam perayaan ini.

Pewarta : Alifudin

LKKNU MWCNU Tersono Gelar Bakti Sosial Pemasangan Kontrasepsi

0
Pelayanan KB

Tersono, NU Batang
Memperingati hari lahir Muslimat NU, Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) Nahdlatul Ulama Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Tersono bekerja sama dengan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat dan Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Tersono menggelar bakti sosial pemasangan kontrasepsi implan dan IUD di Kantor KB Kecamatan Tersono pada 25 Februari 2025.

Kegiatan ini merupakan program tahunan yang rutin dilaksanakan dengan melibatkan petugas KB setempat serta warga yang membutuhkan layanan kontrasepsi. Tidak hanya warga Nahdlatul Ulama (NU), bakti sosial ini juga diikuti oleh masyarakat umum di Kecamatan Tersono.

Ketua LKKNU MWCNU Tersono, H. Judi Assaidi, yang juga merupakan PLKB Kecamatan Tersono, menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk memberikan layanan kesehatan reproduksi kepada masyarakat sekaligus mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kesadaran ber-KB.

“Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara LKK NU, Muslimat NU, dan pemerintah, dalam hal ini PLKB Kecamatan Tersono, untuk membantu masyarakat mendapatkan akses layanan KB yang aman dan terjangkau,” ujar H. Judi.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat dari program KB sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup keluarga dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Hukum Zakat Fitrah: Bolehkah Sebagiannya Kembali ke Muzaki?

0
foto: NU Online

Keputusan Bahtsul Masa`il Lembaga Bahtsul Masa`il (LBM) PCNU Batang di Aula Gedung MWCNU Banyuputih 29 Desember 2024 M.

Deskripsi Masalah
Adalah hal yang maklum bahwa zakat fitrah merupakan salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh setiap muslim yang wajib diberikan kepada delapan (8) golongan atau ashnaf sebagaimana telah disebutkan dalam Al Qur`an.

Lazimnya di masyarakan pelaksanakan zakat fitrah (beras) dikumpulkan menjadi satu baik dari muzakki yang kaya maupun muzakki yang miskin dan sesamanya yang pada berikutnya ia juga menjadi penerima zakat fitrah. Beras yang sudah dikumpulkan tersebut kemudian diberikan kepada yang berhak menerimanya. Praktek semacam ini tidak menutup kemungkinan ada sebagian beras yang kembali kepada Muzakki yang statusnya sebagai salah satu ashnaf delapan yang berhak menerima zakat fitrah.

Pertanyaan.
a. Apa hukumnya zakat fitrah dimana sebagiannya ada yang kembali lagi kepada muzaki
b. Jika zakat tersebut tidak sah apakah harus mengulang lagi membayar zakat atau menggantinya ?.
c. Jika tidak sah siapa yang bertanggung jawab ?.
MWCNU Limpung.

Jawaban:
1. Tafsil
Jika yang mengelola (mengumpulkan dan membagi ) amil, maka zakatnya sah. Jika yang mengumpulkan panitia (tidak melalui SK pengangkatan amil) maka zakatnya tidak sah.

(مجموع شرح المهذب: 6\138)
(الرَّابِعُ) فى بيانِ الأفضَلِ. قال أصحابُنا تفريقُهُ بنفسِهِ أفضلُ مِن التَّوكيلِ بلا خلافِ لانَّهُ على ثقةٍ مِن تفريقِهِ بخلافِ الوكيلِ. وعلى تقديرِ خيانةِ الوكيلِ لا يَسقُط الفرْضُ عن المالِكِ لاَنَّ يدَهُ كيدِه فمَا لم يَصِلْ المالُ الى المستحقِّ لا تبرأُ ذِمّةُ المالكِ بخلافِ دفعِها الى الامامِ فانَّه بمُجرَّدِ قبْضِه تَسقُط الزكاةُ عن المالكِ.

(Empat). Tentang keutamaan. Ashab Syafi`iyah berkata: Muzaki membagi zakatnya sendiri lebih utama dari pada mewakilkan pada orang lain, sebab ia lebih yakin dengan pembagian yang dilakukannya sendiri berbeda jika diwakilkan.

Seandainya wakil berkhianat maka kewajiban (membayar zakat) belum gugur dari pemilik/muzakki, sebab kekuasaan seorang wakil statusnya sama dengan kekuasaan pemilik/muzakki sehingga jika harta zakat belum sampai kepada mustahiq maka tanggungan kewajiban zakat belum gugur bagi pemilik/muzakki. Beda halnya jika zakat diserahkan kepada imam. Pemilik zakat sudah terlepas dari tanggungan kewajibannya. (Majmu` Sarah Al Muhadzab: 6/138).

2. Tafsil.
Jika yang mengelola (mengumpulkan dan membagi ) zakat Amil, maka muzakki tidak wajib mengulang zakat lagi.
Jika yang mengelola (mengumpulkan dan membagi ) zakat panitia yang dibentuk secara suka rela (tidak melalui sk pengangkatan Amil, maka muzakki wajib mengganti.

(حاشية الجمل:8\80)
(وعند دفعها لامام) أى وان لم ينو الامام عند الدفع للمستحقين لانه نائبهم فالدفع اليه كالدفع لهم بدليل أنها لو تلفت عنده الزكاة لم يجب على المالك شيئ والساعى كالامام.

Sewaktu menyerahkan zakat kepada imam, sekalipun imam tidak niat saat menyerahkan zakat tersebut kepada mustahiq, sebab kedudukan imam adalah pengganti mustahiq. Oleh sebab itu menyerahkan zakat kepada imam sama artinya dengan menyerahkan zakat kepada mustahiq dengan bukti seandainya (beras) zakat rusak ditangan imam maka muzakki (pemilik) tidak terbebani kewajiban apapun. (Hasyiah Al Jamal: 8/80).

(تحفة المحتاج:3\350)
(ولو دفع الى السلطان) أو نائبه كالساعى (كفت النية عنده) أى عند الدفع اليه وان لم ينو السلطان عند الصرف لانه نائب المستحقين فالدفع اليه كالدفع اليهم ولهذا أجزأت وان تلفت عنده بخلاف الوكيل.

Apabila zakat diserahkan kepada seorang penguasa atau penggantinya dan niatnya saat menyerahkannya maka dianggap sah sekalipun saat meembagikan zakat penguasa tidak niat sebab kedudukan penguasa adalahsebagai pengganti mustahiq. Oleh sebab itu menyerahkan zakat kepada penguasa sama seperti menyerahkan zakat kepada mustahiq sehingga jika zakatnya rusak sewaktu masih di penguasa sudah dianggap cukup. Berbeda jika diserahkan kepada seorang wakil. (Tuhfah Al Muhtaj: 3/350).

(اعانة الطالبين: 2\206)
(قوله: أوامام) معطوف على وكيل أى وتكفى النية عند اعطاء امام الزكاة لأن الامام نائب المستحقين فالدفع اليه كالدفع اليهم ولهذا أجزأت وان تلفت عنده بخلاف الوكيل.

Niat membayar zakat saat menyerahkan kepada imam sudah dianggap cukup/sah. Sebab kedudukan seorang imam adalah sebagai pengganti mustahiq. Menyerahkan zakat kepada imam sudah dianggap menyerahkan zakat kepada mustahiq.

(نهاية الزين: 178)
(و)جاز التوكيل فى أداء الزكاة لانها حق مالي فجاز ان يوكل فيه كديون الادميين –الى ان قال- ويشترط لبراءة ذمة الموكيل العلم بوصولها للمستحق.

Diperbolehkan mewakilkan orang lain untuk memberikan zakat (kepada mustahiq), sebab zakat merupakan hak yang bersifat maliyah (harta benda) sebagaimana diperbolehkan membayarkan hutang. Muzakki (orang yang mewakilkan) (Nihayatuz Zain: 178).

3. Yang bertanggung jawab muzakki (orang yang zakat).
Ibarat jawaban sama dengan diatas.

(حاشية الجمل:8\80)
(شرح البهجة الوردية:6\425)
فان قلت قد الحق فى المجموع الفطرة بالظاهر فى ان دفعها ولو لفاجر أفضل فما سببه قلت سببه ما فيه ممن المصلحة العائدة على الدافع من براءة ذمته يقينا بدفعها له وان علم صرفه لها فى محرم فلهذه الفائدة مع ظهورمن تلزمه خرجت عن قياس الباطنة فى هذا الفرد بخصوصه.

(نهاية الزين: 178)
(و)جاز التوكيل فى أداء الزكاة لانها حق مالي فجاز ان يوكل فيه كديون الادميين ولذلك جاز(توكيل كافروصبى)أى مميز(فى اعطائها لمعين)أى يشترط لجواز توكيل دفع الزكاة الى من ذكر تعيين المدفوع اليه ويشترط لبراءة ذمة الموكيل العلم بوصولها المستحق ومثل الصبى المميز السفيه والرقيق فى ذلك.

Boleh mewakilkan membayar zakat sebab zakat merupakan hak yang bersifat maliah sebagai mana membayar hutang, oleh karena itu diperbolehkan mewakilkan orang kafir atau anak kecil untuk memberikan zakat kepada orang yang telah ditentukan.

Menjadikan orang kafir atau anak kecil untuk memberikan zakat fitrah disaratkan orang yang akan menerima harus sudah ditentukan terlebih dahulu. Dan orang yang mewakilkan sudah terle[as dari tangung jawabnya (membayar zakat) disaratkan ia harus tahu bahwa zakatnya benar-benar sudah diterima oleh mustahiq. (Nihayatuz Zaen: 178).

(البيان:3\420)
فان أخذ الامام من رجل زكاته وكان الدافع مستحقا لأخذ الزكاة فدفع الامام اليه زكاته بعينها أجزأه لأن ذمته قد برئت بتسليمها الى الامام وانما رجعت اليه بسبب أخر.

Apabila imam mengambil zakat seseorang dan orang ini termasuk orang yang berhak menerima zakat (mustahiq) kemudian diberikan kepada orang tersebut maka sudah mencukupinya sebab tanggungan orang tersebut sudah terlepas dengan menyerahkan zakatnya kepada imam. Zakatnya kembali lagi kepadanya karena sebab lain. (Al Bayan: 3/420)ز

Musahih
K. Amir Mahmud
KH. Shocibul Anwar

Perumus
K. Ali Mas`ud Noer
Ustz. Teguh Raharjo

Moderator
K. M Matin

 

Jelang Ramadhan, PAC Fatayat NU Batang Ziarah Makam Waliyullah

0
PAC Fatayat NU Kecamatan Batang Laksanakan Ziarah ke Demak

Demak, NU Batang

Bulan Ramadhan sudah tinggal menunggu hari,  pada akhir bulan Syakban menjelang puasa Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Batang selenggarakan ziarah ke Makam Syekh Abdullah Mudzakir Kadilangu di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Ahad (23/2/2025).

Ketua PAC Fatayat NU Kecamatan Batang, Anis mengatakan bahwa ziarah ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun menjelang Bulan Ramadhan. Menuutnya, kegiatan ini sangat bagus dan sudah menjadi tradisi sejak kepengurusan sebelumnya di bawah pimpinan Ketua Ismi Lailiya. Selain itu, hal ini juga termasuk ikhtiar memohon keberkahan serta kemudahan dalam menjalankan amanah kepengurusan baru untuk menjalin kebersamaan soldaritas antar pengurus.

“Ini termasuk ikhtiar memohon keberkahan serta kemudahan dalam menjalankan amanah kepengurusan baru, serta bertujuan untuk menjalin kebersamaan dan solidaritas antar pengurus. Berharap setiap pengurus hendaknya memiliki niat lurus, hati ikhlas dan tekad kuat dalam menggerakkan organisasi,” ujarnya.

Senada dengan itu, Pembina PAC Fatayat NU Kecaamatan Batang, Erna Dewi Palupi mengatakan ziarah diibaratkan mengukir kenangan indah saat bisa duduk sama rendah, berdiri sama tinggi tidak memandang status sosial dalam keseharian. Ia menuturkan untuk terus menebar kebaikan dan manfaat bagi sesama.

“Teruslah tebar kebaikan dan manfaat bagi sesama, jangan pernah sungkan dalam berfatayat, justru harus bangga seperti kalimat yang selalu saya gaungkan siap bergerak siap berproses,” pesannya.

Dalam perjalanannya, tujuan pertama ziarah ke Makam Syekh Abdullah Mudzakir Bedono Sayung Demak. Makam Syekh Mudzakir ini terbilang unik berada ditengah laut, meskipun terancam abrasi diterjang gelombang ombak laut, makam yang berada sekitar satu kilometer dari bibir pantai tersebut tetap berdiri kokoh.

Rute selanjutnya berziarah ke Makam Raden Patah di belakang Masjid Agung Demak dan Ke Makam Sunan Kalijaga Kadilangu Demak. Sebagai informasi, kegiatan ini diikuti oleh pengurus PAC Fatayat NU Kecamatan Batang, Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU se-Kecamatan Batang dan didampingi oleh Ketua Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Batang, Ani Khanah.

Pewarta: Anis

Sosialisasi Pendataan Masjid dan Musala NU di Kecamatan Bandar Sukses Digelar

0

Bandar, NU Batang.

Lembaga Ta’mir Masjid (LTM) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Bandar menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pendataan masjid dan musala milik warga NU. Acara ini berlangsung pada Jumat, 21 Februari 2025, pukul 13.30 hingga 16.30 WIB, bertempat di Aula Rumah Makan Bumbu Kampung, Bandar. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan pengurus NU dari seluruh ranting di Kecamatan Bandar, serta perwakilan dari Pengurus Cabang (PC) NU Kabupaten Batang.

Tujuan utama dari sosialisasi ini adalah untuk menginventarisir seluruh masjid dan musala yang dimiliki oleh warga NU di Kecamatan Bandar. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk memastikan bahwa aset-aset keagamaan tersebut terdata dengan baik dan dapat dikelola secara lebih optimal.

Bapak Farikhin, narasumber dari PC NU Batang, menyampaikan pentingnya pendataan ini dalam rangka memperkuat basis data keagamaan di lingkungan NU. “Dengan adanya pendataan yang baik, kita dapat memetakan kebutuhan dan kondisi masjid serta musholla yang ada. Ini akan memudahkan dalam pengelolaan dan pembinaan ke depan,” ujarnya.

Salah satu poin penting yang disampaikan dalam sosialisasi ini adalah imbauan kepada warga NU untuk mengajukan badan hukum bagi masjid dan musala yang dimiliki. “Badan hukum ini penting untuk melindungi aset-aset keagamaan kita, sekaligus memudahkan dalam pengurusan administrasi dan kerjasama dengan pihak lain,” jelas Bapak Farikhin.

Kegiatan ini mendapat respon positif dari para peserta. Mereka menyatakan komitmennya untuk segera melaksanakan pendataan dan mengurus badan hukum bagi masjid dan musala di wilayahnya masing-masing. Diharapkan, melalui kegiatan ini, pengelolaan masjid dan musala di Kecamatan Bandar dapat semakin tertata dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi umat.

Dengan terselenggaranya acara ini, LTM NU Bandar berharap dapat memperkuat sinergi antar pengurus masjid dan musala di Kecamatan Bandar, serta mendukung program-program keagamaan yang lebih terintegrasi di masa mendatang.

Pewarta : Misbachul Munir

Tak Hanya Akademik, MA NU 01 Banyuputih Prioritaskan Pemahaman Aswaja untuk Siswa

0
Kepala MA NU 01 Banyuputih H Mukhsin saat sambutan dalam pembukaan kegiatan Pembekalan Aswaja. (foto: Izazul Huda)

Banyuputih, NU Batang
Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MA NU) 01 Banyuputih Kabupaten Batang terus berupaya membekali peserta didiknya tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam pemahaman aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Sebagai bentuk komitmen tersebut, madrasah ini mewajibkan seluruh siswa kelas 12 mengikuti kegiatan Pendalaman Aswaja sebelum dinyatakan lulus.

Kepala MA NU 01 Banyuputih, H. Mukhsin, menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memastikan siswa memiliki pemahaman yang kuat terhadap aqidah Aswaja, sehingga mereka tidak mudah terpengaruh oleh pemahaman lain yang bertentangan.

“Kegiatan ini bertujuan agar peserta didik benar-benar mendalami aqidah Ahlussunnah wal Jamaah. Dengan pemahaman yang kokoh, diharapkan mereka tetap teguh dalam keislaman dan tidak mudah terpengaruh oleh ajaran lain,” ujarnya.

Senada, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MA NU 01 Banyuputih, Muhammad Miftahul Atiq, menekankan bahwa siswa-siswi perlu dibekali dengan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah agar tidak terpengaruh oleh aliran lain.

“Kegiatan Pendalaman Aswaja ini dilaksanakan selama dua hari, mulai 22 hingga 23 Februari 2025. Kegiatan ini bekerja sama dengan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Banyuputih,” ungkapnya.

Menurutnya dengan adanya kegiatan ini, pihak madrasah berharap peserta didik tidak hanya unggul dalam bidang akademik tetapi juga memiliki fondasi keagamaan yang kuat untuk menghadapi tantangan zaman. MA NU 01 Banyuputih terus berkomitmen untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak dan aqidah yang kokoh sesuai dengan nilai-nilai Aswaja.