Kamis, April 9, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 34

Kembangkan Skill Menulis dan Publikasi, PAC GP Ansor Limpung Gelar Pelatihan Jurnalistik

0
Suasana Pelatihan Jurnalistik PAC GP Ansor Limpung (foto: Miftakhul Huda)

Limpung, NU Batang
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Limpung menggelar pelatihan jurnalistik di gedung Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Al-Syairiyah Plumbon pada Ahad (23/07/23).

Pelatihan jurnalistik merupakan salah satu program kerja dari lembaga informasi dan komunikasi (Infokom) PAC GP Ansor Limpung yang diselenggarakan guna meningkatkan skill atau kemampuan menulis berita dan publikasi. Di era zaman sekarang, menulis dan mempublikasikan berita menjadi hal penting untuk meningkatkan eksistensi suatu kegiatan di organisasi. Hal ini ditegaskan oleh Romli Ketua PAC GP Ansor Limpung dalam sambutannya.

Tidak hanya diikuti oleh anggota Ansor, pelatihan jurnalistik juga melibatkan peserta dari PAC Fatayat, PAC IPNU dan IPPNU Limpung, LPS SMK Al-Syairiyah, serta LPS MA Takhasus Al-Syairiyah.

“Di Ansor maupun banom-banom lainnya banyak kegiatan yang belum terpublikasikan ke khalayak umum, maka dari itu manfaatkan kegiatan pelatihan jurnalistik ini sebagai ajang untuk meningkatkan kemampuan dalam menulis berita,” ujar Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Limpung.

Pelatihan jurnalistik ini dihadirkan oleh narasumber dari pengurus Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) Nahdlatul Ulama Kabupaten Batang, yaitu Zaimuddin Ahya. Dalam pemaparan materi, Zaim Ahya sapaan akrabnya mengatakan, “Dalam pembuatan berita, cukup ketahui dasarnya terlebih dahulu, yaitu 5W + 1H,” ujar pria yang juga menjadi kontributor NU Online Jateng.

Tidak hanya memberikan materi teori, pelatihan jurnalistik ini juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk langsung mempraktikkan cara membuat berita sesuai dengan strukturnya. Setelah sesi praktik bersama, seluruh peserta melanjutkan dengan praktik secara mandiri.

Usai praktik individu, berita-berita yang sudah dibuat diperiksa bersama dengan bimbingan langsung dari narasumber. Kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih 2 setengah jam.

Sebelum penutupan kegiatan pelatihan jurnalistik, Zaim Ahya menyampaikan pesan, “Semoga setelah pelatihan ini, peserta dapat mengembangkan skill dalam penulisan berita agar kegiatan-kegiatan Nahdlatul Ulama’ (NU) di Kecamatan Limpung dapat lebih banyak tersampaikan ke khalayak umum,” tuturnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama oleh narasumber dan para peserta dengan penuh semangat dan antusias.

Pewarta : Nabila Rizki
Editor : Muhammad Asrofi

Tertinggal Rombongan, Dua Banser Bandar Menyusul Rombongan Kirab Harlah Bhayangkara ke-77 di Tegal

0
Dasuki dan A Kusrin anggota Banser Desa Tumbrep Bandar menyusul rombongan kirab di Tegal

Tegal, NU Batang
Aksi heroik dua anggota Banser dari Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Kecamatan Bandar mencuri perhatian dalam rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-77 yang berlangsung meriah di Tegal, Sabtu (22/07/2023). Dasuki dan A Kusrin, yang merupakan anggota Satkoryon Bandar, berusaha sekuat tenaga untuk menyusul rombongan kirab merah putih menuju lokasi acara dengan sepeda motor, setelah tak dapat mengejar rombongan bus.

Saat rombongan merah putih berkumpul di Alun-alun Batang untuk memulai perjalanan menuju Tegal, keduanya tertinggal karena beberapa kendala yang dihadapi. Namun, tak mengendurkan semangatnya, mereka tetap teguh pada prinsip satu komando dalam berkhidmat. “Kami sebenarnya sudah berusaha berangkat pagi, namun karena beberapa hal, jadi terlambat sampai titik kumpul. Karena kami diajarkan untuk satu komando, maka pantang bagi Banser untuk pulang sebelum berperang,” ungkap A Kusrin, yang juga merupakan anggota Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda Ansor (GP) Ansor Desa Tumbrep Bandar.

Khoirul Amin, selaku Kasatkoryon Kecamatan Bandar, menjelaskan pentingnya semangat berkhidmat bagi seorang Banser. Menurutnya, menjadi anggota Banser berarti telah berjanji dengan diri sendiri dan organisasi di hadapan manusia dan Tuhan pada waktu Diklatsar. Oleh karena itu, janji tersebut harus ditepati dengan ketegasan. “Seorang Banser harus siap berkhidmat karena sudah di baiat pada waktu Diklatsar. Mereka sudah berjanji dan harus menepatinya,” imbuh pemuda yang juga menjadi seorang guru sekolah dasar di Kecamatan Bandar.

Acara perayaan Hari Bhayangkara ke-77 yang diselenggarakan oleh kepolisian eks Karisidenan Pekalongan ini turut mengundang ulama kharismatik dari Pekalongan, Maulana Habib Luthfi bin Yahya. Ulama yang juga merupakan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan menjadi guru besar Banser se-Indonesia ini memberikan semangat dan inspirasi bagi para Banser yang hadir dalam acara tersebut.

Aksi keduanya menyusul rombongan kirab ke Tegal ini menunjukkan dedikasi yang tinggi dalam berkhidmat bagi Banser dan juga semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas. Kehadiran ulama kharismatik dari Pekalongan juga memberikan nuansa spiritual yang memperkuat semangat kebersamaan dalam organisasi Banser. Semoga semangat dan dedikasi seperti ini terus menginspirasi para generasi muda untuk berkhidmat dan berjanji membangun Indonesia yang lebih baik.

Penulis : Irul Pudpud
Editor : Muhammad Asrofi

Kader Ansor Bandar Didorong Aktif Menulis Berita Kegiatan NU di Daerah

0

Menulis berita kegiatan-kegiatan Ansor maupun Nahdlatul Ulama’ (NU) di daerah masing-masing merupakan hal yang penting di era sekarang. Hal ini dinyatakan oleh Sekretaris Bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom) Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Batang Gus Zaim Ahya, di acara pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Bandar, pada Jum’at (21/07/23).

“Sebagai khidmah dan bentuk dakwah, para sahabat Ansor diharapkan bisa memberitakan kegiatan-kegiatan yang ada di ranting masing-masing,” terang Gus Zaim Ahya di acara yang digelar di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Al-I’anah Bandar ini.

Dalam pemaparannya, Gus Zaim menjelaskan bahwa dalam menulis berita penting untuk memperhatikan 5W + 1H.

“5W + 1H adalah isi dari berita. Misalnya dalam memberitakan kegiatan Ansor, harus jelas apa nama kegiatannya, yang terlibat siapa saja, kapan dan di mana, apa tujuannya, dan lain sebagainya,” jelas Gus Zaim.

Gus Zaim juga menambahkan, dalam menulis berita juga perlu untuk memperhatikan sudut pandang, supaya beritanya lebih fokus dan menarik.

“Sudut padang ini bisa dengan cara menfokuskan salah satu dari 5W + 1H. Kira-kira mana yang paling menarik,” terang pemuda yang juga menjadi kontributor NU Online Jateng ini.

Sementara itu, Ketua PAC GP Ansor Bandar Taufiq, dalam sambutannya, berharap setelah pelatihan jurnalistik ini, kader-kader Ansor bisa menulis berita terkait kegiatan-kegiatan Ansor maupun NU.

“Di era sekarang, kegiatan-kegiatan Ansor penting untuk dipublikasikan,” jelas Taufiq.

Acara pelatihan jurnalistik ini diikuti oleh perwakilan kader Ansor dari seluruh ranting Ansor yang ada di Kecamatan Bandar. Dalam pelatihan ini, para peserta juga melakukan praktik menulis berita.

Pewarta: Wiguna Pangestu
Editor: Krisna Hadi Wijaya

Tingkatkan Kecakapan Menulis Berita, Ansor Bandar Gelar Pelatihan Jurnalistik

0

Sebagai ikhtiyar meningkatkan kecakapan menulis berita kader Ansor, Pimpian Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Bandar mengadakan pelatihan Jurnalistik, pada (21/07/23). Acara yang digelar di gedung Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) Al-I’anah Bandar Batang ini diikuti oleh kader Ranting Ansor se Kecamatan Bandar.

“Tujuan kegiatan kita malam ini tidak lain agar sahabat-sahabat semua bisa menulis berita,” ungkap Ketua GP Ansor PAC Bandar Taufiq.

Hal yang kurang lebih sama juga ditegaskan oleh ketua panitia Khafifuddin. Menurutnya, kader Ansor di era sekarang juga harus selalu meningkatkan kreativitas, termasuk kecakapan jurnalistik.

Acara jurnalistik yang dikonsep dengan model dialog interaktif ini menghadirkan Sekretaris Bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom) Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Batang, Gus Zaim Ahya’.

Dalam pemaparannya, Gus Zaim menjelaskan, bahwa menulis berita untuk publikasi kegiatan Ansor merupakan salah satu bentuk pengabdian.

“Bentuk pengabdian di Ansor banyak. Salah satunya bisa dengan menuliskan berita kegiatan-kegiatan di Ansor, seperti selapanan,” tutur pemuda yang juga merupakan kontributor NU Online Jateng ini.

Gus Zaim juga menambahkan, dalam berlajar menulis berita butuh proses, dan praktik secara terus menerus.

“Dengan terus menulis berita, kecakapan kita akan terlatih. Tanpa mau praktik, kendati kita mengikuti beberapa kali pelatihan, kemampuan kita dalam menulis berita sulit berkembang,” pungkasnya.

Pewarta : Misbah
Editor : Krisna Hadi Wijaya

Pentingnya Baitut Ta’aruf Bagi Warga NU Batang

0

Pada ulang tahun pertama Baitut Ta’aruf Sakinah Mawadah Warahmah, sebuah program kemaslahatan keluarga yang dijadikan prioritas Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) NU mengadakan Seminar Sehari.

Tema yang diangkat adalah Ikhtiar Membentuk Keluarga Bahagia Sejahtera Dunia Akherat. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 19 Juli 2023 bertepatan dengan tahun baru hijriyah 1445 H. Bertempat di gedung PCNU Batang.

Kegiatan yabg dihadiri ketua PCNU bapak Ahmad Taufiq, MSi ini diisi nara sumber dari berbagai disiplin ilmu terkait dengan kesejahteraan keluarga. Ada dr Any Rusdyani M.Kes ( Kesehatan Reproduksi), Caswiyono Rusdy Cakrawangsa (staf khusus Kemenaker RI) Banus Demografi dan Shodiqin Rusdy M.Sy ( Konsep Ketahanan Keluarga).

Urgensi Baitut Taaruf Dalam penyampaian materi dan tanya jawab muncul fakta menarik. Di mana ketahanan keluarga muda di Batang ternyata rapuh dan keropos. 40 persen keluarga muda mengalami perceraian.

Tingginya perceraian berimplikasi tingkat kesakinahan dan kemawaddahan keluarga di Batang sangat memprihatinkan. Yang masih jomblo jumlahnya banyak dan yang sudah menikah banyak menjadi duda dan janda.

“Usut punya usut dari beberapa kali diadakan kajian diperoleh kesimpulan bahwa para remaja belum memiliki kesiapan ilmu tentang pernikahan yang memadai untuk membangin rumah tangga yang bahagia dan sejahteeetura dunia akhirat”, papar Shodiqin dari Kemenag Batang.

Kesimpulan inilah yang menjadikan Baitut Taaruf bagi warga NU semakin urgen. LKKNU memiliki tanggungjawab besar untuk memberikan solusi masalah tersebut.

“Intinya semakin berat beban dan tanggung jawab yg harus diemban LKKNU”, demikian ungkap Ahmad Zaeni selaku ketua LKKNU Batang dalam penutupan Seminar tersebut.

Pewarta: Jabir Al Faruqi

Penguatan Materi ke-NU-an, CBP dan KPP Limpung Jalani RTL 1

0
Pembina PAC IPNU Limpung Saifudin Mufid, S.Ag., M.Ag sedang menyampaikan materi ke-NU-an

Limpung, NU Batang
Dewan Koordinasi Anak Cabang (DKAC) Corp Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) Kecamatan Limpung mengadakan Rencana Tindak Lanjut (RTL) 1 setelah Pendidikan dan Pelatihan Tingkat Pertama selesai dilaksanakan. Acara ini berlangsung di Gedung Majelis Wakil Cabang NU Kecamatan Limpung pada Ahad (16/7/2023).

Rencana Tindak Lanjut (RTL) merupakan kegiatan yang dilakukan peserta pelatihan setelah acara utama selesai. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melaksanakan dan mempertahankan program-program yang telah diadakan, sehingga memudahkan implementasi program selanjutnya.

Dalam kegiatan itu, Komandan Dewan Koordinasi Anak Cabang (DKAC) Corp Brigade Pembangunan (CBP) Kecamatan Limpung, Ramadani memberikan motivasi kepada para peserta. “RTL kali ini akan memperdalam ideologi dan pemahaman tentang Nahdlatul Ulama pada masa sekarang. Saya berpesan kepada kader Pelajar NU agar tetap menjaga semangat dan kekompakan satu sama lain,” ujarnya.

Rencana Tindak Lanjut (RTL) tahap 1 berfokus pada penguatan materi ke-NU-an yang disampaikan oleh Pembina Pimpinan Anak Cabang IPNU Limpung Saifudin Mufid, S.Ag., M.Ag sebagai pemateri. Dalam presentasinya, beliau menyampaikan pentingnya peran ulama’ dan kiai NU dalam sejarah berdirinya bangsa Indonesia dan bagaimana mereka menghadapi para penjajah. Sebagai kader Nahdlatul Ulama, beliau menegaskan bahwa kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mempertahankan ideologi bangsa.

Materi tersebut disampaikan selama kurang lebih 90 menit dan diikuti dengan sesi sharing dan sarasehan. Sesi sharing dan sarasehan peserta menyampaikan pengalaman dan pandangan setelah mengikuti Diklatama. Dengan harapan untuk menciptakan kedekatan emosional antara peserta serta memperkuat hubungan personal dan organisasi.

Pewarta : Nabila
Editor : Asrofi

Bangun Komitmen Pengurus, PAC IPNU IPPNU Banyuputih Adakan Bronis

0
Peserta Kegiatan Bronis PAC IPNU dan IPPNU Banyuputih (foto: Bagas)

Banyuputih, NU Batang
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Banyuputih menyelenggarakan rutinan setiap Ahad Manis bertempat di Balai Desa Kalibalik Kecamatan Banyuputih pada Ahad (9/7/2023).

Pada rutinan ini menghadirkan Mahasiswi dari Universitas Selamet Sri (UNISS) Kampus 2 Batang dalam acara Bronis atau Obrolan Ahad Manis dengan bertema “Membangun kerjasama Team yang positif dengan komunikasi efektif untuk meningkatkan komitmen dalam organisasi”.

Salah satu mahasiswi yang biasa dipanggil kak Caca itu menerangkan bahwa untuk meningkatkan teamwork atau kerja sama tim maka harus terampil dalam berkomunikasi interpersonal dan komitmen berorganisasi dalam menghasilkan keputusan bersama.

“Meningkatkan kerja sama tim atau teamwork bisa dengan kemampuan komunikasi interpersonal dan komitmen dalam menghasilkan keputusan bersama,” kata Caca mahasiswi UNISS itu.

Ia juga menjelaskan bahwa komunikasi interpersonal adalah proses pertukaran informasi, ide, pendapat, dan perasaan yang terjadi antara dua orang atau lebih secara pribadi.

“Komunikasi interpersonal adalah proses pertukaran informasi, ide, pendapat, dan perasaan yang terjadi antara dua orang atau lebih secara pribadi,” ujarnya.

Sedangkan komitmen merupakan suatu orientasi individu terhadap organisasi yang mencakup loyalitas, identifikasi dan keterlibatan (totalitas). Hal itu disampaikan oleh Havina Ulil Amrina Mahasiswi UNISS dalam menyampaikan materinya.

“Suatu orientasi individu terhadap organisasi yang mencakup loyalitas, identifikasi dan keterlibatan (totalitas),” katanya.

Ahmad Fahri Khusaeni selaku Ketua PAC IPNU Kecamatan Banyuputih mengatakan bahwa tujuan acara tersebut yaitu untuk mengenalkan dan menyadarkan anggota akan pentingnya loyalitas dan komitmen berorganisasi.

“Acara ini bertujuan untuk mengenalkan dan menyadarkan anggota akan pentingnya loyalitas dan komitmen berorganisasi IPNU IPPNU,” ungkapnya.

Acara ini juga dimeriahkan oleh Band Mansaba Nada serta dihadiri oleh seluruh pengurus Pimpinan Ranting (PR) IPNU dan IPPNU se-Kecamatan Banyuputih.

Pewarta : LPP PAC IPNU IPPNU Banyuputih
Editor : Asrofi

RTL 1 CBP KPP Blado, Persiapkan Kader Penggerak di Ranting dan Komisariat

0
Alumni Diklatama DKAC CBP dan KPP Kecamatan Blado

Blado, NU Batang
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Blado, Dewan Koordinasi Anak Cabang DKAC Corp Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP), Kecamatan Blado, Kabupaten Batang menggelar Rencana Tindak Lanjut (RTL) 1, bagi para peserta alumni Diklatama dengan membedah materi CBP KPP, DKC CBP KPP Kabupaten Batang. Bertempat di Gedung MWC NU Blado, Blado, pada Sabtu, (8/7).

Acara tersebut menghadirkan Komandan Wendi Wakil Instruktur Divisi Diklatama DKC CBP Kabupaten Batang sebagai pemateri dalam bedah CBP KPP. Diketahui, RTL 1 ini merupakan Rencana Tindak Lanjut dari pasca DIKLATAMA (Pendidikan dan ) DKAC CBP KPP Kecamatan Blado yang diikuti oleh 43 peserta yang telah terlaksana pada (30/6-02/7) kemarin.

Wendi, selaku pemateri menuturkan, bahwa materi CBP KPP merupakan pokok pembahasan tentang pengenalan CBP KPP. Fungsi sosial, fungsi organisasi, kegunaan dan manfaat kedepannya. “Aktif dalam organisasi untuk giat dalam bekerja untuk masa depannya,” ucapnya.

Tim Pelatih DKC CBP Batang, Abdi mengatakan, bahwa kader diklatama akan menjadi kader penggerak di masing-masing Ranting atau Komisariat dan dengan adanya RTL ini mereka akan dibekali dengan materi-materi penunjang bagi mereka untuk mulai bergerak atau berkontribusi di masing-masing jajaran kepengurusannya. “Kenapa harus ada RTL pasca Diklatama yaitu nantinya para alumni Diklatama bisa terarahkan, dan mereka harus mengerti bagaimana arah gerakannya kedepan,” tuturnya.

Ia menambahkan, jika regulasi mengenai RTL pasca diklatama yang tertera di CBP KPP. Peraturan Dewan Koordinasi Cabang CBP KPP Kabupaten Batang terdiri dari 3 kali RTL. “Terkait mengenai RTL di pembedahan buku, RTL pertama bedah materi CBP KPP, RTL kedua pengepaman dan RTL ketiga wajib mengikuti pengenalan Medan dilapangan” imbuhnya.

Ketua Dewan Corps Anak Cabang (DKAC) CBP Kecamatan Blado, Fathur berharap, kader-kader Diklatama yang telah mengikuti RTL 1 ini nantinya dapat mengimplementasikan dari materi yang telah disampaikan. “Kedepan kader-kader alumni diklatama selalu semangat supaya acara kader kedepannya yang militan, saling bisa membantu kedepannya berdasarkan ajaran Islam, dan bagi yang belum bisa mengikuti RTL 1 wajib hukumnya untuk mengerjakan tugas pengganti,” jelasnya.

Pewarta : Aliyah
Editor : Asrofi

Kaji Kitab Hujjah Ahlussunnah Wal Jamaah, Ansor Limpung Perdalam Ideologi

0
KH Sulthon Syair sedang menyampaikan kajian kitab aswaja

Limpung, NU Batang
Dalam rangka memperdalam pemahaman ideologi Ahlussunnah Wal Jamaah, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor (GP) Ansor Limpung menggelar kegiatan kajian kitab Hujjah Ahlussunnah Wal Jamaah. Acara ini dihadiri oleh 63 peserta dari ranting yang antusias untuk meningkatkan pengetahuan agama dan memperkuat ideologi yang dianut, Sabtu (8/7).

Acara yang berlangsung di Gedung Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdatul Ulama (NU) Kecamatan Limpung, dimulai dengan sambutan pembukaan oleh Romli selaku Ketua PAC GP Ansor Limpung, yang berharap acara ini lancar dan memberikan keberkahan bagi semua peserta. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Departemen Dakwah dan Rijalul Ansor yang telah menyelenggarakan acara ini, serta berharap agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan lebih sering dan sukses di masa mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Romli juga mengumumkan dua agenda kegiatan yang akan datang. Pertama, pelatihan qori’ yang akan diselenggarakan setiap malam Kamis. Ia mengajak ranting-ranting yang belum mengirimkan kader untuk segera berpartisipasi. Kedua, Infokom akan menyelenggarakan pelatihan jurnalistik untuk membuat berita. Pelatihan ini dijadwalkan akan dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2023 dengan tujuan agar setiap kegiatan memiliki liputan berita. Harapannya, setiap ranting dapat mengikuti minimal dua kegiatan tersebut.

Selain itu, acara ini juga membahas perkembangan seragamisasi Banser, dengan biaya pembuatan seragam sebesar 185.000 rupiah per set. Diskusi interaktif pun diadakan untuk memperkuat dakwah yang harus bersifat rasional, berbeda dengan zaman dahulu. Hal ini merupakan tantangan bagi seluruh kader Ansor. KH Sulthon Syair, selaku pembicara dalam acara tersebut, mengungkapkan bahwa Ansor adalah pesantren kilat untuk mencapai tujuan NU, dan ini adalah kesempatan bagi semua peserta untuk berkontribusi.

Dalam penyampaiannya, KH Sulthon juga menekankan pentingnya membaca sebagai pintu menuju ilmu. Ia mengatakan bahwa dalam lima tahun mendatang, NU akan menghadapi tantangan yang berbeda. Oleh karena itu, saat ini adalah saat yang tepat untuk membangun kritikalitas dan semangat keilmuan di kalangan Ansor. Kritik akan membawa aroma baru yang positif dalam perkembangan gerakan ini.

KH Sulthon juga memapaparkan tentang pilar keberhasilan dakwah Rasulullah, di antaranya melibatkan Abu Bakar sebagai sahabat yang lebih tua dan dermawan, Umar bin Khattab sebagai pemuda gagah berani dan tegas, tidak hanya ikut-ikutan saja, Utsman sebagai orang kaya yang dermawan, Ali sebagai pemuda gagah berani dan selalu ikhlas tidak minta bayaran, dan Khadijah sebagai perempuan yang kaya dan dermawan. Kelima pilar ini dianggap sebagai kekuatan yang dahsyat, dan saat ini Islam menjadi kekuatan besar di dunia. Maka Ansor dalam berdakwah perlu memegang erat pilar-pilar tersebut agar berhasil dalam berdakwah.

Di akhir acara, para peserta disemangati untuk menjadi pribadi yang kritis, berani, dan semangat dalam memperjuangkan ideologi Ahlussunnah Wal Jama’ah yang dianut oleh GP Ansor. Harapannya, Ansor Limpung dapat menjadi kekuatan yang semakin kuat dan berkontribusi positif dalam masyarakat.

Dengan keberhasilan acara kajian kitab Hujjah Ahlussunnah Wal Jamaah ini, diharapkan peserta dapat membawa ilmu dan semangat yang didapat untuk menginspirasi perubahan positif di tengah masyarakat.

Pewarta : Muhammad Asrofi

Rencana Tindak Lanjut 1, Alumni Lakmud Bawang Bedah Reinstra

0
Alumni Lakmud Bawang sedang mengikuti Rencana Tindak Lanjut

Bawang, NU Batang
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang menggelar Rencana Tindak Lanjut (RTL) 1, bagi para peserta alumni Lakmud dengan membedah produk hukum reinstra (rencana strategi) PC IPNU dan IPPNU Kabupaten Batang. Bertempat di MA Sunan Kalijaga Bawang, pada Ahad, (2/7).

Acara tersebut menghadirkan Milla Hidayatun Najibah Wakil Sekretaris 1 Bidang Organisasi PC IPPNU Kabupaten Batang sebagai pemateri dalam bedah reinstra. Diketahui, RTL 1 ini merupakan Rencana Tindak Lanjut dari pasca Lakmud (Latihan Kader Muda) PAC IPNU dan IPPNU Kecamatan Bawang yang diikuti oleh 37 peserta yang telah terlaksana pada (16-18/6) kemarin.

Mila Hidayatun Najibah, selaku pemateri menuturkan, bahwa reinstra merupakan desain program jangka panjang yang diharapkan sebagai reinstra 5 tahun kedepan organisasi. “Dimulai dari strategi pengembangan kaderisasi, pengembangan ideologisasi, spiritualitas, intelektualitas, pola pendidikan organisasi, penanaman kepekaan terhadap realitas sosial, dan metode pendampingan dan mentoring kader, semuanya sudah dijelaskan dalam reinstra ini. Di dalam reinstra juga mencakup keseluruhan elemen mulai dari PC, PAC, PR, dan PK. Maka bedah reinstra ini sangat penting adanya terutama bagi kader-kader pasca Lakmud,” ucapnya.

Wakil Ketua Bidang Kaderisasi PAC IPNU Bawang, Kurniawan Santoso mengatakan, bahwa kader Lakmud akan menjadi kader penggerak di masing-masing Ranting atau Komisariat dan dengan adanya RTL ini mereka akan dibekali dengan materi-materi penunjang bagi mereka untuk mulai bergerak atau berkontribusi di masing-masing jajaran kepengurusannya. “Kenapa harus ada RTL pasca Lakmud, yaitu nantinya para alumni Lakmud bisa terarahkan, dan mereka harus mengerti bagaimana arah gerakannya kedepan,” tuturnya.

Ia menambahkan, jika regulasi mengenai RTL pasca Lakmud yang tertera di produk hukum organisasi (PPC) Peraturan Pimpinan Cabang IPNU dan IPPNU Kabupaten Batang terdiri dari 3 kali RTL. “Terkait regulasi RTL di PPC, RTL pertama bedah produk hukum organisasi seperti reinstra, RTL kedua diskusi atau kajian yang dihandel oleh PC, serta membuat artikel dari salah satu materi ideologi Lakmud atau resensi salah satu dari buku Risalah Aswaja, Biografi Profesor NU yang terlupakan (dikumpulkan saat RTL kedua) dan RTL ketiga wajib membeli buku serta ikut kelas kajian Biografi Profesor NU yang terlupakan (Prof. Tolhah Mansoer),” imbuhnya.

Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU Kecamatan Bawang, Ulinuha berharap, kader-kader Lakmud yang telah mengikuti RTL 1 ini nantinya dapat mengimplementasikan dari materi yang telah disampaikan. “Kedepan kader-kader pasca Lakmud bisa mengimplementasikan apa saja yang sudah disampaikan dalam materi Reinstra Kaderisasi PC IPNU dan IPPNU Kabupaten Batang, dan bagi yang belum bisa mengikuti RTL 1 wajib hukumnya untuk mengerjakan tugas pengganti,” jelasnya.

Pewarta : Solekha
Editor : Asrofi