Kamis, April 9, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 38

Tingkatkan Kualitas Bahasa Arab Santri, Pesantren Al Hidayah Plumbon Hadirkan Utusan dari Al Azhar Mesir

0
Syaikh Muhammad Athif Mab'uts al Azhar Mesir dan Dr KH Fadhalan Musaffa'. Dok. Santri Plumbon

Limpung, NU Batang

Masih dalam rangkaian acara dalam rangka menyambut Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU), Pondok Pesantren (PP) Taman Pendidikan Islam (TPI) Al-Hidayah menggelar Muhadlarah ‘Ammah dengan menghadirkan dua ulama’ tamatan Al-Azhar, Kairo, Mesir, pada Sabtu, (11/2/2023).

Pembicara yang pertama adalah Syeikh Muhammad Athif, utusan dari Al Azhar Mesir yang sedang bertugas di Indonesia. Sedangkan pembicara yang kedua adalah KH. Fadlolan Musyafa’, alumni Al Azhar Mesir.

“Acara ini digelar sebagai ikhtiyar pesantren dalam meningkatkan kemampuan berbahas Arab santri, dan juga sebagai motivasi santri supaya lebih sungguh-sungguh dalam belajar,” tutur Drs. KH. Sulthon Sya’ir, pengasuh Pondok Pesantren TPI Al-Hidayah.

Dalam kesempatan ini Syeikh Muhammad Athif mengungkapkan kebahagiaannya sebab disambut dengan ramah di acara tersebut.

“Penyambutan ini bukan merupakan sesuatu yang baru. Melainkan sesuatu yang luar biasa. Karena saya berasal dari negara Mesir sekaligus utusan Universitas Al-Azhar sangat rindu dengan Indonesia. Begitu juga orang Indonesia yang rindu dengan Al Azhar, Kairo. Sehingga dengan adanya perjumpaan ini bisa mempererat tali persaudaraan bangsa Indonesia dengan bangsa Mesir,” ujar Syeikh Muhammad Athif dengan Bahasa Arab.

Syeikh Athif, begitu sapaan akrabnya, menyampaikan materi muhadlarah terkait keistimewaan orang yang mencari ilmu dengan bersandar kepada hadis Nabi:

منْ سَلَكَ طَريقًا يَبْتَغِي فِيهِ علْمًا سهَّل اللَّه لَه طَريقًا إِلَى الجنةِ

“Barang siapa yang menempuh perjalanan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah akan memudahkan jalan baginya menuju surga.”

Menurutnya, orang yang sedang menuntut ilmu merupakan orang yang mengikuti jalan para nabi, ulama’, dan orang-orang salih.

“Para nabi tidak memberikan suatu warisan kepada umatnya berupa harta melainkan ilmu,” jelas Syaikh Athif.

Syeikh Athif juga menyampaikan beberapa rukun dalam mencari ilmu. Salah satunya adanya guru atau kiai. Menurut Syaikh Athif, seorang murid dalam belajar membutuhkan arahan dari guru.

“Para ulama berkata, barang siapa yang belajar suatu ilmu tanpa guru, maka kesalahannya akan lebih banyak daripada kebenarannya,” lanjut Syaikh Athif.

Selain mengajarkan ilmu, jelas Syaikh Athif, guru juga mengajarkan adab dan akhlak kepada muridnya sehingga ilmu yang diperoleh mendapatkan keberkahan.

Selain itu, Syaikh Athif juga mendorong penyebaran ilmu. Katanya, ilmu akan bertambah bilamana diajarkan kepada orang lain.

Tidak jauh berbeda, KH Fadlolan Musyafa’ menjelaskan tiga unsur pokok suksesnya pendidikan.

“Pertama, berkumpul dengan guru atau ulama’. Kedua, semangat santri dalam belajar. Dan ketiga, keikhlasan orang tua dalam memberikan harta yang halal kepada anaknya,” pungkas kiai yang juga merupakan pengasuh PP Fadhlul Fadhlan Semarang.

Pewarta: M. Ikhya’ Ulumuddin

Editor: Zaim Ahya

MA Sunan Kalijaga Raih Juara 3 Lomba Debat Bahasa Arab Porsema Jateng XII

0
Siswi MA Sunan Kalijaga yang meraih juara

Bawang, NU Batang
Pekan Olahraga dan Seni Tingkat Ma’arif (PORSEMA) ke XII Provinsi Jawa Tengah dilaksanakan Kamis-Sabtu (9-11 Februari 2023) di Undaris, Kabupaten Semarang. Berbagai wilayah yang mengirimkan delegasi dalam ajang ini. Cabang lomba yang ditandingkan juga banyak, baik dari bidang olahraga maupun bidang seni. Setiap kabupaten membawa pemain terbaik dari masing-masing wilayah. Salah satunya Kabupaten Batang yang ikut serta didalamnya.

Dalam ajang ini Kabupaten Batang berhasil membawa beberapa piala dari berbagai cabang lomba salah satunya lomba debat Bahasa Arab. Cabang lomba ini berhasil memperoleh juara 3, yang mana sebagai wakilnya yaitu siswa MA Sunan Kalijaga Bawang.

Sebelum melaju ke tingkat provinsi, mereka adalah juara 1 di tingkat kabupaten. Adapun ketiganya adalah Adelia Azizah, Laelatul Maslakhah, dan Qorota A’yuna. Semuanya adalah siswi MA Sunan Kalijaga Bawang yang saat ini kelas XII.

“Kami membuktikan mampu bersaing dengan sekolah lain se-Provinsi Jawa Tengah. Usaha yang dilakukan pun membuahkan hasil,” kata Ahmad Munir Kepala MA Sunan Kalijaga.

Ahmad Munir mengucapkan selamat dan menyampaikan apresiasi kepada para siswi yang telah berhasil meraih juara, dan kepada guru pembimbing yang telah melatih mereka dengan baik. Meskipun tidak meraih juara satu namun hasil ini sangat membanggakan karena persaingan sangat ketat melawan sekolah atau madrasah Ma’arif NU papan atas di Jawa Tengah. Sebagaimana tradisi di madrasah ini, maka mereka yang berhasil meraih juara akan mendapatkan beasiswa sesuai peringkat yang mereka peroleh, sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan bagi mereka yang berprestasi.

Budiyanto selaku guru pembimbing diwawancarai terpisah sangat bersyukur atas hasil ini, karena usaha keras anak-anak dalam berlatih yang dia dampingi membawa hasil. Dia berharap hasil ini dapat memberi semangat peserta didik yang lain, terutama yang junior agar ke depan dapat meraih kejuaraan yang sama atau bahkan lebih baik lagi.

Pewarta: Umi R
Editor: Muhammad Asrofi

Sambut Satu Abad NU, Santri Plumbon Gelar Musyawarah Kubro

0
KH Abdul Manaf (tengah) sedang memimpin Musyawarah Kubro.

Limpung, NU Batang
Rabu, 8 Februari 2023, dalam rangka memperingati Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama, Pondok Pesantren TPI Al-Hidayah menggelar acara Musyawarah Kubro dengan tema “Mengkaji Problematika Hukum Islam Perspektif Kitab Kuning”. Acara bertempat di auditorium I Pondok Pesantren TPI Al-Hidayah, dan diikuti oleh segenap musyawirin yang berasal dari tiap-tiap delegasi kelas, mulai dari kelas 1 Wustho Diniyah sampai kelas Takhassus Madrasah Diniyah Pondok Pesantren TPI Al-Hidayah.

Melihat pribadi Kiai Haji Abdul Manaf, selain menjadi pengasuh pesantren, beliau juga merupakan Ro’is Syuriah PCNU Kabupaten Batang. Oleh karena itu, Kiai Manaf merasa bangga atas digelarnya acara. Menurut Kiai Manaf, acara tersebut tentunya sangat relevan dengan ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang anjuran untuk bermusyawarah. Dalam konteks ini, beliau bersandar pada ayat: وَشَاوِرْهُمْ فِيْ الْاَمْرِ dan ayat: وَاَمْرُهُمْ شُوْرَىْ بَيْنَهُمْ, yang bermaksud sebagai anjuran untuk bermusyawarah atas suatu keputusan.

“Semasa saya di pesantren, saya juga rutin bermusyawarah. Bahkan hampir tiap malam. Mulai dari jam 9 malam sampai jam 12 malam, bahkan kadang sampai jam 1 dini hari,” jelas Kiai Manaf.

Dijelaskan, menurut Kiai Manaf, sebagai santri yang intelektualnya berbasis kitab kuning, tentunya banyak sekali redaksi di kitab kuning yang tidak serta merta bisa diterima langsung oleh segenap santri. Tentu ada yang namanya perbedaan serta perbandingan di tiap-tiap kitab. Bahkan, argumentasi tiap-tiap santri juga pasti beragam. Oleh karena itu, untuk mencari keabsahan suatu hukum secara mufakat, sangat diupayakan musyawarah ini terus lestari secara rutin. Selain itu, dengan sering bermusyawarah, maka pemikiran para santri akan menjadi lebih berkembang.

“Jikalau tidak ada musyawarah, belum tentu tiap santri bisa membuka kitab yang bernama: al-Majmu’u Syarhil Muhadzdzab yang berjumlah 27 jilid. Yang di dalamnya banyak sekali pendapat atas suatu hukum,” imbuh Kiai Manaf.

Pengasuh Pesantren, Kiai Haji Abdul Manaf, dalam sambutannya di awal acara mempertanyakan kepada segenap hadirin acara terkait digelarnya acara Musyawarah Kubro. Hal ini mengingat, bahwa musyawarah kubro baru digelar kali ini dalam di sisa waktu setahun ini.

“Sebelumnya saya mau bertanya, diadakannya musyawarah kok tiba-tiba langsung kubro. Terus mana sughronya mana wusthonya,” tanya Kiai Manaf di sambutannya sebagai pengasuh pesantren.

Dikatakan, menyikapi musyawarah kubro yang digelar, Kiai Manaf sarankan untuk sering menggalakkan acara tersebut. Boleh tiap bulan sekali, atau bahkan ditetapkan menjadi kurikulum yang lebih sistematis. Kendati musyawarah yaumiyah (harian) yang dilakukan oleh para santri hanya berupa musyawarah terbatas tiap kelas.

“Jadi, sebelum menuju musyawarah kubro, tentunya perlu dipersiapkan terlebih dahulu dengan menggelar musyawarah secara bertahap. Bisa dengan istilah musyawarah sughro, lalu wustho, kemudian puncaknya kubro,” Imbuh Kiai Manaf.

Hal serupa juga disampaikan oleh Kiai Haji Agus Musyafa’ di sambutan yang kedua selaku Ketua Yayasan Islam Al-Sya’iriyah (YISA) Limpung, terkait kebanggaan beliau atas digelarnya acara. Kiai Agus, begitu sapaan akrab beliau, menyampaikan, bahwasannya musyawarah kubro ini merupakan ajang bagi para santri selaku musyawirin menyampaikan pendapatnya secara mantab. Karena belum kepandaian saja belum cukup jika tidak dibarengi dengan keberanian dalam menyampaikan suatu pendapat. Oleh karena itu, Kiai Agus sangat menekankan kepada segenap musyawirin untuk memanfaatkan momentum tersebut sebaik mungkin.

“Silahkan, dalam forum ini kerahkan seluruh kemampuan intelektualitas kalian dalam beradu argumentasi. Kalo diperlukan pun silahkan berselisih. Yakni, berselisih dalam beradu argumentasi,” tandas Kiai Agus lantaran membakar semangat para musyawirin.

Pewarta: Lps Al Fikrah
Editor: Asrofi

Pelantikan PK IPNU IPPNU SMK Al Sya’iriyah Limpung Diharap Menjadi Uswah Bagi Kader

0
Pelantikan PK IPNU IPPNU SMK Al Sya’iriyah Limpung

Limpung, NU Batang
Pengurus Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) SMK Al Sya’iriyah Limpung masa khidmat 2022-2023 resmi dilantik di aula utama SMK Al Sya’iriyah Limpung, Sabtu (4/2/2022).

Pengurus yang dilantik oleh Pimpinan Cabang IPNU dan IPPNU Kabupaten Batang sebanyak 20 rekan IPNU dan 20 rekanita IPPNU. Acara ini dihadiri oleh siswa siswi SMK Al Sya’iriyah Limpung.

Kepala Sekolah SMK Al Sya’iriyah Limpung Hamam Nasrudin mengatakan pengurus yang baru dilantik diharapkan dapat menjadi pelopor program sekolah sekaligus teladan yang baik untuk siswa siswi lain terutama dalam hal kedisliplinan. Pengurus baru harus mampu menjalankan dan mengembangkan program kerja yang inovatif serta kreatif dalam membawakan misi islam Ahlusunnah wal jama’ah.

“Saya optimis bahwa PK IPNU IPPNU SMK Al Sya’iriyah Limpung mempunyai daya juang tinggi dengan menciptakan program pelatihan yang lebih mengarah ke kompetensi IQ dan literasi,” tegas Hamam.

Ketua PK IPNU SMK Al Sya’iriyah Limpung terpilih rekan Abdullah Salam dan ketua IPPNU terpilih rekanita Ayu Widiastuti sama-sama menyatakan estafet kepengurusan yang diemban merupakan tanggung jawab yang besar.

“Saya akan lebih bertanggung jawab dalam menjalankan kepengurusan tahun ini, terlebih dalam rangka mengembangkan, merealisasikan, dan menambah berbagai progam kerja agar tidak monoton,” ujar Ayu Widiastuti.

Terikrar janji akan kewajiban menjalankan organisasi sesuai amanah yang diberikan dengan dukungan semua jajaran pengurus harian, pembina IPNU IPPNU, dewan guru, beserta seluruh anggota SMK Al Sya’iriyah Limpung agar terealisasinya program kerja yang telah ditetapkan.

Ketua PC IPPNU Kabupaten Batang Lies Naeni menyatakan “tidak ada metode yang paling pas yang dapat diterapkan dimanapun terkecuali metode yang paling sesuai dengan kultur sekolah.” Ia juga memaparkan sedikit ilmunya terkait hal apa saja yang bisa dilakukan supaya pengurus lebih kompeten dalam menjalankan tugasnya dengan sedikit penjelasan mengenai metode up grading, pertemuan tematik, partisipatif, dan kuat di literasi.

Ia terus menegaskan untuk lebih memperkuat literasi, karena literasi menjadi landasan bagi semuanya, entah itu saat akan melakukan up grading bahkan lakmud sekalipun jika tidak dilandasi dengan literasi, aktivitas yang disitu sifatnya menguatkan hasil pelatihan hanya akan sia-sia.

Anjuran mengenai gerakan literasi yang mencakup kegiatan membaca, menulis serta diskusi ditegaskan kembali oleh ketua PAC IPPNU Kecamatan Limpung Iqlimatul Azka, bahwasannya literasi merupakan awal dari bagaimana kita mampu mengetahui banyak pengetahuan serta mampu mengembangkan potensi diri yang dapat memengaruhi bagaimana cara kita bertindak.

Pewarta     : Intan Nabilatul Azka, M. Bima Pratama
Editor         : Della Ameylia, Intan Ratnasari

Laga Amal Sepak Bola, Media Galang Dana Ponpes An Nahdliyah Banyuputih

0
Pertandingan Sepak Bola dalam rangka Laga Amal Pembangun Ponpes An Nahdliyah

Banyuputih, NU Batang
Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama Banyuputih yaitu Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Banyuputih, Kecamatan Banyuputih, Batang bekerja sama menggelar laga amal pertandingan sepak bola dalam rangka pembangunan Asrama Pondok Pesantren (Ponpes) An Nahdliyah Desa Banyuputih.

Laga amal ini dilaksanakan sejak tanggal 23 Desember 2022 hingga 28 Januari 2023 di Lapangan Tamanjoyo Desa Banyuputih dengan mempertandingkan 60 tim dari berbagai desa dan kecamatan di kabupaten Batang.

Pertandingan sepak bola ini diselenggarakan setiap hari pada sore hari kecuali hari kamis dan minggu, namun pertandingan yang direncanakan 30 pertandingan, tetapi pada realitanya hanya berjalan 20 pertandingan dikarenakan hujan deras pada sore hari itu.

Perkembangan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren (Ponpes) An Nahdliyah Desa Banyuputih.

Dalam pelaksanaannya juga diadakan penggalangan infaq kepada penonton setiap hari senin dan hari Jum’at di waktu istirahat setengah pertandingannya.

Selain ajang penggalangan dana, event ini juga dimanfaatkan untuk pengenalan Ponpes An Nahdliyah kepada masyarakat sekitar.

“Selain sebagai ajang penggalangan dana juga dari pihak pondok mendapatkan nilai plus yaitu sebagai pengenalan pondok kepada masyarakat,” ujar Ahmad Zaeni pengurus Ponpes An Nahdliyah dalam wawancaranya.

Ketua PR GP Ansor Desa Banyuputih, Ulinnuha juga mengatakan bahwa tujuan laga amal sepak bola tersebut sebagai media sedekah melalui olahraga.

“Laga Amal sepak bola ini bertujuan sebagai media sedekah kami dibidang olahraga.” ujarnya.

Ia menambahkan, “Acara ini juga untuk menjalin silaturahmi serta komunikasi antara pihak pemain dan pendukungnya.” tambahnya.

Acara tersebut disponsori oleh banyak pihak dan juga mendukung pembangunan Ponpes An Nahdliyah Desa Banyuputih.

Pewarta : Bagas Adiakso
Editor : Asrofi

Kolaborasi Pentas Seni, Menyongsong 1 Abad Nahdlatul Ulama

0
Pertunjukan Pentas Seni

Bawang, NU Batang
Salah satu bentuk memperkuat silaturrahmi adalah dengan menyelenggarakan acara secara kolaborasi. Hal itu disampaikan Fitrianna Ramadani ketua panitia selapanan gabungan kolaborasi pentas seni yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Candigugur dan Desa Jlamprang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang.

Diketahui, acara dalam rangka menyongsong 1 Abad Nahdlatul Ulama tersebut, berlangsung pada Ahad, (29/1). Bertempat di Gedung Olahraga (GOR) Desa Jlamprang, Kecamatan Bawang. Adapun manual acaranya yaitu, khataman Al-Quran, tahlilan, ceremony, potong tumpeng, dan pentas seni.

“Pentas Seni yang ditampilkan meliputi: Murotal, Mocopat, Tari Lathi, Tari Wonderland Indonesia, Tari Zapin Melayu, Akustik, dan dimeriahkan juga oleh Pagar Nusa Garuda Bambu Runcing,” ucap Ata Alfanul Khasan, selaku Ketua IPNU Desa Candigugur.

Pentas Seni tidak hanya diikuti oleh kalangan IPNU dan IPPNU, namun anak-anak TPQ juga turut berpartisipasi. Fitrianna menuturkan, “Tujuannya adalah untuk memperkenalkan kepada anak-anak TPQ Madrasah Diniyah bahwa IPNU IPPNU itu asyik dan mewadahi setiap kompetensi khususnya di bidang seni, dan juga sebagai bentuk kaderisasi,” tuturnya.

Ulinuha, selaku Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU Kecamatan Bawang, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara tersebut. “Selapanan gabungan ini adalah awal yang baik bagi IPNU dan IPPNU Desa Jlamprang dan Desa Candigugur. Dan ini adalah salah satu bukti bahwa IPNU IPPNU adalah pelajar yang kreatif. Dan semoga menjadi contoh bagi ranting-ranting lain yang ada di Kecamatan Bawang,” tandasnya.

Ia menambahkan, “Kegiatan semeriah ini, akan susah jika dijalankan sendiri, tetapi akan mudah ketika dilaksanakan secara kolaborasi,” ucapnya.

Ketua Tanfidziyah NU Desa Jlamprang, M Faturrahman juga turut berpesan, bahwa kegiatan pentas seni dapat terus berjalan. “Saya berharap, kegiatan seperti ini nantinya akan terus berjalan sebagai bentuk melanjutkan perjuangan. Saya senang melihat anak-anak muda turut aktif berkegiatan positif seperti ini, dalam rangka menyongsong 1 abad NU, kegiatan ini merupakan bentuk memperluas rasa toleransi dan jiwa kolaborasi,” ungkapnya.

Hadir dalam acara, Ketua Syuriah, dan Tanfidziah Desa Jlamprang, beserta banom-banom NU, Muslimat, Fatayat, Ansor Desa Jlamprang, serta PAC IPNU dan IPPNU Kecamatan Bawang. Acara diikuti oleh seluruh anggota IPNU dan IPPNU Desa Candigugur dan Jlamprang.

Pewarta : Solekha
Editor : Asrofi

Tumbuhnya Gerakan Pemuda Ansor yang Awalnya Bernama ANO

0
dari Kanan Suwandi Sekretaris PC GP Ansor Batang menyerahkan SK kepada Romli ketua PAC GP Ansor Limpung. (foto: Media Infokom PC)

NU Batang
Gerakan ini dibentuk pada tanggal 24 April 1934 M/ 10 Muharam 1353 H melalui Muktamar NU ke-9 di Banyuwangi, dengan nama Ansoru Nahdlatil Ulama (dalam ejaan lama Ansoru Nahdlatil Oelama) disingkat ANO.

Nama Ansor dipakai sebagai penghormatan dan penghargaan kepada nama yang diberikan Nabi Muhammad SAW kepada penduduk Madinah yang telah berjasa besar dalam menyambut dan menolong kedatangan Nabi dan para Sahabatanya yang berhijrah dari Makkah. Mereka rela berkorban habis-habisan dalam memberikan pertolongan pada sesama saudaranya. Pemakaian nama Ansor merupakan petunjuk dari KH Ahmad Wahab Hasbullah.

ANO masuk dalam jajaran departemen (bagian) pemuda di tubuh NU, melengkapi departemen yang sudah ada, yaitu dakwah, ma’arif, ekonomi dan mabarat. Tokoh-tokoh pemuda yang ditugasi melengkapi bagian pemuda NU tersebut adalah H Thohir Bakri dan Abdullah Ubaid (Ketua Persatuan Pemuda NU, 1932). Dalam perkembanganya, ANO bisa berkembang pesat ke daerah-daerah setelah mendapatakan lampu hijau dari KH Ahmad Wahab Hasbullah dan KH Machfud Siddiq yang menjabat Katib Aam dan Ketua Umum PBNU.

Pada tahun 1949 dalam reuni anggota ANO dan Hizbullah di Kantor PBNU Jalan Bubutan Surabaya, yang dihadiri oleh KH Ahmad Wahid Hasyim, disepakati nama ANO diganti menjadi Gerakan Pemuda Ansor, sebagai gerakan untuk mempersiapkan kader penerus perjuangan NU. HA Chamid Widjaja terpilih sebagai Ketua Umum PP GP Ansor yang pertama.

Sejak bernama Gerakan Pemuda Ansor itulah organisasi pemuda di kalangan NU ini berkembang pesat, sehingga menjadi aset bangsa dan umat. Di bidang politik Ansor loyal kepada Tanfidziyah dan di bidang agama loyal kepada Syuriah. Dan dalam pembinaan generasi muda, Ansor menempatkan dirinya sebagai perpanjangan tanga NU di bidang pemudaan.

Sumber : Antologi NU

Pelantikan Ansor Limpung, Begini Arti Ansor Sebenarnya

0
dari Kanan Suwandi Sekretaris PC GP Ansor Batang menyerahkan SK kepada Romli ketua PAC GP Ansor Limpung. (foto: Media Infokom PC)

Limpung, NU Batang
Ansor itu dulu sebagai bentuk perjuangan. Maka kata Ansor bukan sekedar nama organisasi saja, namun mengandung akronim sendiri. Ansor memiliki kepanjangan yaitu Anti Nikolim Subversive Oldefos Reactioner. Hal ini disampaikan oleh Romli ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Limpung saat pelantikan Sabtu (28/1/2023) di Zieda Resto Bandungan Sukorejo Limpung Batang.

Pengurus PAC GP Ansor Limpung masa khidmat 2022-2024 sejumlah 55 orang dilantik oleh Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Batang. Acara tersebut mengangkat tema, “Meneguhkan Niat Khidmat, Menguatkan Dalam Gerakan” dengan harapan dapat menata niat terlebih dahulu dalam berkhidmat. Sehingga gerak perjuangan di organisasi menjadi lebih kuat dan semangat.

Romli menjelaskan makna Ansor yang bersumber dari Mbah Yasin Yusuf pengasuh Pondok Pesantren Lukmanul Hakim Blitar Jawa Timur. Kemudian disanadkan juga oleh KH Ahmad Chalwani Nawani Purworejo sebagai jawaban kita kepada negara bahwa kita adalah mitra negara.

“Anti Nikolin Subversive Oldefoas Reaksioner yaitu Anti artinya menolak atau tidak mendukung, Nekolim yaitu Neokolonialisme-Imperialisme (penjajahan). Neokolonialisme pada hakikatnya membangun dominasi sistem politik suatu negara atas negara lain (Imperialisme). Maksudnya bentuk penjajahan kolonialisme dan imperialisme. Subversif artinya usaha terorganisasi yang bertujuan menumbangkan pemerintah yang sah melalui kekerasan atau bertujuan mengganti pemerintah itu dengan cara-cara yang ditandai oleh penggelapan, kebohongan dan gangguan keamanan,” tuturnya saat sambutan.

“Oldefos (Old Entblisment Forces) adalah kekuatan (faham) lama seperti kolonialisme, imperialisme yang menjajah negara lain. Nefos (New Emerging Forces) adalah kekuatan baru yang muncul yang terlepas dari penjajahan Oldefos. Reactioner adalah bentuk perlawanan kita artinya kita harus mampu berdaya dari bentuk penjajahan mereka,” paparnya.

Lebih lanjut Romli mengucapkan terima kasih kepada pengurus yang sudah dilantik pada kesempatan ini. Semoga dapat mengemban amanah dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya. Dapat membawa PAC GP Ansor Limpung semakin maju.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Batang, H Maulana Yusuf yang hadir pada kesempatan itu memberikan memotivasi kepada pengurus yang baru saja dilantik.

“Intinya dalam berorganisasi jalani dengan semangat dan gembira. Jangan diambil pusing,” katanya.

“Kenapa kita berorganisasi harus gembira? karena berorganisasi tumbuh dari dalam diri kita. Tumbuh dalam kesadaran diri sendiri. Harapannya bisa langsung tancap gass melaksanakan program kerja. Mudah mudahan tidak ada halangan yang berarti. Semoga Ansor Limpung semakin maju,” harapnya.

Usai pelantikan, acara dilanjutkan dengan rapat kerja. Masing-masing departemen berdiskusi menentukan program kerja yang akan direalisasikan selama dua tahun ke depan.

Pada kesempatan itu hadir ketua serta sekretaris PC GP Ansor Batang, Kastkorcab Banser Batang, ketua Tanfidziyah MWC NU Limpung H Ali Sodiqin, Camat Limpung, Kapolsek, Danramil Limpung, PAC Muslimat, PAC Fatayat, PAC IPNU dan IPPNU Limpung, Ketua PR NU Desa Sukorejo. Dewan pembina H Indiharto, Hamam Nasrudin, Bahrul Ulum, Ahmad Nafis, Ahmad Mubarok.

Kontributor: Muhammad Asrofi

Mengenal 7 Istilah dalam Organisasi NU

0
Foto: NU Online

NU Batang
Sebagai anggota, kader ataupun masyarakat non-struktural Nahdlatul Ulama (NU) kerap kali mendengar istilah-istilah tidak asing yang disampaikan oleh tokoh NU baik dalam pengajian atau forum. Dalam benak kepala kadang bertanya-tanya apa arti dari istilah-istilah yang diungkapkan itu. Nah, dengan membaca tulisan ini harapannya bisa meringankan beban pikiran panjenengan.

1. Mustasyar

Setiap organisasi kemasyarakatan selalu mempunyai lembaga penasihat. Lembaga itu di dalam NU dinamakan Mustasyar. Dalam pasal 14 ayat 2 Anggaran Dasar NU dijelasakan bahwa mustasyar adalah penasihat yang terdapat pada Pengurus Besar (PB), Pengurus Wilayah (PW), Pengurus Cabang (PC)/Pengurus Cabang Istimewa, Majelis Wakil Cabang (MWC) dan Pengurus Ranting (PR).

Mustasyar diisi oleh beberapa orang kiai sepuh yang diberi kewenangan untuk memberikan masukan dan nasihat-nasihat kepada pengurus NU saat diperlukan.

2. Syuriah

Dalam pasal 14 ayat 3 Anggaran Dasar NU dijelaskan bahwa syuriah adalah pimpinan tertinggi Nahdlatul Ulama. Jabatan di dalam pengurus harian syuriah untuk Pengurus Besar terdiri dari Rais ‘Aam, Wakil Rais ‘Aam, beberapa Rais, Katib ‘Aam, beberapa Katib dan A’wan.

Sedangkan untuk tingkat Wilayah, Cabang, Majelis Wakil Cabang dan Ranting adalah Rais, beberapa Wakil Rais, Katib, beberapa Wakil Katib dan beberapa A’wan.

Kemudian pada pasal 18 Anggaran Dasar NU menjelaskan bahwa syuriah bertugas dan berwenang membina dan mengawasi pelaksanaan keputusan-keputusan organisasi sesuai tingkatannya.

3. Rais Aam

Rais Aam merupakan jabatan tertinggi dalam struktur kepengurusan syuriah NU. Semasa kepemimpinan KH Hasyim Asy’ari, jabatan ini bernama Rais Akbar.

4. Katib

Katib adalah sebutan untuk pengurus syuriah yang menangani administrasi. Tidak jauh beda dengan jabatan sekretasris di jajaran tanfidziyah. Katib berasal dari Bahasa Arab yang artinya sekretaris atau penulis.

5. A’wan

A’wan merupakan sebutan untuk anggota Syuriah NU di semua jenjang kepengurusan. A’wan berasal dari Bahasa Arab yang artinya anggota.

6. Tanfidziyah

Tanfidziyah adalah pelaksana kebijakan syuriah atau pelaksana keputusan-keputusan organisasi NU. Sama seperti mustayasr dan syuriah. Tanfidziyah juga tersebar di seluruh tingkatan NU, dari Pengurus Besar hingga Pengurus Ranting.

7. Badan Otonom

Badan Otonom disingkat Banom, adalah perangkat organisasi yang berfungsi melaksanakan kebijakan yang berkaitan dengan kelompok masyarakat tertentu dan beranggotakan perorangan.

Banom mempunyai anggota, mempunyai pengurus dari pusat sampai ke daerah, mempunyai peraturan rumah tangga (PRT) sendiri dan juga mempunyai sistem permusywaratam organisasi sendiri, seperti kongres, mukernas, konferensi dan lain sebagainya.

Penulis : Muhammad Asrofi (diolah dari sumber buku Antalogi NU)

Up Grading, Upaya PAC IPNU dan IPPNU Limpung Tingkatkan Kapasitas Pengurus

0
Calon pengurus PAC IPNU dan IPPNU Limpung masa khidmat 2022 - 2024

Limpung, NU Batang
Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Limpung masa khidmat 2022 – 2024 berupaya meningkatkan kapasitas calon pengurus dengan menggelar Up Grading pada Ahad (22/1/2023). Acara yang berlangsung di Gedung MWC NU Limpung Batang ini sekaligus melaksanakan agenda pra Rapat Kerja.

Mandataris ketua PAC IPNU Limpung Susilo mengatakan acara ini diikuti oleh 43 calon pengurus baru yang beberapa hari ke depan akan melaksanakan prosesi pelantikan. Jadi Up Grading dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman bagi calon pengurus sebelum menjalankan roda organisasi dua tahun ke depan.

“Melalui kesempatan ini, calon pengurus diberikan materi-materi. Dengan harapan semua calon pengurus bisa mengemban tugas dengan penuh tanggung jawab dan mampu menjadi pengurus yang profesional agar saling bekerja sama juga. Tidak melibatkan persoalan personal dalam lingkup organisasi,” tutur Susilo dalam sambutannya.

Sementara itu, ketua PAC IPPNU Limpung Iqlimatul Azka mengungkapkan pemateri yang dihadirkan dalam Up Grading adalah Ida Fitriana mantan ketua PAC IPPNU Limpung masa khidmat 2016 – 2018, yang membawakan materi Leadership. Pemateri yang kedua Iffah Awwalina Ulul Azmi pengurus Pimpinan Pusat (PP) IPPNU dengan mengantarkan materi Analisis Sosial.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPNU Batang, Shaiful Bahri dalam kesempatan tersebut turut hadir.
“Up Grading dan pra Rapat Kerja ini berlaku sebagai penataan kepengurusan PAC Limpung menuju keorganisasian yang interaktif dan kolektif. Hal ini dapat menjadi trobosan bagi PAC Limpung dalam mempersiapkan calon-calon pengurus yang berkesadaran diri dalam mengampu amanah dan mempunyai simpati atas kerjasama tim dalam berorganisasi,” ungkap Bahri demisioner ketua PAC IPNU Limpung masa khidmat 2020 – 2022.

Menurut Bahri, PAC IPNU dan IPPNU Limpung adalah salah satu PAC yang telah menjadi cerminan bagi PAC-PAC yang lain dan memiliki pengaruh besar terhadap PC IPNU dan IPPNU Batang sendiri. Oleh sebabnya disetiap periode, PAC Limpung harus membuat peningkatan dan pembaharuan yang lebih signifikan.

“Saya sangat terkagum dan terkesan dengan semangat para calon pengurus di dalam menyambut acara pra pelantikan ini. Dan perlu kita ingat bahwa dosa besar dari pelajar adalah tidak membaca, tidak menulis dan tidak berdiskusi,” imbuhnya.

Penulis : Fajar Zuchrufussur Amri
Editor : Muhammad Asrofi