Jumat, April 10, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 50

53 Siswa & Siswi MA NU 01 Banyuputih Terima Beasiswa Prestasi dari Kepala Madrasah

0
Kepala MA NU 01 Banyuputih memberikan beasiswa dan piagam

Sebanyak 53 siswa dan siswi Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MA NU) 01 Banyuputih Kabupaten Batang dari berbagai program peminatan menerima beasiswa prestasi dari kepala madrasah. Penyerahan beasiswa kepada para penerima diawali motivasi dari wakil kepala bidang kesiswaan, wakil kepala bidang kurikulum dan kepala madrasah yang berlangsung di Auditorium MA NU 01 Banyuputih, Sabtu (5/2) Siang.


Penyerahan beasiswa prestasi berupa uang dan piagam penghargaan yang diberikan kepada siswa dan siswi MA NU 01 Banyuputih yang meraih prestasi akademik maupun non akademik.


Akhmad Hasan wakil kepala bidang kurikulum dalam sambutanya melaporkan bahwa di tahun 2021, MA NU 01 Banyuputih sudah mengikuti 500 kompetisi dengan memperoleh berbagai medali, dari tingkat kabupaten, provinsi, nasional dan internasional. Siswi yang mendapatkan medali terbanyak yaitu Amalia Sholekhah kelas XII (dua belas) MIA 1. Ia mendapat 15 medali emas, 15 perak, 11 perunggu. Total yang Amalia dapat 41 medali.


“Terhitung sampai Desember 2021 kita sudah mendapatkan 500 kejuaraan dengan berbagai medali dan dengan berbagai tingkat kabupaten, provinsi, nasional sampai internasional. Namun dari sekian banyak kejuaraan belum ada rilis dari DPDM (Data Peserta Didik Madrasah) Jawa Tengah. Kalau sudah ada rilis pasti akan segera kita informasikan. Harapannya ditahun-tahun atau dibulan berikutnya kita bisa berkembang dibidang-bidang yang lain,” kata Hasan.


Kepala MA NU 01 Banyuputih, Mukhsin mengatakan berkat bimbingan bapak dan ibu guru, kalian bisa meraih prestasi. Menurutnya mendapatkan prestasi itu adalah bagian nikmat dari Allah. Karena semua orang tidak bisa seperti kalian yang dapat meraih prestasi.


Insyaallah ketika terus bersyukur prestasi prestasi itu akan selalu meningkat, pesannya.
Saya juga mengucapkan terima kasih kepada kalian semua yang berjumlah 53 orang ini, baik yang meraih prestasi akademik maupun prestasi yang non akademik dari semua jenjang dan semua tingkatan. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih karena atas prestasi yang kalian ukir telah membawa harum nama MA NU 01 Banyuputih,” kata Mukhsin.


Hadir pula pada acara penyerahan beasiswa, Achmad Mashfufi selaku guru BK (Bimbingan Konseling). Ia mengucapkan selamat kepada siswa dan siswi yang sudah meraih prestasi. Ia juga mengingatkan kepada peserta didiknya bahwa tugas guru BK adalah ikut membimbing siswa dan siswi yang berprestasi.


“Fungsi BK tidak hanya menangani siswa dan siswi yang melanggar aturan madrasah, namun berkaitan dengan bimbingan motivasi belajar dan karir,” jelasnya.


Mashfufi berharap siswa dan siswi yang berprestasi ini dapat mensukseskan program kapromin, serta menjadi contoh yang bagi siswa dan siswi yang lain.
“Harapannya tidak hanya prestasi saja, tapi harus dibekali budi pekerti. Kalau prestasinya bagus, namun budi pekertinya kurang, juga kurang baik. Jadi harus seimbang,” pungkasnya.

Pewarta: Muhammad Asrofi

Membanggakan, Siswi MA NU 01 Banyuputih Raih Medali Emas di Ajang Internasional

0
Foto: Syifa Mardhina yang meraih medali emas

Dua siswi Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MA NU) 01 Banyuputih, Batang, Jawa Tengah  meraih prestasi di ajang internasional yaitu Asian Mathematics Competition (AMC).


Diumumkan pada Rabu (26/1) melalui grup Telegram, Syifa Mardhina dan Dewi Zulfa Kamila asal MA NU 01 Banyuputih meraih medali emas.
Kompetisi tersebut diselenggarakan secara online yang diikuti oleh sepuluh negara pada Minggu (23/1). Seperti namanya, kompetisi tersebut berkompetisi dalam bidang matematika.


Negara-negara yang mengikuti kompetisi tersebut yaitu, Indonesia, Bangladesh, Hongkong, India, Iran, Myanmar, Filipina, Sri Lanka, Thailand dan Laos.
Pihak madrasah mengetahui pengumuman tersebut merasa bangga kepada peserta didik nya.

Foto: Dewi Zulfa Kamila yang meraih medali emas

Alhamdulillah selamat kepada Dewi dan Syifa yang sudah meraih medali emas sehingga nama MA NU 01 Banyuputih menjadi terkenal. Semoga prestasi ini dapat memotivasi siswa dan siswi yang lain,” kata Mukhsin kepala MA NU 01 Banyuputih.


Syifa Mardhiana mengaku kaget setelah melihat pengumuman hasil usahanya di kompetisi yang bergengsi tersebut.
“Alhamdulillah itu semua kehendak Allah, saya sangat kaget dan tidak menyangka bisa mendapat emas dalam kompetisi itu, saya juga senang bisa mengharumkan nama MA NU 01 Banyuputih,” ungkapnya.


Ia juga berpesan kepada teman-temannya agar tetap semangat untuk mengharumkan nama madrasah melalui prestasi-prestasi mereka.

Pewarta: Dewi
Editor: Muhammad Asrofi

Gali Potensi Kader, Ansor Banyuputih Gelar Madrasah Desain

1

Sebagai ikhtiar menggali potensi kader Ansor dalam bidang desain grafis, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang menggelar kegiatan Madrasah Desain Grafis, di Gedung MWC NU Banyuputih, pada Selasa (01/02/22).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai program kerja Departemen Infokom dan Publikasi. Masih minimnya kader Ansor di tingkat Pimpinan Ranting (PR) yang menguasai desain grafis menjadi dasar diselenggarakannya acara ini.

“Kami ingin ada kader Ansor yang membidangi desain grafis, agar nantinya semua kegiatan Ansor-Banser di lingkungan ranting dapat dikemas menjadi konten digital yang rahmah,” ucap Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Banyuputih Amin Prayitno, saat membuka acara Madrasah Desain.

Dalam sambutannya, Amin menambahkan, bahwa pemilihan tema Transformasi Kecakapan Media dan IT Gerakan Pemuda Ansor untuk menyongsong Industri 4.0 digelar untuk memberikan dasar dalam hal desain grafis, sehingga kedepannya kader-kader Ansor akan mampu memahami desain secara lebih baik dan mapan.

“Setelah selesai pelatihan peserta diharapkan mampu membuat desain meme, poster, pamflet dan edit vidio untuk dakwah Islam Ahlussunnah wal Jamaah di media sosial,” imbuhnya.

Pelatihan desain ini juga dihadiri oleh Wakil Sekretaris Bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom) Pengurus Cabang (PC) GP Ansor Batang, Zaim Ahya. Dalam sambutannya, Zaim menegaskan bahwa Infokom adalah ujung tumbak dari Ansor-Banser.

“Kita sebagai infokom bertanggung jawab untuk menyebarkan informasi yang valid kepada umat, seperti menyebarkan nasehat para kiai yang menyejukkan dan menginspirasi, dan juga meng-counter informasi hoaks terkait Ansor dan NU,” tegas Zaim.

Zaim Ahya menambahkan, bahwa media tidak bisa diurus hanya oleh satu orang, tapi harus bersama-sama oleh beberapa orang dalam satu tim dengan spesifikasi masing-masing.

“Kita harus bagi tugas. Ada yang bertugas menulis berita, editor, mendesain, merekam video, dan mengoprasikan akun media milik Ansor untuk publikasi,” lanjut Zaim.

Sementara Ketua Panitia Madrasah Desain Grafis, Pipin Irwandi mengatakan bahwa pelatihan yang digelar di gedung MWC NU Banyuputih ini diikuti oleh sebelas peserta dari perwakilan Pimpinan Ranting (PR) se-Kecamatan Banyuputih.

Turut hadir dalam pelatihan. tersebut, diantaranya sahabat Pengurus Harian GP Ansor Banyuputih, Ketua Tanfidziyah MWC NU Banyuputih H Tuhri, Founder Sinau Desain sahabat Sofyan Ari Setyawan yang juga menjadi narasumber pelatihan.

Pewarta: Irfan

Perjalanan Pondok Pesantren

0

Menurut catatan sejarah tahun 674 M atau awal abad pertama hijriah sudah ada saudagar Arab yang datang ke Nusantara selain untuk berdagang juga mendakwahkan agama Islam. Islam masuk ke Nusantara melalui dakwah ulama / para wali mulai dari Malaka kemudian ke Pasai hingga ke Ampel. Walisongo menyebarkan agama Islam di Nusantara dalam kurun waktu 50 tahun, tanpa peperangan dan tanpa pertumpahan darah. Hanya dengan pendekatan budaya serta pendekatan kepribadian yang unggul, sebelum Islam masuk di Nusantara sudah ada empat macam pendidikan, diantaranya yaitu:


1. Padepokan
Merupakan lembaga pendidikan yang dikembangkan oleh agama Kapitaiyan, yang mana Belanda menyebutnya dengan istilah Animisme dan Dinamisme. Kapitaiyan merupakan agama asli nusantara.


2. Dukuh
Yaitu lembaga pendidikan yang dikembangkan oleh agama Hindu.


3. Asrama
Merupakan lembaga pendidikan yang dikembangkan oleh agama Budha.


4. Peguron
Merupakan lembaga pendidikan yang dikembangkan oleh agama Tangkrayana.


Islam masuk dan mengambil alih pendidikan yang sudah ada maka para wali seperti sunan Ampel membangun yang namanya dukuh, karena dukuh ini jika dipelajari sistemnya lebih banyak mempelajari ajaran Islam. Berbeda dengan dukuh yang dimiliki oleh agama Hindu yang mana diajarkan kitab suci. Kitab suci dalam bahasa sansekerta yang kemudian dibahasa kawi kan disebut dengan sastra. Orang yang mempelajari sastra disebut sastri, akan tetapi sastri saja tidak cukup dia harus seperti murid di padepokan, muridnya disebut dengan istilah cantrik mereka setia dan patuh terhadap guru. Istilah sastri dan cantrik kemudian dijadikan satu hingga muncul istilah santri kemudian muncul istilah tempatnya santri yaitu pesantren.

Kedudukan pondok pesantren tidak dapat dipisahkan dari kehidupan umat Islam Indonesia. Lembaga pendidikan Islam tertua ini sudah dikenal semenjak agama Islam masuk ke wilayah nusantara. Oleh karena itu, sejarah pondok pesantren merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah pertumbuhan masyarakat Islam Indonesia. Buktinya, semenjak era kerajaan Islam pertama di Aceh pada abad-abad pertama Hijriah, era Wali Songo, sampai sekarang, peran para wali, ulama dan kyai pondok pesantren sangat besar dalam merintistumbuh kembangnya desa, bahkan kota baru.


Demikian juga sejarah perjuangan mengusir penjajah di Indonesia, andil pondok pesantren sangat besar dan tidak bisa dinafikan. Dimulai dari pangeran Sabrang Lor (Pati Unus), Trenggono,Fatahillah (zaman kerajaan Demak) yang berjuang mengusir Portugis (abad ke 15), kemudian dilanjutkan para era Cik Ditiro, Imam Bonjol, Hasanuddin, Pangera Antasari, Pangeran Diponegoro dan pahlawan Islam Indonesia lainnya sampai masa revolusi fisik tahun 1945.

Penulis : Ahmad Wahib Maulana

Sumber :
Video Jalan Dakwah Pesantren, hamzah sahal dkk 2016.
Drs. H. Mahmud, MM. Model-model kegiatan di Pesantren. (Tangerang : Media Nusantara, 2006) hal. 1-2

Apresiasi Tenaga Pendidik, MA NU 01 Banyuputih Beri Penghargaan kepada Guru Berprestasi

0

Banyuputih – Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MA NU) 01 Banyuputih Kabupaten Batang memberikan penghargaan kepada guru-guru yang berprestasi. Penghargaan tersebut berupa piagam dan uang yang diberikan secara simbolis oleh kepala madrasah saat apel pagi di halaman madrasah, Senin (24/1).


Mukhsin kepala MA NU 01 Banyuputih mengatakan, tujuan diadakannya program ini adalah untuk memotivasi guru agar semakin meningkatkan kinerja dan prestasi baik dalam pembelajaran maupun yang lain serta berlomba-lomba dalam kebaikan.
Penghargaan tersebut memang sudah menjadi program MA NU 01 Banyuputih setiap semester yaitu dengan adanya lomba guru berprestasi. Dari lomba tersebut diambil enam guru dengan nilai tertinggi. Adapun kategori penilaiannya yaitu perangkat pembelajaran guru, kedisiplinan guru dan juga kepribadian guru.


Hasil juara satu diraih oleh Umi Fauziyah, juara dua oleh Ahmad Hasan Jadid, juara ketiga oleh Muhamad Miftahul Atiq, juara keempat oleh Achmad Mashfufi, juara kelima oleh Nunik Murwati dan juara keenam diraih oleh Era Yunitya.


“Harapannya si dengan adanya lomba tadi pihak guru semakin meningkatkan prestasi, jadi yang kita lombakan khusus untuk guru-guru yang non sertifikasi, tapi kalau guru yang sertifikasi memang sudah ada penilaian dari pengawas. Walaupun belum sertifikasi, tapi guru-guru tetap punya tanggung jawab untuk mempersiapkan pembelajaran, kemudian perencanaan,” harap Mukhsin.


Pria yang juga menjabat sebagai sekretaris Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kabupaten Batang mengingatkan dan memberi pesan kepada para guru.
“Mari kita niati bahwa guru itu adalah profesi yang mulia untuk mengajar atau biasa disebut pahlawan tanpa tanda jasa. Harus semangat mengajar karena mengajar itu adalah ibadah, insyaallah Allah yang akan membalasnya,” pungkasnya.

Pewarta: Dewi Zulfa Kamila dan Nazwa Kaila Anindia

Konfercab ke-IX, GP Ansor Batang Kukuhkan Komitmen Pengabdian dan Pemberdayaan

1
Dokumtasi Konfecab

Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Batang menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) ke-IX, di SMK Ma’arif NU 01 Limpung Sabtu (8/1/2021).

Acara diawali dengan menggelar Apel Kesetiaan NKRI yang diikuti perwakilan kader Ansor-Banser di Kabupaten Batang dengan protokol kesehatan yang ketat serta pemberian santunan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Batang, H. Maulana Yusup dalam sambutannya mengatakan, bahwa selama periode ini kegiatan cukup banyak yang dilaksanakan. Termasuk di saat pandemi, Ansor melalui Banser Tanggap Bencana (Bagana) selalu berusaha membantu masyarakat dan tenaga medis dalam penanganan covid 19, serta tanggap dalam pencarian orang hilang, tenggelam, dan penanganan bencana.

“Di awal periode, walaupun belum dilantik, kegiatan PC GP ansor Kabupaten Batang sangatlah banyak, mulai dari kaderidasi hingga mengikuti acara di tingkat wilayah maupun pusat,” jelas Yusuf.

“Namun saat pandemi semua berubah total hampir kegiatan masyarakat yang bersifat sosial dibatasi termasuk Ansor, namun Ansor-Banser tak kenal lelah. Melalui Bagana, kita turun langsung membantu pemerintah dan tenaga medis serta masyarakat dalam rangka penanganan covid 19,” lanjut Yusuf.

Selain itu, pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Batang itu menyebut hal yang menjadi cita-cita bersama kader Ansor di Kabupaten Batang.

“Apa yang menjadi harapan kita semua soal aset sudah mulai terwujud. Alhamdulillah, kita sudah punya Gedung Ansor, Balai Latihan Kerja (BLK), yang semuanya masih dalam tahap pembangunan,” kata Yusuf.

Yusuf berharap, aset-aset yang dimiliki ini bisa mendukung ikhtiyar Ansor dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) handal guna menyambut Kawasan industri Terpadu Batang (KITB) dan juga perkembangan Batang secara umum.

Dalam menutup sambutannya, atas nama pengurus GP Ansor, ia meminta maaf apabila selama menjabat terdapat kesalahan dan kekhilafan.

“Kami mohon maaf sebesar-besarnya. Kami telah berupaya semaksimal mungkin menjalankan roda organisasi ini. Mudah-mudahan kedepan GP Ansor yang ada di Batang ini bisa lebih baik, bisa lebih bermartabat untuk menjaga ukhuwah islamiah, menjaga tradisi Nahdlatul Ulama, dan menjaga NKRI,” terang Maulana Yusup

Bupati Batang, H. Wihaji yang hadir beserta jajaran Forkopimda, dalam sambutannya menyebut bahwa peran GP Ansor tidak bisa dianggap kecil apalagi saat pandemi berada dipuncaknya.

“Bagana (Barisan Ansor tanggap bencana) menjadi bagian terdepan dalam penanganan covid19 khususnya dalam upaya memulasarakan jenazah hingga memakamkan jenazah covid19 pagi siang malam terus bergerak.”

“Saya atas nama pemerintah Kabupaten batang menyampaikan terima kasih atas dedikasi Ansor yang luar biasa. Sinergitas inilah yang harus kita jaga untuk memberikan manfaat kepada masyarakat, apalagi ke depan tantangan kita semakin besar termasuk adanya KITB. Maka adanya BLK Ansor ini diharapkan bisa menjadi wadah untuk menyiapkan SDM yang handal guna menyambut proyek strategis nasional tersebut,” lanjut pria yang juga menjabat sebagai Wasekjend PP GP Ansor.

Wihaji juga menyatakan, sinergitas yang selama ini telah terjalin dengan baik diharapkan dapat terus berjalan dan ditingkatkan

“Dengan kepimpinan baru nanti, kami sangat mengharapkan dukungan secara sinergis antara Ansor dan pemerintah bahkan dengan lembaga-lembaga lain. Sehingga hal itu akan saling bisa gayung bersambut terkait mengentaskan permasalah-permasalah yang muncul di daerah kita,” pungkas Wihaji.

Konfercab ini dibuka langsung oleh Koordinator PP GP Ansor Jateng-DIY Gus Ulil Arham didampingi Bupati Batang Wihaji, Wakil Bupati Suyono dan Ketua PC GP Ansor serta Wakil Ketua Tanfidziyah PC NU Kabupaten Batang Umar Abdul Jabar.

Konfercab ini juga dihadiri Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Tengah Gus Sholahudin Aly, Rois Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang KH. Abdul Manab Syair, dan Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Batang, serta ormas kepemudaan lainnya yang ada di Kabupaten Batang.

Di Konfercab GP Ansor Batang ke-IX, H. Maulana Yusup kembali terpilih secara aklamasi menjadi Ketua PC GP Ansor Kabupaten Batang masa khidmat 2022-2026.

Pewarta: Afif

Editor: Zaim

Bupati Batang: Kita Harus Bersahabat dengan Alam

0
PBI PCNU Batang Menanam Mangrove, Bupati Batang: Kita Harus Bersahabat dengan Alam

Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang menanam pohon mangrove di Roban Timur Sengon Subah Batang, pada Jumat pagi kemarin (07/01/2022)

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Kabutan Batang, H. Wihaji, S.Ag., M.Pd menghimbau agar kita semua bersahabat dengan alam.

“Kita harus bersahabat dengan alam, agar alam bersahabat dengan kita,” kata Wihaji.

Dengan kegiatan penanaman ini, para pegiat konservasi alam yang tergabung dalam LPBI PCNU Kabupaten Batang ini, berharap pantai terhidar dari abrasi dan masyarakat tidak terkena banjir rob.

Pewarta: Zaim

Pesan Ekologis Menjaga Lingkungan dari Kitab Kuning

0
Ilustrai (Foto : takselesai.com)

Suatu hari ada yang bertanya, bagaimana pandangan kitab kuning perihal tanggung jawab menjaga lingkungan hidup?

Mungkin kita akan kesulitan mencari satu bab di kitab kuning yang khusus membahas tentang ekologi atau lingkungan. Namun bukan berarti pesan ekologis tak ada dalam kitab kuning.

Kalau kita merujuk kepada kitab Bidayatul Hidayah karya Imam al-Ghazali dan Syarahnya, Maroqil Ubudiyah yang ditulis oleh Kiai Nawai Banten, akan kita dapati penjelasan tentang ikan laut yang memintakan ampun kepada Allah untuk para pencari ilmu atau santri yang ikhlas.

Pada permintaan tersebut terdapat sebuah harapan, kelak setelah menjadi seorang yang alim (intelektual), santri-santri akan menyerukan ajaran Islam yang diantaranya adalah larangan menyakiti hewan (ta’dzibul hayawan).

Menyakiti hewan tak selelau berbentuk kontak fisik secara langsung, namun juga perbuatan yang menimbulkan hewan-hewan mengalami kesakitan, lalu mati. Laut yang tercemar oleh limbah adalah salah satu dari sekian contohnya. Libah yang mencemari laut itu menyakiti para penghuninya, dan beberapa berujung kepada kematian, sebagaimana telah ramai diberitakan.

Kalau kita merujuk ke penjelasan awal tadi, maka keadaan lingkungan yang tercemar itu menjadi tanggung jawab santri, bahkan masih dalam pembahasan ini, dalam kitab tersebut ada pernyataan, “baiknya alam tergantung orang alimnya”.

Di tulis oleh Zaim Ahya founder takselesai.com sebelumnya tulisan ini sudah pernah terbit di takselesai.com

Memperbaiki Sisa Pekerjaan Insinyur

0
Ilustrasi ( Foto : Google)

Suatu sore di bawah pohon mangga, tiga orang sahabat sedang bersantai setelah main bola voli di lapangan desa. Mereka adalah Adit, Roni, dan Tyo.

Mereka bertiga sedang membicarakan kehebatan ayah masing-masing. “Ayahku insinyur, kerjanya di pabrik pesawat terbang. Dia bisa membuat pesawat terbang,” kata Adit mengawali.

“Ayahku juga insinyur. Kalau dia bisa membuat kapal laut, kerjanya di pabrik kapal,” timpal Tyo.

“Ayahku sih gak terlalu hebat. Tapi dia dapat memperbaiki sisa-sisa kebodohan ayah kalian,” seloroh Roni nyablak.

“Memangnya pekerjaan ayahmu apa, Ron?” tanya Adit.

“Penjual besi bekas,” jawab Roni.

Di tulis oleh Ahmad F ( Tulisan ini di ambil dari nu online untuk kebutuhan isi tulisan pembaruan website nubatang)

Gusdur dan Toko Buku

0
Ilustrasi (Gamabar Google)

KH Ahmad Mutofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus menceritakan, di antara kecerdasan dan kehebatan Gus Dur yang lain adalah kecepatannya membaca dan memhami isi buku.

Hal itu terjadi ketika Gus Mus menemani Gus Dur mengunjungi sebuah toko buku. Kedua sahabat ini ditemani putri pertama Gus Dur, Alissa Wahid. Dalam buku Gus Dur dalam Obrolan Gus Mus (2015) karya KH Husein Muhammad, Gus Mus mengisahkan bahwa saat itu mata Gus Dur masih sehat. “Gus Dur bilang, mau membeli buku,” ujar Gus Mus.

Begitu sampai di toko, Gus Dur dengan seksama melihat-lihat buku di toko tersebut. Bila ada buku yang menurutnya menarik, Gus Dur langsung membukanya. Dia membaca lembar demi lembar dengan sangat cepat. “Seperti tidak membaca saja,” kata Gus Mus.

Berbeda ketika Gus Dur melihat ada sesuatu yang menarik di dalam buku, ia membacanya sedikit lebih lama. Begitu dirasa cukup, Gus Dur meletakkannya kembali di tempat semula.

Tiba-tiba, Gus Dur mengajak Gus Mus dan Alissa Wahid pulang. Hal ini mengherankan mereka berdua karena tujuan awal Gus Dur membeli buku. “Lah Pak, enggak jadi beli buku, toh?” tanya Alissa Wahid. “Aku sudah tahu isinya,” seloroh Gus Dur.

Di tulis oleh Fathoni ( Tulisan ini di ambil dari nu online untuk kebutuhan isi tulisan pembaruan website nubatang)

Sumber: https://www.nu.or.id/humor/humor-gus-dur-toko-buku-PyJgJ