Senin, April 6, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 68

Tumbuhkan Semangat Lliterasi, IPNU-IPPNU Gelar Obrolan Melenial

0

PAC IPNU IPPNU kecamatan Limpung mengadakan Obrolan Milenial (OMELAN) edisi kedua. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 05 Oktober 2019 di MA Takhasus As-syairiyah Limpung.

Omelan edisi kedua dilaksanakan setelah sukses Omelan edisi pertama beberapa bulan lalu. Pada kali ini tema yang diusung oleh pihak penyelenggara yaitu “Trias Politika dan alur penegakan hukum negara” dengan narasumber bapak Hamam Nasrudin, S.Pd.I.

Tema ini diharapkan mampu membuka pengetahuan pelajar dalam menanggapi kegamangan para pelajar nusantara yang sempat berdemo menyampaikan kekesalannya terhadap pemerintah.

Maka dari itu poin of view yang disusun pengurus dalam forum diskusi ini digadang mampu memberi pengetahuan lebih terhadap pelajar di kecamatan Limpung. Topik pembahasan tersebut diantaranya :

  1. Sistem pembagian kekuasaan di Indonesia dan kewengangan masing2 lembaga, baik dari legislatif,eksekutif,yudikatif.
  2. Sejarah undang-undang dari masa Hindia Belanda hingga Indonesia merdeka.
  3. Alur perancangan undang-undang dan direvisinya RUU ketika tidak sesuai terhadap sosial budaya dengan masyarakat.

Kegiatan yang diikuti oleh beberapa Pimpinan Komisariat IPNU IPPNU kecamatan Limpung ini memang forum diskusi pelajar yang mengangkat isu-isu terkini. Dengan mendatangkan narasumber yang menguasai pada bidangnya. Hal ini dimaksudkan agar pelajar di kecamatan Limpung tetap eksis menanggapi suatu masalah tanpa meninggalkan nilai-nilai tabayyun dan berdiskusi.

“Kegiatan diskusi ini sebenarnya jarang dilakukan oleh pelajar IPNU IPPNU ditingkat bawah yaitu komisariat. Namun Saya sangat mengapresiasi kepada Pimipinan Anak Cabang(PAC) Limpung yang sudah membuat ruang diskusi seperti ini. Dengan adanya ruang diskusi pelajar khususnya di Limpung, secara intelektual akan semakin maju” tutur bapak Hamam Nasrudin di akhir acara.

Sesuai dengan slogan Omelan ini yaitu “Amati, Cermati, Angkat Bicara”, sudah saatnya pelajar tetap melek literasi melalui forum diskusi.

“Kedepannya diharapkan para pelajar di kecamatan Limpung khususnya kader IPNU IPPNU lebih giat lagi mengikuti acara ini. Insyaallah Pengurus Anak Cabang IPNU IPPNU Limpung siap menyediakan fasilitas forum diskusi seperti Omelan ini untuk turut andil membuka pengetahuan para pelajar dalam menanggapi isu terkini” ujar Erfan Hafidz selaku ketua panitia pelaksana.

PK MA Sunan Kalijaga Bawang untuk NU Masa Depan

0

MASUKA Bawang, 7 Oktober 2019. Pelantikan Pengurus Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama – Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama MA Sunan Kalijaga Bawang Masa Khidmat 2019-2020.

Sebanyak 80 siswa-siswi telah dibaiat sebagai pengurus untuk mengemban amanat memperjuangkan visi misi IPNU IPPNU di madrasah yg berada di lereng gunung Prau ini. “Optimalisasi pergerakan PK IPNU-IPPNU di MA Sunan Kalijaga Bawang ini menjadi salah satu bentuk ihtiar bagi madrasah untuk melahirkan kader-kader generasi penerus perjuangan Islam Aswaja sebagai wujud tekad Masuka Bawang sebagai Kampus Kader ASWAJA.

“Seluruh pelajar, baik pengurus maupun anggota IPNU-IPPNU di madrasah ini adalah kader muda NU di lingkungan madrasah, yg juga harus mampu membawa dan mengaktifkan IPNU IPPNU di desanya masing-masing, jika kalian semua memang ingin menjadi bagian dr orang-orang terpilih yg ikut memperjuangkan Misi NU yaitu; menjaga, mengembangkan Islam Aswaja An-Nahdliyah dan juga keutuhan NKRI tercinta.” Demikian pesan Bapak Ahmad Munir Malik, S.Ag, S. Pd. Kepala MA Sunan Kalijaga Bawang dlm sambutannya.

Selanjutnya, untuk mengoptimalkan kinerja dan semangat berorganisasi, Bapak Risqie Adi Saputra, S.Pd selaku Pembina menyampaikan bahwa akan ada proses monitoring & evaluasi kinerja pengurus. Jika ditemukan pengurus yang tidak mampu menjadi teladan yg baik, maka pembina tidak sungkan2 mengusulkan untuk dilakukan resuffle sebagai bentuk seleksi kader.

Solidkan pasukan, Bagana Kabupaten Batang Gelar Selapanan Rutin

0

BATANG – Puluhan kader banser satuan Bagana (Banser Tanggap Bencana) Kabupaten Batang gelar selapanan rutin di kawasan Curug Genting Blado, Ahad (22/9). Kegiatan rutin ini ditujukan untuk melatih kesiapsiagaan serta meningkatkan soliditas antar anggota Bagana.

Abdul Haris Hamdan selaku koordinator Bagana Kabupaten Batang mengatakan dalam pernyataannya bahwa kegiatan ini memang rutin dilakukan sebagai sarana latihan bersama serta silaturahim antar anggota bagana Kabupaten Batang sehingga diharapkan menambah kesolidan antar anggota dalam satuan.

” Kegiatan ini memang menjadi program dari Bagana sebagai sarana silaturahim antar anggota serta melatih ketrampilan dan kemampuan anggota dalam menangani bencana sebagaimana tujuan dari bagana tersebut ” ungkap Haris.

Lebih lanjut pria yang akrab di sapa Gus Haris tersebut juga menambahkan bahwa Bagana tidak hanya dituntut untuk sekedar membantu dalam setiap bencana yang ada, namun juga dituntut untuk memiliki kemampuan dan ketepatan dalam setiap tugasnya.

” Bagana tidak hanya dituntut untuk selalu tanggap dalam setiap penanganan bencana tetapi juga harus mampu bergerak tepat dan cepat serta tentu sesuai prosedur penanganan bencana yang benar ” imbuhnya.

Pada kegiatan kali ini diikuti tak kurang dari 70 anggota Bagana dari seluruh Kabupaten Batang yang sudah terpilih dan sebelumnya mengikuti pelatihan khusus tentang tanggap bencana.

Hadapi Era Digitalisasi, IPNU IPPNU Limpung Lahirkan Kader Aswaja

0
Ilustrasi (Foto : Dok.Google)

Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama(PAC IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdhatul Ulama Kecamatan Limpung Kabupaten Batang menggelar Masa Kesetiaan Anggota dengan jumlah peserta 91, Sabtu-Minggu(14-15/09/2019).

“Acara Masa Kesetiaan Anggota yang digelar di Madrasah Diniyah Asy’syafi’iah Desa Sempu berlangsung selama dua hari dan berjalan dengan lancar.
Saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yg turut mensukseskan acara makesta dan permohonan maaf di awal, dan sedikit tentang isi kegiatan, bahwa alhamdulillah makesta yang kedua mengalami peningkatan peserta dr makesta yang lalu, dan harapannya kader-kader yang ada bisa memberikan kontribusi yang terbaik untuk NU dan NKRI,” ungkap Ali Mas’ud Ketua Panitia

Ketua PAC IPNU Kecamatan Limpung,Muhammad Asrofi menyampaikan
“Makesta merupakan program kaderisasi tingkat pertama dengan maksud merekut pelajar yang ada dikecamatan limpung agar menjadi anggota ipnu dan ippnu.
Kegiatan makesta ini dilakukan untuk memaksimalkan potensi pelajar yang ada, kemudian daripada itu MAKESTA ini diarahkan untuk melatih kader-kader yang melek tehnologi diera digital ini sehingga Nahdhatul Ulama pada umumnya akan selalu berkembang mengikuti perubahan zaman.

Dari Pimpinan Cabang mengapresiasi yang setinggi-tingginya atas pelaksanaan makesta ini. Semoga kegiatan IPNU IPPNU Limpung tetap semangat, konsisten,dijaga dan selalu terjaga, Amin ya robbal alamin.

Tidak lain dan tidak bukan kehadiran kami melainkan bagian dari tanggung jawab kami Pimpinan Cabang untuk mengawal proses kaderisasi.
IPNU IPPNU adalah organisasi kaderisasi, apa maksudnya? di Nahdhatul Ulama dari usia 13 tahun sampai ila yaumil qiyamah nanti, ada tahapan-tahapan yang harus kita lalui. 13 sampai 27 tahun harusnya mereka aktifnya di IPNU dan IPPNU. Maka akan sangat rugi usia 13 sampai 27 tahun tidak ikut IPNU dan IPPNU.

Orang-orang yang aktif di IPNU IPPNU sudah kita lihat sejarahnya, tidak ada satupun orang yang hidupnya susah, Alhamdulilah. Kalau tidak percaya tanya kepada senior atau sesepuh kita yang dulu sudah pernah berjuang di IPNU IPPNU. Karena setiap langkah dalam IPNU IPPNU semuanya membawa keberkahan.
Jadi Bersyukurlah kalian yang saat ini ikut IPNU dan IPPNU.tutur Ketua PC.IPNU Kab.Batang Nur Rohimin, dalam sambutannya.

Ziaroh Touring Banom NU Sidorejo dalam Rangka Menyambut Tahun Baru Islam 1441 H

0
Ilustrasi (Foto : Dok.Google)

SIDOREJO – Keluarga Banom NU (Badan Otonom Nahdlatul Ulama’) desa Sidorejo mengadakan ziaroh touring dalam rangka menyambut datangnya tahun baru Islam 1441 H. (Ahad, 01/09)

Ziaroh touring dalam rangka menyambut tahun baru Islam Desa Sidorejo diikuti oleh beberapa anggota Banom NU, diantaranya IPNU dan IPPNU, GP Ansor, dan Fatayat. Selain itu, ziaroh ini juga diikuti oleh Ustadz Khoirul Amar selaku pembina Ansor Banser yang sekaligus memimpin pembacaan tahlil dan do’a. Adapun makam yang menjadi tujuan untuk berziaroh adalah makam-makam sesepuh yang ada di Desa Sidorejo yakni, Dukuh Talok, Dukuh Cluluk, kemudian dilanjutkan ke makam Syeikh Maulana Maghribi dan Syeikh Ki Ageng Wonobodro .

Ziarah touring ini merupakan salah satu agenda rutin yang dilakukan setiap dua bulan sekali. Adapun tujuan diadakannya ziarah touring ini agar Banom NU Desa Sidorejo dapat mengenal sesepuh ataupun para wali yang sudah wafat baik yang ada di Desa Sidorejo maupun disekitarnya. Selain itu dengan mengajak Banom NU berziaroh khususnya IPNU IPPNU yang masih pelajar agar dapat meneladani perilaku dan perjuangan mereka dalam menegakkan NKRI dan dakwah islam.

Keluarga Banom NU yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini sudah stand by berkumpul sejak pukul 07.00 WIB di makam Dukuh Talok yang merupakan tujuan ziaroh yang pertama yakni makam Syeikh Abdul Muhyi yang akrab disapa dengan Ki Kajoran. Kemudian ziaroh dilanjutkan ke Dukuh Cluluk di makam Mbah Satiman bin Mbah Bromo Kendali Sodo, makam Mbah Din dan K.H. Bukhori di dukuh Krandon, serta makam K.H. Idris di Dukuh Jemawu.

Setelah berziaroh di makam sesepuh Desa Sidorejo yang telah wafat, ziaroh dilanjutkan ke makam Syeikh Maulana Maghribi dan Syeikh Ki Ageng Wonobodro di daerah Wonobodro, Blado. Pembacaan tahlil dan do’a di makam Wonobodro merupakan kegiatan penutup ziarah di Wonobodro Blado, setelah itu Keluarga Banom NU Desa Sidorejo pulang dan ditengah perjalanan Keluarga Banom NU Desa Sidorejo makan siang bersama di Rumah makan Teras Bali, Bandar.

Harapan adanya ziaroh touring ini, Keluarga Banom NU Desa Sidorejo semakin kompak. Selain itu, dengan ziaroh juga mengingatkan kita kepada Allah SWT bahwa, segala sesuatu yang ada dibumi dan dilangit akan kembali pada-Nya, sehingga menambah semangat kita untuk semakin rajin beribadah kepada Allah SWT.

Di Bulan Ramadhan, NU Desa Sidorejo Santuni Anak Yatim

0

Di Bulan Ramadhan, NU Desa Sidorejo Santuni Anak Yatim

Dalam rangka mengisi kegiatan bulan Ramadhan, keluarga Nahdlatul Ulama (NU) Desa Sidorejo Kecamatan Warungasem Batang menyelenggarakan kegiatan buka puasa bersama dan santunan anak yatim piatu sekaligus khataman Alquran, Jumat (31/05/2019).

Kegiatan yang bertema “Saling berbagi, Menebar senyum” ini dilaksanakan di gedung Taman Pendidikan Alquran (TPQ) Salafiyah Sidorejo 01.

Menurut salah satu panitia Rahman Jaya, kegiatan ini merupakan kegiatan rutin di bulan Ramadhan, yang sudah dimulai sejak tiga tahun terakhir.

“Kegiatan ini bisa terlaksana karena adanya dukungan yang luar biasa dari warga nahdiyin Desa Sidorojo. Muslimat, Fatayat, GP Ansor, IPNU-IPPNU dan Upzis Lazisnu Desa Siderojo” lanjut Rahman.

Kiai Abdul Ghafar, dalam ceramahnya, mengatakan, bahwa kegiatan semacam ini sangat penting dan patut diapresiasi.

“Kader NU harus bisa menjalin silaturahmi dengan masyarakat langsung salah satunya dengan berbagi kepada yang membutuhkan, supaya nantinya akan lebih baik lagi” terang Kiai Abdul Ghofar.

Beliau juga mengutip hadis Rasulullah, “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”.

Kata Kiai Abdul Ghafar, Rasulullah kemudian mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah, serta agak merenggangkan keduanya.
Kegiatan ini menghadirkan 25 anak yatim piatu dari Desa Sidorejo.

“Alhamdulillah semuanya bisa mendapatkan santunan dan bingkisan secara merata, terima kasih juga untuk para donator daerah maupun luar daerah semoga amal ibadah kalian dibalas oleh Alllah” kata Rahman.

Setelah Shalat Tarawih berjamaah, di penghujung acara, Grup Akustik Safana turut meramaikan dengan melantunkan selawat. Adapun personilnya adalah rekan dan rekanita IPNU-IPPNU Desa Sidorejo. [Septi Aisyah/ZA]

Melalui NU Care Lazisnu Batang, PCNU Batang Bantu Korban Kebakaran Kalipancur Blado dan Kalisari Reban

0
Dok. Pelajar Metro

Sebagai bentuk kepedulian Jamiyah Nahdlatul Ulama (NU) kepada warganya, pada hari Jumat malam 24 Mei 2019, Pengurus Cabang (PC) NU Batang melalui lembaganya Upzis NU Care-Lazisnu Batang berikan bantuan kepada dua keluarga korban kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Ada Bapak Carmadi Desa Kalipancur Kecamatan Blado dan Mbah Jumi Desa Kalisari Kecamatan Reban” kata Ketua Upzis NU Care-Lazisnu Batang M. Maskuri.

Maskuri juga mengatakan, sebelumnya, dana bantuan juga telah digalang oleh Majelis Wakil Cabang (MWC) NU masing-masing melalui Upzis NU Care-Lazisnu Kecematan Blado dan Reban.

Acara penyerahan bantuan yg dilakukan setelah sholat Tarawih di masjid Kalipancur Blado tersebut dihadiri oleh pengurus PCNU, Upzis NU Care-Lazisnu Batang, MWCNU – Upzis Lazisnu Blado dan Reban, Kades sekaligus perangkat desa Kalipancur Blado dan Kalisari Reban, PRNU serta jamaah sholat tarawih masjid Kalipancur.

Sekretaris PCNU Batang Munir Malik yang turut hadir mengatakan, bahwa musibah yangg dialami pak Carmadi dan mbah Jumi ini juga menjadi ujian dari Allah untuk kita semua. Bukan hanya beliau berdua yangg diuji kesabaran dan ketabahannya, tetapi kita juga diuji sejauh mana kepedulian kita terhadap nasib mereka.

“Dan inilah pentingnya NU melalui lembaga terkaitnya hadir ikut meringankan beban warganya sebagai jamiyah pembawa rahmah. Mari kita kuatkan jajaran pengurus lembaga-lembaganya agar manfaat jamiyah semakin dirasakan oleh warganya, mari kita doakan korban yg masih dalam perawatan di RSUD Batang agar cepat sembuh dan kita bantu agar rumah tempat tinggalnya kembali dibangun” lanjut A. Munir Malik dalam sambutannya.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Rois Syuriyah PCNU Batang, Kiai Haji Ansori Naim menambahkan dalam tausiyahnya, agar warga yang membutuhkan pertolongan dapat semakin banyak yg dibantu.

“Maka kita harus mendukung Lazisnu semakin kuat dengan kita tingkatkan kesadaran kita untuk berzakat, infaq maupun sodaqoh melalui Lazisnu. Insya Allah rizki kita akan semakin berkah” terang Kiai Ansori. (Ed. Zaim)

Membentuk Karakter Kader Dalam Bidang Agama

0

SIDOREJO – Memperingati bulan suci ramadhan, pimpinan ranting IPNU-IPPNU desa Sidorejo adakan kegiatan Darling (Tadarusan Keliling) yang akan dilaksanakan dari tanggal 8 – 26 Mei 2019 dimulai jam 16:00 WIB sampai menjelang berbuka puasa, kegiatan tersebut berlangsung di masjid dan mushala sedesa Sidorejo.

Selain untuk mendapat ridha dari Allah SWT serta mempererat tali silaturahmi sesama anggota dan masyarakat setempat, kegiatan darling ini juga mempunyai tujuan untuk memberikan alternatif kegiatan yang positif kepada generasi muda. Puluhan rekan rekanita pimpinan ranting IPNU-IPPNU desa Sidorejo hadiri dan laksanakan kegiatan darling, program tersebut sebagai upaya mendekatkan organisasi beranggotakan para pelajar dengan masyarakat, selain itu juga meningkatkan solidaritas antar anggota.

Kegiatan akan dilaksanakan dari masjid ke masjid maupun mushala antar dukuh, diantaranya dukuh Cluluk, Talok, Krandon, Delepang, Jemawu, Tembelang, dan Madureso. Rekan rekanita IPNU-IPPNU desa Sidorejo melaksanakan kegiatan darling dengan ikhlas serta penuh semangat, masyarakat juga terlihat antusias luar biasa dalam pelaksanaan kegiatan. Bukan tanpa alasan, masyarakat sangat peduli dengan perkembangan generasi muda IPNU-IPPNU yang beranggotakan pelajar ini sehingga mendukung dengan adanya kegiatan darling tersebut agar menjadi generasi yang berakhlakul karimah serta mempunyai kecerdasan yang tinggi.

“Dengan kegiatan darling insya Allah dapat membentuk karakter kader berakhlak mulia serta mempunyai jiwa intelektual yang tinggi,” ucap Rekan Faizul Rakhmadani (ketua IPNU desa Sidorejo).

“Darling merupakan kegiatan positif, apalagi dilaksanakan di Bulan Ramadhan insya Allah akan mendapat pahala berlipat ganda,” ucap Rekanita Lora Alizza (ketua IPPNU desa Sidorejo) pada sela-sela rapat pembahasan kegiatan darling kemarin.

Kegiatan darling diharapkan dapat menjadi wadah dalam membentuk kaderisasi IPNU-IPPNU dalam bidang agama, khususnya pimpinan ranting IPNU IPPNU desa Sidorejo. Pada hakikatnya pendidikan dilakukan bukan hanya ilmu pengetahuan umum namun ilmu pengetahuan agama juga perlu diajarkan.

Diharapkan rutinitas yang dimulai tahun ini mampu menjadi langkah awal serta strategi khusus yang dilakukan kader-kader pimpinan ranting IPNU-IPPNU desa Sidorejo.

Penulis : Rekanita Septy Aisah

Kegalauan Berorganisasi Antara Ekonomi Dan Militansi

0

Berawal dari status Saya di facebook yang membahas kondisi ekonomi kader seringkali menghalangi militansi, idealisme seseorang, ternyata dialami pula oleh para kader pelajar Nahdlatul Ulama yang aktif di IPNU dan IPPNU. Kehidupan seseorang tidak bisa lepas dari kebutuhan ekonomi. Seperti contoh ketika kita ingin makan dan minum perlu adanya duit, untuk mendapatkan selembar duit kita dituntut untuk bekerja. Semakin kita berusaha atau bekerja duit akan semakin banyak. Duit yang banyak dan melimpah dapat mencukupi segala kebutuhan hidup seperti membeli pakaian, membayar kredit anggsuran sepeda motor atau membiayai kebutuhan kuliah dan sekolah. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa kebutuhan manusia saat ini sangat erat sekali dengan duit.

Ada anggota IPNU bercerita bahwa hari ini Ia fokus bekerja demi membayar kredit sepeda motornya. Karena memang sepeda motor yang biasa Ia tunggangi untuk berIPNU dibeli dengan sistim kredit angsuran. Oleh karenannya dalam kegiatan IPNU yang semula Ia aktif dan menjadi pelopor bagi kepengurusannya sekarang mulai sedikit demi sedikit ditinggalkan. Sejujurnya menurut Dia, kondisi seperti ini menjadikannya galau. Bukan galau karena percintaan seperti anak-anak zaman now. Tapi lebih tepatnya kegalauan seorang yang memilih untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dan mengantungkan jiwa militansi sebagai kader. Ketika ditelisik lebih jauh ternyata kondisi seperti cerita diatas hampir dialami oleh semua kader di organisasi, terkhusus IPNU dan IPPNU. Bukan hanya satu atau dua orang saja yang mengalaminya.

Perlu diingat bahwa KH Ridwan Abdullah pernah berkata “ Jangan takut tidak makan kalau berjuang mengurus NU. Yakinlah! Kalau sampai tidak makan komplain aku jika aku masih hidup. Tapi kalau aku sudah mati, maka tagihlah kebatu nisan ku”. Secara tidak langsung perkataan beliau merupakan jaminan bagi siapa saja yang mau berkhidmat di organisasi NU tidak akan mengalami kesusahan dalam hal ekonomi. Bukan maksud mengkultuskan kata-kata KH Ridwan Abdullah, namun perlu diingat bahwa Allah SWT akan memperhatikan makhluk yang mau memperhatikan makhluk lain. Mungkin demikian penguatan batin yang perlu dijadikan pondasi dalam menghadapi kegalauan ekonomi dan militansi berorganisasi.

Ketika masih ragu dan bertanya apakah ada jaminan ketika kita miliitan berorganisasi ekonomii akan stabil. Ketidakstabilitas ekonomi bukan semata-mata karena orang tersebut aktif dalam organisasi dan ekonominya tidak terurusi. Namun ada beberapa faktor salah satunya kurang memanfaatkan peluang bisnis yang bisa meningkatkan pendapatan ekonomi. Di era digital saat ini peluang bisnis sangat banyak sekali. Bisnis online shop atau jualan dengan menggunakan media sosial adalah salah satu alternatif yang banyak diminati. Mulai jualan make up, pakian, makanan, hingga atribut organisasi. Ada juga yang memberanikan diri membuka warung kopi walaupun dengan modal lebih besar dari online shoop. Pastinya Organisasi sangat membantu dalam perputaran usaha kita.

Terakhir yang perlu diingat dari aktifis militan organisasi adalah “hiduplah untuk organisasi, jangan cari hidup dari organisasi”. Artinya hidup kita hendaknya diabdikan untuk organisasi tetapi jangan memanfaatkan organisasi sepenuhnya dalam mempertahankan hidup termasuk mengandalkan organisasi untuk mencari nafkah. Karenanya usaha-usaha kreatif harus dikembangkan, niscaya organisasi dengan sendirinya membantu usaha kita. Tetaplah belajar berjuang dan bertaqwa dalam hidup supaya kegalauan antara ekonomi dan militansi organisasi terhapuskan.

Masihkan ada keraguan bahwa organisasi tidak akan menghambat ekonomi kita ?

Penulis : Ahmad Saihudin Khundori

(Abdidalem Komunitas Teras Sore dan anggota CBP Kabupaten Batang)

“Pesta Kelulusan” dg Takjil On The Road ala Pelajar NU Masuka Bawang

1

Batang, 13/5 – Sebanyak 115 siswa kelas XII MA Sunan Kalijaga (Masuka) Bawang, Batang mengadakan acara bagi Takjil pada sore kemarin. Acara ini merupakan luapan kegembiraan sekaligus bentuk syukur atas kelulusan yang peroleh setelah para siswa tahun ajaran 2018/2019. Sebelum dinyatakan lulus, seluruh siswa telah mengikuti berbagai tahapan-tahapan ujian, seperti Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (UAMBN-BK), dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

“Menurut kami, salah satu cara bersyukur itu adalah dengan membagi kebahagiaan, bukan dengan berkegiatan yang membahayakan,” ujar Rohman & Rohim, 2 saudara kembar yg lulus di Masuka tahun ini, yang keduanya jg ikut “pesta kelulusan” ala Pelajar NU Masuka Bawang; berbagi kebajagiaan dg berbagi Takjil buka puasa.Takjil On The Road Pelajar NU Masuka Bawang yg dimulai sekitar pukul 17.15 kemarin dilakukan di sepanjang jalan utama kota Bawang dari Alun-alun hingga Masjid Bawang.

A. Munir Malik, kepala Madrasah Masuka Bawang menjelaskan bahwa kegiatan berbagi takjil ini merupakan inisiatif dari para siswa yang bersyukur atas proses ujian yang telah dilakukan oleh para siswa di tahun ini. Menurutnya, angkatan sebelumnya juga selalu mengisi kegiatan kelulusan dengan hal-hal positif seperti berbagi sembako dsb.

“Kami para guru memberikan apresiasi kepada anak-anak kami yang merayakan kelulusan dengan berbagi. Memang harusnya ya seperti itu. Rayakan kelulusan dengan hal positif, bukan dengan hura-hura atau hal yang kurang manfaat ato bahkan merusak lainnya,” ungkap A. Munir Malik, Kepala Madrasah yang pernah mengikuti Comparative Study Program di Korea Selatan Desember 2012 lalu.

Masuka Bawang adalah salah satu dari 17 Madrasah terpilih dalam Program MEDP Kemenag RI yang mengikuti Comparative Study Program di Korea Selatan 2012 lalu. Ia menyingkirkan 500 nomine lainnya dari 3 Provinsi, yakni Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

“Kami selalu berpresan kepada anak-anak, lulus itu harus disyukuri dengan hal-hal yang positif. Karena di luar sana masih banyak yang belum bisa merasakan pendidikan. Jadi bersyukur itu juga harus berempati dan menjaga perasaan teman-teman lainnya yang kurang beruntung,” tambah A. Munir Malik.

Madrasah yang berada di bawah naungan LP Ma’arif NU Kabupaten Batang ini, tidak hanya menyediakan jurusan Keagamaan, MIA (IPA), IIS (IPS), tapi juga ada program MA Plus dengan empat pilihan program keahlian, yaitu Teknik Komputer Jaringan, Teknik Sepeda Motor, Tata Busana dan Akuntansi. Selain itu, MA SUKA juga memiliki mitra pesantren yang siap menampung para siswanya yang ingin menekuni pendidikan keagamaan. Demi lahirkan kader-kader NU handal di masa depan, di madrasah ini pengkaderan IPNU-IPPNU juga mendapat perhatian khusus.