Kamis, April 9, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 33

Aswaja Youth Camp Dibuka, Ketua DPRD Batang Harap Pelajar NU Jaga Lingkungan

0
H Maulana Yusuf Ketua DPRD Kabupaten Batang sekaligus Ketua PC GP Ansor Batang saat membuka kegiatan Aswaja Youth Camp di Lapangan Desa Silurah Wonotunggal

Wonotunggal, NU Batang
Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Batang menyelenggarakan Aswaja Youth Camp Nature for life yang dilaksanakan mulai Jumat 29 September hingga Ahad 1 Oktober 2023 di Lapangan Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang.

Kegiatan perkemahan para pelajar NU ini secara resmi dibuka langsung oleh H Maulana Yusuf Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batang saat upacara pembukaan yang dilaksanakan siang menjelang sore tadi.

H Maulana Yusuf mengapresiasi acara Aswaja Youth Camp karena pada acara tersebut mengangkat tema tentang lingkungan yang jarang terpikirkan oleh anak muda sekarang.

“Saya mengapresiasikan pada acara ini karena acara Aswaja Youth Camp tersebut mengangkat isu-isu lingkungan yang jarang dipikirkan oleh anak muda sekarang,” ujarnya.

Menurut pria yang juga menjabat Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Batang bahwa acara ini harus terus ditingkatkan secara optimal agar kader IPNU dan IPPNU memahami arti lingkungan dan selalu terjaga.

“Acara ini harus terus ditingkatkan secara optimal agar kader IPNU IPPNU memahami apa arti lingkungan serta selalu menjaganya,” tuturnya.

Diakhir sambutannya, beliau mengharapkan kepada semua anggota IPNU IPPNU Se-kabupaten Batang agar menjalankan dari hasil Deklarasi Seylendra ke masing-masing tingkatan.

“Deklarasi Seylendra yang tadi diucapkan bukan diucapkan saja tetapi harus bisa diterapkan di semua tingkatan di Kabupaten Batang ini,” katanya.

Deklarasi merupakan gerbang awal atau langkah awal untuk melakukan perubahan, sedangkan Deklarasi Seylendra yaitu langkah awal yang dilakukan oleh Pelajar NU Batang untuk peduli lingkungan.

“Deklarasi merupakan gerbang awal atau langkah awal untuk melakukan perubahan, sedangkan Deklarasi Seylendra yaitu langkah awal yang dilakukan oleh Pelajar NU Batang untuk peduli lingkungan,” ujarnya.

Shaiful Bahri selalu Ketua PC IPNU Kabupaten Batang mengatakan bahwa makna Deklarasi Seylendra yaitu Pelajar NU Batang mengajak semua anggotanya agar peduli dan peka terhadap alam sekitar sebagai wujud syukur kepada tuhan yang maha esa.

“Dengan diawali Deklarasi ini, kami mengajak semua anggota agar peduli dan peka terhadap alam sekitar sebagai wujud syukur kepada tuhan yang maha esa,” ungkapnya.

Upacara pembukaan ini dihadiri oleh ketua DPRD Kabupaten Batang, Forkopimda Kabupaten Batang, Forkompimcam Kecamatan Wonotunggal, Banom NU Kabupaten Batang, dan peserta Aswaja Youth Camp yang terdiri dari Pengurus Pimpinan Komisariat (PK) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC).

Pewarta : Bagas Adiakso
Editor : Muhammad Asrofi

PK IPNU IPPNU MA Takhassus Al-Syairiiyah Limpung Sukses Gelar Makesta

0
Peserta Makesta PK IPNU dan IPPNU MA Takhassus Al-Syairiyah Limpung
Peserta Makesta PK IPNU dan IPPNU MA Takhassus Al-Syairiyah Limpung

Limpung, NU Batang -Sebanyak 55 peserta didik baru Madrasah Aliyah (MA) Takhassus Al-Syairiyah Limpung mengikuti Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) yang digelar oleh Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) yang bertempat di MA Takhassus Al-Syairiyah Limpung, Kabupaten Batang, selama dua hari pada Jumat-Sabtu (8-9/09/2023).

Makesta merupakan jenjang kaderisasi formal pertama dalam organisasi IPNU dan IPPNU. Sebagai bagian dari Badan Otonom (Banom) organisası NU, melalui makesta yang bertemakan, “Membentuk Generasi Loyal Berwawasan Luas Berlandaskan Aswaja”, diharapkan dapat mencetak kader yang berideologi aswaja dan terwujudnya jiwa intelektual. Kegiatan ini juga diharapkan dapat melatih leadership guna bekal terjun ke masyarakat.

Waka Kesiswaan MA Takhassus Al-Syairiyah Limpung, Idiyatul Fitriyah berharap melalui makesta yang digelar oleh PK IPNU dan IPPNU MA Takhassus Al-Syairiyah Limpung melahirkan kader-kader penerus yang nantinya melanjutkan estafet kepengurusan.

“Kader-kader ini diharapkan paham dengan tujuan awal dibentuknya IPNU dan IPPNU,” imbuhnya.

Ketua PK IPNU MA Takhassus Al-Syairiyah Limpung, Muhammad Fakhru Muqorrobin mengatakan bahwa makesta merupakan pintu pertama mengenal organisasi IPNU dan IPPNU sebelum mengikuti jenjang pengkaderan lebih lanjut. Maka dari itu, manfaatkan waktu untuk menambah wawasan dan aktif di IPNU dan IPPNU.

“Suatu pekerjaan yang diawali dengan semangat dan bersungguh-sungguh maka akhirnya akan mendapat hasil yang diinginkan, makanya saya harap rekan dan rekanita bersungguh-sungguh menjalani proses makesta,” ujarnya.

Pada hari ke dua, makesta diisi dengan pos test dengan membawa peserta ke tempat pembaiatan, yakni Makam Mbah slamet. Sesampainya disana mereka diberi nasehat dan pencerahan untuk renungan. Dilanjutkan dengan proses pembaiatan simbolis resmi menjadi anggota IPNU dan IPPNU. Akhir kegiatan ini dilakukan pembekalan Rencana Tindak Lanjut (RTL) dan pemberian sertifikat ke seluruh peserta.

Sebagai informasi, hadir Pimpinan Cabang (PC) IPNU dan IPPNU Kabupaten Batang, Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU dan IPPNU Kecamatan Limpung. Zaim Ahya, Romli, Abdurahmat, dan Faturrahman sebagai narasumber kegiatan tersebut.

Pawarta: M Fajar Z Amri

PCNU dan Kemenag Batang Launching Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama

0
PCNU Batang dan Kemenag Batang saat meluncurkan program GKMNU

Batang, NU Batang
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Batang bersama Kementerian Agama (Kemenag) Batang meluncurkan program Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (GKMNU) pada Selasa (6/9/2023).

Acara yang berlangsung di kantor PCNU Batang dihadiri oleh pengurus PCNU dan Kemenag Batang. Sebagai tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) antara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan Kementerian Agama Republik Indonesia.

H Achmad Taufiq Ketua PCNU Batang, menjelaskan, “Program ini pada intinya adalah untuk mendekatkan NU dengan warganya sehingga eksistensi NU bisa dirasakan oleh warga NU. Sebaliknya, warga NU juga bisa dekat dengan para pengurusnya. Dengan demikian, tidak ada jarak antara NU dan masyarakatnya,” jelasnya.

Kerjasama ini bertujuan untuk memajukan berbagai aspek kehidupan masyarakat NU di tingkat Kabupaten Batang. Hal ini ditegaskan oleh H Akhmad Farkhan selaku Kepala Kantor Kemenag Batang.

“Kerjasama ini mencakup beberapa pokok isi, di antaranya Bimbingan Perkawinan Catin (Calon Pengantin), program ini akan dilaksanakan di setiap kabupaten/kota, dengan fokus pada satu kecamatan. Kelas Berkah Keuangan Keluarga per kabupaten/kota, program ini akan diselenggarakan di tiga Kecamatan. Bimbingan/Konsultasi Keluarga per kabupaten/kota, program ini akan mencakup sepuluh kecamatan dan dalam setiap kecamatan akan melibatkan lima desa,” katanya.

Ketua Satgas Tingkat Kabupaten, Maulana Yusuf telah ditunjuk untuk memimpin dan mengkoordinasikan pelaksanaan program ini di tingkat Kabupaten Batang. Kerjasama antara PCNU dan Kemenag Batang ini diharapkan akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat NU di Kabupaten Batang, serta meningkatkan kualitas hidup dan keberkahan keluarga di wilayah tersebut.

Pewarta : Jabir Al Faruqi
Editor : Asrofi

KOPSIMNU Merayakan Harlah ke-23 dengan Tasyakuran dan Pasar Murah

0
Suasana KOPSIMNU Merayakan Harlah ke-23

Batang, NU Batang
Koperasi Simpan Pinjam Nahdlatul Ulama (KOPSIMNU) Kabupaten Batang merayakan ulang tahunnya yang ke-23 dengan meriah. Mereka menggelar acara tasyakuran dan pasar murah yang dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus, manager, dewan syariah, perwakilan anggota, semua crew, PCNU (Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama) Batang, dan Dinas Koperasi dan Perindustrian Batang. Perayaan ini berlangsung di kantor PCNU pada Senin (04/09/2023).

Acara tasyakuran ini tak hanya menjadi ajang syukuran, tetapi juga kesempatan untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat yang membutuhkan. KOPSIMNU tidak tanggung-tanggung dengan menjual 1.200 paket sembako dengan harga yang sangat terjangkau, yaitu Rp 100.000 per paket. Setiap paket berisi 5 kg beras, 2 kg gula, 2 liter minyak goreng, 1 botol kecap, dan 1 bungkus teh. Hal ini merupakan langkah konkret KOPSIMNU dalam berbagi keberkahan pada momen bersejarah ini.

KH Abdul Malik, yang mewakili PCNU Batang, menyampaikan apresiasi kepada KOPSIMNU atas prestasi dan kontribusinya. “Prestasi KOPSIMNU yang telah menjadi simbol kebanggaan NU Batang semoga terus berkembang,” ucapnya dengan penuh semangat.

Sementara itu, pihak Dinas Koperasi dan Perindustrian Batang memberikan himbauan untuk terus meningkatkan kinerja KOPSIMNU. Mereka menyoroti manajemen dan keuangan yang handal, dan mendorong peningkatan jumlah iuran wajib anggota untuk memperkuat modal dan kemandirian koperasi. Dengan memberikan contoh koperasi besar lainnya di Batang yang berhasil dalam hal ini, mereka berharap KOPSIMNU dapat terus tumbuh dan menjadi lebih kuat.

Perayaan Harlah ke-23 KOPSIMNU ini tidak hanya merayakan usia organisasi, tetapi juga menunjukkan komitmen mereka untuk memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan menjadi salah satu pilar ekonomi yang kuat di Kabupaten Batang. Semangat berbagi dan berkontribusi positif pada masyarakat terus menjadi landasan KOPSIMNU dalam perjalanan mereka menuju masa depan yang lebih cerah.

Pewarta : Jabir Al Faruqi
Editor : Asrofi

Aktif Kegiatan Masyarakat, IPNU IPPNU Desa Surjo, Bawang Turut Meramaikan Karnaval

0
IPNU Desa Surjo, Bawang saat Berpartisipasi Karnaval

Bawang, NU Batang

Wujud keikutsertaan di masyarakat, Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Surjo, turut meramaikan karnaval. Kegiatan ini salah satu rangkaian dalam peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke 78 yang bertempat di Desa Surjo, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada Kamis (17/08/2023).

Kepala Desa Surjo, Muhammad Tri Wahyu menuturkan, tujuan diadakannya karnaval di Desa Surjo untuk mewujudkan masyarakat yang guyub rukun. Ia berharap, event ini dapat meningkatkan solidaritas antar warga serta ajang untuk menunjukkan kreativitas masyarakat. Kegiatan ini diikuti lima puluh warga Desa Surjo dengan kontingen meliputi RT se-Desa Surjo, organisasi, dan instansi pendidikan. Keikutsertaan IPNU dan IPPNU mendapat apresiasi dari pemerintah desa yang dinilai telah mampu memberikan bukti dengan hadir dan turut menyukseskan kegiatan desa.

“Saya sangat mengapresiasi karya kalian. Semoga IPNU IPPNU Desa Surjo tetap  istiqomah berkarya. Pemuda harus semangat, masa depan Desa Surjo ada di tangan kalian,” ujar Kepala Desa tersebut.

Ketua IPNU Desa Surjo, Alif mengatakan bahwa keterlibatan IPNU dan IPPNU Desa Surjo merupakan salah satu bentuk promosi kepada seluruh masyarakat dengan tujuan menunjukkan eksistensi IPNU dan IPPNU.

“IPNU dan IPPNU bukan organisasi yang tertinggal, dapat dibuktikan bahwa organisasi ini memiliki prestasi dan kreatifitas yang tinggi. Guna membekali kader di masyarakat, kita harus memulai mendobrak mentalitas para kader untuk selalu menggali potensi dan prestasi guna menaikkan sumber daya manusia dengan tujuan menyongsong generasi emas 2045,” tutur Alif.

Alif berharap dengan partisipan IPNU dan IPPNU dapat menjadi salah satu daya tarik bagi para pemuda-pemudi yang belum bergabung dalam organisasi tersebut.

Pawarta: Dyanisa Nurul Kamila

Editor: Septy Aisah

MA Sunan Kalijaga Bawang Raih Juara 1 dan 2 Olimpiade Nasional Bahasa Arab Tingkat Kabupaten

0
Siswa MA Sunan Kalijaga Bawang saat sedang mengikuti Olimpiade

Bawang, NU Batang
Ajang kompetisi Olimpiade Nasional Bahasa Arab yang diselenggarakan oleh Forum MGMP Bahasa Arab se-Indonesia telah dilaksanakan tanggal 12 Agustus 2023 di tingkat kabupaten. Sabtu malam (19/8) telah diumumkan kejuaraannya. Peraih juara 1 dan 2 berhasil didapatkan oleh siswa MA Sunan Kalijaga Bawang. Selain itu, MA Sunan Kalijaga juga mendapat juara harapan 2.

MA Sunan Kalijaga mendelegasikan tiga siswanya yaitu M Izzul Chaq, Ahmad Akmal Muntaufiq, dan Niswatun Khasanah. Mereka perwakilan dari kelas XI dan kelas XII.
“Kami merasa bangga atas prestasi yang telah diraih oleh siswa kami. Ini di luar dugaan kami selaku guru pendamping,” ujar Khuril.

Selain itu, Khuril juga mengungkapkan bahwa ketiganya memang berpotensi dalam bidang Bahasa Arab namun awalnya sempat ragu karena kami belum pernah mengikuti kompetisi ini.

Ahmad Munir Malik selaku kepala madrasah juga menyampaikan selamat bagi siswa-siswi yang telah berhasil meraih juara. Dia juga menyatakan bahwa keberhasilan menjadi juara 1 dan 2 yang diraih anak MA Sunan Kalijaga Bawang ini menjadi tantangan bagi anak didik maupun guru pendampingnya agar bisa meraih prestasi yang lebih tinggi lagi di tingkat provinsi maupun nasional.

“Oleh karenanya mereka harus terus belajar meningkatkan kemampuannya agar dapat meraih prestasi pada jenjang yang lebih tinggi,” tutur Munir.

Pewarta : UR
Editor : Asrofi

Perdalam Materi Jurnalistik, PAC IPNU dan IPPNU Limpung Diskusi Menulis Berita

0
Suasana acara Rencana Tindak Lanjut Pelatihan Jurnalistik PAC IPNU dan IPPNU Limpung

Limpung, NU Batang
Lembaga Pers dan Penerbitan (LPP) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Limpung mengadakan diskusi materi jurnalistik di Agrowisata Polowono Desa Lobang pada Ahad (13/8/2023).

Kegiatan itu, menurut Iqlimatul Azka merupakan bentuk dari Rencana Tindak Lanjut (RTL) dari pelatihan jurnalistik pada beberapa bulan lalu. Kegiatan tersebut diikuti 20 peserta yang terdiri dari alumni pelatihan jurnalistik serta beberapa anggota PAC IPNU dan IPPNU Kecamatan Limpung.

“Selain itu, RTL ini salah satu fasilitas dari PAC IPNU dan IPPNU Kecamatan Limpung yang bertujuan untuk membantu rekan rekanita dalam mengembangkan kemampuan jurnalistik khususnya dalam pembuatan berita serta penyampaian berita, terutama di wilayah Kecamatan Limpung. Dengan kesempatan ini semoga dapat menjembatani rekan rekanita supaya lebih mahir dalam membuat berita serta menyampaikan berita,” ujar Azka.

Lebih lanjut, Azka menekankan tujuan dari RTL sendiri yaitu untuk menindaklanjuti atau memperdalam ilmu yang sudah disampaikan pada kegiatan sebelumnya. Sehingga ilmu yang didapat oleh peserta lebih meresap.

Pimpinan Cabang (PC) IPNU Kabupaten Batang Misbachul Munir hadir memimpin diskusi sekaligus memberikan pendalaman materi tentang tehnik menulis serta cara menyampaikan berita yang baik dan benar.

“Membuat berita itu harus ada tata caranya tidak seperti membuat cerita, membuat berita harus fakta dan benar-benar terjadi,” ujar Munir.

Dalam acara itu, peserta aktif mengikuti diskusi serta sangat antusias dalam praktik menulis berita. Kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih 2 setengah jam. Kemudian setelah kegiatan tersebut selesai dilanjutkan dengan makan siang bersama. dan diakhiri dengan sesi foto bersama.

Pewarta : Nabila Rizki Rahmalia
Editor : Asrofi

Asah Kecakapan Bermedia, Pelajar NU Subah Berdayakan Anggota dalam Pelatihan Jurnalistik

0
Peserta Pelatihan Jurnalistik PAC IPNU dan IPPNU Kecamatan Subah

Subah, NU Batang
Organisasi pelajar Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Subah berkomitmen untuk meningkatkan kecakapan bermedia anggota mereka melalui pelatihan jurnalistik yang berlangsung di Raudhatul Athfal (RA) Masyitoh Al-Ikhlas, Desa Ngepung pada Ahad (30/07/23).

Dalam rangka meningkatkan pemahaman tentang dunia jurnalistik dan mengasah kompetensi bermedia, lembaga pers dan penerbitan (LPP) PAC IPNU IPPNU Subah menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik sebagai salah satu program kerjanya. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengaktifkan peran media di Pimpinan Ranting (PR) IPNU IPPNU se-Kecamatan Subah dan memberdayakan anggota dengan keterampilan jurnalistik yang kuat.

Direktur Lembaga Pers dan Penerbitan (LPP) PAC IPPNU Kecamatan Subah, Indah Wahyu Riyani, menekankan pentingnya kemampuan bermedia di era digital ini. “Pelatihan ini diadakan untuk memperkuat kemampuan bermedia anggota dan mengajarkan mereka bagaimana menyusun berita yang informatif dan berbobot,” ungkapnya.

Pelatihan ini disampaikan oleh narasumber dari LPP PC IPNU Kabupaten Batang, yaitu yaitu Bagas Adiakso, hadir dalam acara ini. Bagas tidak hanya memberikan teori tetapi juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk langsung mempraktikkan cara membuat berita sesuai dengan strukturnya.

“Dalam membuat berita, harus ada unsur 5W + 1H,” kata Bagas Adiakso, menjelaskan pentingnya meliputi unsur Who, What, When, Where, Why, dan How dalam sebuah berita.

Peserta pelatihan kemudian diberikan tugas untuk membuat berita perkelompok, dengan bimbingan langsung dari narasumber. Setelah itu, hasilnya akan diperiksa dan dinilai bersama.

Pada akhir pelatihan, Bagas Adiakso menekankan pentingnya menulis ilmu agar tidak terlupakan oleh generasi mendatang.”Jika ilmu tidak ditulis, maka akan terlupakan di masa yang akan datang,” ucapnya.

Acara pelatihan ditutup dengan sesi foto bersama dan pemberian sertifikat penghargaan kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam meningkatkan pengetahuan jurnalistik anggota IPNU dan IPPNU di Kecamatan Subah.

Pewarta : Nanda dan Faiq
Editor : Muhammad Asrofi

Semarak Sepuluh Muharam, Warga Dlisen Gelar Haul Massal

0

Limpung, NU Batang
Sebagaimana tradisi umat Islam di Indonesia, khususnya Jawa, setiap tanggal sepuluh bulan Syuro (Muharam), orang-orang giat memperbanyak ibadah sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah di hari itu. Mulai dari ibadah seperti puasa sunah hari Asyura’, dan ibadah yang berkait degan sosial seperti santunan anak yatim, pengajian umum, dan lain sebagainya.

Hal itu tentu sudah lazim terjadi di berbagai perkampungan layaknya menjadi tradisi tersendiri. Salah satunya di Desa Dlisen, Limpung, Batang. Di sana, warga giat bergotong royong, menggabungkan persatuan desa dari tiga dukuh untuk memperingati hari yang disebut Syuro itu dengan mengadakan haul massal, kemarin, Kamis malam Jum’at Kliwon (27/7).

“Di era sekarang ini, kita sebagai generasi muda harus bisa menciptakan rasa aman, damai, dan semangat gotong royong. Dan dari pagelaran acara inilah, selain sebagai peringatan Syuronan, bisa juga kita manfaatkan untuk mencapai hal tersebut,” ujar Mundri selaku Ketua Panitia Acara Haul Massal.

Di acara haul massal itu, orang-orang dari dukuh Gunung Tumpeng , dukuh Gunung Sari, dan dukuh Wonodadi berbondong-bondong datang ke pemakaman umum Tumpeng Desa Dlisen yang terletak di dukuh Gunung Tumpeng untuk mengirimkan doa kepada segenap arwah jenazah warga setempat. Dan setelahnya, acara dilanjut juga dengan ikhtitam al-Qur’an tiga puluh juz.

“Selain gotong royong, acara ini juga bagus untuk membangun ukhuwah islamiyah kita, dengan bersama-sama mendoakan para leluhur yang telah wafat,” ungkap Hadi Prayitno dalam sambutannya sebagai Kepala Desa Dlisen.

Disampaikan, acara yang digelar dan diikuti oleh segenap lapisan warga, dari yang muda hingga tua itu merupakan kegiatan yang sangat patut untuk diapresiasi. Harapannya, acara yang digelar dapat terus lestari dan membawa manfaat bagi segenap warga, lebih-lebih bisa menjadi teladan bagi desa lain.

Sebagai puncaknya, acara haul massal itu ditutup dengan pengajian umum yang digelar di malam harinya, diisi oleh Kiai Haji Gigik Kusiaji atau yang akrab disapa Abah Santri, dari Sukorejo, Kendal.

Pewarta: Khaerul Mutakin
Editor: Krisna Hadi

Innalillahi, Pelindung JQH NU Batang KH Masroh Abdul Qodir Wafat

0
Al-Maghfurlah Kiai Masroh (tengah) saat memimpin Tasmi' al-Qur'an, di Harlah Ansor ke 89, di gedung PC Ansor Batang

Batang,

Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun, kabar duka datang dari Kabupaten Batang Pembina Jam’iyatul Qurro’ Walhuffadz (JQH) Nahdlatul Ulama (NU) Batang KH Masroh Abdul Qodir Wafat dalam usia 68, pada Selasa pagi (23/07/2023).

Kabar wafat kiai yang juga merupakan pengasuh Pondok Pesantren An-Nuriah Bawang Batang ini tersebar di grup WhatsApp dan media sosial lainnya, yang diunggah oleh warga nahdliyin Batang.

Banyak para tokoh yang bersaksi kebaikan beliau selama hidup dan mendoakan. Diantaranya adalah Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang (PC) NU Batang, H Ahmad Taufiq dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Batang KH Zainal Iroqi.

“Inna lillaahi wa inna ilaihi rooji’uun.Turut berduka cita yang mendalam atas wafatnya Bp Kyai Masroh Abdul Qodir, teriring do’a semoga almarhum diampuni dosanya diterima amal shalihnya dan ditempatkan di Surga… Lahulfaatihah,” tulis H Ahmad Taufiq di grup KBNU Batang.

“Saya bersaksi bahwa Beliau insya Allah min ahlil Khoir 3 x….,” tulis Kiai Iroqi.

Kendati punya keterbatasn, Kiai Masroh semasa hidupnya dikenal sebagai kiai penghafal al-Qur’an yang tekun dan iatiqomah. Bahkan, dua bulan yang lalu (14/05/23), beliau masih semangat memimpin Tasmi’ (semaan) Al-Qur’an 30 Juz bil hifdzi, dalam rangka harlah Ansor ke 89, di Gedung Pimpinan Cabang (PC) Ansor Batang.

Menurut beberapa sumber, Kiai Masroh dulu belajar dan menghafal al-Qur’an di Pondok Pesantren Al Hidayat Lasem Rembang, di bawah asuhan Al-Maghfurlah Mbah Kiai Haji Ma’shoem Ahmad dan Al-Magfurlaha Nyai Hajah Nurriyah Ma’shoem.

Terkait kegigihan Kiai Masroh dalam proses menghafal al-Qur’an juga pernah dituturkan oleh Rais Syuriah PCNU Batang KH Abdul Manaf Syair, yang dulu juga belajar di Pondok Pesantren Al Hidayat Lasem.

Pewarta: Zaim Ahya