Jumat, April 10, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 42

Gelar Pengobatan Gratis, LAZISNU Limpung Gandeng Siswa SMK dalam Pelayanan Kesehatan

0
Tim kesehatan LAZISNU Limpung dan Siswa SMK Al Sya'iriyah

Limpung, NU Batang
Siswa SMK Al Sya’iriyah Limpung berkontribusi dalam pelaksanaan progam kesehatan yang digelar oleh tim kesehatan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Limpung pada Ahad (18/09/22).

Ratusan masyarakat setempat membanjiri salah satu rumah warga di Desa Kepuh Kecamatan Limpung Kabupaten Batang, untuk mengikuti pengobatan gratis yang dilaksanakan bersama acara selapanan dan pengajian Anjangsana Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU dan Fatayat NU Kecamatan Limpung.

Menurut pernyataan dari seorang ahli farmasi, Anisa yang juga alumni SMK Al Sya’iriyah Limpung, acara tersebut telah lama vakum kurang lebih sekitar 3 tahun dikarenakan adanya pandemi covid-19 yang menjadi salah satu faktor meluapnya pasien pada saat penyuluhan. Petugas kesehatan dari MWC NU menangani sekitar 170 warga yang mengeluhkan penyakitnya.

Banyaknya masyarakat yang hadir ingin merasakan berobat gratis mengharuskan petugas LAZISNU meminta bantuan dari siswa SMK Al Sya’iriyah Limpung dikarenakan perbandingan petugas medis dan pasien tidak seimbang. Dengan begitu secara tidak langsung siswa SMK juga dilatih untuk terjun langsung ke lapangan.

“Adanya minat masyarakat untuk mengikuti pengobatan gratis, menjadi pemicu membanjirnya pasien sehingga dari LAZISNU membutuhkan bantuan tambahan dari SMK Al Sya’iriyah yang sudah terpercaya pengetahuannya dalam segi materi dan keterampilan,“ ujar Amin Subkhan selaku koordinator progam pelaksanaaan kesehatan LAZISNU.

Beliau juga memaparkan bahwasannya penyuluhan kesehatan yang digelar oleh tim kesehatan LAZISNU dapat membantu warga yang kurang mampu serta menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat setempat sehingga mampu mendorong semangat para warga NU untuk lebih giat dalam mengikuti pengajian rutin yang dilaksanakan setiap 40 hari sekali tepatnya ketika Ahad Pahing.

Menurut salah satu masyarakat yang mengikuti kegiatan ini, adanya program yang digelar oleh LAZISNU sangat membantu masyarakat setidaknya dalam rangka mengatasi masalah kesehatan yang acap kali menjadi keluhan dari banyak kalangan.
“Dilaksanakannya program LAZISNU bertujuan untuk memberikan sosialisasi kesehatan dan pemeriksaan gratis yang ditujukkan untuk masyarakat daerah setempat,” terang Hj Uswatun Khassanah selaku ketua PAC Muslimat Kecamatan Limpung.

Pewarta : Intan Ratnasari, M Bima Pratama, Rafi Zumandara

Editor : Muhammad Asrofi

Menelusuri Sejarah Perkembangan Nahdlatul Ulama di Kabupaten Batang

0

Pengantar

Menuliskan perjalanan panjang kiprah Nahdlatul Ulama di Kabupaten Batang bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Selain karena keterbatasan waktu, penulisan sejarah semacam ini memerlukan data yang valid serta banyak narasumber agar menghasilkan dokumentasi sejarah yang komprehensif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Namun karena kemendesakan waktu, tulisan sederhana tentang sejarah perkembangan Nahdlatul Ulama di Kabupaten Batang ini harus segera diselesaikan agar bisa disajikan saat pelaksanaan Konfercab ke-15 NU Kabupaten Batang tahun 2008. Oleh sebab itu, tulisan ini sebaiknya tidak dipandang sebagai sebuah tulisan yang sudah selesai. Masih terbuka ruang bagi siapa pun untuk mengoreksi kekurangan dan kesalahan dalam tulisan sederhana ini.

Proses Pendirian

Cikal-bakal keberadaan NU di Batang bermula pada sebuah perkumpulan (organisasi) yang bernama Jam’iyyatun Nasikhin. Perkumpulan tersebut didirikan oleh KH. Shiddiq Ismail untuk mewadahi para kiai/ulama/dai di Batang. Aktivitas perkumpulan ini tidak jauh dari kegiatan-kegiatan dakwah. Diperkirakan perkumpulan ini beraktivitas antara tahun 1930 – 1940-an. Misi perkumpulan Jam’iyyatun Nasikhin sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Nahdlatul Ulama yaitu sebagai sebuah organisasi yang mewadahi para ulama/kyai.

Akses informasi pada masa itu masih sangatlah sulit sehingga dapat dipahami jika baru pada tahun 1949 secara resmi dibentuk kepengurusan NU di Batang. Rois Syuriyah yang pertama adalah KH. Shiddiq Ismail sedangkan jabatan Ketua PCNU yang pertama dipegang oleh KH. Bakir.

Dinamika Organisasi

1950 – 1960

Tidak ada gambaran yang jelas mengenai kegiatan-kegiatan yang dilakukan NU Batang pada fase awal pendiriannya. Namun jika dikaitkan dengan sejarah Indonesia yang pada masa itu masih dalam masa mempertahankan kemerdekaan dimungkinkan NU Batang juga terlibat aktif dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Menurut penuturan narasumber, KH. Shidiq Ismail juga bergabung dalam Laskar Hizbullah yang ikut berjuang melawan penjajah. Bahkan karena diburu penjajah, KH. Shidiq Ismail sampai harus mengungsi ke daerah Terban (Warungasem) dan ke salah satu santrinya di Wonosobo .

Setelah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia, NU yang sebelumnya bergabung dalam Masyumi akhirnya memutuskan keluar dari organisasi tersebut pada tahun 1953. Pernyataan keluar tersebut disampaikan oleh KH. Wahab Hasbullah (Ketua PBNU saat itu), yang juga tokoh pendiri NU selain Rais Akbar KH. Hasyim Asy’ari.

Setelah keluar dari Masyumi, NU berubah menjadi partai politik. Untuk mempersiapkan NU dalam menghadapi Pemilu pertama tahun 1955, KH. Wahab Hasbullah turun langsung ke daerah-daerah untuk menguatkan posisi NU sebagai partai politik dalam menghadapi Pemilu 1955.

Mengetahui bahwa KH. Shiddiq Ismail adalah santri langsung KH. Hasyim Asy’ari sehingga dianggap memiliki peran penting untuk mengembangkan Partai NU di Batang. Beberapa kali, menurut narasumber, KH. Wahab Hasbullah datang kepada KH. Shiddiq Ismail di pesantrennya, Nahdlatut Tholabah Kauman Batang, memberikan arahan untuk menguatkan Partai NU di Batang. Namun sayangnya, tidak ada data mengenai perolehan suara Partai NU di Batang dalam Pemilu 1955 tersebut.

1960 – 1970

Perpolitikan nasional setelah Pemilu 1955 berjalan dinamis hingga memasuki era tahun 1960-an. Seorang narasumber menuturkan bahwa meskipun pada tahun-tahun tersebut, persaingan antarparpol besar (PNI, NU, PKI, dan Masyumi) memang terjadi tetapi persaingan tersebut tidak sampai menimbulkan konflik horizontal.

Narasumber tersebut menceritakan pada masa itu, Partai NU juga sering melakukan ‘show of force’ di Alun-alun Batang melalui kegiatan Lesbumi NU, Ansor, dan IPNU seperti sepakbola api, rebana, dan marching band. Lalu terjadilah Peristiwa G30S di Jakarta yang disusul dengan penangkapan terhadap orang-orang yang dituduh terlibat PKI.

Beberapa narasumber menceritakan bahwa NU Batang – diakui atau tidak – terlibat secara langsung ataupun tidak langsung dalam penangkapan terhadap orang-orang yang dituduh PKI. Hal inilah yang kemudian diakui oleh Gus Dur pada tahun 1999 sehingga Gus Dur selaku Ketua Umum PBNU saat itu meminta maaf kepada para korban Tragedi Kemanusiaan 1965.

Pada tahun 1966, Batang secara resmi menjadi kabupaten sendiri berpisah dari Kabupaten Pekalongan. Pemisahan Batang dari Pekalongan tidak bisa dilepaskan dari peran NU sebagai parpol pada saat itu. Beberapa tokoh NU termasuk orang-orang yang memperjuangkan pembentukan Kabupaten Batang seperti Abutalkhah.

1970 – 1980

Pada masa awal Orde Baru, NU sempat mengalami ‘bulan madu’ dengan pemerintah Orde Baru. Orang-orang NU masih diberi kesempatan untuk menduduki jabatan-jabatan di pemerintahan seperti Departemen Agama. Sekitar tahun 1968 ketika jabatan Menteri Agama masih dipegang oleh orang NU (KH. Dahlan), ada ratusan orang NU di Kabupaten Batang yang diangkat menjadi guru agama berstatus PNS melalui rekomendasi LP. Ma’arif NU saat itu.

Namun setelah rezim Orde Baru memantapkan kekuasaannya, NU dipandang sebagai salah satu kekuatan yang bisa mengancam ‘stabilitas keamanan’ yang diciptakan oleh rezim Orde Baru. Secara sistematis, NU semakin dipinggirkan dari percaturan politik nasional. Hal ini berimbas hingga ke daerah-daerah sehingga menyebabkan NU Batang pernah mengalami konflik internal.

Tekanan yang dilakukan rezim Orde Baru terhadap NU tersebut tidak hanya di bidang politik namun juga merambah ke ranah sosial, budaya, dan pendidikan. Saat itu, semua hal yang berbau NU harus diganti termasuk nama-nama sekolah milik NU seperti Madrasah Nahdlatut Tholabah Kauman Batang yang dipaksa diubah menjadi Darul Ulum.

Sungguh menarik sebenarnya untuk mengungkap lebih jauh kiprah NU pada masalalu karena dari situlah bisa didapat gambaran mengenai latar historis dan arah perjuangan NU Batang. Sehingga kepengurusan NU saat ini dapat menjadikan catatan historis tersebut sebagai pijakan dalam menentukan arah perjuangan NU di masa yang akan datang.

Kepengurusan

Terlalu dini sebenarnya untuk menyajikan data kepengurusan NU Batang di bawah ini. Oleh karena itu perlu ditegaskan kembali bahwa data berikut ini masih bersifat data awal atau sementara.

NoMasa KhidmatRois SyuriyahKetua PCNUKet
11948 – 1952KH. Shiddiq IsmailKH. Bakir
21952 – 1956KH. BakirKH. Busyairi
31956 – 1960KH. AbdurrahmanKH. Busyairi
41960 – 1964KH. MaqshudiSonhaji
51964 – 1968KH. MaqshudiSonhaji
61968 – 1972KH. NasohaSonhaji
71972 – 1976KH. BakirSonhaji
81976 – 1980KH. BusyairiH. Abbas Abrori
91980 – 1984KH. BusyairiH. Asqolani
101984 – 1988KH. Umar HamdanH. Irfani
111988 – 1993KH. Umar HamdanH. Irfani
121993 – 1998KH. A. Damanhuri Ya’qubH. Amin Basna
131998 – 2003KH. A. Damanhuri Ya’qubH. Syamsudin Ahmad
142003 – 2008KH. Abdul Manab Sya’irH. Syamsudin Ahmad
152008 – 2013H. Syamsudin AhmadA. Taufik

Penutup

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menonjolkan peran atau jasa seseorang dalam perkembangan NU di Kabupaten Batang. Masih banyak tokoh lain yang sebenarnya tidak kalah besar jasanya dalam perkembangan NU di Batang namun karena belum ada data yang valid maka belum bisa diungkapkan dalam tulisan ini.

Oleh karena itu, ke depan akan terus diupayakan revisi atau perbaikan terhadap tulisan ini setelah mendapatkan tambahan data dan saran dari narasumber yang lain. Semoga tulisan ini bisa menjadi catatan awal tentang sejarah perjalanan kiprah NU di Kabupaten Batang dalam berkhidmat kepada umat.

Batang, 10 Mei 2008
(Tulisan ini dipersiapkan dalam rangka Konfercab NU Batang)

Penulis : M Arif Rahman Hakim

Dimuat ulang dari: https://hakimbao.wordpress.com/2010/09/04/menelusuri-sejarah-perkembangan-nahdlatul-ulama-di-kabupaten-batang/

Perkuat Kordinasi Seluruh Lapisan NU, MWC Pecalungan Adakan Slapanan

0

Nu Batang,

Pecalungan-Untuk mempererat koordinasi antar banom dan lembaga NU, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Pecalungan adakan Slapanan Rutin Malam Ahad Kliwon di gedung MWC NU Pecalungan Sabtu, (10/9).

Slapanan ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan oleh MWC NU Kecamatan Pecalungan setiap Sabtu Malam Ahad Kliwon secara bergilir setiap ranting yang ada di kecamatan Pecalungan. Sebagaimana yang disampaikan oleh Kyai Turmudzi selaku ketua Tanfidziyah dalam sambutannya.

“ Seperti agenda yang telah berjalan sebelumnya, kami berharap kegiatan slapanan tetap dilaksanakan secara rutin setiap malam Minggu Kliwon.” katanya.

Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini sebagai bentuk silaturahmi dan penyampaian program-program MWC NU Pecalungan.

” Dalam pertemuan ini juga selain kita ngaji, pertemuan ini sebagai tempat untuk menyampaikan program kerja seperti pembangunan gedung MWC dan juga agenda-agenda yang akan datang seperti halnya peringatan hari santri tahun 2022 “. Pungkasnya.

Kegiatan Slapanan dimulai dengan pembacaan Maulid oleh PAC IPNU Kecamatan Pecalungan, dilanjutkan dengan pembacaan Istighosah yang dipimpin oleh Kyai Syaikhu dan Kyai Dayam. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengurus MWC NU, Banom dan lembaga NU seperti Ketua Muslimat, Fatayat, Ansor, IPNU-IPPNU, FKDT, BADKO TPQ dan PERGUNU Kecamatan Pecangaan.

Pewarta : Siska Wulandari

Editor: Slemz. Sp

Bangun Soliditas Kader, PAC Ansor Bawang Gelar PKD ke-51

0

Bawang, NU Batang
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Bawang Kabupaten Batang menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) ke-51 yang dilaksanakan selama dua hari, pada Sabtu – Ahad (20-21/8/2022).

Mengusung tema “Membangun Soliditas, Militansi Kader dan Konsolidasi Organisasi” PKD ke-51 ini diharapkan dapat melahirkan kader-kader yang siap berkhidmah untuk NU di wilayah Kecamatan Bawang dan Batang umumnya.

Ketua Pelaksana Taufiq Hidayatullah, menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dan terlibat dalam agenda PKD ke-51 PAC GP Ansor Kecamatan Bawang. Dan khususnya kepada tuan rumah, KH Masrur, selaku Ketua Pengurus MTs Hasyim Asy’ari yang juga Rois Suriyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Bawang yang memfasilitasi terselenggaranya kegiatan ini.

Selain itu, ucapan terimakasih juga ditunjukkan kepada jajaran panitia pelaksana, pengurus PAC GP Ansor Kecamatan Bawang juga para instruktur yang telah bekerja keras dan meluangkan waktunya di tengah segala kesibukan untuk berhidmat di PAC GP Ansor Kecamatan Bawang.

Menurut ketua PAC GP ANSOR Bawang Asep Awaludin menyampaikan pada sambutannya. Bahwa digelarnya PKD ke-51 ini untuk menunaikan PDPRT (Peraturan Dasar Peraturan Rumah Tangga) GP Ansor sebagai bentuk kewajiban pengurus. Juga yang paling utama yaitu pelaksanaan PKD adalah untuk melatih kader Ansor sebagai pemimpin.

Asep menambahkan, pelaksanaan Pelatihan Kepemimpinan Dasar ini bertujuan untuk melatih kader agar lebih solid dan memilki mental disiplin serta tangguh disegala medan. Asep beraharap, output kegiatan ini bagi peserta yang sudah dibai’at siap berhidmat di Ansor dan Banser dalam rangka mengisi pos-pos kebutuhan struktur pada periode mendatang.

Pelaksanaan PKD ke-51 PAC GP Ansor Bawang diikuti peserta sejumlah 100 peserta yang diutus dari beberapa ranting dan sejumlah peserta dari Perangkat Desa. Peserta tersebut diberikan materi-materi di antaranya Keaswajaan, ke-NU-an, ke-Ansor-an, kepemimpinan, Cyber Media, dan Orientasi pengkaderan. Materi-materi tersebut diharapkan dapat menjadi pengetahuan tambahan dan pemantik semangat para kader PAC GP Ansor Kecamatan Bawang.

Pewarta : Irfan
Editor : Asrofi

Ketua PC GP Ansor Batang Tekankan Pentingnya Peningkatan Kualitas Kader

0
Ketua PC GP Ansor Batang, H. Maulana Yusuf, S.IP., M.AP

Batang, NU Batang
Kuantitas kader GP Ansor semakin hari semakin bertambah. Maka harus diimbangi dengan peningkatan kualitas. Hal itu ditegaskan oleh Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Batang, H. Maulana Yusuf, S.IP., M.AP di Orientasi Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Pengurus Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Bawang, pada Sabtu (20/08/22).

“Di PKD ini, anda semua akan dibekali materi-materi oleh para instruktur, sebagai ikhtiyar peningkatakan kualitas,” jelas Yusuf.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPR Kabupaten Batang ini juga mengajak para peserta PKD untuk menata niat.

“Motivasi bergabung dengan Ansor tak lain adalah khidmah kepada Nahdlatul Ulama. Dengan khidmah kepada Nahdlatul Ulama, secara otomatis kita juga akan khidmah kepada Negara, Bangsa dan Agama,” terang Yusuf.

Selain itu, Yusuf juga menekankan pentingnya untuk tetap Satu Komando. Jangan sampai kader Ansor bergerak sendiri-sendiri, dan tidak sesuai komando.

Pewarta : Irfan
Editor : Zaim Ahya

Ramaikan Peresmian Masjid, Banom NU Desa Menguneng Adakan Kirab Bendera dan Pengajian Umum

0
Kirab Bendera Merah Putih yang dilakukan oleh IPNU dan IPPNU Desa Menguneng, Warungasem.

Warungasem, NU Batang
Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama Desa Menguneng ikut serta dalam meramaikan acara peresmian Masjid Baiturrahman Desa Menguneng, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang pada Senin (8/8/2022), dengan kegiatan Kirab Bendera Merah Putih pada pagi hari dan pengajian umum pada malam harinya.

Kegiatan kirab bendera merah putih ini diikuti oleh beberapa segmentasi usia, dari PAUD Bunga Bangsa, RA Muslimat Desa Menguneng, SDN Menguneng 01, semua Banom NU Ranting Menguneng, hingga jamaah Majelis Desa Menguneng.

Acara Kirab Bendera yang merupakan rangkaian kegiatan dari peresmian Masjid Baiturrahman ini dimeriahkan oleh Marching Band SD Lebo 02, Marching Band Banser Pecalungan, Group Simtudduror Shofiyatul Hawa dari Fatayat Ranting Desa Menguneng, dan pasukan Pengibar Bendera dari IPNU dan IPPNU Ranting Desa Menguneng.

Sementara itu, Pengajian Umum ‘Menguneng Bersholawat’ yang merupakan acara penutup dari rangkaian kegiatan peresmian Masjid Baiturrahman ini dimeriahkan oleh group Hadroh Az-Zahir dari Pekalongan, dan dihadiri oleh Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf.

“Pengajian umum ini merupakan acara terakhir sekaligus tasyakuran setelah peresmian Masjid Baiturrahman pada siang hari tadi yang di resmikan langsung oleh Pejabat Bupati Kabupaten Batang,” ungkap H Islamin selaku ketua panitia acara tersebut.

Acara tersebut dihadiri juga oleh Bapak Kapolsek Kecamatan Warungasem, jajaran pemerintahan Desa Menguneng, tokoh masyarakat Desa Menguneng, masyarakat Desa Menguneng dan sekitarnya.

“Dengan adanya pengajian umum ini diharapkan dapat menjadi kenangan bagi masyarakat Desa Menguneng,” ujar Agus selaku perwakilan dari Kapolsek Kecamatan Warungasem kepada NU Batang.

Beliau juga berharap agar acara pengajian umum ini dapat berjalan dengan lancar dan tertib hingga akhir acara.

Pewarta : Lili Rohmawati
Editor : M Asrofi

Tentukan Tahun Baru 1444 H, LFNU Batang dan LFNU Kota Pekalongan Akan Gelar Rukyatul Hilal Sore Ini

0

Sebagai bentuk ikhtiyar menentukan Tahun Baru Hijriyah 1444, Lembaga Falakiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LF PCNU) Kabupaten Batang dan LF PCNU Kota Pekalongan akan menggelar Rukyatul Hilal, pada Jumat Sore, 29 Dzulhijjah 1443H/29 Juli 2022 M di Pantai Ujung Negoro (Utara Makam Syekh Maulana Maghribi) Kandeman Batang.

Menurut Ketua LF PCNU Batang Kiai Abdul Kafi, NU konsisten berikhtiyar menentukan awal bulan penanggalan Hijriyah.

“NU konsisten dalam menentukan awal bulan Hijriyah menggunakan metode hisab dan selalu dikonfirmasi melalui rukyatul hilal yang tersebar di banyak titik di seluruh Indonesia,” jelas Kiai Kafi.

Kegiatan rukyatul hilal ini merupakan intruksi dari Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) kepada seluruh Lembaga Falakiyah NU di seluruh Indonesia, baik tingkat wilayah maupun cabang. Nantinya, hasil dari rukyatyul hilal tersebut akan dilaporkan ke LF PBNU.

Rencananya, nanti sore Ketua LF PCNU Batang Kiai Abdul Kafi dan Ketua LF PCNU Kota Pekalongan Kiai Idham Arif akan memimpin kegiatan rukyatul hilal bersama tim.

Pewarta: Zaim Ahya

Kemitmen Pemberdayaan, Ketua GP Ansor Batang Kukuhkah Tiga Lembaga

0

Subah, NU Batang

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Batang H Maulana Yusup mengukuhkan tiga lembaga di bawah PC GP Ansor Batang, pada Sabtu (23/07/22).

Tiga lembaga itu meliputi Madrasah Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalalul Ansor, Badan Anti Narkoba (BAANAR) Ansor dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor.

Dalam sambutannya, Yusup berharap bahwa tiga lembaga ini bisa bermanfaat untuk dan berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat Batang.

“Kami sangat menunggu action dari sahabat-sahabat lembaga yang baru dikukuhkan, tentu susuai dengan fungsi masing-masing,” jelas lelaki yang juga menjabat sebagai Ketua DPR Kabupaten Batang ini.

Yusup juga mengatakan, Rijalul Ansor Batang harus meneruskan kegiatan-kegiatan yang telah belajan di periode kemarin, dan juga melakukan pengembangan.

Yusup juga meminta kepada sahabat-sahabat LBH Ansor Batang untuk selalu aktif mendampingin masyakarat. Sahahat-sahabat

BAANAR oleh Yusup juga diminta aktif dalam mengupayakan terhindarnya masyarakat dari narkoba.

Acara yang bertempat di Gedung Majelis Wakil Cabang (MWC) Subah ini juga dihadiri oleh Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Tengah Sholahuddin Aly.

Dalam sambutannya, Gus Sholah mendorong kader-kader Ansor untuk tidak lelah meningkatkan kapasitas sehingga bisa secara maksimal bermanfaat di masyarakat.

Menurut Gus Sholah, kader-kader Ansor sudah didoakan para kiai agar bermanfaat di masyarakat, yang tercermin dari nama ansor sendiri yang berarti penolong.

“Namun, kita bisa menolong jika kita punya kelebihan. Maka kita harus menyibukan diri dengan kegiatan bermanfaat untuk meningkatkan kapasitas kita, ” jelas Gus Sholah

Sementara itu, Dewan Instruktur PC GP Ansor Batang, Nur Hasan menegaskan bahwa Ansor memiliki sumber daya manusia yang luar biasa. Yang demikian ini, menurut Hasan, perlu dipetakan sehingga bisa bermanfaat secara maksimal.

“Ansor sangat hedrogen, memiliki potensi yang beragam. Tinggal bagaimana potensi-potensi ini didistribusikan secara tepat, sehingga bermanfaat secara maksimal” jelas Hasan.

Pewarta: Zaim Ahya

Ketua PW GP Ansor Jateng Dorong Kader Ansor Tingkatkan Kapasitas

0

Batang, NU Batang

Kita jangan lelah untuk memantaskan diri dengan meningkatkan kapasitas kita. Sehingga eksistensi kita bermanfaat untuk masyarakat. Hal ini ditegaskan oleh Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah H Sholahuddin Aly di acara Rapat Kerja Cabang (Rakercab) I Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Batang, pada Sabtu (23/07/22).

Menurut Gus Sholah, kader-kader Ansor sudah didoakan para kiai agar bermanfaat di masyarakat, yang tercermin dari nama ansor sendiri yang berarti penolong.

“Namun, kita bisa menolong jika kita punya kelebihan. Maka kita harus menyibukan diri dengan kegiatan bermanfaat untuk meningkatkan kapasitas kita, ” jelas Gus Sholah di acara yang digelar di gedung Majelis Musyawarah Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Subah Batang ini.

Gus Sholah berharap, dengan selalu berupaya meningkatkan kapasitas, ketika pada saatnya kader-kader Ansor diberi amanah, siap mengemban dan merealisasikannya.

“Sehingga pada saatnya tiba, ada amanah yang jenengan harus pikul, harus siap. Kader tidak boleh lari,” tegas Gus Sholah.

Di acara Rakercab i ini, Ketua PC GP Ansor Batang H Maulana Yusup juga mengukuhkan
Pengurus Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor, Badan Anti Narkoba (BAANAR), dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PC GP Ansor Batang periode 2022-2026.

Dalam sambutannya, Yusup menghimbau seluruh pengurus serius dan cermat dalam melaksanakan rapat kerja ini.

“Hasilnya berkualitas, tidak sekedar seremonial. Tidak hanya menggugurkan kewajiban saja,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPR Kabupaten Batang ini.

Yusup berharap, program kerja yang ditulurkan merupakan sesuatu yang lahir dari ide dan gagasan yang jeli, sehingga bermanfaat untuk masyarakat Batang.

Menyampaikan pesan dari Pengurus Cabang (PC) NU Batang, Yusup mengatakan bahwa nantinya ada sinergitas program antara Ansor dan NU di Batang, khususnya di bidang pertanian, yang menjadi mata pencaharian kebanyakan masyarakat Batang.

Pewarta: Zaim Ahya

Lestarikan Tradisi NU, PR. Fatayat dan IPPNU Gumawang Adakan Slapanan Rutin Jum’at Wage

0
Jamaah slapanan Jum'at wage yang terdiri dari Fatayat, IPPNU dan Masyarakat

Pecalungan, NU Batang

Dalam rangka melestarikan tradisi NU, Pimpinan Ranting (PR) Fatayat dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Gumawang mengadakan kegiatan slapanan rutin Jum’at Wage yang bertempat di masjid Sabilul Iman derman, Jum’at (22/07).

Kegiatan tersebut bertujuan untuk melestarikan tradisi NU dan juga sebagai sarana eksistensi perempuan di masyarakat. Hal tersebut senada dengan apa yang disampaikan oleh ketua Fatayat sahabat Wiwin Setiani dalam sambutannya.

Kita sebagai Perempuan di zaman sekarang harus tetap ikut berperan dimasyarakat, peka terhadap perubahan zaman dan juga harus siap menghadapi tantangan yang semakin berat” katanya.

“Sebagai penerus perempuan NU, kita juga harus melestarikan tradisi yang ada di NU salah satunya yaitu slapanan.” Imbuhnya.

Sementara itu Ust Takin Selaku takmir masjid mengatakan bahwa masjid jangan hanya digunakan sebagai ibadah saja tapi bisa digunakan untuk kegiatan lainnya.

“Saya selaku takmir masjid sangat mengapresiasi kegiatan ini, sebab dengan begini tradisi-tradisi NU tidak hilang. Saya juga berharap kegiatan Fatayat dan IPPNU tidak hanya sebatas dalam bidang agama saja tapi bidang ekonomi dan sosial juga” ujarnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan mauidhoh hasanah dan do’a yang disampaikan oleh kyi Rozikin. Kegiatan ini dihadiri oleh anggota Fatayat, IPPNU dan juga masyarakat lainnya.

Pewarta : Siska Wulandari

Editor : Kang Slemz