Jumat, April 10, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 43

Capai 1 Miliar, NU Batang Rehab Kantor dan Luncurkan Program Biro Jodoh

0

Batang, NU Batang
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang meresmikan rehab kantor yang berada di Jalan Ahmad Dahlan nomor 9A Kauman Batang pada Ahad, (17/7/2022). Hal ini menjadi bagian dari proses perjalanan NU Batang yang dianggap penting oleh pengurus dalam rangka meningkatkan kualitas sarana dan prasarana kantor sekretariat NU.

Menurut Ketua PCNU Batang, Ahmad Taufiq, SP, M.Si rehap kantor PCNU menghabiskan dana 1.150.000 (satu miliar seratus lima puluh juta rupiah).
“Kantor yang baru ini kita bangun menelan dana Rp 1.150.000.000 (satu miliar, seratus lima puluh juta rupiah), ungkapnya.

Acara yang dihadiri Pj. Bupati Batang Lani Dwi Rizki, MM, KH Muhammad Muzamil Ketua PWNU Jawa Tengah, KH Abdul Manaf Sya’ir Rois Suriyah PCNU Batang, Ahmad Taufiq Tanfidziyah PCNU, Pengurus Cabang, Majelis Wakil Cabang, Pengurus Ranting NU beserta Banom dan Lajnah se Kabupaten Batang itu diluncurkan pula program Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) berupa Baitul Ta’aruf (biro jodoh) untuk memenuhi kebutuhan warga NU.

“Program itu dicanangkan atas desakan ibu-ibu Muslimat,” kata Ahmad zaini selaku ketua LKKNU Batang setelah acara peluncuran.

Sementara itu, KH Abdul Manaf Sya’ir yang turut hadir dalam peresmian tersebut menyampaikan pula terkait keberlanjutan pembangunan Rumah Sakit NU (RSNU) Batang tahap ke tiga.

“Tahap pertama lantai 1, tahap kedua lantai 2, tahap ketiga lantai 3,” katanya.

Untuk mendorong semangat kepada pengurus NU Batang, Kiai Manaf melontarkan pertanyaan kepada pengurus NU, “Apakah pembangunan RSNU Batang mau diteruskan apa bubar jalan? kalau bubar jalan kita pakai kandang sapi saja,” tegasnya.

Pertanyaan itu langsung disahut peserta yang hadir hingga terdengar suara gemuruh dalam ruangan itu. Di acara rapat akbar itu pula langsung dikumpulkan sumbangan semen perorang, perMWC dan perlembaga yang hadir. Sampai selesai acara belum diumumkan hasilnya, yang jelas semua yang hadir kompak memberikan sumbangan. Setelah itu akan dilanjutkan pengumpulan dana ke tingkat MWC-MWC dan akan dihadiri langsung oleh KH Abdul Manaf Syair sebagai Rois Syuriah PCNU Batang.

“Harapannya RSNU Batang segera selesai,” harap Rois Suriyah PCNU Batang.

Pewarta : Jabir Al Faruqi
Editor : M Asrofi

Pawai Obor Perayaan Hari Raya Idul Adha, Ini Ringkas Filosofinya

0
Pawai obor keluarga besar NU Sidorejo, Warungasem

Warungasem, NU Batang
Ratusan pelajar mengikuti Takbir Keliling Pawai Obor menyambut Hari Raya Idul Adha 1443 H sesuai yang ditetapkan oleh pemerintah pada 10 Juli 2022. Pawai obor yang diadakan oleh Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) Desa Sidorejo, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, Jawa Tengah ini berlangsung sangat meriah, pada Sabtu (9/7/2022) malam.

Takbir keliling dengan metode pawai obor diiringi musik drumband dan kolaborasi dengan pencak silat Pagar Nusa Warungasem menampilkan atraksi pecah batu bata putih dan kesenian. Sambil berkeliling, peserta pawai obor mengumandangkan takbir dan shalawat sebagai ungkapan syukur atas keberkahan Hari Raya Idul Adha dari Allah Subhanahu wa Taala.

Ketua Tanfidziyah NU Desa Sidorejo, Arifin bersyukur atas pelaksanaan takbir keliling pawai obor NU Desa Sidorejo berlangsung sukses. Beliau berharap kegiatan ini tetap rutin diadakan bukan hanya malam hari raya tetapi juga perayaan lain dengan inovasi baru yang lebih menarik.

“Tidak usah mengingat kekurangan, fokus saja inovasi-inovasi untuk kegiatan ke depan,” pesannya.

Sementara itu, Pembina Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Desa Sidorejo, Ubaidillah menerangkan mengenai filosofi pawai obor. Menurutnya, obor merupakan cahaya yang diibaratkan ilmu dari ulama-ulama yang bersanad jelas.

“Bocah-bocah ben ora kelangan pegangan,” ucapnya. Baca Arti: “Anak-anak supaya tidak kehilangan pegangan.”

Maksudnya, generasi pelajar NU harus mempunyai pegangan ilmu dari ulama-ulama yang jelas berilmu yang bisa memberi cahaya terlebih pada tujuan hidup dan supaya tetap pada jalan lurus, tidak menyimpang dari ajaran Islam Ahlussunah wal Jamaah.

Antusias peserta dalam mengikuti takbir keliling pawai obor sebagai momen hangat Perayaan Hari Raya Idul Adha meningkatkan semangat penyelenggara untuk bergerak lebih meriahkan acara, termasuk Ketua IPNU Desa Sidorejo, Aditnya Irfani. Ia mengatakan, pada awalnya obor hanya dinyalakan satu ranting kayu kemudian saling mengoper untuk menyalakan obor yang lain.

“Penyalaan obor melambangkan persatuan generasi pelajar NU untuk saling menghangatkan,” terangnya.

Adit mengungkapkan, peserta takbir keliling pawai obor bukan hanya anggota dari Badan Otonom (Banom) NU Sidorejo, tetapi juga dari anak usia dini dengan didampingi orang dewasa serta diamankan oleh Banser NU.

Pawarta: Septy Aisah
Editor: Asrofi

Madrasah Desain PAC GP Ansor Bandar: Berlatih Berkhidmah melalui Media

0
Peserta Madrasah Desain PAC GP Ansor Bandar

Bandar, NU Batang
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Bandar Kabupaten Batang berhasil menggelar pelatihan desain grafis dengan nama “Madrasah Desain” pada Senin malam (20/6). Pelatihan dengan mengambil tema “Berlatih berkhidmah melalui media” ini bertempat di Gedung MWC NU Bandar.

Pelatihan diikuti oleh perwakilan masing-masing ranting Ansor se-Kecamatan Bandar. Ada kurang lebih 40 peserta yang hadir dengan berjas Ansor dan berjaket Banser. Hadir pula Ketua PAC GP Ansor Bandar sahabat Mohamad Rifqi. Dalam sambutannnya ia menyampaikan harapan dengan diadakannya pelatihan desain grafis tersebut. “Dengan adanya madrasah desain ini saya berharap akan muncul kader-kader yang dapat meramaikan dunia maya dengan postingan-postingan Ansor khususnya dari ranting-ranting. Lebih bagusnya lagi dapat berimbas ke peningkatan ekonomi,” ucapnya.

Turut hadir pula Kiai Ali Rohman selaku Wakil Ketua PC Ansor Batang Bidang Infokom  yang hanya diawal pembukaan saja karena harus bertakziah.  Beliau menyampaikan pesan kepada semua peserta pelatihan desain yang hadir bahwa saat ini kehidupan tidak hanya dunia nyata saja melainkan dunia maya. “Kita ini sekarang hidup di dua dunia, tapi bukan anfibi kaya kodok ya haha,” guraunya. “Sekarang hidup kita ada di dunia nyata dan dunia maya,” lanjutnya.

Menurut pengamatan Kiai Ali Rohman ada 4 platform media sosial yang paling besar digunakan di Indonesia. Beliau mengecualikan aplikasi chatting karena menurutnya bukan aplikasi WhatsApp dan sejenisnya bukan media sosial yang meluas seperti halnya facebook. “Sahabat-sahabat Ansor, di Indonesia ini ada empat platform media yang sangat besar jumlah penggunanya. Paling besar adalah Facebook, kemudian Instagram, dilanjut Twitter dan terakhir Youtube,” tambahnya.

Beliau kemudian menuturkan bahwa sangat tidak bijak jika Ansor tidak ikut serta meramaikan jagad media sosial dengan postingan kegiatan Ansor. “Sangat bodoh kalau tidak memanfaatkan media-media sosial itu untuk menyebarkan informasi tentang kegiatan Ansor,” tuturnya.

Pelatihan desain malam itu diisi oleh Tim Infokom PC Ansor Batang, sahabat Sofyan Ari Setiawan. Di awal-awal ia menyampaikan bahwa pelatihan harus dimulai dengan teori terlebih dahulu. “Sahabat semua, sebelum praktik nanti kita belajar teorinya dulu, kita belajar ilmunya dulu karna kan apa-apa itu harus ada teorinya dulu baru bisa parktik, harus tahu ilmunya dulu baru diterapkan,” ungkapnya.

Pelatihan malam itu berjalan dengan santai dan lancar. Sesekali diselingi dengan canda selama pelatihan oleh peserta dan pemateri. Para peserta menikmati sajian coffe break berupa kopi dan teh serta beberapa jenis cemilan.

Ada cukup banyak materi yang dipaparkan, mulai dari pengertian desain, pemilihan warna, pengaturan font dan tata letak desain bahkan bedah desain. Sampai akhirnya praktik membuat desain ucapan hari raya idhul adha atau hari raya qurban dengan aplikasi Pixellap. Para peserta nampak fokus  membuat desainnya masing-masing. Setelah jadi mereka mengirimkan hasil desainnya ke grup WhatsApp Madrasah Desain.

Usai para peserta mengirimkan hasil desainnya masing-masing, pemateri mengomentari desain tersebut. Ada sebagian desain yang sudah baik menurutnya sesuai kaidah dan bagus. Namun adapula yang masih kurang dalam penngunaan kaidah desain. Adapula yang sengaja mendesain lucu untuk sekedar hiburan para peserta yang hadir.

Acara pelatihan desain selesai kurang lebih pukul 11 malam. Acara ditutup dengan foto bersama para peserta dan pemateri dengan background banner Madrasah Desain.

Pewarta : Misbach
Editor : Slamet

Tampilkan Kemampuan Baca Kitab Kuning, Wisuda MTs NU Al Syairiyah Dapat Apresiasi Kemenag Batang

0
Wisudawan & wisudawati MTs Al Syairiyah Limpung sedang menampilkan kemampuan membaca kitab Kuning

Limpung, NU Batang
Kasi Pendidikan Madrasah, H Munif yang mewakili Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Batang mengapresiasi kemampuan baca kitab kuning para wisudawan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nahdlatul Ulama (NU) Al Syairiyah Plumbon Limpung, pada Sabtu (11/06/22).

“Sungguh luar biasa. Ini merupakan keunggulan di bidang keagamaan yang perlu terus dikembangkan,” tutur H munif.

Di wisuda MTs NU Al Syairiyah Angkatan ke XXXIII, sebagai perwakilan, dua puluh empat wisudawan dan wisudawati di tes baca kitab kuning Safinatun Najah dengan metode Amtsilati.

Oleh Gus H Zaimuddin Ahya, para wisudawan itu ditanya seputar landasan nahwu dan sorof dari teks yang dibaca, seperti tanda-tanda kalimat isim, isim makrifat-nakiroh, wazan isim fail, wazan isim maf’ul, wazan masdar beserta tashrifannya.

Ketua Yayasan Islam Al Syairiyah (YISA) KH Agus Musyafa’ Syair dalam sambutannya mengatakan bahwa kemampuan baca kitab kuning siswa dan siswi yang telah diwisuda merupakan hasil dari integrasi pendidikan madrasah dan pesantren di bawah nanungan YISA.

“Apa yang telah anda saksikan tadi merupakan hasil dari integrasi pendidikan pesantren dan madrasah. Pagi hari anak belajar di madrasah dengan tambahan ilmu umum seperti matematika, dan fisika. Sore dan malamnya anak diajari ngaji Al Quran dan kitab kuning di pesantrem,” jelas Kiai Musyafa’ yang juga merupakan anggota A’wan Pengurus Cabang (PC) NU Batang.

Menurut Kepala MTs NU Al Syairiyah Ali Mujib, tahun ini MTs NU Al Syairiyah mewisuda 255 siswa dan siswi. Ali Mujib berharap, siswa dan siswi yang telah diwisuda menuruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

“Saya berharap, putra-putri Anda tidak berhenti belajar, namun melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Diantaranya bisa melanjutkan ke MA Takhasus dan SMK Farmasi Al Syairiyah,” jelas Ali Mujib yang juga menjabat sebagai Pengurus Lembaga Takmir Masjid Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Limpung ini.

Sementara itu, dalam mauidhatul hasanahnya, Pengasuh Pondok Pesantren TPI Al Hidayah KH Much Sulthon Syair menegaskan pentingnya membekali generasi muda dengan ilmu.

“Untuk menjadi orang yang berbuat tepat, maka harus berbekal ilmu. Oleh karena itu, mewariskam ilmu kepada generasi muda murupakan hal yang sangat penting,” tegas kiai yang juga merupakan Mustasyar MWC NU Limpung ini.

Turut hadir di acara Wisuda MTs NU Al Syairiyah ini: Pengasuh Pondok Pesantren Putri Al Ishlah Nyai Hj Uswatun Hasanah, Pengasuh Pondok Pesantren Putri Al Amanah Nyai Hj Faridatul Bahiyah Syair, Rois Syuriyah MWC NU Limpung KH Abdul Kholik, Ketua Alumni Pondok Pesantren TPI Al Hidayah Kiai Arif Muta’alimin, Pengawas adrasah Kabupaten Batang, para wali murid, dan para tamu undangan yang lain.

Pewarta : Tim Media MTs NU Al Syairiyah
Editor : M Asrofi

Mbah Jazuli, Seorang Wali dari Kampung Cendono

0
Lokasi makam Mbah Jazuli

NU Batang
Sejak munculnya perbincangan di masyarakat Limpung dan sekitarnya, pada era 80-an di sebuah kampung bernama Cendono Lor, Desa Tembok, terdapat seorang Wali Allah, banyak orang-orang tua membincangkan perihal tersebut. Entah asal muasal berita tersebut, namun kabar yang santer ini masih belum bisa dibuktikan kebenarannya.

Alhasil membuat gelisah kebanyakan orang warga setempat, terutama tokoh agama kampung Cendono. Yang mana pada tahun 90-an ada satu makam yang sangat keramat dan dijadikan tempat sesembahan yang menjurus pada kemusyrikan. KH Zaenal Arifin seorang tokoh agama kampung Cendono, yang baru saja pulang dari Pondok Pesantren asuhan Mbah Ma’sum di Lasem, Rembang berusaha membuktikan berita tersebut.

Dengan didampingi oleh beberapa orang dari Ta’mir Masjid Al-Ittihad dan Kepala Dusun Cendono Lor, Pak Zen sapaan akrabnya berinisiatif untuk sowan kepada Kiai yang ahli dalam bidang makam—Kiai Muhaiman Parakan, Temanggung. Yang pertama kali dimintai bantuan, terkait kebenaran adanya makam seorang Wali Allah ataukah di kampungnya.

Kiai Muhaiman menjawab;
“Pak Zen, ini benar adalah Wali Allah dan beliau harus dihormati dengan digelarkan haul“ kata beliau kepada KH Zainal Arifin beserta rombongan.

Usai sowan dari kediaman Kiai Muhaiman Parakan, untuk memastikan dan memantapkan dasar kabar tersebut, rombongan melanjutkan sowan kepada Maulana Habib Lutfi di Kota Pekalongan. Tidak berbeda dengan yang disampaikan KH Muhaimin, Habib Lutfi pun menegaskan kebenaran makam tersebut adalah makam seorang Wali Allah dan harus dijaga baik-baik. “Kalau makam ini dijaga dengan baik oleh masyarakat Cendono Lor, maka Insya Allah masyarakat akan menuai berkahnya” tegas Habib Lutfi saat itu.

Setelah mendapat kejelasan, pada tahun 1989, makam keramat (Mbah Jazuli) tersebut mulai dirapikan dan dijaga oleh pihak makam dan warga Desa. Sehingga pada tahun pertama, makam Mbah Jazuli mulai diadakan haul oleh internal masyarakat Cendono Lor.

Hingga saat ini, warga Cendono Lor rutin menggelar istighosah, tahlil bersama dan pengajian setiap malam Jum’at Kliwon di komplek pemakaman Mbah Jazuli Cendono Lor.

Letak makam Mbah Jazuli sendiri berada di sebelah utara pemakaman umum Dukuh Cendono Lor, RT/RW 001/001 Desa Tembok, Kec. Limpung, Batang.

Hingga saat ini, makam Mbah Jazuli masih berdiri kokoh, bahkan sudah mengalami beberapa renovasi makam. Dan yang terakhir pada tahun 2003, telah diketemukan kembali makam kedua, yaitu makam Mbah Kiai Sepikul dan pada tahun 2021 makam Mbah Muhammad Zen yang berdasarkan data letak makam Mbah Muhammad Zen tersebut belum diketemukan.

Kewalian Mbah Jazuli

Pada suatu hari, berkumpul tiga orang Kiai sepuh di kediaman (Al-Maghfurlah) Kiai Nawawi Plumbon, antara lain yang datang ialah Kiai Muhammad Yazan (Kalisalak), Kiai Nawawi (Plumbon) dan Kiai Zaenal Arifin (Cendono Lor).

Dalam pertemuan tersebut, sebenarnya tidak ada yang akan dibahas secara serius, melainkan hanya pertemuan antara orang tua dan anak muda saja yang membahas hal-hal kecil, khususnya perkembangan Nahdlatul Ulama Limpung saat itu.

Tetapi, secara tiba-tiba, Mbah Yazan nyelethuk “Pak Zen, di Cendono Lor ada Wali namanya Jazuli. Saya pernah menangi beliau ketika saya masih anak-anak dan beliau sudah sangat tua. Ketika Limpung mengalami kemarau panjang dan di kampung-kampung menggelar shalat istisqa’ (shalat minta hujan), salah satu orang yang dimintai bantuan adalah Mbah Jazuli. Namun belum sempat shalat istisqa’ digelar dan Mbah Jazuli baru datang, langit sudah mulai mendung dan hujan akan segera turun”.

Memang tidak secara tertulis beliau mengatakannya, mungkin hanya berdasarkan pada pengalaman saja, bukan dengan data. Tetapi paling tidak dengan adanya pernyataan dari para Kiai pendahulu, keberadaan dan kewalian Mbah Jazuli tidak diragukan lagi.

Ditambah penjelasan istikharah dari Al-Maghfurlah Kiai Muhaiman Parakan dan Maulana Habib Lutfi Pekalongan. Semakin memantapkan hati masyarakat Cendono Lor bahwa Mbah Jazuli benar-benar Wali Allah dan harus dijaga.

Alhamdulillah, sekarang masyarakat Cendono Lor sudah bisa merasakan manfaatnya sejak haul pertama diadakan pada tahun 1989 silam.

Dengan berdasarkan pada Ulama dan Kiai yang mengetahui bidangnya masing-masing, maka kita sebagai orang awam tidak akan terjebak ke dalam pemahaman sepihak saja, lebih-lebih kehati-hatian mengenai keberadaan makam Wali Allah.

Catatan ini didapatkan dari hasil wawancara kepada KH Zainal Arifin Dusun Cendono Lor, Desa Tembok, Kecamatan Limpung.

Penulis : Choirul Anam Zaenal
Editor : Hafidz

Selektif Memilih Kasatkoryon, Satkorcab Batang Gelar Fit and Proper Test

0
Peserta sedang mengerjakan salah satu materi yang di ujikan, diawasi langsung oleh Kasattkorcab, Danang Aji Saputra ( depan )

Banyuputih, NU Batang

Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Kabupaten Batang gelar Fit and Proper Test untuk memilih Kepala Satuan Koordinasi Rayon (Kasatkoryon) Banser di Gedung Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Banyuputih Kabupaten Batang, pada Selasa (14/06/22).

“Kegiatan Fit and Proper test atau kegiatan uji kelayakan dan kepatutan bertujuan untuk mewujudkan visi misi dalam hal memilih pimpinan yang berkualitas,” jelas Kepala Satkorcab (Kasatkorcab) Banser Kapubaten Batang, Danang Aji Saputra.

Dalam pelaksanaan kegiatan Fit and proper test ini, peserta di uji melalui tes tertulis dan tes wawancara. Materi yang diujikan meliputi tentang pengetahuan organisasi, wawasan kebangsaan, penguasaan teritorial, keagamaan dan keterampilan baris berbaris, dan tes psikologi.

“Materi-materi yang diujikan bertujuan untuk menguatkan peserta tentang jalur satu komando,” jelas Danang.

Menurut Danang, kegiatan fit and proper test digelar, selain dengan tujuan mencari pimpinan terbaik, juga untuk memastikan bahwa kasatkoryon terpilih bisa mengerti dan memahami kondisi riil yang terjadi di wilayahnya.

Peserta dari kegiataan Fit and proper test adalah perwakilan dari Satkoryon dari lima Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor di Kabupaten Batang, yang meliputi Bawang, Pecalungan, Banyuputih, Subah, dan Batang.

Perwarta : Irfan

Editor : Slemz. Sp

MI Islamiyah Babadan Gelar Wisuda & Pelepasan

0
Wisudawan & Wisudawati Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah Babadan, Limpung

Limpung, NU Batang
Madrasah Ibtidaiyah (MI) Islamiyah Babadan, Limpung, Batang menggelar prosesi Pelepasan dan Wisuda peserta didik kelas VI (enam) tahun pelajaran 2021/2022. Sebanyak 33 peserta didik terdiri dari 14 putra dan 19 putri telah dilepas dan diwisuda pada Senin (13/6), di Aula Lantai 2 Rumah Makan Tirta Asri Sempu, Limpung.

H Pahroyi, S.Pd selaku Kepala Madrasah menekankan kepada wali peserta didik agar senantiasa membimbing anak-anaknya untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya. “Pendidikan adalah tiang utama keberlangsungan kehidupan manusia, oleh karenanya generasi dan anak-anak kita semuanya harus senantiasa dijaga dan diberikan pendidikan yang layak untuk kehidupannya di masa depan,” kata Pahroyi dalam sambutannya.

Ia juga memohon permaafan dari wali peserta didik, mewakili Bapak Ibu Guru MI Islamiyah atas segala kekurangan yang diberikan selama kegiatan belajar mengajar. “Kami juga berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada lembaga pendidikan kami selama ini,” sambungnya.

Dengan mengangkat tema “Teruslah Belajar dan Berkarya Demi Agama dan Bangsa”, acara tersebut dihadiri oleh Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Limpung, H Ali Sodiqin, M.Pd. Pada kesempatan itu, ia turut memberikan ucapan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati atas prestasi yang diraih, semoga menjadi putra putri yang solih dan solikhah.

Menurut Ali Sodiqin, Madrasah Ibtidaiyah menjadi lembaga pendidikan awal yang menjadi sangat penting bagi pendidikan akhlak. Karena konsep pendidikan madrasah berbeda dengan yang lainnya, sebab yang diutamakan oleh madrasah adalah akhlak, bukan hanya ilmu pengetahuan. Salah satunya adalah MI Islamiyah Babadan.

“Kita bersama untuk membesarkan Madrasah di berbagai tingkatan, Ibtidaiyah, Tsanawiyah maupun Aliyah. MWC NU Limpung melalui Lembaga Pendidikan Ma’arif semampu dan sebisa mungkin membangun ketiga tingkatan pendidikan tersebut. Maka kita bersama-sama membangun ketiganya,” sambungnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan di Limpung Alhamdulillah telah berdiri lembaga pendidikan baru milik MWC NU Limpung, yaitu SMP NU Limpung di Srabanan, Babadan. Dengan berdirinya SMP NU Limpung, ia menekankan kepada semua wali peserta didik untuk memasukkan putra putrinya ke SMP NU Limpung tersebut.

Pengurus Madrasah, yang diketuai oleh Fahruri juga memberikan semangat kepada Bapak Ibu Guru dan tamu undangan yang hadir.

“Saya, mewakili wali peserta didik menyampaikan banyak terima kasih yang mendalam kepada Bapak Ibu Guru yang telah memberikan ilmu, tenaga, pikiran dan bimbingan sejauh ini, sehingga anak-anak kami dapat menyelesaikan jenjang pendidikan di tingkat Madrasah Ibtidaiyah dan melanjutkan ke jenjang berikutnya,” ujar Puji Santoso salah satu Wali Murid.

Pewarta : Muhammad Alamal Huda
Editor : M Asrofi

Fatayat Muslimat NU Kepuh Adakan Selapanan Jumat Pahing

0
Para Jam'ah sedang mendengarkan ceramah

Limpung, NU Batang
Pimpinan Ranting (PR) Fatayat dan Muslimat Nahdlatul Ulama Desa Kepuh Kecamatan Limpung Kabupaten Batang mengadakan kegiatan selapanan Jumat Pahing yang bertempat di Masjid Al-Ikhlas Kepuh, pada Jumat (10/6).

Selapanan yang diikuti oleh masyarakat Desa Kepuh, menghadirkan pembicara H Choirul Anam, S.Ag, Sekretaris Lembaga Dakwah MWC NU Limpung. Pada kesempatan tersebut, ia memberikan poin-poin penting dalam berorganisasi di Nahdlatul Ulama.

“Indonesia diproklamirkan oleh Ir H Ahmad Soekarno Presiden RI pertama pada 17 Agustus 1945 silam. Tanggal tersebut bukan tanggal dan hari sembarangan, sebab 17 Agustus 1945 adalah hasil istikharah dari KH Muhammad Hasyim Asy’ari, pendiri Jam’iyah Nahdlatul Ulama dan diiyakan oleh Bung Karno. Sehingga kita perlu tahu dan paham bahwa berdirinya bangsa Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran para kiai di lingkungan Nahdlatul Ulama, seperti Mbah Hasyim,” tegas H Choirul Anam dalam ceramahnya

Gus Anam, sapaan akrabnya, juga menambahkan bahwa hari ini kita sangat penting untuk selalu berusaha menanamkan rasa nasionalisme, minimal terhadap desa dan tempat tinggal masing-masing, wabil khusus Desa Kepuh.

“Mari kita berikrar untuk NU dan NKRI dengan memantapkan hati kita masing-masing, bahwa kita secara hak dilahirkan, hidup, menyembah Tuhan, berjihad, belajar dan mengajar di dalam kesatuan negara kita, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia,” lanjut Gus Anam menuntun jama’ah selapanan Fatayat Muslimat untuk berikrar.

Selapanan Fatayat Muslimat NU Kepuh berlangsung sejak lama dan diisi secara bergantian oleh Da’i NU atau penceramah Aswaja di lingkungan MWC NU Limpung. Ini merupakan kerja sama antara Fatayat Muslimat NU Kepuh dengan Lembaga Dakwah MWC NU Limpung sehingga Ranting NU sangat terbantu bilamana Ranting NU membutuhkan penceramah, khususnya untuk kegiatan NU di Kecamatan Limpung.

Selain memberikan materi ke-NU-an dan nasionalisme, Gus Anam juga memberikan kuis kepada adik-adik yang hadir dengan memberikan stimulus pertanyaan. “Inilah cara saya untuk memancing sejauh mana adik-adik generasi di bawah saya dalam mengetahui Ke-NU-an, selain juga untuk penyemangat mereka agar bisa selalu istiqamah mengahdiri majelis-majelis ilmu atau pengajian,” tandasnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua Fatayat dan Muslimat NU Kepuh, Kepala Desa Kepuh, Ahmad Mubarok, Ta’mir Masjid Al-Ikhlas Kepuh, para sesepuh Kepuh, IPNU IPPNU Kepuh dan jama’ah selapanan Jumat Pahing.

Pewarta : Muhammad Alamal Huda
Editor : M Asrofi

Mbah Dim, Imam Ghozalinya Tanah Jawa

0
Ilustrasi: KH. Dimyati Ro'is Pengasuh PP Alfadllu Wal Fadhilah Kaliwungu, Kendal

Guru selamanya adalah guru, tidak ada mantan guru. Mbah Dimyati Ro’is adalah sosok guru bagi siapa saja yang pernah belajar dan nyantri kepada beliau, baik secara langsung, santri kalong maupun hanya ngaji pasaran saja. Beliau diakui sebagai pribadi yang ulung dalam ilmu pengetahuan, bertani maupun berpolitik.

Pernah suatu ketika, saya bertemu dengan salah satu Doktor Muhammadiyah di salah satu Universitas Islam di Semarang, beliau mengakui kealiman dan keilmuan Mbah Dim. “Mbah Dim itu adalah Imam Ghozalinya Tanah Jawa”. Memang demikian kenyataannya, bahwa Al-Maghfurlah selalu ngopeni santri beliau, salah satunya ialah dengan istiqamah ngaji Ihya’ Ulumiddin karya Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali, setiap Minggu siang di kediaman beliau (ndalem lawas).

Terhadap santri juga demikian, tidak pernah ada waktu kosong (ninggal santri) sedikitpun. Beberapa contohnya misalnya, jika Mbah Dim tindakan (pergi), mau pulang jam berapa pun beliau tetap ngaji. Bahkan ketika santri sudah menunggu lama karena beliau tidak kunjung keluar ndalem, dan banyak santri mengira bahwa ngaji waktu itu diliburkan, Mbah Dim tetap datang meski santri sudah banyak yang bubar.

Hanya sedikit yang bisa saya tuliskan untuk mengenang jasa dan perjuangan beliau semasa hidup. Dan saya yakin setiap santri, alumni dan orang-orang yang pernah berjumpa dengan beliau memiliki pengalaman masing-masing, baik dari sudut pandang akhlak, ilmu, maupun yang lainnya.

Al-Maghfurlah KH. Dimyati Ro’is, gurunda kita semua. Lahu Al-Fatihah….

Penulis : Choirul Anam Zaenal Alumni PP Alfadllu Wal Fadhilah Kaliwungu, Kendal 2015

SMK Al Sya’iriyah Cetak Ahli Farmasi yang Hafal Alfiyah

0
Wisudawan dan Wisudawati SMK Al Sya'iriyah Limpung

Limpung, NU Batang
SMK Al Sya’iriyah Limpung Batang menggelar acara wisuda tahun ajaran 2021-2022 pada Sabtu, (4/6) di Halaman Sekolah. Dihadiri oleh Ketua Yayasan Islam Al Sya’iriyah, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah, serta jajaran dari Rumah Sakit dan Apotek di wilayah Kabupaten Batang.

Hamam Nasrudin, S.Pd.I. selaku Kepala SMK Al Sya’iriyah Limpung mengatakan, lulusan SMK Al Sya’iriyah memiliki bekal keahlian di bidang kefarmasian dan memiliki karakter pribadi yang unggul. Karena dalam proses pendidikan di SMK Al Sya’iriyah memadukan kurikulum bidang keahlian farmasi dan kurikulum keagamaan (pesantren), sehingga lulusan SMK Al Sya’iriyah siap terjun ke dunia kerja dan juga siap menjadi bagian dari masyarakat yang berilmu, beriman dan bertaqwa.

Pada momen wisuda kali ini juga dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman / MoU antara SMK Al Sya’iriyah dengan Rumah Sakit dan Apotek di sekitar Kabupaten Batang sebagai penguatan kerjasama kelembagaan dengan dunia usaha dan dunia industri. Hadir perwakilan dari Apotek Bima Sakti Batang apt. Sri Martini, S.Farm., MH. dan perwakilan dari RSUD Limpung dr. Resti Kurniawati.

Penandatanganan MoU perjanjian kerjasama layanan kesehatan

Ketua Yayasan Islam Al-syairiyah (YISA), KH. Drs. Agus Musyafa Syair dalam sambutannya mengungkapkan salah satu keunggulan dari SMK Al Sya’iriyah adalah penguatan pendidikan keagamaan melalui kitab kuning. Hal ini ditunjukkan dalam rangkaian acara wisuda kali ini perwakilan wisudawan wisudawati menampilkan hafalan nadzam Alfiyah Ibnu Malik yang disaksikan oleh para guru dan orang tua wali.

Dalam penampilan itu, pengajar Amtsilati Gus H Zaimuddin Ahya, S.Ag membaca permulaan suatu nadzam dan wisudawan wisudawati diminta untuk melanjutkan. Pertanyaan-pertanyaan itu dijawab dengan baik oleh wisudawan dan wisudawati dengan melantunkan nadzam Alfiyah Ibnu Malik.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren TPI Al Hidayah KH Sulthon Syair dalam tausyiahnya berpesan kepada para orang tua wali murid untuk membekali anak dengan ilmu.

“Jika anak diberi warisan harta, cepat atau lambat harta itu akan habis. Tetapi jika orang punya ilmu, maka harta akan ikut,” tegas Kiai Sulthon yang juga Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Batang ini.

Kiai Sulthon juga mendorong agar orang tua wali murid yang hadir selalu mendukung putra putrinya untuk mencari ilmu. “Saya harap proses belajar putra-putri anda tak berhenti di tahap ini, tapi dilanjutkan ke tahap yang lebih tinggi. Bisa meneruskan kuliah, atau meneruskan ngaji di pesantren,” ucapnya.

Pewarta : A Jazuli
Editor : M Asrofi