Jumat, April 10, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 49

Wujudkan Jati Diri Kader, PAC Fatayat NU Bawang Gelar Latihan Kader Dasar

0
Dokumentasi Fatayat NU Bawang
Dokumentasi Fatayat NU Bawang

Bawang, NU Batang
Kalian hari ini adalah harapan masa depan. Namun tidak itu saja, ada yang lebih penting lagi, di hari yang akan datang ajaran Aswaja harus tetap berjalan demi keberlangsungan Ahlussunah Wal Jama’ah di Indonesia lewat Nahdlatul Ulama.

Hal itu disampaikan oleh KH. Masrur Fahrudin, selaku Tanfidziah MWC NU Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, dalam acara pembukaan Latihan Kader Dasar (LKD) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Bawang, pada Minggu, (27/2).

Dikatakan demikian, menurut KH. Masrur Fahrudin, seorang kader harus dapat meneruskan budaya Nahdlatul Ulama yang baik, demi keberlangsungan ajaran Aswaja lewat Nahdlatul Ulama itu sendiri.

Ia berpesan, agar semua peserta Latihan Kader Dasar (LKD) ini, mampu untuk memanfaatkan ilmu yang telah didapatkan. “Hormati dan hargai siapapun yang memberi materi, lihat isinya, jangan orangnya. Jika dalil ilmu itu bermanfaat, yaitu hanya dengan ta’dhim kepada siapa saja yang memberi. Hormati siapapun yang akan memberi wejangan dan pelajaran”, tandasnya.

Latihan Kader Dasar (LKD) ini dilaksanakan di Madrasah Tsanawiyah Hasyim Asy’ari Bawang, dengan penyelenggara Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Bawang, yang mengusung tema “Mencetak kader Fatayat NU militan, mandiri, tangguh, dan produktif yang berhaluan Aswaja di era millenial”.

Menurut sahabat Nur Hidayah S.Pd, selaku Ketua Panitia LKD, mengatakan “LKD tahun 2022 terdiri dari 64 peserta yang mana murni dari ranting dan anak ranting se-kecamatan Bawang, kami dari panitia mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya”, tuturnya.

Dilanjutkan dengan sahabat Maghfiroh, selaku perwakilan dari PC Fatayat NU Kabupaten Batang mengajak para kader untuk belajar bersama. “Mari sama-sama kita belajar, dan wujudkan jati diri menjadi kader yang diidamkan oleh masyarakat”, ungkapnya.

Pewarta : Solekha
Editor : Anif Syarifudin

Dokumentasi PAC Fatayat Bawang

LKD Fatayat NU, Reaktualisasi Karakteristik Pemimpin Menuju Kemandirian Organisasi

0

Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU Kecamatan Batang adakan Latihan Kader Dasar (LKD) diikuti 46 peserta dari pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Batang dan perwakilan Pimpinan Ranting (PR) se-Kecamatan Batang pada hari Sabtu-Minggu, 26-27 Februari 2022 di Majlis ta’lim Darul Falah pimpinan Ustadz Muhamad Fatoni Desa Kalisalak Batang.

Kegiatan LKD dibuka oleh wakil ketua 1 Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Batang, Sahabat Mahmudah, S.Pd dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada segenap pengurus PAC Fatayat NU Kecamatan Batang yang telah menyelenggarakan LKD ini sebagai upaya memberikan pemahaman kepada kader perempuan muda NU, dimana para kader ini kedepan nantinya diharapkan menjadi kader yang militan dalam menopang perjuangan NU setelah mendapat bekal ilmu dari LKD.

Adapun materi yang diberikan selama dua hari mengenai Aswaja dan ke-NU-an yang disampaikan oleh Bapak H. Solihin Wakil ketua PCNU Kabupaten Batang, Materi Kepemimpinan disampaikan oleh Sahabat Ani Khanah ketua PC Fatayat NU Kabupaten Batang, materi Analisis Sosial dan Gender oleh Sahabat Erna Dewi Palupi, SE Pembina PC Fatayat NU Kabupaten Batang, materi Kefatayatan disampaikan oleh Sahabat Nur Marhamah S.Pd wakil sekretaris 2 PC Fatayat NU Kab.Batang, dan materi Membangun jaringan dan Komunikasi disampaikan oleh Sahabat Mahmudah, S.Pd.

Materi disampaikan dengan cara yang menyenangkan dengan diselingi Ice breaking dan permainan-permainan membuat antusias peserta dalam mengikuti Latihan Kader Dasar, dua hari ini dengan penuh semangat. Diakhiri dengan evaluasi pelaksanaan LKD dan Rencana Tindak Lanjut (RTL) setelah mengikuti LKD.
Dalam acara penutupan ketua PAC Fatayat NU Kecamatan Batang, Sahabat Ismiatun menyampaikan Terima kasih kepada Tim Fasilitator dari PC Fatayat NU, pimpinan majlis ta’lim Darul Falah, segenap panitia dan semua peserta LKD. Berharap kegiatan ini akan menjadi bekal dalam berkhidmat, mengajak untuk belajar menerapkan ilmu yang didapat dari LKD dan belajar dari angka 1 dalam berorganisasi artinya kita belajar menghargai satu sama lain agar bisa menjadi besar.

Kontributor: Anisatul Azifah (Pengurus PAC Fatayat NU Kec. Batang)

Jelang Akhirussanah, Pondok Plumbon Gelar Musyawarah Kubro

0
Suasana Musyawarah Kubro Santri Pondok Pesantren TPI Al Hidayah Plumbon (Foto: Kru LPS Al-Fikroh)

Limpung, NU Batang

Menyambut akhirussanah pesantren yang tinggal satu bulan, Pondok Pesantren TPI Al Hidayah Plumbon Limpung Batang menggelar acara Musyawarah Kubro yang diikuti oleh perwakilan santri mulai dari kelas Tiga Wustha sampai Tiga Ulya (Sabtu, 19/02/2022).

Musyawarah Kubro merupakan kegiatan aktualisasi santri dalam upaya merespon persoalan aktual di masyarakat perspektif kitab kuning. Musyawarah Kubro bisa pula disebut Bahtsul Masail.

Dalam sambutannya, Kepala Madrasah Pondok Pesantren TPI Al Hidayah, Gus H. Zaimuddin Ahya menghimbau para santri yang menjadi peserta supaya bermusyawarah dengan riang gembira tapi serius.

“Bermusyawarahlah dengan gembira tapi serius. Manfaatkan musyawarah ini sebagai media pembelajaran kita untuk menyampaikan pendapat dan berargumentasi,” kata pria yang akrab dipanggil Gus Zaim.

Dalam rangka memberi motovasi, Gus Zaim mengisahkan kisah Syaikh Man’us al-Magrobi. Kata Gus Zaim, suatu ketika dalam sebuah forum ilmiah yang dihadiri pimpinan ulama dari mazhab empat terjadi perdebatan ilmiah. Syaikh Man’us tak setuju pendapat Imam Syafi’i. Di tengah perdebatan ilmiah itu, Hamdan yang waktu itu masih kecil turut angkat bicara mendukung pendapat Imam Syafi’i. Orang-orang yang hadir awalnya mencegahnya Hamdan, tapi Syaikh Man’us justru mempersilahkan Hamdan untuk berbicara.

“Biarkan dia bicara, tak ada permusuhan antara kita dan kebenaran, walaupun kebenaran itu datang dari anak kecil, ” kata Gus Zaim menyadur ungkapan Syaikh Man’us.

Gus Zaim menambahkan, bahwa dari kisah itu kita bisa ambil pelajaran, bahwa dalam forum Musyawarah Kubro ini, kita sama.

“Kelas yang yang tingkatnya lebih bawah, boleh menyanggah kelas yang tingkatnya lebih tinggi. Kelas Tiga Wustha boleh menyanggal kelas Dua Ulya,” terang Gus Zaim.

Senada, Pengasuh Pondok Pesantren Gus H Muhammad Tolkhah Danial, dalam sambutannya, juga memberi semangat kepada para peserta Musyawarah Kubro.

“Kalian yang yang kelasnya lebih bawah tidak usah minder dengan kelas yang lebih tinggi. Jangan minder dalam berargumen,” tegas Gus Tolkhah.

Gus Tolkhah berharap acara Musyawarah Kubro ini bisa terus lestari.

“Ini kegiatan yang bagus, harus dilestarikan dan ditingkatkan, sebagai ikhtiar pembelajaran santri sebelum berkiprah di masyarakat,” pungkas Gus Tolkhah.

Pewarta: Kru LPS Al-Fikroh

Editor : Muhammad Asrofi

Menyambung Sanad Perjuangan Ulama’, Ratusan Nahdliyin Subah, Ziarah Makam Muassis NU

0
Harlah NU Ke 99 Hijiriyah, Ratusan Nahdliyin Subah Ziarah Makam Muassis NU Sekitar (Foto: Irvan)

Subah, NU Batang
Warga Nahdliyin penjuru Daerah di Nusantara mewarnai Peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke- 99 Tahun Hijriyah dengan berbagai macam kegiatan. Seperti yang dilakukan Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, dengan ziarahi makam para muassis NU di wilayah sekitar, pada Ahad (20/02) kemarin.

Di mulai pukul 06.00 WIB, ratusan rombongan ziarah dari berbagai Pengurus Ranting (PR) NU tiba di Gedung MWCNU Kecamatan Subah. Setelah itu, rombongan diberangkatkan ke tempat ziarah pertama, yaitu Makam Kyai Shobari di Desa Adinuso, salah satu Muassis NU di Kecamatan Subah.

Kyai Muhammad Mathin selaku Ketua Tanfidziyah NU Kecamatan Subah menuturkan, kegiatan ziarah merupakan sebagai upaya menyambung sanad perjuangan Muassis NU dan Ulama’ NU dalam memperjuangkan keagamaan maupun kebangsaan.

“Baik dalam hal perjuangan keagamaan atau kebangsaan, agar kita semua tidak melupakan sejarah, tidak menghilangkan sejarah Ulama’ dan para pendahulu kita, ziarah juga sebagai bentuk tabarruk kepada para muassis NU,” imbuh kyai Mathin.

Lebih lanjut Kyai Mathin menyampaikan, selain ziarah  akan dilaksanakan Istighotsah dan Selamatan potong tumpeng di Pondok Pesantren Darussalam Desa Kemiri, Kecamatan Subah, sebagai tujuan akhir ziarah.

Agus Budiyanto Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor  Kecamatan Subah, selaku koordinator lapangan mengatakan, beberapa rombongan diberangkatkan dari halaman gedung, menuju makam Kyai Sobari di Desa Adinuso sebagai lokasi pertama, sebagian rombongan terdekat makam, menunggu di lokasi

“Ziarah ini, merupakan pelaksanaan program kerja Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama’ (LDNU) Kecamatan Subah, sebagai progamnya dengan melaksanakan berbagai kegiatan pada peringatan hari-hari besar, seperti Peringatan Harlah NU, Hari Santri Nasional dan lain sebagainya,” terangnya.

Selain makam kyai Shobari Adinuso, rombongan berziarah di Makam kyai Fahrurozi di Dukuh Ngepung Desa Subah, Makam kyai Nurridho, kyai Qosim di Dukuh Liyangan Desa Subah, dan makam kyai Damanhuri di Desa Kemiri Kecamatan Subah, sebagai titik akhir.

“Sesuai direncakan Ziarah selesai pukul 10.00 WIB, dilanjutkan selamatan potong tumpeng dan ramah tamah oleh Pengurus NU Kecamatan Subah,” pungkasnya.

Pewarta : Irfan
Editor : Rokhman Jaya

Harlah NU ke-99, MA Suka Bawang, Gelar Genduren Istighosah & Tahlil

0
Kenduren MA Sunan Kalijaga Bawang, Peringati Harlah NU Ke 99 (Foto: Anif)

Bawang, NU Batang
Nahdlatul Ulama adalah organisasi terbesar di Indonesia bahkan di dunia yang memiliki aset pendidikan baik formal, non formal maupun informal yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara. Salah satu aset pendidikan itu ada di Lereng Gunung Prahu yaitu Masuka Bawang (Madrasah Aliyah Sunan Kalijaga Bawang). Tepat pada tanggal 16 Rajab 1443 H, yang jatuh pada hari Jum’at Kliwon, 18 Februari 2022, NU genap berusia 99 tahun hitungan tahun hijriyah.

Dalam rangka memeringati hari lahir ke-99 NU, keluarga besar Masuka Bawang menggelar acara genduren yang diisi istighosah dan tahlil bersama para Kyai Musytasyar, Rais Syuriyah dan Ketua MWC NU Kec. Bawang, bertempat di Lapangan OR Masuka, pada Jum’at, (18/2).

Acara Genduren tersebut, diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan, peserta didik dan pengurus Masuka Bawang. Dalam kata sambutan sebelum dimulai Istighosah, Ahmad Munir Malik selaku Kepala Madrasah menyatakan bahwa takdir Allah terhadap keberadaan kita yang menjadi bagian dari organisasi terbesar di dunia ini adalah takdir yang wajib disyukuri. Rasa syukur itu dapat diwujudkan dengan berbagai hal, termasuk memeringati dan mengenang hari lahirnya NU. Melalui momentum harlah ini juga sekaligus dapat dijadikan media evaluasi diri, apa yang sudah kita abdikan untuk jam’iyyah yang didirikan para ulama ini.

Munir yang juga sekretaris PCNU Kab. Batang menambahkan, Masuka Bawang terus berikhtiar untuk menjadikan madrasah ini sebagai kampus kader Aswaja. Transformasi ilmu dan tradisi Aswaja di madrasah ini terus dilakukan dengan berbagai formula dan inovasi. Salah satu ihtiar pembentukan kader militan NU sejak dini di bangku sekolah, dengan penguatan organisasi kesiswaan melalui PK IPNU & IPPNU.

Dan untuk melekatkan memori anak-anak terhadap para kyai Muassis NU, seluruh kelas di madrasah ini juga menggunakan nama para Kyai Muassis NU. “Dengan menggunakan nama para Kyai Muassis NU, Kami juga mengharapkan barokah dari beliau-beliau. Karena beliau para kekasih Allah yang penuh karomah.” demikian imbuh Munir.

Pada kesempatan yang sama, KH. Masrur selaku Ketua MWCNU Bawang menyatakan rasa terima kasihnya dan mengapresiasi acara yg digelar oleh Masuka Bawang. Tradisi Aswaja yg terus dikembangkan di kampus ini, selain memberikan pembelajaran reguler dan bekal ketrampilan, tentu akan menjadi bekal penting bagi anak-anak yang belajar di Masuka Bawang ini. Sementara itu Acara Istighotsah Harlah ke-99 di Masuka Bawang dipimpin oleh KH. Masturi Ahmad selaku musytasyar, dan doa dipimpin KH. Fahrurrozi selaku rais Syuriyah MWCNU Bawang.

Acara diakhiri dengan makan bersama dalam suasana kekeluargaan yang kental, atau yang dalam bahasa Jawa di kenal dengan istilah Genduren.

Kontributor : Pers MA Suka Bawang
Editor : Anif Syarifudin

Wakil Ketua PAC GP Ansor Limpung: Kita Harus Menghormati Ulama dan Guru

0
Wakil Ketua Bidang Dakwah dan Pesantren PAC GP Ansor Limpung Gus H Muhammad Tolkhah Danial (Foto : Zaim Ahya)

Limpung, NU Batang
Menghormati para ulama dan guru merupakan hal yang sangat penting. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Ketua Bidang Dakwah dan Pesantren Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Limpung Gus H Muhammad Tolkhah Danial di Selapanan rutin Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor Desa Plumbon yang gelar di Pondok Pesantren TPI al-Hidayah Plumbon (Jumat, 16/02/21).

“Kita harus tetap menghormati guru kita, termasuk guru yang mengajari kita sewaktu kecil, walaupun kita sudah beranjak dewasa,” terang lelaki yang akrab dipanggil Gus Tolkhah ini.

Gus Tolkhah, dengan merujuk kepada kitab Zaduz Zu’ama wa Dakhirotul Khutoba karya Kiai Haji Bisri Mustofa, juga menjelaskan terkait etika berinteraksi dengan para ulama dan guru. 

“Ini dawuhnya Mbah Bisri, kita harus memuliakan para ulama dan guru, dan tidak boleh menjelekkan mereka. Dalam berbagai hal, sebaiknya kita bermusyawarah dengan mereka,” jelas Gus Tolkhah.

Sementara itu, Ketua PR GP Ansor Desa Plumbon Amin Subhan mengajak para pemuda yang hadir untuk lebih aktif dan mengajak yang belum aktif untuk aktif. 

“Mari kita sama-sama berkhidmat melalui Ansor,” ajak Amin.

Amin juga mengajak yang hadir yang belum ikut Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) GP Ansor dan Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser untuk ikut ketika nanti diadakan. 

“PKD dan Diklatsar ini penting untuk diikuti, supaya semangat kita dalam aktif di Ansor semakin bergelora” jelas Amin.

Pewarta : Zaim Ahya
Editor : Intan Khumairo

Kopsim NU Batang Sumbang 60 Juta untuk PCNU Kabupaten Batang

0

Koperasi Nahdlatul Ulama (KOPSIMNU) Batang memberikan bantuan 60 juta untuk Pengurus Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang dalam acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) pada Jum’at (19/02).

Rincian bantuan yang diberikan sebanyak 30 juta untuk PCNU Batang, 25 juta untuk Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSN NU) Batang, dan untuk Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Batang sebesar 5 juta. Bantuan ini sebagai bentuk partisipasi KopsimNU Batang untuk NU Batang.

“Ini sebuah bentuk kepedulian untuk NU”, demikian kata Ahmad Busro saat berbincang dengan Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) Batang.

Acara yang digelar di hotel Dewi Ratih ini dihadiri oleh ketua PCNU Batang Ahmad Taufiq, ketua pembangunan RSN NU Batang H Fallas, direktur Lazisnu PCNU Batang Damzun Zaironi, utusan Dekopin dan Dinas Koperasi, ketua Kopsim NU Batang, Manager Kopsim NU Batang, para dewan syari’ah, anggota dan para tokoh tokoh NU di Kabupaten Batang.

Ahmad Taufiq berharap agar Kopsim NU Batang terus meningkatkan kinerja dan profesionalisme yang sekarang sudah tertata baik.

“Semoga semakin profesional ke depan”, demikian sambutan ketua PCNU Batang.

Kopsim NU adalah contoh nyata. Ketika usaha-usaha NU dikelola dengan cara profesional hasilnya akan menggembirakan.

Pewarta: Jabir

Harlah NU ke 99, PCNU Batang Gelar Istighosah Bersama

0
(Foto : Istimewa)

Batang, NU BATANG.OR.ID
Dalam rangka memperingati harlah NU yang ke 99, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama ( PCNU ) Kabupaten Batang mengadakan kegiatan istighosah bersama di masjid Hasyim Asy’ari Subah pada hari Kamis ( 17/22).

Dalam sambutannya bapak H. Saifudin yang mewakili dari PCNU Batang mengucapkan terimakasih kepada Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Subah yang telah menyiapkan tempat acara istigosah tersebut.

” Saya sangat berterimakasih sekali kepada seluruh jajaran MWC NU Subah yang telah membantu menyukseskan acara pada malam ini, tanpa bantuan nya tentu acara ini tidak akan berjalan lancar” katanya.

Dia juga mengatakan bahwa peringatan satu abad NU tahun depan, PCNU kabupaten Batang harus Sudah mempunyai rumah sakit sendiri.

“Bapak ibu sekalian, saya berharap diperingatan satu abad NU tahun depan, rumah sakit yang sedang kita bangun ini sudah jadi sehingga agar bisa menjadi kado yang indah dari PCNU kabupaten Batang,” tambahnya

Lebih lanjut ia juga mengatakan program program yang sudah di susun oleh PCNU kabupaten Batang tidak akan berjalan tanpa adanya sinergi dari berbagai pihak.

“Untuk mewujudkan cita-cita kita bersama maka kita harus saling bekerjasama mulai dari ranting, MWC hingga PC agar rumah sakit yang sedang kita bangun ini tahun depan bisa kita resmikan,” pungkasnya.

Kegiatan istighosah dipimpin oleh KH. Zainal Muttaqin kemudian dilanjutkan dengan moidhoh khazanah yang diisi oleh Kiai Sukri Maulana dari Blado.

Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus PC, MWC beserta banom dan juga NU ranting se Kececamatan Subah. Sebelum acara ini juga dimeriahkan oleh grub Rebana Al Funnur dari PAC IPNU Subah.

Karena masih dalam suasana pandemi, kegiatan tersebut juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat guna mencegah penyebaran varian baru omicron yang sedang meningkat.

Pewarta : Slamet
Editor : Raya

Lahirkan Kader Baru, PAC IPNU – IPPNU Kecamatan Subah Gelar Lakmud Kedua

0

Kaderisasi terus dilakukan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) kecamatan Subah dengan menggelar Latihan Kader Muda (Lakmud) kedua di TPQ Nabatul Ulum pada Jumat-Ahad (11-13/02).

Lakmud kali ini mengangkat tema Membangun, Memajukan dan Memakmurkan. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tersebut ada 21 terdiri dari 15 peserta lokal kecamaatan Subah dan 6 peserta dari luar kecamatan.

Pimpinan Cabang (PC) IPPNU kabupaten Batang Maulinatus Sholikhah menyampaikan Latihan Kader Muda ini merupakan pengakderan berjenjang yang sebelumnya harus mengikuti Masa Kesetiaan Anggota (Makesta). Oleh karena itu peserta yang hadir harus mengikuti kegiatan sampai akhir.

“Saya berharap nantinya para kader mampu melaksanakan tugas organisasi dengan baik, dan mampu memberikan kontribusi terbaiknya untuk kemajuan IPNU-IPPNU ke depannya.” Jelasnya.

Ketua PAC IPNU kecamatan Subah Nasrudin Najib menyampaikan sebelumnya PAC Subah sudah melaksanakan Lakmud yang pertama pada bulan November lalu. Dan ini merupakan bagian dari tindak lanjut lakmud pertama dimana para alumni ditugaskan sebagai panitia inti. Selain itu, disiapkan juga untuk menyambut pelaksanaan Konferensi Anak Cabang (Konferancab) Agustus mendatang.

“Harapannya akan lahir kader baru yang mumpuni sehingga mampu melanjutkan estafet kepengurusan PAC mendatang sesuai dengan minat bakatnya masing-masing.”

Najib juga menambahkan para kader harus mampu berperan secara aktif baik itu di Komisariat maupun rantingnya. Serta mampu memotivasi anggota lain untuk mau melaksanakan pengkaderan secara bertahap.

“Semoga mampu memotivasi yang lain agar di Subah ini banyak yang mau mengikuti lakmud. Setelah itu, lanjut tahap berikutnya yaitu Latihan Kader Utama (LAKUT).” Pungkasnya.

Penulis : Fatihaa

Menuju Perempuan Berdaya, PC Fatayat Batang Laksanakan LKL

0
Dok. Kegiatan Letihan Kader Lanjutan PC Fatayat NU Batang, | (Foto : Istimewa)

NU BATANG
Kaderisasi terus dilakukan Pengurus Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama’ (NU) Kabupaten Batang, dengan dilaksanakanya Latihan Kader Lanjutan (LKL) pada Ahad, (6/02) kemarin.

Kegiatan yang diselenggarakan selama dua hari ini bertempat di Aula Gedung Puncak Tombo Kecamatan Bandar Kabupaten Batang, dengan mengangakat tema “Membangun Karakter Kepemimpinan Menuju Fatayat Mandiri dan Berdaya”. Di ikuti 47 peserta.

Kegiatan ini dihadiri oleh fasilitator dari Pengurus Wilayah (PW) Fatayat NU ibu Iswatun Khasanah, ibu Usfiyatul Marfu’ah dan ibu Nur Laila Hafidhoh, mereka menyampaikan kepada peserta untuk memanfaatkan kegiatan LKL sebagai ruang menimba ilmu, sehingga melahirkan semangat dan optimis dalam berkhidmah.

Sedangkan Ibu Ani Khanah Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Batang dalam sambutannya mengatakan, selain sebagai kaderisasi yang harus dilaksanakan juga sebagai tempat mencari ilmu, karena mencari ilmu tidak ada batas waktu dan tempat. Oleh sebab itu, gunakanlah kesempatan dengan baik.

“Dengan ini saya meminta kepada ibu-ibu semua, untuk mengikuti kegiatan LKL sampai selesai”, pesanya.

Bu Ani berharap, setelah mengikuti LKL, Pengurus PC Fatayat NU Kabupaten Batang Masa Khidmat 2021-2026 bisa bersinergi dalam berkhidmah selama lima tahun kedepan.

“Mari kita bekerja sama dan sama-sama kerja, dalam melaksanakan program kerja yang telah direncanakan, apa yg sudah kita tulis maka harus dilaksanakan”, imbuhnya.

Terakhir ia juga menegaskan agar jangan pernah berkata tidak bisa ketika belum mencoba dan pengurus itu harus ngurusi bukan minta diurusi.

Pewarta : Anah
Editor : Rokhman Jaya