Minggu, April 12, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 53

Ngaji Kitab Karya Mbah Bisri, Wakil Ketua GP Ansor Ranting Plumbon Tekankan Bersikap Baik Kepada Non Muslim

0

Agama Islam tidak memerintahkan umat Islam memutus hubungan dengan non muslim. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Bidang Pengaderan dan Dakwah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Ranting Desa Plumbon Limpung Batang, Gus Zaimuddin Ahya’ saat mengaji kitab Zaduz Zu’ama’ wa Dakhirotul Khutoba’ karya Kiai Haji Bisri Mustofa Rembang (Mbah Bisri) di acara Selapanan rutin GP Ansor Plumbon (Rabu, 29/09/2021).

Menurut Gus Zaim, dalam kitab tersebut, Mbah Bisri mendorong umat Islam untuk bergaul dengan non muslim dengan budi pekerti yang baik.

“Seperti berbela sungkawa ketika tetangga kita yang non muslim terkena musibah,” lanjut Gus Zaim merujuk kepada kitab karya Mbah Bisri.

Selain itu, lanjut Gus Zaim, Mbah Bisri juga memerintahkan kita menggalang persatuan dan bekerjasama untuk kemaslahatan umum.

“Dengan kita bersikap baik dan bahu mambahu untuk kepentingan umum, orang-orang non muslim akan simpatik dengan Islam dengan sendirinya,” jelas Gus Zaim.

Namun kata Gus Zaim, merujuk kitab Mbah Bisri, tentu dalam bergaul dengan non muslim, kita tidak boleh melakukan hal-hal yang dilarang seperti ikut beribadah dengan cara mereka dan semacamnya yang ranahnya akidah dan ibadah murni.

Acara yang dilaksanakan di Mushala Nurul Huda RT 03 Desa Plumbon ini juga dihadiri Ketua Ranting GP Ansor Desa Plumbon, Amin Subhan dan Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) GP Ansor Limpung, Hamam Nasruddin.

Dalam sambutannya, Amin Subhan mengajak sahabat-sahabat Ansor ranting Desa Plumbon supaya lebih kompak dan semangat.

“Ayo kita lebih kompak, dan ajak sahabat-sahabat yang belum ikut. Selain kegiatan ngaji, sosial, ansor kita juga ada kegiatan olahraga seperti sepak bola, ” tutur Amin.

Sedangkan Hamam Nasruddin, dalam sambutannya menginfokan terkait agenda terdekat GP Ansor, baik di tingkat PAC maupun Cabang.

“Sebentar lagi akan dilaksanakan Pelatihan Kader Dasar (PKD), maka pengurus ranting segera menyiapkan kader-kadernya. Begitu juga sebentar lagi akan ada konferensi cabang, yang rangkaiannya diisi dengan bermacam-macam lomba. Mulai dari video, foto, desaign logo, ceramah dan lain-lain. Monggo sahabat-sahabat ikut berpartisipasi,” jelas Hamam.

Pewarta: Jazuli

Rakor PCNU Batang dengan Tiga Lembaga (RMI, LTM, LP Ma’arif) Telurkan Beberapa Keputusan dan Rekomendasi

0

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten adakan Rapar Kordinasi (Rakor) dengan tiga lembaga di bawahnya, yakni Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdatul Ulama (RMINU), Lembaga Ta’mir Masjid Nahdatul Ulama (LTMNU), dan Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdatul Ulama (LPMNU), Minggu (26/09/2021).

Rapat Kordinasi yang gelar di Sempu Limpung ini menghasilkan beberapa keputusan dan rekomendasi. Adapun detailnya sebagai berikut:

Komisi LTM PCNU Batang:

  1. Penguatan kepengurusan LTM NU MWC NU di Kabupaten Batang mutlak diwujudkan, agar program-program yang telah diagendakan seperti pendataan, penerbitan nomer register serta syahadah, pembuatan papan nama, dan pengelolaan masjid-musholla NU dapat dilakukan secaa optimal, sehingga masjid-musholla NU benar-benar menjadi tempat ibadah yang nyaman dan aman bagi jama’ah sebagai salah satu upaya merawat dan mengembangkan amaliah Ahlussunah wal Jama’ah.

Komisi LP Ma’arif NU:

  1. Upaya revitalisasi kepengurusan LP Ma’arif MWCU harus dilakukan. Untuk itu, kepedulian pengurus MWCNU dan LP Ma’arif PCNU sangat dibutuhkan agar konsistensi kinerja pengurus dapat terjaga.
  2. LP Ma’arif MWCNU bertanggung jawab mengkoordinir dan mengawal perkembangan dan kemajuan satuan pendidikan tingkat dasar (MINU/SDNU) yang ada di wilayah ranting-ranting NU se-Kab. Batang.
  3. LP Ma’arif PCNU Batang bertanggung jawab mengkoordinir dan mengembangkan satuan pendidikan menengah milik NU/warga NU dan juga harus konsisten melaksanakan program peningkatan kualitas sumber daya manusia yg ada di lingkungan LP Ma’arif NU di Kabupaten Batang, sehingga satuan pendidikan yang ada dapat melahirkan generasi-generasi Aswaja yg berkualitas di masa-masa mendatang.
  4. LP Ma’arif PCNU Batang berkewajiban mendampingi sekolah/madrasah NU yang masih belum kondusif, sehingga bisa mengejar ketertinggalan dari yang lain.

Komisi RMI PCNU Batang:

  1. RMI PCNU Batang mendorong berdirinya RMI di tingkat MWC.
  2. RMI PCNU Batang harus segera melakukan konsolidasi dengan Madrasah Diniyah (Madin) dan Taman Pendidikan al-Quran (TPQ) NU di Kabupaten Batang.
  3. RMI PCNU Batang segara melakukan pendataan pesantren NU di Kabupaten Batang dan melakukan koordinasi dan konsolidasi.

Rapat koordinasi ini juga dihadiri Rois Syuriah PCNU Batang, KH Abdul Manab Syair dan Ketua Tanfidziyah PCNU Batang, H Ahmad Taufiq.

Di penghujung rapat koordinasi, Sekretaris PCNU Batang, Ahmad Munir Malik menegaskan, bahwa rapat koordinasi tiga lembaga ini dilaksanakan bersama, karena tiga lembaga ini sama-sama memiliki tanggungjawab untuk mengkoordinir, menata dan mengembangkan aset NU sampai di tingkat ranting.

“RMI NU dengan aset Ponpes, Madin dan TPQnya. LTM NU dengan masjid, mushollanya. LP Ma’arif NU dengan satuan pendidikan menengah dan dasarnya. Mengingat demikian vitalnya aset-aset NU, maka PCNU Batang mengajak dan mendorong jajaran pengurus NU di semua tingkatan untuk serius mengelolanya,” jelas Munir.

Selain itu, rapat koordinasi komisi RMI PCNU Batang juga dihadiri Pengurus Wilayah (PW) RMI Jawa Tengah.

Persiapan Pembelajaran Tatap Muka, MA NU 01 Banyuputih Laksanakan Vaksinasi Dosis Satu Bagi Siswa & Siswi

0
Siswa MA NU 01 Banyuputih usai melaksanakan vaksinasi dosis satu. Foto: Friska Adyla Naura

Banyuputih – nubatang.or.id || Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MA NU) 01 Banyuputih mengadakan vaksinasi  tahap pertama untuk siswa dan siswinya, pada Rabu (29/9). Kegiatan ini merupakan program nasional  menyongsong pembelajaran tatap muka yang sudah dinanti-nanti para pelajar.

Dengan mengundang lima belas tenaga medis dari puskesmas Banyuputih, vaksinasi ini dilaksanakan di kampus MA NU 01 Banyuputih diikuti sebanyak 300 peserta didik yang terdiri dari pelajar kelas XII (dua belas).

Mukhsin selaku kepala MA NU 01 Banyuputih sangat mendukung adanya program vaksinasi ini. Tahap awal dilaksanakan untuk kelas XII.

“Sebenarnya sudah memberikan rencana untuk semua anak. Cuma karena terbatas waktu dan tenaga medis tidak memadai. Untuk kelas XI (sebelas)  dan kelas X (sepuluh) yang lain pasti ada, untuk waktunya itu menunggu informasi lebih lanjut dari pihak puskesmas Banyuputih,” ungkap Mukhsin saat ditemui siang tadi.

Sebagian besar dari peserta didik mengaku antusias mengikuti program vaksinasi, karena mulai bosan belajar dari rumah.

Petugas puskesmas sedang melayani peserta vaksinasi

“Harapannya setelah divaksin, yang pertama bisa bebas dari corona, terus bisa sekolah kaya biasa lagi. Yang kedua, bisa bebas jalan-jalan,” ucap  Amanina Rasyid Wiyani, salah satu peserta vaksinasi di MA NU 01 Banyuputih.

Vaksinasi dimulai tepat pukul 08.30 WIB yang dibuka oleh Muhamad Miftahul Atiq selaku Waka Kesiswaan. Ia berpesan kepada anak-anaknya untuk tertib dalam melakukan serangkaian kegiatan yang diinstruksikan petugas puskesmas.

“Kami dari MA NU 01 Banyuputih, adanya vaksinasi nasional ini menyambut dengan gembira. Kita sudah lama menunggu dosis satu ini untuk peserta didik MA NU. Alhamdulillah Dinas Kemenkes Kabupaten Batang melalui Puskesmas Banyuputih sudah memberikan fasilitas dan memberikan dosis vaksin pertama,” tuturnya.

Pria yang akrab disapa Pak Atiq itu berharap dengan adanya vaksinasi ini, semoga nanti segera diadakan kegiatan pembelajaran tatap muka kembali.

Sebagai salah satu syarat untuk melangsungkan pembelajaran tatap muka, ke depannya juga akan menyusul kegiatan vaksinasi untuk siswa kelas XI dan kelas X. Sedangkan untuk pemberian vaksin dosis kedua akan dilakukan sekitar dua puluh delapan hari setelah vaksinasi pertama.

Pewarta: Friska Adyla Naura, Sabrina Nurul Albiyah, dan Dya Nisa Nurul Kamila

Editor: Muhammad Asrofi

Rakor PCNU-MWCNU Batang Komitmen Menguatkan Pendataan dan Pertanian

0
KH Abdul Manaf Syair memegang microfon sedang membaca do'a. Foto: Tri Pujiarto

Program pendataan warga Nahdlatul Ulama (NU) dan penguatan pertanian warga NU harus ditingkatkan. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Pengurus Cabang (PC) NU Batang, Ahmad Munir Malik dalam pleno rapat koordinasi PCNU dengan seluruh Majelis Wakil Cabang (MWC) NU di Kabupaten Batang (26/09/21).

“Program Pendataan Warga NU melalui SISNU (Sistem Informasi Strategis NU) Kabupaten Batang yang mengalami stagnasi perlu didorong oleh struktur PCNU-MWCNU, agar admin PCNU, MWCNU dan Operator Ranting kembali aktif bergerak,” kata Munir.

Munir juga menyampaikan, bahwa program penguatan petani NU melalui pembentukan dan pendampingan kelompok Kadang Tani Sarwotulus harus mulai digerakkan sampai tingkat ranting.

“Tim kader penggerak petani MWCNU yg nantinya akan dibentuk bersama LPP MWCNU, di bawah kordinasi dan pendampingan tim kader penggerak petani LPP PCNU, “Munir menambahkan.

Rapat koordinasi PCNU Batang yang digelar di Rumah Makan Tirto Asri Sempu Limpung ini juga dihadiri oleh Rois Syuriah PCNU Batang, KH Abdul Manab Syair dan Ketua Tanfidziyah PCNU Batang, H Ahmad Taufiq.

Dalam sambutannya, H Ahmad Taufiq berharap, bahwa hasil dari rapat kordinasi ini harus segera dilaksanakan.

“Jangan sampai kita sudah membahas panjang, namun tindak lanjutnya tidak ada,” jelas Taufiq.

Senada dengan H Ahmad Taufiq, pentingnya tindak lanjut dari rapat kordinasi ini juga disampaikan oleh Ahmad Munir Malik.

“Rakor ini tdak boleh berhenti sebatas acara sehari tanpa tindak lanjut yang serius. Untuk itu harus ada kesungguhan para pengurus NU di semua tingkatan. Pengurus tidak boleh diam,” jelas Munir.

Munir juga menegaskan, bahwa NU adalah jam’iyah fikroh, amaliah dan juga harakah. Ketiga unsur jam’iyah ini adalah satu kesatuan yang tidak boleh ditinggalkan salah satunya.

“Kesungguhan dan keseriusan pengurus NU dan lembaga, baik di PCNU maupun MWCNU akan terwujud, jika pengurus menempatkan agenda NU sebagai sesuatu yg penting dan mulia,” lanjut Munir.

Selain dihadiri oleh pengurus tingkat MWC di Kabupaten Batang, rapar koordinasi ini juga mengahdirkan pengurus dari tiga lembaga di bawah PCNU Batang: Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdatul Ulama (RMINU), Lembaga Ta’mir Masjid Nahdatul Ulama (LTMNU), dan Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdatul Ulama (LPMNU).

Pewarta: Zaim

Selapanan Rutin, Ketua PAC Ansor Limpung Lantik Pengurus Ranting Ansor Sempu

0
Hamam Nasrudin memberikan SK Kepengurusan kepada Nurul Khafidin

Limpung – nubatang.or.id || Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Desa Sempu Kecamatan Limpung Kabupaten Batang masa khidmat 2021 – 2023 resmi dilantik oleh ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Limpung pada Ahad, (26/9).

Pelantikan ini dilaksanakan pada kegiatan selapanan rutin yang bertempat di Gor Desa Sempu.

Hamam Nasrudin dengan didampingi Romli selaku Sekretaris dan Eko Pranoto ketua Rijalul Ansor berhasil melantik pengurus PR GP Ansor Desa Sempu yang dibawah kepemimpinan Nurul Khafidin dengan lancar.

Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Limpung, Hamam Nasrudin mengucapkan selamat dan sukses atas dilantiknya kepengurusan PR GP Ansor Desa Sempu masa khidmat 2021 – 2023.

Ia mengapresiasi yang setinggi-tingginya atas terlaksananya kegiatan ini. Dengan dilantiknya kepengurusan baru ini menandakan hidupnya organisasi Ansor Sempu.

Ia juga berharap, kepengurusan di bawah kepemimpinan Nurul Khafidin dapat memberikan kemajuan untuk PR GP Ansor Desa Sempu.

“Semoga semakin maju, bermanfaat dan membawa berkah untuk semua,” harapnya.

Pewarta: Muhammad Asrofi

Pengurus Cabang NU Batang Gelar Rapat Koordinasi Bersama Tiga Lembaga

0
KH Abdul Manaf Syair memegang microfon sedang membaca do'a. Foto: Tri Pujiarto

nubatang.or.id || Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang bersama Majelis Wakil Cabang Nahdatul Ulama (MWC NU) se-Kabupaten Batang menggelar rapat koordinasi bersama tiga lembaga Nahdatul Ulama di Aula 2 Tirta Asri  Desa Sempu Kecamatan Limpung, Ahad (26/9/2021).

Tiga lembaga yang tergabung pada rapat ini adalah Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdatul Ulama (RMINU), Lembaga Ta’mir Masjid Nahdatul Ulama (LTMNU) dan Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdatul Ulama (LPMNU). Selain itu dari lima belas MWC NU se-Kabupaten Batang yang masing-masing diwakili oleh empat pengurus tampak hadir.

Rois Suriyah PCNU Batang, KH Abdul Manaf Syair mengawali pembukaan rapat ini dengan membaca surat al fatihah dengan harapan bisa memperlancar acara dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk Nahdatul Ulama kedepan.

H Achmad Taufiq selaku ketua Tanfidziyah PCNU Batang mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kehadiran bapak-bapak sekalian yang telah memenuhi undangan rapat koordinasi ini.

Ia mengatakan sudah lama kita tidak bertemu, karena pandemi Covid-19 kegiatan kita ini menjadi terhalang.

“Alhamdulillah pandemi Covid-19 sudah mulai menurun, namun demikian saya mendapatkan amanat dari Gugus Covid untuk mengingatkan kita semua. Pandemi belum dinyatakan berkahir, maka saya menekankan untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan,” ujar Taufiq.

“Pertemuan ini sebenarnya sudah hampir setingkat rapat kerja cabang, namun demikian karena kami dari pengurus cabang memandang perlu. Setidaknya tiga lembaga ini betul-betul kita konsen. Persoalan-persoalan yang ada didalamnya itu kita lepaskan sehingga lebih konsen dengan tiga lembaga,” paparnya.

Setelah pembukaan, acara dilanjutkan rapat komisi dengan lokasi yang terpisah. Rapat komisi Lembaga RMINU yang dipimpin oleh Gus Miftah membahas tentang pendataan Pondok Pesantren dan pendataan Madrasah Diniyyah (Madin) yang NU. Rapat komisi LTMNU dipimpin oleh H Mulyono yang membahas tentang badan hukum Masjid dan Musala. Kemudian untuk rapat komisi LPMNU dipimpin oleh H Ali Sodikin selaku ketua.

Usai sidang komisi, masing-masing lembaga menyampaikan hasilnya kepada peserta rapat di ruang Aula 2.

H Achmad Taufiq yang juga menjabat sebagai kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang berharap setelah selesai rapat ini, masing-masing lembaga harus ada tindak lanjut.

“Jangan sampai kita sudah membahas panjang, namun tindak lanjutnya tidak ada!” tegasnya.

Pewarta: Muhammad Asrofi

PR IPNU & IPPNU Desa Bawang Adakan Selapanan Rutin sebagai Pengkaderan

0

Bawang, nubatang.or.id || Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Bawang mengadakan kegiatan rutin selapanan. Acara yang dihadiri oleh puluhan kader muda IPNU, IPPNU, Fatayat dan para pembina terlihat antusias dan semangat dalam mengikutinya, Ahad (19/09).

Kegiatan ini rutin diselenggarakan di musala dan masjid wilayah Desa Bawang. Namun kali ini kegiatan diselenggarakan di Pondok Pesantren (PP) Roudlotul Tholibin Rt.18 Desa Bawang.

Acara ini berjalan khidmat saat membaca tahlil dan berdoa untuk para ulama dan pejuang bangsa. Semangat nasionalis juga tercermin dengan dilantunkannya lagu kebangsaan Indonesia raya, Mars IPNU, Mars IPPNU, dan Mars Shubanul Wathon. Acara ini juga dimeriahkan oleh grup rebana Al-Qabidh Desa Bawang.

“Semoga di kepengurusan ini semoga tidak terhalang oleh pandemi seperti sebelumnya yang semua kegiatan terhambat karena adanya pandemi yang sedang melanda negara ini,” ujar Neman Rosyadi, pembina PR IPNU Desa Bawang.

Menurut Rosyadi, mengajak anak-anak yang belum masuk IPNU dan IPPNU itu penting karena untuk pengkaderan di organisasi.

“Pengkaderan sangatlah penting untuk saat ini, karena untuk memberikan inovasi dan mengajak anak-anak yang di Musala nya belum ada anak IPNU IPPNU,” lanjutnya.

Dalam ceramahnya, Kiai Maftukhin Toha menyampaikan tidak hanya di IPNU dan IPPNU saja yang kegiatannya sementara berhenti karena adanya pandemi. Beliau juga sedikit menyinggung tentang kegiatan selapanan ini karena memang sebaiknya dimanapun acara selapanan paling tidak ada mauidhotul khasanahnya karena sangat penting. Meskipun hanya sekedar saja.

“Satu hal yang paling penting itu mengaji, sebab tidak ada seseorang yang mendapat anugerah Allah SWT kepada seseorang yang melebihi kenabian,” ujar Kiai Maftukhin.

“Saat kegiatan sesederhana apapun itu, diakui atau tidak diakui yang pasti harus ada mengaji (harus didasari dengan ilmu/mengaji),” pungkasnya.

Pewarta : Ida Suryaningsih

Editor: Muhammad Asrofi

Peletakan Batu Pertama Musala dan Panti Asuhan Yatim Piatu Al Ibriz

0

nubatang.or.id || Bertempat di Gang Bundawar Desa Denasri Kulon Kecamatan Batang mulai didirikan Musala dan Panti Asuhan Yatim Piatu Al Ibriz. Nama ini atas ijazah ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang H Achmad Taufiq, SP, M.Si.


Panti asuhan Yatim Piatu di bawah naungan Yayasan Pendidikan Agama Islam yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama ini didirikan atas inisiatif para tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga Denasri Kulon disamping juga berbagai pihak di luar desa tersebut.
Melihat potensi di masyarakat Denasri Kulon, pembangunan panti asuhan yang diawali dengan membangun Musala diyakini akan berjalan lancar.


“Potensi dan partisipasi masyarakat Denasri Kulon beserta berbagai pihak di luar desa pembangunan yang penuh semangat, kami punya keyakinan program pembangunan Musala, Panti Asuhan dan juga lembaga pendidikan akan berjalan lancar,” kata H Kusrin yang mewakili tokoh masyarakat.


“Yayasan saat ini baru memiliki tanah 250 M untuk Musala namun dalam waktu dekat akan segera dibebaskan 550 M, dan begitu juga ke depan akan terus diperluas tanahnya,” ucap H Agus Setiono sebagai bendahara pembangunan.

Untuk desain gedung asrama yatim piatu dan Musala diarsiteki oleh Ir Anis dan Ir Nurul Subhan. Mereka berdua menyatakan siap mengawal sampai selesai pembangunan gedung.


Acara ini dihadiri oleh Rois Syuriah Majelis Wakil Cabang Nahdatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Batang KH Syaifudin Zuhri, para tokoh agama, tokoh masyarakat Denasri Kulon, H Ahmad Ridwan dan Muhammad Busro itu berjalan dengan lancar. Mulai pukul 10.30 WIB selesai pukul 11.45 WIB. Acara ditutup doa oleh KH Abdurrahman.

MA NU 01 Banyuputih Terima Penghargaan Juara Kompetisi Sains Madrasah dari Kementrian Agama Batang

0

nubatang.or.id || Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Batang menggelar acara penyerahan kejuaraan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Kabupaten tahun 2021, di Aula gedung Kemenag pada Rabu (8/9) dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Para juara 1, 2 dan 3 KSM 2021 menghadiri acara tersebut, salah satunya dari siswi Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MA NU) 01 Banyuputih.

Penyerahan Kejuaraan diberikan langsung oleh Muhammad Aqso selaku Kepala Kantor Kementrian Agama Batang. Penerima penghargaan berjumlah tujuh belas siswa, enam diantaranya dari siswi MA NU 01 Banyuputih.

MA NU 01 Banyuputih mengirimkan sebanyak enam siswi sebagai pemenang KSM 2021 yang digelar 21-23 Agustus 2021 kemarin. Dengan almamater batik madrasah, ke-enam juara menghadiri acara tersebut didampingi Mukhsin selaku Kepala MA NU 01 Banyuputih.

Enam siswi berprestasi tersebut adalah Friska Adyla Naura sebagai peraih juara I (satu) di mata pelajaran (Mapel) Kimia, Sulistiyowati meraih juara II (dua) di mapel Geografi, Mawadatun Khafidzah meraih juara II (dua) di mapel Ekonomi, Amalia Solekhah meraih juara II (dua) di mapel Biologi. Dewi Zulfa Kamila meraih juara III (tiga) di mapel Matematika dan Amanina Rasyid Wiyani meraih juara III (tiga) di mapel Fisika.

Kepala MA NU 01 Banyuputih, Mukhsin memberikan apresiasi yang tinggi kepada para siswi yang telah menoreh prestasi luar biasa di ajang kompetisi bergengsi, KSM tingkat kabupaten tahun 2021.

“Alhamdulillah kita cukup bangga karena anak-anak sudah menoreh prestasi walaupun belum bisa meraih juara satu semua. Sekolah sangat memberikan apresiasi penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para juara karena sudah mengharumkan nama Madrasah, diri mereka sendiri dan orang tua mereka,” tuturnya.

Pria yang kerap disapa Pak Mukhsin itu berpesan kepada siswa-siswi MA NU 01 Banyuputih untuk semangat belajar agar memacu prestasi dalam rangka  meningkatkan diri untuk lebih baik. Dan nantinya bisa mengharumkan nama Madrasah.

Friska Adyla Naura, salah satu siswi berprestasi peraih juara I (satu) menegaskan bahwa proses yang dilalui tidaklah mudah. Membutuhkan kerja yang ekstra, membagi waktu antara belajar dan kegiatan lain dengan bijak, serta dapat menjaga kondisi tubuh menjadi kunci utama keberhasilan.

“Jangan melihat sesuatu hanya dari hasilnya, tapi lihat juga bagaimana proses panjangnya,” ungkapnya.

Peraih juara II (dua) mapel Ekonomi, Mawaddatun Kafidah mengungkapkan rasa senangnya karena telah mendapat penghargaan kejuaraan. Tidak hanya sampai di tingkat Kabupaten saja, melainkan dapat melanjutkan ke tingkat provinsi.

“Walaupun kita sudah mendapat penghargaan, namun tentunya ini tidak menjadi pemberhentian untuk kita. Kita harus tetap berusaha, tetap semangat untuk melanjutkan kompetisi ini sampai ke jenjang provinsi bahkan ke jenjang nasional. Intinya terus semangat dan tidak boleh merasa cukup harus tetap bekerja keras,” ujarnya.

Pewarta: Nazwa Kaila Anindia dan Sania Firka Najia

KOPSIMNU Berhasil Melewati Fase-fase Sulit

0

nubatang.or.id || Sabtu, 4 September 2021 KopsimNU memasuki usia yang ke 21. Usia yang menginjak dewasa untuk pertumbuhan manusia. Tapi untuk pertumbuhan sebuah Koperasi barulah melewati masa awal pertumbuhan. Bagi KopsimNU masa awal adalah masa yang penuh tantangan dan kesulitan mulai dari permodalan, Sumber Daya Manusia (SDM), sistem managerial, kualitas pelayanan, fasilitas dan lain lain.

Tahun demi tahun, sedikit demi sedikit, masalah dan tantangan mulai terurai. Lambat tapi pasti pertumbuhan dan perkembangan KopsimNU terus menanjak. Permodalan, fasilitas, managerial, kualitas pelayanan terus ditingkatkan. Karena itu Koperasi ini kemudian menjadi lembaga ekonomi yang bisa dibanggakan oleh NU dan warganya.


“Kita harus bisa terus meningkatkan kualitas pelayanan, memunculkan produk-produk yang diminati anggota, dan terus memperbaiki kekurangan kita,” kata Manager KopsimNU, Ahmad Busro saat berlangsungnya acara Harlah.


Sosok yang dikenal tegas, disiplin, kerja keras itu terlihat slow dan santai ketika banyak ucapan sukses dan selamat diucapkan para undangan.
“Semua ini kerja keras semua pihak. Mulai pengurus, karyawan, marketing, anggota dan juga para kiai NU yang selalu membimbing dan mendoakan,” tegasnya.


Di mata pengurus, KopsimNU dinilai memiliki prestasi yang luar biasa. KopsimNU adalah antitesa terhadap persepsi minor atas kemampuan NU mengelola keuangan. Lembaga yang asalnya tidak diperhitungkan oleh banyak pihak, kini bisa eksis dan layak dibanggakan.


“Bagi saya perkembangan KopsimNU sungguh luar biasa. Tidak mudah membikin lembaga keuangan seperti koperasi. Banyak koperasi yang berguguran. Alhamdulillah KopsimNU bisa tumbuh dan berkembang dengan baik,” ucap H.M Abdurrahman, SH.MM selaku ketua KopsimNU.


Acara Harlah ke 21 ini dirangkai dengan Sima’an Al-Quran Bil Ghoib, santunan Yatim Piatu dan fakir miskin. Bertempat di kantor KopsimNU Pusat, Jl.Ahmad Dahlan Bogoran Kauman Batang, dihadiri oleh semua pengurus, manager, karyawan, marketing dan perwakilan PC NU Batang.