Jumat, April 10, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 44

3 Pesan Syuriah MWC NU Limpung ke Warga NU di Lailatul Ijtima’

0
Syuriah MWC NU Limpung, KH Abdul Syakur sedang memberikan Mauidhoh Hasanah

Limpung, NU Batang
Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) bekerjasama dengan Pengurus Ranting menyelenggarakan Lailatul Ijtima’ MWC NU Limpung di Masjid Baitussajidin Dukuh Mojo Desa Pungangan Kecamatan Limpung, Sabtu (4/6) malam.

Pada kesempatan itu, Syuriah MWC NU Limpung, KH Abdul Syakur hadir memberikan Mauidhoh Hasanah atau ceramah. Dalam isi ceramahnya, kiai yang di kenal dengan sebutan Mbah Syakur menyampaikan tiga pesan kepada masyarakat Nahdliyin yang hadir.

Pertama, mengingatkan kembali sejarah lahirnya Nahdlatul Ulama yang dipandhegani oleh para kiai dan wali Allah. “NU bukan organisasi sembarangan, oleh karenanya kita sebagai jama’ah sekaligus jam’iyah harus benar-benar membela Nahdlatul Ulama,” jelasnya.

Kedua, Nahdlatul Ulama tidak boleh bubar, sebab NU adalah cagaknya Indonesia. “Ini bisa kita mulai dengan mencetak kader-kader NU di berbagai bidang, baik keagamaan, pendidikan maupun kesehatan, sesuai dengan amanat Muktamar 33 di Jombang tahun 2015 silam,” lanjutnya.

Ketiga, rasa nasionalisme yang harus ditanamkan pada setiap generasi muda dan anak-anak keluarga NU. Sebab jika tidak maka risikonya ialah mereka tidak akan mengenal apalagi mau berjuang menghidupkan NU. “Ini sesuai dengan wasiat Mbah Wahab Chasbullah, bahwa siapa saja yang menghidupkan NU maka rejekinya akan ditanggung dan didoakan dicukupi. Doktrin inilah yang harus kita pegang kuat-kuat untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks,” jelas kiai asal Klawen Bawang tersebut.

Acara Lailatul Ijtima’ diisi dengan pembacaan tahlil, sambutan Tanfidziyah MWC NU, sambutan Ta’mir Masjid Baitussajidin, Robithoh Ma’had Islamiyah (RMI) MWC NU Limpung dan diakhiri dengan do’a bersama untuk sesepuh desa, para kiai di Limpung dan para pendiri Nahdlatul Ulama.

Kontributor : Choirul Anam Zaenal
Editor : M Asrofi

Rois Syuriah MWC NU Limpung Tekankan 3S

0
KH Abdul Kholiq Tanfidziyah MWC NU Limpung duduk di kursi sedang menyampaikan sambutan

Limpung, NU Batang
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Limpung melanjutkan putaran Lailatul Ijtima’ di Masjid Baitussajidin Dukuh Mojo Desa Pungangan Kecamatan Limpung, Sabtu (4/6) malam.

KH Abdul Kholiq Tanfidziyah MWC NU Limpung dalam sambutannya menekankan kepada warga NU Limpung untuk meningkatkan program S3 atau Sedekah Sehari Seribu dalam program Koin NU Lembaga Amil Zakat Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Limpung.

“Melalui kegiatan rutin warga NU di tingkat Ranting NU Limpung dan kegiatan-kegiatan yang lain di bawah naungan Nahdlatul Ulama, perlu ditekankan program S3. S3 bukan gelar studi, melainkan penekanan Sedekah Sehari Seribu,” tuturnya.

Menurutnya jika program ini dapat diistiqamahi oleh setiap warga Nahdlatul Ulama di masing-masing Ranting NU maka amanat Muktamar Jombang, yaitu program Ijtima’iyah sosial kemasyarakatan NU dapat menjadi penopang baru di lingkungan MWC NU Limpung.

“Seperti yang sedang kita bangun saat ini, yaitu Rumah Sakit Baitussyifa’, SMP NU Limpung dan SMP Takhassus Al-Miftah serta program kemasyarakatan yang lain dapat dimaksimalkan dengan baik. Artinya, kita sebagai orang NU dapat bersaing dalam kebaikan dengan mereka yang bukan NU,” ungkap kiai asal Dlisen, Limpung itu.

Hadir membersamai Lailatul Ijtima’ malam itu, H Ali Sodikin, M.Pd Ketua Tanfidziyah MWC NU Limpung, KH Abdul Kholiq Rois Syuriah MWC NU Limpung, KH Agus Musyafa’ selaku Ta’mir Masjid, Ketua PR NU Pungangan, Fatayat Muslimat, Ansor Banser, Badan Otonom dan Lembaga, IPNU IPPNU serta masyarakat Nahdliyin Kecamatan Limpung.

Kontributor : Choirul Anam Zaenal
Editor : M Asrofi

Gandeng ITS NU Pekalongan, IPNU IPPNU Pretek Adakan Pelatihan Administrasi

0
sesi foto bersama denga pengisi acara dari ITS NU Pekalongan

Pecalungan, NU Batang

Dalam rangka untuk meningkatkan mutu para anggota dan juga tertib administrasi, Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama ( PR. IPNU IPPNU) Desa Pretek mengadakan kegiatan pelatihan administrasi di pendopo El Niza pretek pada Rabu (01/06).

Kegiatan tersebut bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Administrasi  Perkantoran ( HIMA AP ) Institut Teknologi Sains Nahdlatul Ulama (ITS NU) Pekalongan yang juga sebagai program pengabdian masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar organisasi bisa lebih tertib dalam administrasi. Hal tersebut disampaikan oleh rekan Huda dalam sambutannya.

“Alhamdulillah, program kerja yang sudah kami rencanakan bisa terlaksana, kebetulan ada teman teman dari HIMA ITS Pekalongan  bisa kerjasama dengan kita sehingga ingsalllah kedepan kita bisa lebih tertib lagi dalam administrasi”. Tuturnya.

Sementara itu ketua pengurus HIMA AP, Semi Firdausi mengatakan bahwa hubungan yang sudah terjalin ini harapanaya bisa terus berlanjut kedepannya.

“Saya sangat berterimakasih kepada pengurus IPNU IPPNU Ranting Pretek yang sudah menjalin  kerjasama dengan kami sehingga kita bisa melaksanakan program dari masing-masing organisasi. Saya berharap kedepan kerjasama ini bisa tetap terjalin”. Katanya.

Acara ini diikuti oleh perwakilan dari pengurus IPNU IPPNU  dan akan terus didampingi sampai dengan tanggal 12 Juni 2022 dalam melakukan tugas rencana tindak lanjut ( RTL ) dengan membuat administrasi perancanaan dalam sebuah kegiatan.

Pewarta : Mila

Editor    : Kg Slem

Pendiri MA NU 01 Banyuputih Tekankan Pendekatan Spiritual

0
Dari kiri H Ali Sodiqin, M.Pd.I pendiri, Mukhsin, S.Ag., M.Pd.I Kepala Madrasah dan KH Mujar Abdullah, S.Pd.I siswa pertama lulusan tahun 1988 MA NU 01 Banyuputih. (foto: Judi)

Banyuputih, NU Batang
Melanjutkan rangkaian Hari Lahir (Harlah) ke-37 Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MA NU) 01 Banyuputih Kabupaten Batang, melaksanakan istighosah dan do’a bersama yang dipimpin oleh KH Abdul Syakur di Auditorium Lantai 2 MA NU 01 Banyuputih, Rabu (1/6) pagi.

Istighosah dimulai pukul 09.30 WIB. Pada kesempatan itu, salah satu tokoh pendiri MA NU 01 Banyuputih H Ali Sodiqin, M.Pd.I menyempatkan hadir dalam acara puncak Harlah. Pada saat sambutan, ia menekankan pendekatan spiritual oleh pihak madrasah.

“Tantangan zaman sudah berbeda. Maka, alumni-alumni MA NU 01 Banyuputih harus mampu bersinergi dan bekerja sama dengan madrasah, khususnya dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), selain juga ada peran para guru. Madrasah harus punya lompatan-lompatan strategi pendidikan, menjual produk yang menarik agar selalu diminati oleh masyarakat dan tidak meninggalkan pendekatan spiritual, baik istighosah maupun wasilah yang lainnya,” kata Ali Sodiqin yang juga menjabat sebagai Ketua PC LP Ma’arif NU Batang.

“Sejarah berdirinya MA NU 01 Banyuputih tidak bisa dilepaskan dari peran para pendiri, para kiai NU Limpung, sebelum pemekaran Kecamatan Banyuputih 2012 silam. Alhamdulillah berkat para kiai, antara lain, KH Sya’ir bin Slamet, Kiai Munajat, Mbah Muridun, Kiai Zamahsari saat itu dan banyak orang tua lainnya yang tidak secara struktural di NU yang juga ikut berperan mendirikan madrasah ini kita dapat menikmati kelangsungan pendidikan hingga hari ini ,” papar pria yang juga menjabat Ketua MWC NU Limpung.

Hadir dalam acara itu, Kiai Abdul Latif, H Muhammad Asyrofi, M.Pd, Sutriono, M.Pd, KH. Mujar Abdullah, Ali Fathur, M.Sy, alumni MA NU 01 Banyuputih lintas angkatan, para guru dan staf karyawan.

Kontributor : Choirul Anam Zaenal
Editor : M Asrofi

Islamic Center Diresmikan, Jama’ah Calon Haji Batang Manfaatkan untuk Manasik

0
Jama'ah Manasik sedang beristirahat

Banyuputih, NU Batang
Kementrian Agama Kabupaten Batang melalui Penyelanggara Haji dan Umroh (PHU) mengadakan tahapan bimbingan manasik haji dan umroh di Islamic Center Batang, Sabtu (30/5).

Pada kesempatan itu, KH Zaenal Arifin dan KH Sulthon Sya’ir ditunjuk sebagai pembimbing dalam manasik haji dan umroh tingkat kecamatan tersebut. Sejak didirikan dan diresmikan, Islamic Center Batang memang dibangun untuk tujuan melayani praktik bimbingan Jama’ah Calon Haji, khususnya di Kabupaten Batang. Islamic Center Batang sendiri terletak di Dukuh Petamanan, Banyuputih, lebih tepatnya di sebelah utara jalur Pantura Batang.

“Tujuan didirikannya Islamic Center Batang adalah untuk membantu jalannya bimbingan manasik haji dan umroh yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Batang, KBIHU dan KMIH di Batang, di samping juga untuk menghemat biaya bimbingan para calon jama’ah haji”, jelas KH Zaenal Arifin, Ketua KBIHU Al-Amanah Limpung, Ketua Forum Kerukunan Kelompok Bimbingan Haji dan Umroh (FK-KBIHU) Kabupaten Batang, sekaligus inisiator Islamic Center Batang.

Menurut Kiai Zaenal sebelumnya pada Minggu 29 Mei 2022 lalu telah diadakan manasik haji dan umroh di tingkatan kecamatan masing-masing yang dilaksanakan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) wilayah Kecamatan Limpung, Banyuputih, Tersono dan Gringsing, manasik haji dan umroh ditempatkan di Aula Rumah Makan Tirta Asri Sempu, Limpung.

Menurut data yang dikeluarkan oleh Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama Kabupaten Batang, untuk Jama’ah Calon Haji Kabupaten Batang sendiri masuk dalam kloter keberangkatan 33 yang digabungkan dengan Kabupaten Pekalongan dan kloter 34 yang digabungkan dengan Kabupaten Boyolali.

Setelah menunggu dua tahun sejak awal tahun 2020 lalu sempat tertunda pelaksanaan haji karena pandemi, Alhamdulillah tahun 2022 ini Pemerintah melalui Kementerian Agama RI bekerja sama dengan Kementerian Haji dan Umroh Kerajaan Saudi Arabia (KSA) telah membuka kuota 50% untuk haji reguler Indonesia. Semoga di tahun-tahun berikutnya, pelaksanaan ibadah haji reguler bisa lebih dioptimalkan kembali hingga 100% kuota keberangkatan.

Kontributor : Choirul Anam Zaenal
Editor : M Asrofi

Harlah ke-37 Tahun, MA NU 01 Banyuputih Adakan Jalan Sehat dan Bagi-bagi Hadiah

0
Nailisia Ayu Ningtyas kerudung hitam, peserta Jalan Sehat yang meraih hadiah utama berupa Kulkas

Banyuputih, NU Batang
Keluarga besar Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MA NU) 01 Banyuputih Kabupaten Batang memperingati Hari Lahir (Harlah) yang ke-37 tahun dengan mengadakan Jalan Sehat dan Bagi-bagi Hadiah, pada Selasa (31/5).

Acara peringatan Harlah dibuka dengan apel bersama guru, karyawan dan peserta didik kelas X (sepuluh) dan XI (sebelas) di Halaman MA NU 01 Banyuputih yang dipimpin oleh Kepala Madrasah Mukhsin, S.Ag., M.Pd.I. Pada kesempatan itu, beliau menyampaikan sejarah singkat berdirinya madrasah kepada peserta apel.

Pria yang akrab disapa Pak Mukhsin menyampaikan bahwa sejak didirikan pada tahun 1985 silam, MA NU 01 Banyuputih telah menelurkan banyak alumni yang sekarang sudah mendominasi berbagai bidang pekerjaan, baik negeri maupun swasta.

“MA NU 01 Banyuputih lahir pada tanggal 1 juni 1985, kamu belum lahir, dan mungkin bapak ibu kamu belum menikah,” kata Mukhsin saat sambutan apel.

Ia menerangkan bahwa latar belakang berdirinya MA NU 01 Banyuputih pada awalnya didirikan oleh para ulama dan kiai di Limpung dan Banyuputih. Tokoh yang mendirikan yaitu KH Syair yang waktu itu sebagai Rois Syuriah MWC NU Limpung, KH Khusaeni Yasin, KH Munajat, Zamahsari, Ali Sodiqin dan Muridun.

“MA NU 01 Banyuputih adalah lembaga pendidikan milik Nahdlatul Ulama yang bertujuan menjaring calon peserta didik, membimbing dan mencetak generasi berprestasi, dan ini sudah dibuktikan dengan lahirnya berbagai macam alumni yang menempati posisi di berbagai bidang pekerjaan,” jelas Mukhsin yang juga menjabat sebagai Sekretaris Pengurus Cabang LP Ma’arif NU Batang.

“Selain menjadi lembaga pendidikan yang mencetak generasi berprestasi, MA NU 01 Banyuputih juga bermitra dengan Pondok Pesantren An-Nahdliyah Lokojoyo, Banyuputih dan MTs Nurul Huda sebagai bentuk kerjasama dalam mengembangkan kurikulum pendidikan, khususnya di lingkungan warga NU Banyuputih. Sejarah MA NU 01 Banyuputih tidak boleh dilupakan oleh para alumni dan peserta didik, sebab dengan mengingat dan mengenang jasa-jasa para pendiri, maka kita dapat mensyukuri nikmat pendidikan yang kita rasakan selama ini,”sambungnya.

Usai apel, acara dilanjutkan kegiatan jalan sehat dan pembagian hadiah melalui kupon yang sudah dibagikan oleh panitia kepada peserta didik.

“Pembagian hadiah ini tujuannya adalah untuk penggembira, penyemangat dan rasa syukur terhadap lembaga pendidikan ini, wabil khusus di Hari Lahir MA NU 01 Banyuputih yang ke-37 ini. Semoga peserta didik merasa terhibur dan selalu gembira belajar di madrasah ini,” tutur Ketua Panitia Harlah, M Satrio Dwi Putranto, S.Pd.

Menurut Satrio, rangkaian Harlah Ke-37 MA NU 01 Banyuputih akan dilanjutkan kegiatan Istighotsah bersama sesepuh, pengurus, guru, karyawan dan perwakilan alumni MA NU 01 Banyuputih pada hari Rabu (1/6) besok.

Kontributor : Choirul Anam Zaenal
Editor : M Asrofi

40 Tahun Hari Lahir MA Sunan Kalijaga Bawang, Para Alumni Doakan Kemajuan Madrasahnya

0
Ahmad Munir, S.Ag., S.Pd kepala madrasah sedang menyampaikan sambutan di acara peringatan Hari Lahir ke-40 Masuka Bawang

Bawang, NU Batang
Tepat pada usia 40 tahun Hari Lahir Madrasah Aliyah Sunan Kalijaga (Masuka) Kecamatan Bawang Kabupaten Batang, pada Kamis 26 Mei 2022 perwakilan alumni lintas generasi angkatan 1985 sampai dengan 2022 berkumpul di GOR Marikko yang berada di Kampus 2 Masuka Bawang, dalam rangka memeringati hari lahir ke-40 madrasah tercintanya.

MA Sunan Kalijaga Bawang yang didirikan pada tanggal 26 Mei 1982 oleh para kiai, tokoh NU dan para tokoh pendidikan di Kecamatan Bawang kini telah berkembang pesat menjadi madrasah papan atas di Kabupaten Batang. Bahkan dalam akreditasi terakhir pada tahun 2021 madrasah ini mendapat predikat ‘Unggul’ dengan nilai ‘A’.

Madrasah yang berembrio dari MTs Sunan Kalijaga Bawang yang telah berdiri puluhan tahun sebelumnya ini didirikan sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat terhadap sekolah lanjutan tingkat atas yang saat itu di Kabupaten Batang jumlahnya masih bisa dihitung dengan jari dengan lokasi yang cukup jauh. Meskipun dengan segala keterbatasan serta minimnya dukungan dari pemerintah pada masa orde baru saat itu, namun karena tekad perjuangan yang kuat, akhirnya madrasah yang diberi nama Madrasah Aliyah Sunan Kalijaga Bawang dapat berdiri dan memberikan layanan pendidikan terhadap anak-anak lulusan dari MMP (kini MTs) Sunan Kalijaga maupun SMP Pemda yang saat itu berada di Kecamatan Bawang.

Peserta didik yang belajar saat itu tidak hanya dari wilayah Kecamatan Bawang Kabupaten Batang, tetapi juga dari luar wilayah bahkan dari luar kabupaten Batang seperti daerah Pekalongan dan Tegal, karena di Kec. Bawang telah ada banyak pondok pesantren yang para santrinya berasal dari berbagai daerah.

Pada acara yang bertajuk Harlah Ke-40 dan Reuni Akbar Alumni Masuka Bawang, perwakilan dari 3 generasi (awal, tengah dan akhir) menyampaikan kesan dan pesannya. Generasi awal diwakili oleh alumni pertama Daryono, S. Pd.I, yang saat ini menjabat sebagai kepala MTs Agung Alim Blado, juga menjadi pengurus LP Ma’arif PCNU serta PC Pergunu Kab. Batang.

Daryono menyampaikan kebanggaannya terhadap almamater yang meskipun berawal dari madrasah yang kelasnya menumpang MTs, namun sejak awal sudah menunjukkan prestasinya baik akademis maupun non akademis. Di bidang akademis misalnya, di era 80an peserta didik kelas III saat itu menjadi yang teratas dalam penguasaan keilmuan agama mengalahkan siswa/i MA lain, karena banyak siswa/i Masuka yang tinggal di pondok pesantren. Di bidang non akademik Masuka Bawang sangat terkenal dengan para pemain sepak bolanya yang handal. Oleh karena itu selaku generasi awal dia berharap peserta didik yg saat ini masih belajar di Masuka Bawang harus lebih semangat karena fasilitasnya sudah jauh lebih lengkap dan berkualitas dibandingkan era zaman dulu.

Pada kesempatan berikutnya perwakilan generasi tengah diwakili oleh Ahmad Soleh, SE. yang saat ini bekerja di Kantor Kementerian Agama Kab. Batang dan juga menjadi Ketua MWCNU Kec. Reban. Dalam sambutannya Soleh menyampaikan terimakasihnya mewakili teman-teman alumni, khususnya kepada para Kyai dan tokoh pendiri madrasah, guru-guru dan semua yang berjuang di MA Sunan Kalijaga Bawang ini. Manis pahit dan banyak kenangan telah dialami oleh dia dan teman2, ilmu dari bapak/ibu guru telah banyak memberikan bekal sehingga para alumni banyak telah berhasil di bidang masing-masing.

Sedangkan generasi akhir diwakili oleh Risnawati, mahasiswi Jurusan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah IAIN Salatiga yang telah banyak menorehkan prestasi dalam lomba debat maupun baca berita bahasa Arab antar mahasiswa. Risna mengungkapkan rasa terimakasihnya karena banyak pelajaran berharga yang dia terima di almamater tercinta ini.

Pada kesempatan acara tersebut kepala madrasah Ahmad Munir, S.Ag., S.Pd yang juga alumni jebolan Masuka Bawang menyampaikan terimakasihnya kepada seluruh alumni Masuka dari angkatan pertama hingga terakhir yang telah menyempatkan waktu di tengah kesibukan masing-masing, untuk berkumpul berdoa bersama sekaligus memeringati hari lahir ke-40 Masuka Bawang. Munir menegaskan, madrasah yang didirikan oleh para Kyai dan tokoh NU ini warisan yang sangat berharga, yang harus dijaga, dirawat dan dikembangkan oleh generasi-generasi berikutnya sebagaimana impian para pendiri. Madrasah ini diharapkan bisa menjadi salah satu lembaga pendidikan yang mampu melahirkan kader-kader NU yang akan melanjutkan perjuangan para pendahulu memelihara dan mengembangkan ajaran Islam Ahlussunah Wal Jama’ah di tengah masyarakat.

Munir menambahkan, berbagai ihtiar telah dilakukan untuk menjadikan Masuka Bawang dapat menjadi Kampus Kader Aswaja yang siap menjawab tantangan zaman. Doa para Kyai dan dukungan semua pihak sangat diharapkan untuk mewujudkan impian para pendiri dan harapan warga masyarakat, sebagaimana visi madrasah yang telah dicanangkan yaitu Menuju Generasi yang Mandiri, Berilmu dan Berakhlak Mulia.

Pewarta : Tim Media Masuka
Editor : Hanif

Majelis Wakil Cabang NU Banyuputih Mulai Jalankan Lailatul Ijtima’

0
KH Mujar Abdullah berdiri sedang menyampaikan mauidhoh hasanah

Banyuputih, NU Batang
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Banyuputih Kabupaten Batang kembali menjalankan kegiatan rutin Lailatul Ijtima’ setelah libur pada bulan Ramadhan hingga pertengahan bulan Syawal 1443 H.

Lailatul Ijtima’ yang dilaksanakan satu bulan sekali, diawali di Masjid Baitul Muttaqin Dukuh Kendalsari Desa Sembung Kecamatan Banyuputih, pada Sabtu (28/5) malam.

Acara Lailatul Ijtima’ sekaligus Halal Bi Halal pengurus NU dimulai dengan salat tasbih, tahlil dan do’a bersama untuk para sesepuh Nahdlatul Ulama dan desa setempat, dan dilanjutkan pembagian Program Sosial dan Pendidikan oleh LAZISNU MWC NU Banyuputih, Mauidhoh Hasanah serta tanya jawab oleh Lembaga Bahtsul Masail (LBM) MWC NU Banyuputih.

Dalam kesempatan itu, KH Mujar Abdullah ditunjuk oleh MWC NU Banyuputih untuk memberikan Mauidhoh Hasanah atau Ceramah. Beliau menekankan pentingnya program Kotak Infak Koin NU di Banyuputih,
“Koinisasi harus diistiqamahi oleh setiap warga Nahdlatul Ulama di masing-masing Ranting NU Banyuputih, sebab dengan program Koin NU tersebut kegiatan-kegiatan dan kegiatan sosial NU lainnya dapat berjalan,” tegas Mbah Mujar, sapaan akrabnya.

Nampak hadir dalam acara tersebut KH Ahmad Zubaidi, Kiai Abdul Latif, Lembaga Bahtsul Masail (LBM) MWC NU Banyuputih, H Untung Kepala Desa Sembung, Kiai Mudzakir Ketua PR NU Sembung, Ansor, Banser, Badan Otonom dan Lembaga NU.

Pewarta : Choirul Anam Zaenal
Editor : M Asrofi

Jelang Harlah ke-40, Masuka Bawang Wisuda Siswa Tahun Pelajaran 2021/2022

0
Salah satu peserta didik sedang diwisuda oleh Kepala Madrasah Ahmad Munir, S.Ag., S.Pd.

Bawang, NU Batang
Bertepatan dengan satu hari sebelum peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-40 Madrasah Aliyah (MA) Sunan Kalijaga (Masuka) Bawang, peserta didik kelas XII (dua belas) diwisuda dan dilepas oleh kepala madrasah di di GOR Marikko Kampus 2 Masuka, Rabu (25/5).

Harlah Masuka Bawang jatuh pada 26 Mei 2022, Mereka yang diwisuda terdiri dari enam kelas rombongan belajar yang berasal dari tiga prodi yaitu IPS, MIPA, dan Keagamaan dengan jumlah siswa kelas XII Tahun Pelajaran 2021/2022 terdapat 182 anak.

Pelepasan tersebut didampingi orang tua masing-masing siswa-siswi serta dihadiri oleh kepala madrasah/sekolah, jajaran pendidik dan tenaga kependidikan Masuka Bawang. Dihadiri pula oleh jajaran pengurus MWC NU Bawang, pengurus/komite madrasah, para kiai pengasuh pondok pesantren di wilayah Kecamatan Bawang,

Kepala Madrasah Ahmad Munir, S.Ag., S.Pd dalam sambutannya menyatakan bahwa segenap jajaran pendidik dan tenaga kependidikan selama lebih kurang tiga tahun telah berusaha semaksimal mungkin memberikan layanan pendidikan kepada para peserta didik, memohon maaf apabila masih banyak kekurangan.

Munir berharap, sesuai ikrar alumni yang telah disampaikan peserta wisuda, mereka akan terus mencari ilmu di manapun dan kapanpun, serta terus berusaha menjadi generasi Aswaja yang membanggakan orang tua dan masyarakat.

“Silahkan kalian teruskan pencarian ilmunya lewat apapun, bisa lewat pondok pesantren, bangku kuliah, tempat kerja, dan di manapun kalian berada. Perjalanan kalian masih panjang, kesempatan untuk menjadi orang sukses masih terbuka lebar,” kata Munir.

Selain itu beliau juga menambahkan bahwa alumni dari MA Sunan Kalijaga Bawang harus mampu bersaing dengan alumni sekolah lain karena telah dibekali dengan ilmu pengetahuan umum maupun keagamaan, dan juga ilmu keahlian/ketrampilan.

Mereka yang diwisuda ini banyak yang telah mewakili dan mengikuti dan menjuarai beberapa kompetisi online yang diadakan beberapa lembaga pada masa pandemi Covid-19.

Pada penutup sambutannya, Kepala Madrasah berharap alumni dari MA Sunan Kalijaga Bawang yang diwisuda ini benar-benar menjadi pribadi yang mandiri, berilmu dan berakhlak mulia sebagaimana visi madrasah, yang tentunya dapat bermanfaat untuk masyarakat, agama, bangsa, dan negara.

Pada kesempatan acara tersebut ketua MWCNU Bawang sekaligus ketua pengurus KH Masrur dalam sambutannya juga berpesan kepada para peserta didik yang diwisuda, agar mereka jangan lupa untuk terus menghormati guru, karena guru adalah orang tua. Tidak ada mantan orang tua, tidak ada mantan anak, juga tidak ada mantan guru dan mantan murid. KH Masrur juga mendoakan semoga lulusan tahun ini akan menjadi generasi penerus perjuangan NU di masa depan, karena Masuka Bawang di samping memberikan layanan pendidikan ilmu pengetahuan umum-agama, juga pembekalan ke-NU-an dan penguatan akidah Aswaja.

Pewarta : Tim Media Masuka
Editor : M Asrofi

Jelang PILKADES, Warga NU Rowosari Guyup Rukun dalam Selapanan

0
H Choirul Anam, S.Ag memegang microphone sedang menyampaikan tausiyah kepada warga NU Rowosari

Limpung, NU Batang
Selapanan Jum’at Pon Desa Rowosari Kecamatan Limpung Kabupaten Batang menjadi momen kegiatan rutinan sekaligus dijadikan sebagai ajang untuk kerukunan warga Nahdlatul Ulama Rowosari menjelang Pemilihan Kepala Desa (PILKADES) pada 29 Mei 2022 mendatang.

Selapanan pada (27/5) yang diselenggarakan oleh Pengurus Ta’mir dilaksanakan di Musala Miftahul Huda RT 02 RW 01 Rowosari mendatangkan pembicara dari Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Limpung,  H Choirul Anam, S.Ag.

Dalam tausiyahnya H Choirul Anam, S.Ag menyampaikan pesan singkat untuk masyarakat Rowosari.

“Persatuan umat adalah rahmat, pecah belah umat adalah adzab,” tutur kiai yang juga menjabat sebagai sekretaris LDNU Limpung.

Sementara itu, dalam sambutannya Pelaksana Tugas Kepala Desa Rowosari menyampaikan bahwa PILKADES yang akan dilaksanakan pada hari Minggu besok menjadi tanggung jawab bagi setiap warga untuk tetap menciptakan keamanan dan kerukunan masyarakat.

“Tidak boleh hanya karena berbeda pilihan, lantas kita sebagai umat Islam menjadi terpecah belah. Persatuan dan kesatuan masyarakat Rowosari adalah yang paling utama di atas segala-galanya,” kata H Tuhri, S.E Plt Kepala Desa Rowosari.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Rowosari H Tuhri, S.E, Sutopo sekretaris desa, Muhammad Faiz Pengurus Ta’mir Musala, dan Kiai Abdul Kholiq sesepuh desa. Rutinan itu dimeriahkan oleh grup rebana Hidayatussholawat pemuda Rowosari.

Pewarta : Muhammad Alamal Huda
Editor : M Asrofi