Jumat, April 10, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 46

Talkshow, LTN NU Batang Ungkap Tujuh Kriteria Menjadi Remaja Idola

0
Gus H Zaimuddin Ahya, S.Ag sedang menjadi narasumber acara Talkshow

Tersono, NU Batang

Masa muda adalah masa yang istimewa. Karena di masa muda merupakan usia yang produktif, sehingga perlu dimanfaatkan dan dimaksimalkan dengan baik. Hal tersebut diungkapkan oleh pengurus Lembaga Ta’lif wa Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) Batang, Gus H Zaimuddin Ahya, S.Ag saat menjadi narasumber Talkshow dan Buka Bersama di Serambi Masjid Roudlotul Muttaqin Tersono, Batang pada Sabtu (30/4).

Acara yang diselenggarakan oleh Ikatan Remaja Masjid Roudlotul Muttaqin (IRMAS) Tersono dihadiri 100 remaja dari Desa Tersono dan Desa Tanjungsari serta pengurus dan takmir masjid. Panitia acara tersebut mengangkat tema“Remaja Idola, Cerdas Bermedia, Semangat Berkarya, dan Santun Beretika”.

Pria yang juga menjadi pengajar di Pondok Pesantren TPI Al Hidayah Plumbon itu mengatakan, untuk menjadi remaja yang idola ada tujuh kriteria yang perlu dimiliki.

“Untuk menjadi remaja idola ada beberapa kriteria, yaitu berilmu, bertanggung jawab, kolaborasi, beradaptasi, santun bermasyarakat, cakap bermedia, dan semangat berkarya,” kata pria yang juga menjadi pengurus LTN PCNU Batang dan kontributor di Alif.id, Islami.co dan nuonline.or.id.

Peserta Talkshow nampak antusias mendengarkan narasumber

Para peserta yang hadir tampak antusias dengan materi yang disampaikan oleh Gus Zaim, mereka juga aktif bertanya dan berdiskusi dengan narasumber tersebut. Diakhir Talkshow sembari menunggu waktu berbuka puasa, panitia memberikan door prize menarik kepada beberapa peserta dengan pertanyaan dan pendapat terbaik tentang materi yang disampaikan.
Harapan dari panitia acara ini dapat memeriahkan bulan Ramadhan serta sebagai media untuk menyiarkan ajaran Islam khususnya bagi para remaja di sekitar Desa Tersono dan Desa Tanjungsari dengan cara yang modern atau yang sesuai dengan karakter remaja.

Pewarta : Rofiqoh

Editor : Muhammad Asrofi

Jelang Lebaran, Ansor Batang Dirikan Posko Mudik Persaudaraan di Sepuluh Titik

0
Posko Mudik Ansor-Banser yang berada di Subah

Batang, NU Batang
Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Batang, melalui Satuan Koordinasi Cabang Banser (Satkorcab) mendirikan posko mudik persaudaraan menjelang lebaran Idul Fitri 1443 H/2022, (30/04).

Di bawah komando Kepala Satuan Koordinasi Cabang Banser (Kasatkorcab) Danang Aji Saputra, ada sepeluh posko mudik yang terbagi di sepuluh titik wilayah Kabupaten Batang.

“Ada sepuluh posko mudik. Mulai dari Kecamatan Batang, Warungasem, Wonotunggal, Kandeman, Tulis, Subah, Banyuputih, Gringsing, Reban, hingga Bawang, yang digawangi oleh sahabat-sahabat Ansor-Banser Anak Cabang atau Satkoryon,” jelas Danang.

Banser sedang bertugas di Posko Mudik Jalan Pantura Subah

Pilihan sepuluh titik yang tersebar di sepuluh kecamatan di Kabupaten Batang ini berdasarkan pertimbangan jalur yang dilewati pemudik. “Ada yang di exit tol Batang-Pekalongan, ada yang di pantura seperti di di depan Gedung MWC Subah, dan ada juga yang di depan Masjid Bawang untuk pemudik jalur alternatif Jogja,” kata Danang.

Menurut Danang, posko mudik persaudaraan ini tidak hanya ada di Batang, tapi juga di daerah lain. “Pendirian posko mudik persaudaraan ini serentak, karena memang instruksi dari Kasatkornas Banser melalui Kasatkorwil. Di Jawa Tengah sendiri ada 233 posko mudik persaudaraan,” jelas Danang.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Batang H Maulana Yusup menjelaskan, bahwa tujuan dari didirikannya posko mudik adalah untuk membantu para pemudik di perjalanan, dan sekaligus membantu kepolisian dalam pengamanan. “Harapan kami, tradisi mudik ini lancar, dan aman,” jelas Yusup. Yusup juga menambahkan, bahwa pendirian posko mudik ini juga sebagai bentuk khidmat organisasi dalam rangka pengabdian untuk bangsa dan negara.

Editor : Zaim Ahya

Peringati Harlah ke-88, PAC GP Ansor Bandar Isi dengan Ramadhan Berbagi

0

Bandar, NU Batang

Ahad (23/4) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Bandar memperingati Harlah Gerakan Pemuda Ansor yang ke-88 tahun dengan membagikan paket sembako kepada kaum dhuafa’. Kegiatan tersebut dinamai “Ramadhan Berbagi”.

Kegiatan ini dilaksankan atas kerjasama dengan UPZIS LAZIZNU MWC NU Bandar. Total ada 400 paket sembako yang dibagikan. Peket sembako tersebut selanjutnya didistribusikan ke ranting-ranting. Adapula yang diantarkan langsung kepada penerima manfaat.

Pendistribusian dibagi menjadi 2 tim. Tim satu mendistribusikan ke desa Bandar, Pesalakan, Wonodadi, Wonomerto, Tombo, Sidayu, Tumbrep, Toso, dan Kluwih. Sedangkan Tim dua mendistribusikan ke desa Wonokerto, Candi, Wonosegoro, Batiombo, Simpar, dan Tambahrejo.

Para Anggota GP Ansor Bandar merasa bahwa masyarakat khususnya kaum dhuafa’ harus dibantu disaat harga-harga sembako sedang naik seperti saat ini. Sehingga ketika ada momen untuk berbagi seperti saat ini, diadakanlah Ramadhan Berbagi.

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menjalankan amanah organisasi serta pesan yg tersirat dalam logo Harlah 88 yaitu semangat perjuagan GP Ansor yg harus peka terhadap situasi dan kondisi. Dalam kondisi sembako yang harganya naik drastis, PAC GP Ansor Bandar bekerjasama dg UPZIZ LazizNU MWC NU Bandar mentasarufkan kurang lebih 400 paket sembako yg dibagikan kepada kaum dhuafa di ranting se kecamatan Bandar”, ungkap ketua GP Ansor Bandar sahabat Rifqi.

Dalam Ramadhan Berbagi tersebut GP Ansor tidak sendirian, melainkan bekerjasama dengan PAC Fatayat Bandar.
“Sukses kegiatan ini tidak lepas juga dari peran sahabati-sahabati Fatayat PAC Bandar yang juga sedang berharlah ke 72. Terimakasih sahabat, kerjasama yang baik. Semoga sinergi antar banom ini tetap istiqomah dalam berhidmah di NU”, lanjut sahabat Rifqi.

Pewarta : Misbach
Editor: Intan Khumairo

Semarakkan Hari Lahir ke-72, PAC Fatayat NU Batang Adakan Bagi Takjil dan Beberapa Event

0
Pengurus PAC Fatayat NU Kecamatan Batang sedang foto bersama

Batang, NU Batang
Pemandangan berbeda terlihat di kawasan Jalan Ahmad Yani bagian utara Kauman Batang, saat menjelang berbuka puasa pada Ahad, 24 April 2022, bertepatan dengan Harlah Fatayat NU ke-72. Sekitar 40 an Pengurus Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU Kecamatan Batang dan perwakilan Pimpinan Ranting Fatayat NU se-Kecamatan Batang membagikan takjil kepada warga yang melintas.

Bagi takjil merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Harlah Fatayat NU ke-72, ulang tahun yang istimewa karena bertepatan dengan sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan, bulan paling suci, agung dan mulia dibanding sebelas bulan lainnya. Semoga keutamaan Ramadhan dengan iringan puasa sebulan penuh, tarawih, tadarus, dan Lailatul qadar di dalamnya menjadi penanda turunnya keberkahan dan kemuliaan untuk Fatayat NU dan segenap kadernya dimana pun berada. Sebelum bagi takjil diadakan lomba kreasi minuman takjil dilanjut Istighosah, kultum dan buka bersama.

Adapun rangkaian event atau kegiatan lainnya melakukan ziarah ke makam Syekh Maulana Maghribi Ujung Negoro, Khotmil Qur’an Online dan kultum setiap Jumat malam Sabtu via zoom, Bincang perempuan UU TPKS hadiah terindah hari Kartini 2022 via zoom, Lomba Tik-tok Religi, Lomba Menyanyi solo Mars Fatayat NU, Pelatihan Fikih Wanita diikuti oleh Pimpinan Ranting Fatayat NU se-Kecamatan Batang. Dengan diadakan berbagai kegiatan dalam rangka memeriahkan Harlah Fatayat NU ke-72 besar harapan lebih meningkatkan keharmonisan, memunculkan potensi kader, menebar kebaikan, meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta kualitas diri para kader Fatayat NU.

Tema Harlah Fatayat NU ke-72 “Bangkit Bersama, Berdaya Bersama“, kita semua menyakini hanya dengan bangkit secara bersama-sama, maka kita juga akan mampu berdaya bersama-sama pula, baik sebagai kader secara individu, sebagai organisasi, jam’iyyah, bangsa dan negara.

Pengalaman dua tahun pandemi merupakan pelajaran amat berharga. Saat ini waktunya melakukan kerja-kerja pemulihan dengan cara move on dari situasi dan kondisi sebelumnya. Budaya baru dan pola komunikasi, kerja bersama dan kegiatan-kegiatan di ruang lingkup bersama merupakan manifestasi kebangkitan kita secara bersama-sama. Kata kuncinya adalah kehendak kuat untuk bangkit dari keterpurukan hari-hari kemarin, dilakukan secara bersama-sama, serta kehendak kuat untuk berdaya bersama, dengan bergerak bersama-sama pula.
Dengan tindakan serempak demikian, InsyaAllah semesta juga akan mendukung, Allah SWT meridhoi, dan tujuan pun dapat dicapai. Semoga kemuliaan Ramadhan ini menjadi penanda berkah kebangkitan kader Fatayat NU dan perempuan Indonesia untuk makin lebih baik lagi, serta lebih bermanfaat lagi bagi sesama. Aamiin.

Sebagian dikutip dari pidato Harlah Fatayat NU ke-72 oleh Ketua umum Pimpinan Pusat Fatayat NU

Pewarta : Anis

Editor : Muhammad Asrofi

Peduli Sosial, MTs NU Al Syairiyah Limpung Bagikan 500 Takjil

0
Pengurus PK IPNU & IPPNU MTs Al Syairiyah sedang membagikan takjil kepada pengguna jalan

Limpung, NU Batang
Menyemarakkan bulan suci Ramadhan dengan bentuk kepedulian sosial serta membangun rasa kebersamaan sesama umat muslim dilakukan oleh MTs NU Al Syairiyah Limpung Kabupaten Batang dengan membagikan takjil jelang waktu buka puasa pada Sabtu (24/4).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) MTs NU Al Syairiyah Limpung. Bagi-bagi takjil gratis yang melibatkan tenaga pendidik dan kependidikan, serta sejumlah siswa dilaksanakan di Jl. Raya Limpung – Tersono No. Km. 1,5, Plumbon, Kecamatan Limpung, yang dimulai dari pukul 16.30 WIB sampai selesai.

Ali Mujib, S.Ag selaku Kepala Madrasah mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan silaturrahim dan solidaritas sosial antara pihak sekolah dan masyarakat, serta dapat merasakan indahnya kehidupan berbagi dan memberikan hal yang bermanfaat bagi sesama.

“Kegiatan tersebut berjalan dengan baik lancar, masyarakat begitu antusias dan semangat menyambutnya,” katanya.

Ia menjelaskan takjil gratis itu dibagikan kepada pengendara sepeda motor roda dua dan roda empat yang memintas di jalan tersebut. Dengan total jumlah takjil 500 bungkus, takjil yang dibagikan berupa es kuwut, kurma dan aneka kue khas berbuka puasa. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang dilakukan MTs NU Al Syairiyah Limpung setiap bulan suci Ramadhan. Bagi siswa kegiatan ini bisa menanamkan sikap peduli antar sesama manusia sehingga nantinya dapat menjadikan merekai sebagai manusia yang berkarakter, berbudi, beradab, dan sebagai bentuk perwujudan nilai-nilai luhur budaya. Dana yang terkumpul dari seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan ini bisa menjadi inspirasi dan bermanfaat bagi sesama serta bisa dilaksanakan rutin setiap bulan Ramadhan.

“Kegiatan ini meskipun sederhana, memiliki nilai pendidikan yang mendalam. Kami berupaya membangun karakter sosial. Agar anak-anak memiliki rasa kepedulian dan keikhlasan membantu sesama,” terang Diah Nur Felasari, S.Pd selaku Pembina Pimpinan Komisariat (PK) IPNU dan IPPNU MTs NU Al Syairiyah Limpung.

“Kita tidak serta merta memberikan uang shadaqahnya. Kita terlibat langsung dalam proses. Mulai penggalangan, pengolahan, pengemasan, hingga sampai pembagian pada masyarakat. Maka selain punya rasa peduli sosial, ada sikap tanggung jawab dan mandiri yang kami kuatkan dalam kegiatan ini,” ujar Nadin, salah satu pengurus PK IPPNU.

Pewarta : Giyono, S.Pd
Editor : Muhammad Asrofi

Sambut Ramadhan, Pelajar NU Menguneng Berbagi Takjil dan Gelar Buka Bersama

0
Pelajar NU Menguneng Berbagi Takjil

Warungasem, NU Batang
Bulan suci Ramadhan adalah bulan yang dinanti oleh berbagai kalangan dan penjuru, terutama untuk umat muslim sendiri. Tidak sedikit keistimewaan di dalam hiruk pikuk Bulan Ramadhan yang membuat umat muslim tak segan berlomba dalam hal ibadah maupun kebaikan. Hal ini juga terjadi di kalangan pelajar Nahdlatul Ulama (NU) Desa Menguneng, Warungasem, Batang.

Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama(IPPNU) Ranting Desa Menguneng launching rangkaian program Bulan Ramadhan dalam tajuk “CARA”(Ceria Ramadhan). Rangkaian acara yang berisi beberapa event dari bagi-bagi takjil, khataman Al Qur’an, dan hingga buka bersama. Kegiatan yang dijadikan ajang untuk silaturahmi dan sarana interaksi positif antar pelajar Nahdlatul Ulama sukses dilaksanakan pada Ahad (17/04). .

“Bagi-bagi takjil sendiri dijadikan acara pertama sebagai sarana ngabuburit ala pelajar NU Desa Menguneng dengan sasaran masyarakat umum sekitar desa Menguneng. Kegiatan ini disambut hangat masyarakat sekitar desa yang lalu lalang di jalan”, ungkap Nabila Azizah, selaku ketua pelaksana kegiatan.

Selain berbagi takjil, khataman Al Qur’an dan buka bersama pun digelar sebagai acara inti yang dihadiri sekitar 40 orang dari Pengurus Ranting (PR) IPNU dan IPPNU Ranting Desa Menguneng, perwakilan setiap banom Nahdlatul Ulama, Kepala Desa Menguneng, Pemuka Agama dan Pembina pelajar NU Desa Menguneng, serta perwakilan dari PAC IPNU&IPPNU Kecamatan Warungasem. Rangkaian acara tersebut bertempat di Balai Desa Menguneng, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang.

Ustad Arwani mengungkapkan jika do’a khataman dilakukan secara offline sedangkan untuk khataman 30 Juz Al-Qur’an dilakukan secara online sebelum kegiatan sore hari itu, pembacaan 30 Juz secara online sendiri merupakan program kerja yang sudah berjalan setiap bulan dari awal periode IPNU&IPPNU Desa Menguneng, namun bedanya hanya di pembacaan do’a khataman yang dilakukan langsung karena bertepatan momentum bulan Ramadhan.

Pembina sekaligus pembaca doa khataman pada acara tersebut juga mengatakan jika kegiatan beramal dan interaksi positif ini memang perlu diparesiasi dan didukung sebagai sarana untuk menumbuhkan kepekaan terhadap lingkungan, meningkatkan keimanan, dan mempererat silaturahmi antar organisasi dalam setiap banom NU.

Setelah pembacaan doa, acarapun diganti dengan kultum yang diisi oleh Ustadz Zamroni selaku ketua Nahdlatul Ulama Desa Menguneng dan berlanjut dengan sholat magrib berjamaah dan buka bersama yang bertempat di aula Balai Desa Menguneng.

Kontributor: Lili Rohmawati
Editor: Intan Khumairo

Menyetak Generasi IPNU dan IPPNU dengan Pesantren Kilat

0
Kegiatan Pesantren Kilat oleh IPNU dan IPPNU Desa Sidorejo

Warungasem, NU Batang

Pesantren kilat yang menekankan pada keorientasian organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) serta Ahlusunnah wal Jamaah kepada regenerasi Pelajar NU di sekolah se-Desa Sidorejo, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, Jawa Tengah berhasil dilaksanakan dengan jadwal berbeda dari masing-masing sekolah mulai Rabu (13-22/04).

Pesantren kilat atau sering disebut peslat ini dilaksanakan di SD/MI se-Desa Sidorejo, yakni Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Sidorejo, SD Negeri 2 Sidorejo, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Salafiyah Sidorejo dengan materi keislaman mengenai tata cara shalat wudhu, pemahaman rukun iman, rukun  Islam dan lain sebagainya.

Kepala Sekolah MI Salafiyah Sidorejo, Fatkhudin menyakini dengan adanya pesantren kilat pasti siswa-siswi lebih mudah memahami ilmu karena teknik penyampaiannya gembira dan menarik, memori anak seusia mereka bisa langsung menerima apabila sefrekuensi dengan pemikiran mereka.

“Insyaallah siswa-siswi terpengaruh ke hal positif atau bahkan terpengaruh lebih luas ingin menerjunkan diri ke organisasi IPNU IPPNU di masa yang akan datang, “ ujar Pengurus NU Desa Sidorejo tersebut, pada Jumat (22/04).

Fatkhudin mengucapkan terima kasih kepada IPNU dan IPPNU Desa Sidorejo karena telah menyelenggarakan pesantren kilat. Ia  berpesan, kegiatan ini harus tetap dilaksanakan setiap tahunnya, tentu dengan inovasi berbeda dari sebelumnya.

Sementara itu, Ketua IPPNU Desa Sidorejo, Dwi Listiyani menyampaikan bahwa pesantren kilat merupakan program wajib tahunan yang dilaksanakan selama Ramadhan dengan objek anak-anak sekolah se-Desa Sidorejo. Kegiatan ini sudah dilaksanakan 2 tahun berturut-turut dan diharapkan tetap terlaksana meskipun dengan kepengurusan organisasi yang berbeda.

“Siswa-siswi SD/MI itu waktunya kenal dengan IPNU IPPNU karena mereka adalah cikal bakal pemegang organisasi, terlebih Desa Sidorejo mayoritas orang NU,” jelasnya.

Tiya menambahkan, bukan hanya materi tentang keaswajaan, peserta pesantren kilat diberi pemahaman mengenai adab terhadap orang tua dan guru supaya menjadi generasi yang bermoral.

Sedangkan, Ketua IPNU Desa Sidorejo, Muhammad Aditya Irfani mengucapkan berterima kasih sekali kepada pihak yang terlibat terutama kader IPNU IPPNU Desa Sidorejo yang bersedia meluangkan waktu untuk menjadi fasilitator pesantren kilat serta sekolah-sekolah yang merespon dan mendukung sangat baik.

“Bahkan pihak sekolah menyarankan pesantren diperpanjang yang semula 2 hari per sekolah menjadi seminggu mempertimbangkan keantusiasan siswa-siswi,” pungkasnya.        

Kontributor: Septy Aisah

Editor: Intan Khumairo

1 Juta Vaksin Booster, MWC NU Banyuputih Gelar Vaksinasi

0
Masyarakat Banyuputih sedang menunggu antrean vaksin

Banyuputih, NU Batang
Menjelang mudik lebaran 2022, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Banyuputih Kabupaten Batang mensukseskan program Gerakan 1 juta Vaksin Booster pada Jumat (22/4).

Vaksinasi yang digelar bekerjasama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Polri dan Kemenag dilaksanakan di Gedung MWC NU Banyuputih sejak Kamis 21 April 2022 kemarin.

Di Banyuputih, vaksinasi disambut antusias oleh warga Nahdlatul Ulama dan masyarakat umum. Meski jadwal di buka pukul 08.30 WIB, namun dari beberapa tenaga pendidik MTs Nurul Huda Banyuputih dan MA NU 01 Banyuputih serta masyarakat sekitar Banyuputih sebelum waktu tersebut sudah duduk dikursi menanti kedatangan petugas Puskesmas Banyuputih.

Vaksinasi diawali oleh petugas dengan melakukan pembagian formulir dan nomor antrean kepada peserta. Setelah mendapatkan nomor antrean, peserta diminta untuk menunggu panggilan dari petugas. Masuk ke tahap berikutnya, dokter Rima dari Puskesmas Banyuputih mengecek suhu badan dan tekanan darah peserta satu persatu dan menananyakan kesehatan setiap peserta. Selain membawa fotokopi KTP, salah satu syarat untuk melakukan vaksin haruslah sehat.

“Hari ini sehat mas?”, tanya dokter Rima kepada salah satu peserta. Menurutnya setelah dicek dan dinyatakan sehat, peserta tersebut layak untuk melakukan vaksin.

“Setelah vaksin ketiga bisa digunakan untuk syarat mendaftar Haji,” ungkap H Choirul Anam salah satu guru MA NU 01 Banyuputih yang mengikuti vaksinasi. Menurutnya vaksin tahap yang ketiga bisa menjadi syarat administrasi untuk melaksanakan ibadah Haji di tahun ini.

Pewarta: Muhammad Asrofi
Editor : Muhammad Asrofi

Pimred Suara Merdeka Bocorkan 4 Tips Menggali Ide Tulisan kepada Santri Plumbon

0

Limpung, NU Batang
Pimpinan Redaksi Suara Merdeka, Agus Toto Widyatmoko membocorkan empat tips atau cara dalam menggali ide tulisan kepada santri Pondok Pesantren TPI Al Hidayah Plumbon, Limpung, Batang saat menjadi pemateri pada kegiatan Gerakan Santri Menulis (GSM) di SMK NU Al Syairiyah, Selasa (19/4).

Pengasuh Pondok TPI Al Hidayah Drs KH Sulton Sya’ir SQ mengatakan ada sekitar seratus santrinya yang mengikuti kegiatan GSM ini. Menurutnya menulis atau ilmu jurnalistik sudah ada sejak zaman nabi Nuh. Ilmu tersebut digunakan untuk menyampaikan informasi kepada umatnya.

“Dengan adanya kegiatan semacam ini santri akan dituntut untuk gemar menulis. Mudah-mudahan ilmu yang disampaikan oleh bapak-bapak dapat diserap,” kata Kiai Sulton.

Sebelum membagikan tipsnya, Agus Toto mengatakan menjadi seorang penulis atau jurnalis harus mengedepankan sikap skeptis. “Kita tidak langsung mempercayai suatu informasi dengan tergesa-gesa. Kita harus mengedepankan tabayyun. Sikap skeptis bagian dari jurnalis untuk mengecek sebuah kejadian atau persitiwa tersebut benar atau tidak,” kata pria yang akrab disapa Agus.

Empat tips dalam menggali ide tulisan yang ia berikan sebagai yaitu: pertama Membaca, kalau banyak membaca semakin banyak referensi kita, semakin banyak kosa kata kita saat menulis. Menurut Agus, membaca menjadi kunci untuk menjadi penulis yang baik. “Menulis itu perlu banyak membaca, membaca fiksi, novel. Paling tidak kita akan mendapatkan diksi dari membaca,” katanya.

Kedua Menonton Film, dengan menonton film dapat menambah insipirasi dalam menulis. Ketiga Kutipan Langsung yaitu dengan menemui narasumber secara langsung, kita dapat menulis apa yang dikatakan olehnya. Keempat Observasi, menurut Agus observasi ada yang ringan dan ada yang berat. Observasi yang ringan itu kita mengamati situasi lingkungan yang ada di sekitar menggunakan pancaindra, dari hasil pengamatan kemudian kita tulis.

“Kalian sudah dapat teorinya, sekarang tinggal dipraktikkan,” pungkas Agus.

Sementara itu, H Gus Zaimuddin Ahya’ juga memberikan motivasi kepada para peserta Gerakan Santri Menulis.

“Menulis itu tak selesai, proses menulis itu tidak akan selesai, namun bukan berarti menulis belum selesai. Maksudnya setelah selesai menulis ya menulis lagi,” katanya.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Yayasan Al Syairiyah KH Agus Musyafak Sya’ir, Kepala Kemenag Batang H M Aqsho serta Asisten Kesra Wilopo mewakili Bupati Batang Wihaji.

Editor : Muhammad Asrofi

Peringatan Nuzulul Qur’an, MWC NU Limpung Perkuat Pendidikan

0
KH Zaenal Arifin Mustasyar MWC NU Limpung sedang menyampaikan Mauidhoh Khasanah. (foto: A. Rifa'i)

Limpung, NU Batang

Peringatan Nuzulul Qur’an oleh Majelis Wakil cabang (MWC) NU Kecamatan Limpung dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus MWC, lembaga, banom, ketua Ranting se-Kecamatan Limpung, serta Muspika Kecamatan Limpung pada Sabtu (18/4) malam.

Peringatan tersebut dilaksanakan di Aula Gedung MWC NU kecamatan Limpung. Dalam sambutannya Rois Syuriah MWC NU Limpung, KH Abdul Kholiq menyampaikan terimakasih kepada seluruh jajaran pengurus baik MWC maupun ranting. Meskipun disela-sela kesibukannya pada bulan Ramadhan tetapi masih tetap menyempatkan untuk semangat dan berkhidmat mengikuti kegiatan Lailatul Ijtima’ dan Peringatan Nuzulul Qur’an dari lembaga dakwah MWC NU Limpung ini.

“Semoga kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan yang dapat mendekatkan kita kepada Allah SWT”, Ujarnya.

Beliau juga menyampaikan bahwa MWC NU Kecamatan Limpung akan mendirikan lembaga pendidikan setingkat SLTP yaitu SMP NU 01 Limpung. Sambil menunggu izin operasional turun, pendaftaran peserta didik baru sudah dibuka bagi masyarakat umum dengan tempatnya di gedung Madin Al-Hidayah, Dukuh Srabanan, Desa Babadan.

“Jika sebuah tangga ada yang hilang satu sebagai tumpuannya, maka perlu diperbaiki. TK sudah punya, MII sudah punya, MA/SMK juga sudah punya. Tetapi setingkat SLTP di bawah naungan MWC NU Limpung itu belum punya. Maka dari itu sebagai i’tikad untuk memperbaiki tumpuan tangga yang hilang satu, MWC NU kecamatan Limpung mendirikan SMP NU 01 Limpung sehingga lengkaplah tangga pendidikan dibawah naungan MWC NU Limpung,” imbuhnya.

Turut hadir Mustasyar MWC NU Kecamatan Limpung, KH Zaenal Arifin sebagai penceramah dalam kegiatan ini.

Dengan mengutip bagian dari surat Al Fatir ayat 35 yaitu سَابِقٌۢ بِالۡخَيۡرٰتِ بِاِذۡنِ اللّٰهِؕ dengan maksud berlomba-lomba cepat-cepatan untuk berbuat kebaikan dengan izin Allah. Beliau turut menyemangati para pengurus MWC bersama ranting untuk bersama-sama membesarkan nama SMP NU 01 Limpung, sebagaimana besarnya MA NU 01 Limpung ataupun SMK Ma’arif NU 01 Limpung seperti sekarang.

“Sebagai warga Nahdlatul Ulama mari sekolahkan anak kita ke dalam wadah milik kita sendiri. Jangan sampai kita punya wadah tetapi malah kita sekolahkan anak kita diluar lembaga milik Nahdlatul Ulama”, pungkas beliau.

Kontributor : Zaenal Mustofa

Editor : Muhammad Asrofi